Vista menyelinap dari bawahku selagi menggunakan pukulannya, itu tertahan baik lewat tebasanku, menciptakan ledakan angin di antara kami yang mampu memisahkan jarak.
"Pukulan barusan sudah cukup merobohkan satu tembok besar, bagaimana kau bisa menahannya hanya dengan sebatas ranting?"
"Itu berarti aku lebih kuat."
"Aku belum mengakuinya."
"Apa boleh buat."
Aku memasang kuda-kuda selagi mengangkat ranting ke atas, mari aku tunjukkan tebasan sesungguhnya.
Cahaya terserap ke ranting yang kupegang dan saat aku menjatuhkannya, sebuah cahaya melesat cepat dan semua orang terdiam.
"Haha apaan itu? Aku baik-baik saja."
Alice berkata ke arah ibunya.
"Mama lihat di belakangmu."
"Apa yang ada di belakangku, Alice tidak berniat untuk mengalihkan perhatianku dari pertarungan bukan."
Saat dia melihatnya dia memucat. Yap itu reaksi biasa, karena barusan aku telah membelah satu gunung.
"A-apa?"
"Dengan ini kau akan menjadi budakku hahaha," kataku dengan penuh tawa jahat.
Vista terduduk lemas selagi memegangi pipinya.
"Apa mungkin aku akan diapa-apain, maaf Alice, Carla, ibu kalian akan dinodai tapi ayah kalian tetap nomor satu di hatiku."
Aku menepis lewat tanganku.
"Tidak, tidak, aku tidak tertarik dengan tante-tante apalagi janda beranak dua."
Aku digebukin olehnya, Noa dan Arline juga ikut menginjak-injak.
"Uwah, apa yang salah dari kata-kataku, dan kalian berdua malah ikut-ikutan."
"Ini kesempatan emas untuk menghajarmu."
"Jangan khawatir aku akan menyembuhkanmu nanti."
Mereka semua saraf.
Budak yang kumaksud hanyalah memberikannya pekerjaan berat selama bulan pertama, dari sana tugas akan semakin ringan.
Bersamaan dengan kekalahan Vista aku menjabat menjadi Kades. Aku bisa merasakan masa depan cerah untuk desa ini.
Pertama yang ingin kulakukan adalah melihat seluruh wilayah di sini, bersama Noa kami menjelajah. Selama ini ras kucing tidak pandai bertani atau melakukan hal lain mereka hanya mengambil hasil alam dari hutan dan meminum mata air yang mengalir tak jauh dari desa mereka membentuk sebuah kolam.
Di pinggirnya aku duduk selagi mengambil alir ke telapak tangan lalu meminumnya. Noa yang memperhatikan di belakang berkata.
"Dengan berkahku mata air ini akan menjadi suci hingga bisa mengobati berbagai penyakit, apa kau ingin aku melakukannya."
"Kurasa tidak sekarang, jika penduduk lain tahu sebelum desa ini berdiri kokoh mereka mungkin akan memperebutkannya."
"Itu memang benar."
Keheningan terasa di antara kami berdua.
"Ngomong-ngomong kau benar-benar memilih Arline, ada sesuatu yang tidak wajar mengenai mananya dia juga setengah peri, pasti ada alasan lain semua orang ingin mendekatinya bahkan pernikahan hanya salah satu hal yang mengikatkannya, keluarganya juga berusaha memanfaatkannya."
Aku berdiri selagi menatap Noa.
"Apapun itu aku akan melindungi kebebasannya."
"Meskipun dia tidak menyukaimu."
"Iya, aku akan menyerah jika saat nanti aku tidak mendapatkan hatinya."
"Di saat seperti ini baru kau terlihat seperti pria sejati, yah... sebelumnya kau membunuh banyak iblis di kota Isbel hanya menunggu waktu mereka akan mencarimu kemari dan saat itu jangan lupa janjimu."
"Tentu, siapapun ras iblis yang datang di hadapanku.. aku akan mengalahkannya."
Ini pertama kalinya entah Noa dan aku bicara secara serius. Saat aku kembali Latisha dan Arline telah menyiapkan makanan untuk kami.
Itu merupakan sup hangat serta beberapa potong daging dan kentang di dalamnya, ada roti dan salad juga sebagai tambahan namun sayangnya hanya makanan ini saja yang ada di desa ini.
Desa ini jauh dari kota dan perlu akses cukup lama untuk sampai ke kota Isbel.
"Kalau begitu selamat makan."
"Aku merindukan Alice padahal kita selalu berbagai selimut bersama," ucap Noa.
"Besok Alice akan tinggal di sini jadi jangan khawatir soal itu, walau aku sibuk kalian tetap harus berlatih."
"Aku tidak suka berlatih."
"Dengan senang hati."
Hanya Latisha saja yang bersemangat.
"Untuk Arline, yah kamu bisa melakukan apapun yang kamu sukai di sini. Menjadi istriku juga boleh."
Dia tak menghiraukan perkataanku yang terakhir.
"Karena kau sudah membantuku maka aku ingin membantumu juga karena itu, aku akan menjadi asistenmu."
"Baiklah."
Kini aku punya dua asisten bersama Vista.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments