Aku berbaring di ranjang selagi mencoba mencium aroma semuanya termasuk selimut dan bantal.
"Aroma Arline sangat harum, mari intip pakaian dalamnya," tepat aku mengatakannya sebuah pukulan menghantam kepalaku.
"Berhentilah bersikap mesum di kamarku," jelas pemiliknya akan marah.
Ini adalah tempat tinggal Arline dan kami sedang membahas rencana selanjutnya, dengan kekalahan bangsawan ini kami memang bebas pergi tapi masalah tidak selesai begitu saja.
"Aku tidak tahu bahwa Melvin bisa melakukan hal seperti itu, dia pasti menyukaimu Arline."
"Kenapa Noa mengatakan itu?"
"Sudah jelas jika pada kami berdua, dia memperlakukan kami seperti iblis."
"Benar, aku ingat bagaimana seekor serigala mengejarku hingga pantatku digigit."
"Aku melakukannya demi kebaikan kalian agar semakin kuat."
Entah Alice atau Noa mereka menatapku dengan dingin selagi menunjuk ke arahku.
"Dia membawa kami ke sarang serigala lalu meninggalkan kami begitu saja."
Arline menunjukkan reaksi yang sama.
"Dasar sampah."
Jika begini akan sulit membuat dia jatuh cinta padaku kalau begini.
"Mari kesampingkan hal itu, jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Noa, tak biasanya dia berfikir jernih apa pemikirannya bertambah saat dia naik level.
"Melvin aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, mau kuberikan hukuman ilahi.. kau akan terus sial selama tiga hari bahkan akan bernasib dikejar-kejar satu kelurahan."
"Maafkan aku dewi sama."
Aku berlutut padanya, sial... aku lupa bahwa dia dewi
"Kalau begitu baguslah, sebagai permintaan maaf kau bisa mentraktirku nanti."
Dewi sialan ini, di saat seperti inilah orang ini pandai menggunakan kepalanya.
"Aku masih bingung kenapa Melvin sesekali menyebut Noa sebagai dewi?"
"Aku juga berfikiran sama."
"Tentu saja, karena aku cantik jadi dia selalu menganggapku dewi."
"Jadi kau mengincar dada kecil juga."
Tekanan di ruangan ini mengerikan, aku akan berubah topik saja.
"Aku sudah memutuskan dimana kita akan tinggal, tempat itu adalah desa Alice."
Alice terkejut.
"Desaku, tapi desaku hanya diisi ras kucing mereka sangat lemah dan setiap hari malas-malasan dan selalu mengejar kupu-kupu."
A-apa apaan itu?
Aku bersikap tenang.
"Karena itulah, kita akan tinggal di sana... tempat itu tidak berada di wilayah bangsawan manapun, itu adalah tempat yang cocok untuk kita. Arline juga bisa hidup damai seperti biasa."
"Yah jika kau sudah mengatakan itu apa boleh buat, kau memang menyebalkan tapi kau bukan orang yang seenaknya memutuskan sesuatu tanpa pikir panjang."
Ini pertama kalinya Alice memujiku dan Noa juga mengangguk mengiyakan.
"Kau sudah terikat denganku jadi kemana kau pergi aku ikut."
Sementara Arline malah menundukkan kepalanya.
"Ini semua salahku karena melibatkan kalian dalam hal urusan pribadi."
"Jangan khawatir bukannya kita teman, teman selalu membantu."
"Itu benar, bukan berarti kami akan berhenti menjadi petualang kita hanya akan pindah tempat tinggal saja," Alice menambahkan.
Mereka saling berpelukan yang mana membuat suasana menjadi hangat, tak lama sebuah ketukan pintu terdengar. Arline yang pergi dan kembali dengan seorang gadis bersamaan.
Yap, dia adalah Latisha Arfurarus, dengan rambut peraknya yang indah di tetap cantik walaupun wajahnya tampak pucat. Ada dua pisau belati menggantung di pinggangnya jadi mungkin itu senjatanya.
"Biar kuperkenalkan namanya Latisha, ia ingin bergabung dengan kelompok kalian. Aku sudah menjelaskan masalah yang terjadi meski begitu ia bilang akan tetap ikut."
"Mo-mohon bantuannya."
Noa mendekat selagi memicingkan wajahnya, dada keduanya saling menekan satu sama lain hingga Latisha terlihat kesulitan.
"A-apa?" dia gemetaran.
"Kau dikutuk, benar-benar menjijikan siapa iblis yang melakukannya."
"Soal itu?"
"Siapapun itu lebih baik aku melenyapkannya, aku tidak ingin ada hawa iblis di sekitarku."
Noa mengarahkan tangannya hingga tubuh Latisha bersinar terang, kegelapan dari tubuhnya terangkat lalu lenyap sepenuhnya di udara.
"Begini lebih baik, kau sudah tidak dikutuk lagi."
"Eh?"
"Malah eh, kau sembuh."
Semua orang berteriak terkejut sementara Latisha duduk dengan wajah menangis dan tak hentinya mengucapkan terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments