Aku adalah seorang dari dunia lain, berkat dewi aku memiliki kekuatan yang luar biasa dimana levelku berada di 999, meski begitu aku tetaplah pria saat aku melihat wanita yang kusukai itu menjadi kelemahanku.
Saat kami bersiap-siap pergi dengan kereta kuda aku memeluk Arline dari belakang dan hasilnya aku diikat dengan tali lalu ditarik dengan kereta.
Kini kepalaku benjol.
"Ini adalah hukuman untukmu, beraninya kau memelukku dan bahkan menyentuh dadaku."
Tiga orang gadis lainnya saling berbisik.
"Meski dia mengatakan itu dan ini, dia terlihat menikmatinya."
"Mungkinkah bahwa Arline juga."
"Sudah pasti hanya menunggu waktu saja sampai mereka menikah."
"Um."
Aku memilih mengabaikan perkataan itu dan hanya menerima sensasi yang kudapatkan pada tubuhku, bukan berarti aku seorang M, hanya saja hampir yang terjadi sekarang aku tidak merasakannya.
Aku memikirkan banyak hal.
Saat perjalanan seperti ini, sudah biasa jika bandit muncul dan ternyata tebakanku memang benar.
"Yo, kita punya mangsa di sini, berikan uang kalian atau kalian mati."
"Tunggu, bukannya wanita itu dadanya sangat besar, kita akan punya malam yang menyenangkan."
Mereka telah menginjak ranjau.
Walau Arline terlihat lemah dia seorang petualang di level 20, dan terlebih jika dia marah.
"Uwaaah... ampuni aku."
Dia akan membuatmu babak belur.
Ledakan terjadi di sana sini.
"Semoga kalian bisa beristirahat dengan tenang terlebih sebuah kehormatan bisa mati di tangan wanita cantik."
Setelah perjalanan seharian penuh kami akhirnya tiba di desa para ras kucing, kami disambut baik di sini terutama dengan keberadaan Alice.
"Alice sudah kembali, apa kau dikeluarkan dari petualang?"
"Tidak, sebenarnya aku dan anggota partyku memutuskan untuk tinggal di sini kedepannya."
"Aku tidak keberatan tapi kalian yakin, di sini hanya desa miskin tanpa apapun."
"Soal itu."
Aku melepaskan ikatanku dengan mudah lalu berkata ke arah ras kucing yang menantapku heran.
"Mulai sekarang aku adalah pemimpin kalian mulai sekarang desa kalian akan aku kuasai dan kalian semua akan menurut padaku haha."
"Dia malah bersikap seperti raja iblis Noa."
"Aku juga berpikiran sama, tapi serahkan saja padanya dia pasti akan merubah tempat ini jauh lebih baik dari siapapun."
"Aku ingin mempercayai hal itu."
Kami mendapatkan rumah untuk tempat tinggal, karena Alice memiliki keluarga dia tidak tinggal bersama kami.
Latisha, Noa dan juga Arline cukup kebingungan saat aku mengeluarkan buku dari sihir penyimpananku.
Itu reaksi yang bisa dimengerti seberapa tebal bukunya.
"Apa itu?"
"Ini adalah rencanaku untuk merubah desa ini, aku juga harus membalas budi jadi aku selalu melakukan hal apapun dengan serius."
Deklarasi telah diperdengarkan sekarang waktunya bekerja.
Keesokan paginya seperti yang dikatakan Alice, ras kucing ini sangat senang bermalas-malasan mereka hanya mengejar kupu-kupu dan melakukan aktivitas ringan untuk mengisi perut mereka.
"Kalian semua cepat berbaris, mulai hari ini kita akan membagi pekerjaan," kataku bersemangat sampai seorang wanita kucing dengan gaun hitam muncul selagi menyilangkan tangannya di depan menahan dadanya yang besar.
Ia mengenakan rok panjang dengan salah pinggirnya terbelah yang mana menampilkan kaki kanannya yang putih bersih.
Dia adalah kepala desa di sini.
"Apa-apaan ini tuan Melvin?"
"Apa kau lupa apa yang sebelumnya aku katakan, aku akan menjadi pemimpin tempat ini."
"Sungguh, kami menganggap perkataanmu kemarin hanya bercanda, sebenarnya pria seperti apa yang dibawa putriku."
"Putriku? Mungkinkah?"
"Aku ibu Alice, namaku Vista."
Dia sama sekali tidak mirip kecuali warna rambutnya yang sengaja dia biarkan terurai begitu saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments