Dua Minggu semenjak pembangunan desa berada di tanganku ladang telah menjadi harta kekayaan di tempat ini, aneka sayuran, buah-buahan serta makanan pokok kami telah terpenuhi.
Semua itu berkat bantuan Arline yang bisa mempercepat tanaman yang kami tanam dari seharusnya berminggu-minggu atau berbulan-bulan itu menjadi tiga hari saja, aku pernah bilang mari tingkatan levelmu dan ia malah menghajarku.
Skill uniknya bisa meningkatkan levelnya serta pasangannya jika melakukan itu. Aku berfikir berapa lama agar levelnya jadi 999 sepertiku.
Mari kesampingkan hal itu, sekarang aku sedang melatih anggota partyku dengan melakukan sparing di lapangan terbuka.
Mereka menstabilkan nafasnya yang terengah-engah sebelum mencoba menyerangku kembali, aku menggunakan ranting dan itu masih membuat mereka kelelahan. Latisha memiliki kecepatan tinggi dengan dua belati di tangannya, sayangnya dia terlalu fokus terhadap senjata lawan membuatnya tidak bisa mengantisipasi saat menerima tendangan dan serangan berbeda.
Aku menendang kakinya dan ia terjatuh dengan memalukan.
"Sakit."
Di saat yang sama panah cahaya dilesatkan dari busur Alice, semua itu aku blokir dengan baik sebelum melesat padanya.
Alice yang tidak siap dengan seranganku terlempar ke samping, bahkan saat dia mendapatkan sihir buff dari Noa itu sama sekali tidak berguna jika dia tidak ahli menghindari sesuatu. Untuk Noa sendiri dia sangatlah lemah jika diserang dari jarak dekat.
Aku memukul kepalanya dengan ranting hingga ia berlutut kesakitan.
"Dasar pria tak berperasaan."
"Ini demi kau juga, karena kelompok kalian hanya bertiga aku sarankan untuk mencari anggota baru yang bisa bertarung dengan Latisha di depan, paling tidak dia harus memiliki job tank."
"Bukannya kita memiliki kau Melvin?"
"Aku tidak akan bisa selalu berada di party ini terlebih jika tidak mendesak aku tidak akan bertarung," balasku pada Alice.
"Alasannya?"
"Karena aku terlalu kuat, jika aku bertarung kalian tidak akan memiliki pengalaman selamanya."
Latisha menambahkan.
"Aku masih belum tahu berapa level Melvin sebenarnya?"
"Levelku 999."
Latisha dan Alice yang baru mengetahuinya terkejut.
"Itu luar biasa."
"Aku harap kalian merahasiakan ini, aku hanya fokus untuk menjalani hidupku yang santai."
"Kami mengerti."
"Alice dan Noa kalian akan belajar beladiri sementara Latisha kamu harus belajar sihir serangan, ada kalanya itu cukup berguna."
"Kalau soal anggota baru?" tanya Noa.
"Kalian yang putuskan, kalian bisa mengambil siapapun di sini... kalau begitu latihan selesai, bubar."
Aku hanya melihat kepergian mereka dari kejauhan, syukurlah ada Vista jadi hampir latihan beladiri diajari olehnya sementara untuk sihir bisa dipelajari dari buku sihir.
Mereka akan berubah jadi orang berbeda dalam waktu singkat.
"Kau ada di sini ternyata?"
"Kucing loli."
"Jangan memanggilku begitu."
Kucing Loli adalah orang kepercayaanku lainnya yang bekerja di bawah perintahku, dia mengenakan celana pendek dengan pakaian lengan panjang serta syal yang dililitkan di lehernya.
Ia memiliki rambut merah muda yang dipotong sebahu serta diikat twintail, seperti yang terlihat dia seorang ninja, namanya Lisa.
Yang mencolok darinya mata kirinya berwarna coklat sementara mata kanannya berwarna biru.
Lisa masih seekor ras kucing jadi telinga dan kuping merupakan kebanggaannya.
"Apa ada yang terjadi?"
"Kita kedatangan tamu, kurasa mereka dari keluarga bangsawan di ibukota dan akan tiba beberapa menit lagi."
"Aku belum melakukan kontak dengan bangsawan manapun, kemungkinan besar itu keluarga Latisha, tolong suruh Vista dan Arline bersiap kita harus menyambut mereka."
"Dimengerti."
Layaknya ninja dia menghilang dan hanya meninggalkan udara disekitarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments