Chapter 13 : Keputusan

Aku berbaring di ranjang selagi mencoba mencium aroma semuanya termasuk selimut dan bantal.

"Aroma Arline sangat harum, mari intip pakaian dalamnya," tepat aku mengatakannya sebuah pukulan menghantam kepalaku.

"Berhentilah bersikap mesum di kamarku," jelas pemiliknya akan marah.

Ini adalah tempat tinggal Arline dan kami sedang membahas rencana selanjutnya, dengan kekalahan bangsawan ini kami memang bebas pergi tapi masalah tidak selesai begitu saja.

"Aku tidak tahu bahwa Melvin bisa melakukan hal seperti itu, dia pasti menyukaimu Arline."

"Kenapa Noa mengatakan itu?"

"Sudah jelas jika pada kami berdua, dia memperlakukan kami seperti iblis."

"Benar, aku ingat bagaimana seekor serigala mengejarku hingga pantatku digigit."

"Aku melakukannya demi kebaikan kalian agar semakin kuat."

Entah Alice atau Noa mereka menatapku dengan dingin selagi menunjuk ke arahku.

"Dia membawa kami ke sarang serigala lalu meninggalkan kami begitu saja."

Arline menunjukkan reaksi yang sama.

"Dasar sampah."

Jika begini akan sulit membuat dia jatuh cinta padaku kalau begini.

"Mari kesampingkan hal itu, jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Noa, tak biasanya dia berfikir jernih apa pemikirannya bertambah saat dia naik level.

"Melvin aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, mau kuberikan hukuman ilahi.. kau akan terus sial selama tiga hari bahkan akan bernasib dikejar-kejar satu kelurahan."

"Maafkan aku dewi sama."

Aku berlutut padanya, sial... aku lupa bahwa dia dewi

"Kalau begitu baguslah, sebagai permintaan maaf kau bisa mentraktirku nanti."

Dewi sialan ini, di saat seperti inilah orang ini pandai menggunakan kepalanya.

"Aku masih bingung kenapa Melvin sesekali menyebut Noa sebagai dewi?"

"Aku juga berfikiran sama."

"Tentu saja, karena aku cantik jadi dia selalu menganggapku dewi."

"Jadi kau mengincar dada kecil juga."

Tekanan di ruangan ini mengerikan, aku akan berubah topik saja.

"Aku sudah memutuskan dimana kita akan tinggal, tempat itu adalah desa Alice."

Alice terkejut.

"Desaku, tapi desaku hanya diisi ras kucing mereka sangat lemah dan setiap hari malas-malasan dan selalu mengejar kupu-kupu."

A-apa apaan itu?

Aku bersikap tenang.

"Karena itulah, kita akan tinggal di sana... tempat itu tidak berada di wilayah bangsawan manapun, itu adalah tempat yang cocok untuk kita. Arline juga bisa hidup damai seperti biasa."

"Yah jika kau sudah mengatakan itu apa boleh buat, kau memang menyebalkan tapi kau bukan orang yang seenaknya memutuskan sesuatu tanpa pikir panjang."

Ini pertama kalinya Alice memujiku dan Noa juga mengangguk mengiyakan.

"Kau sudah terikat denganku jadi kemana kau pergi aku ikut."

Sementara Arline malah menundukkan kepalanya.

"Ini semua salahku karena melibatkan kalian dalam hal urusan pribadi."

"Jangan khawatir bukannya kita teman, teman selalu membantu."

"Itu benar, bukan berarti kami akan berhenti menjadi petualang kita hanya akan pindah tempat tinggal saja," Alice menambahkan.

Mereka saling berpelukan yang mana membuat suasana menjadi hangat, tak lama sebuah ketukan pintu terdengar. Arline yang pergi dan kembali dengan seorang gadis bersamaan.

Yap, dia adalah Latisha Arfurarus, dengan rambut peraknya yang indah di tetap cantik walaupun wajahnya tampak pucat. Ada dua pisau belati menggantung di pinggangnya jadi mungkin itu senjatanya.

"Biar kuperkenalkan namanya Latisha, ia ingin bergabung dengan kelompok kalian. Aku sudah menjelaskan masalah yang terjadi meski begitu ia bilang akan tetap ikut."

"Mo-mohon bantuannya."

Noa mendekat selagi memicingkan wajahnya, dada keduanya saling menekan satu sama lain hingga Latisha terlihat kesulitan.

"A-apa?" dia gemetaran.

"Kau dikutuk, benar-benar menjijikan siapa iblis yang melakukannya."

"Soal itu?"

"Siapapun itu lebih baik aku melenyapkannya, aku tidak ingin ada hawa iblis di sekitarku."

Noa mengarahkan tangannya hingga tubuh Latisha bersinar terang, kegelapan dari tubuhnya terangkat lalu lenyap sepenuhnya di udara.

"Begini lebih baik, kau sudah tidak dikutuk lagi."

"Eh?"

"Malah eh, kau sembuh."

Semua orang berteriak terkejut sementara Latisha duduk dengan wajah menangis dan tak hentinya mengucapkan terima kasih.

Episodes
1 Chapter 01 : Aku Bertemu Kucing Dari Dunia Ini
2 Chapter 02 : Kilas Balik
3 Chapter 03 : Sebuah Tujuan Yang Ditetapkan
4 Chapter 04 : Bergabung Dengan Guild
5 Chapter 05 : Dewi Tak berguna
6 Chapter 06 : Pelayanan Di Guild
7 Chapter 07 : Peralatan Baru
8 Chapter 08 : Rencana Untuk Anggota Selanjutnya
9 Chapter 09 : Kutukan Bangsawan
10 Chapter 10 : Ajakan Duel
11 Chapter 11 : Memberikan Hukuman Ilahi Pada Pasukan Raja Iblis?
12 Chapter 12 : Jalan Yang Dipilih
13 Chapter 13 : Keputusan
14 Chapter 14 : Desa Ras Kucing
15 Chapter 15 : Bertarung Melawan Kepala Desa
16 Chapter 16 : Kemenangan
17 Chapter 17 : Memulai Pembangunan Desa Ras Kucing
18 Chapter 18 : Kembali Ke Desa
19 Chapter 19 : Kunjungan Bangsawan
20 Chapter 20 : Perjamuan Sederhana
21 Chapter 21 : Sebuah Tawaran
22 Chapter 22 : Keseriusan
23 Chapter 23 : Setengah Peri
24 Chapter 24 : Latihan Yang Lain
25 Chapter 25 : Pekerjaan Berikutnya
26 Chapter 26 : Tak Apa Untuk Menyediakan Pupuk Sendiri
27 Chapter 27 : Mengalahkan Dark Knight
28 Chapter 28 : Uang Hadiah
29 Chapter 29 : Alasan
30 Chapter 30 : Menuju Ibukota Termisia
31 Chapter 31 : Putri Pedagang Ternama
32 Chapter 32 : Seekor Peri Kegelapan
33 Chapter 33 : Sampai Di Ibukota
34 Chapter 34 : Pertandingan Panco
35 Chapter 35 : Rekan Baru
36 Chapter 36 : Para Pemancing
37 Chapter 37 : Lantai Pertama Menara Surga
38 Chapter 38 : Aturan Lantai
39 Chapter 39 : Melawan Titan Golem
40 Chapter 40 : Inti Core
41 Chapter 41 : Setiap Lantai
42 Chapter 42 : Sebelum Bertarung
43 Chapter 43 : Lantai 16
44 Chapter 44 : Melawan Hobgoblin
45 Chapter 45 : Skill Pandai Besi
46 Chapter 46 : Makanan Di Pinggir Danau
47 Chapter 47 : Last Bos
48 Chapter 48 : 10 Menit Menuju Kemenangan
49 Chapter 49 : Akhir Dari Sebuah Awal Dan Awal Dari Sebuah Akhir
50 Chapter 50 : Pulang Ke Rumah
51 Chapter 51 : Situasi Sekarang
52 Chapter 52 : Bagian Awal Dari Rencana
53 Chapter 53 : Kunjungan Pedagang
54 Chapter 54 : Satu Lawan Satu
55 Chapter 55 : Pertarungan Antara Sword Master
56 Chapter 56 : Pengembangan Desa
57 Chapter 57 : Rekan Penjahat
58 Chapter 58 : Kota Berbeda
59 Chapter 59 : Rencana Para Pahlawan
60 Chapter 60 : Gadis Ras Rubah Bulan
61 Chapter 61 : Rencana Selalu Berubah-ubah
62 Chapter 62 : Lima Pahlawan Satu Anti Hero
63 Chapter 63 : Serangan Pasukan Raja Iblis
64 Chapter 64 : Melawan Gravindor
65 Chapter 65 : Benteng Utara
66 Chapter 66 : Kerasukan
67 Chapter 67 : Pengembangan Desa II
68 Chapter 68 : Seorang Elf
69 Chapter 69 : Mie Instan
70 Chapter 70 : Pemukiman Kabold
71 Chapter 71 : Kunjungan Raja Baru
72 Chapter 72 : Permintaan Dwarf
73 Chapter 73 : Kehidupan Memang Cepat Berubah
74 Chapter 74 : Dalam Tiga Hari
75 Chapter 75 : Perpustakaan Ibukota
76 Chapter 76 : Kenyataan Sesungguhnya
77 Chapter 77 : Sebuah Nilai Sempurna (Tamat)
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter 01 : Aku Bertemu Kucing Dari Dunia Ini
2
Chapter 02 : Kilas Balik
3
Chapter 03 : Sebuah Tujuan Yang Ditetapkan
4
Chapter 04 : Bergabung Dengan Guild
5
Chapter 05 : Dewi Tak berguna
6
Chapter 06 : Pelayanan Di Guild
7
Chapter 07 : Peralatan Baru
8
Chapter 08 : Rencana Untuk Anggota Selanjutnya
9
Chapter 09 : Kutukan Bangsawan
10
Chapter 10 : Ajakan Duel
11
Chapter 11 : Memberikan Hukuman Ilahi Pada Pasukan Raja Iblis?
12
Chapter 12 : Jalan Yang Dipilih
13
Chapter 13 : Keputusan
14
Chapter 14 : Desa Ras Kucing
15
Chapter 15 : Bertarung Melawan Kepala Desa
16
Chapter 16 : Kemenangan
17
Chapter 17 : Memulai Pembangunan Desa Ras Kucing
18
Chapter 18 : Kembali Ke Desa
19
Chapter 19 : Kunjungan Bangsawan
20
Chapter 20 : Perjamuan Sederhana
21
Chapter 21 : Sebuah Tawaran
22
Chapter 22 : Keseriusan
23
Chapter 23 : Setengah Peri
24
Chapter 24 : Latihan Yang Lain
25
Chapter 25 : Pekerjaan Berikutnya
26
Chapter 26 : Tak Apa Untuk Menyediakan Pupuk Sendiri
27
Chapter 27 : Mengalahkan Dark Knight
28
Chapter 28 : Uang Hadiah
29
Chapter 29 : Alasan
30
Chapter 30 : Menuju Ibukota Termisia
31
Chapter 31 : Putri Pedagang Ternama
32
Chapter 32 : Seekor Peri Kegelapan
33
Chapter 33 : Sampai Di Ibukota
34
Chapter 34 : Pertandingan Panco
35
Chapter 35 : Rekan Baru
36
Chapter 36 : Para Pemancing
37
Chapter 37 : Lantai Pertama Menara Surga
38
Chapter 38 : Aturan Lantai
39
Chapter 39 : Melawan Titan Golem
40
Chapter 40 : Inti Core
41
Chapter 41 : Setiap Lantai
42
Chapter 42 : Sebelum Bertarung
43
Chapter 43 : Lantai 16
44
Chapter 44 : Melawan Hobgoblin
45
Chapter 45 : Skill Pandai Besi
46
Chapter 46 : Makanan Di Pinggir Danau
47
Chapter 47 : Last Bos
48
Chapter 48 : 10 Menit Menuju Kemenangan
49
Chapter 49 : Akhir Dari Sebuah Awal Dan Awal Dari Sebuah Akhir
50
Chapter 50 : Pulang Ke Rumah
51
Chapter 51 : Situasi Sekarang
52
Chapter 52 : Bagian Awal Dari Rencana
53
Chapter 53 : Kunjungan Pedagang
54
Chapter 54 : Satu Lawan Satu
55
Chapter 55 : Pertarungan Antara Sword Master
56
Chapter 56 : Pengembangan Desa
57
Chapter 57 : Rekan Penjahat
58
Chapter 58 : Kota Berbeda
59
Chapter 59 : Rencana Para Pahlawan
60
Chapter 60 : Gadis Ras Rubah Bulan
61
Chapter 61 : Rencana Selalu Berubah-ubah
62
Chapter 62 : Lima Pahlawan Satu Anti Hero
63
Chapter 63 : Serangan Pasukan Raja Iblis
64
Chapter 64 : Melawan Gravindor
65
Chapter 65 : Benteng Utara
66
Chapter 66 : Kerasukan
67
Chapter 67 : Pengembangan Desa II
68
Chapter 68 : Seorang Elf
69
Chapter 69 : Mie Instan
70
Chapter 70 : Pemukiman Kabold
71
Chapter 71 : Kunjungan Raja Baru
72
Chapter 72 : Permintaan Dwarf
73
Chapter 73 : Kehidupan Memang Cepat Berubah
74
Chapter 74 : Dalam Tiga Hari
75
Chapter 75 : Perpustakaan Ibukota
76
Chapter 76 : Kenyataan Sesungguhnya
77
Chapter 77 : Sebuah Nilai Sempurna (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!