Chapter 16 : Kemenangan

Vista menyelinap dari bawahku selagi menggunakan pukulannya, itu tertahan baik lewat tebasanku, menciptakan ledakan angin di antara kami yang mampu memisahkan jarak.

"Pukulan barusan sudah cukup merobohkan satu tembok besar, bagaimana kau bisa menahannya hanya dengan sebatas ranting?"

"Itu berarti aku lebih kuat."

"Aku belum mengakuinya."

"Apa boleh buat."

Aku memasang kuda-kuda selagi mengangkat ranting ke atas, mari aku tunjukkan tebasan sesungguhnya.

Cahaya terserap ke ranting yang kupegang dan saat aku menjatuhkannya, sebuah cahaya melesat cepat dan semua orang terdiam.

"Haha apaan itu? Aku baik-baik saja."

Alice berkata ke arah ibunya.

"Mama lihat di belakangmu."

"Apa yang ada di belakangku, Alice tidak berniat untuk mengalihkan perhatianku dari pertarungan bukan."

Saat dia melihatnya dia memucat. Yap itu reaksi biasa, karena barusan aku telah membelah satu gunung.

"A-apa?"

"Dengan ini kau akan menjadi budakku hahaha," kataku dengan penuh tawa jahat.

Vista terduduk lemas selagi memegangi pipinya.

"Apa mungkin aku akan diapa-apain, maaf Alice, Carla, ibu kalian akan dinodai tapi ayah kalian tetap nomor satu di hatiku."

Aku menepis lewat tanganku.

"Tidak, tidak, aku tidak tertarik dengan tante-tante apalagi janda beranak dua."

Aku digebukin olehnya, Noa dan Arline juga ikut menginjak-injak.

"Uwah, apa yang salah dari kata-kataku, dan kalian berdua malah ikut-ikutan."

"Ini kesempatan emas untuk menghajarmu."

"Jangan khawatir aku akan menyembuhkanmu nanti."

Mereka semua saraf.

Budak yang kumaksud hanyalah memberikannya pekerjaan berat selama bulan pertama, dari sana tugas akan semakin ringan.

Bersamaan dengan kekalahan Vista aku menjabat menjadi Kades. Aku bisa merasakan masa depan cerah untuk desa ini.

Pertama yang ingin kulakukan adalah melihat seluruh wilayah di sini, bersama Noa kami menjelajah. Selama ini ras kucing tidak pandai bertani atau melakukan hal lain mereka hanya mengambil hasil alam dari hutan dan meminum mata air yang mengalir tak jauh dari desa mereka membentuk sebuah kolam.

Di pinggirnya aku duduk selagi mengambil alir ke telapak tangan lalu meminumnya. Noa yang memperhatikan di belakang berkata.

"Dengan berkahku mata air ini akan menjadi suci hingga bisa mengobati berbagai penyakit, apa kau ingin aku melakukannya."

"Kurasa tidak sekarang, jika penduduk lain tahu sebelum desa ini berdiri kokoh mereka mungkin akan memperebutkannya."

"Itu memang benar."

Keheningan terasa di antara kami berdua.

"Ngomong-ngomong kau benar-benar memilih Arline, ada sesuatu yang tidak wajar mengenai mananya dia juga setengah peri, pasti ada alasan lain semua orang ingin mendekatinya bahkan pernikahan hanya salah satu hal yang mengikatkannya, keluarganya juga berusaha memanfaatkannya."

Aku berdiri selagi menatap Noa.

"Apapun itu aku akan melindungi kebebasannya."

"Meskipun dia tidak menyukaimu."

"Iya, aku akan menyerah jika saat nanti aku tidak mendapatkan hatinya."

"Di saat seperti ini baru kau terlihat seperti pria sejati, yah... sebelumnya kau membunuh banyak iblis di kota Isbel hanya menunggu waktu mereka akan mencarimu kemari dan saat itu jangan lupa janjimu."

"Tentu, siapapun ras iblis yang datang di hadapanku.. aku akan mengalahkannya."

Ini pertama kalinya entah Noa dan aku bicara secara serius. Saat aku kembali Latisha dan Arline telah menyiapkan makanan untuk kami.

Itu merupakan sup hangat serta beberapa potong daging dan kentang di dalamnya, ada roti dan salad juga sebagai tambahan namun sayangnya hanya makanan ini saja yang ada di desa ini.

Desa ini jauh dari kota dan perlu akses cukup lama untuk sampai ke kota Isbel.

"Kalau begitu selamat makan."

"Aku merindukan Alice padahal kita selalu berbagai selimut bersama," ucap Noa.

"Besok Alice akan tinggal di sini jadi jangan khawatir soal itu, walau aku sibuk kalian tetap harus berlatih."

"Aku tidak suka berlatih."

"Dengan senang hati."

Hanya Latisha saja yang bersemangat.

"Untuk Arline, yah kamu bisa melakukan apapun yang kamu sukai di sini. Menjadi istriku juga boleh."

Dia tak menghiraukan perkataanku yang terakhir.

"Karena kau sudah membantuku maka aku ingin membantumu juga karena itu, aku akan menjadi asistenmu."

"Baiklah."

Kini aku punya dua asisten bersama Vista.

Episodes
1 Chapter 01 : Aku Bertemu Kucing Dari Dunia Ini
2 Chapter 02 : Kilas Balik
3 Chapter 03 : Sebuah Tujuan Yang Ditetapkan
4 Chapter 04 : Bergabung Dengan Guild
5 Chapter 05 : Dewi Tak berguna
6 Chapter 06 : Pelayanan Di Guild
7 Chapter 07 : Peralatan Baru
8 Chapter 08 : Rencana Untuk Anggota Selanjutnya
9 Chapter 09 : Kutukan Bangsawan
10 Chapter 10 : Ajakan Duel
11 Chapter 11 : Memberikan Hukuman Ilahi Pada Pasukan Raja Iblis?
12 Chapter 12 : Jalan Yang Dipilih
13 Chapter 13 : Keputusan
14 Chapter 14 : Desa Ras Kucing
15 Chapter 15 : Bertarung Melawan Kepala Desa
16 Chapter 16 : Kemenangan
17 Chapter 17 : Memulai Pembangunan Desa Ras Kucing
18 Chapter 18 : Kembali Ke Desa
19 Chapter 19 : Kunjungan Bangsawan
20 Chapter 20 : Perjamuan Sederhana
21 Chapter 21 : Sebuah Tawaran
22 Chapter 22 : Keseriusan
23 Chapter 23 : Setengah Peri
24 Chapter 24 : Latihan Yang Lain
25 Chapter 25 : Pekerjaan Berikutnya
26 Chapter 26 : Tak Apa Untuk Menyediakan Pupuk Sendiri
27 Chapter 27 : Mengalahkan Dark Knight
28 Chapter 28 : Uang Hadiah
29 Chapter 29 : Alasan
30 Chapter 30 : Menuju Ibukota Termisia
31 Chapter 31 : Putri Pedagang Ternama
32 Chapter 32 : Seekor Peri Kegelapan
33 Chapter 33 : Sampai Di Ibukota
34 Chapter 34 : Pertandingan Panco
35 Chapter 35 : Rekan Baru
36 Chapter 36 : Para Pemancing
37 Chapter 37 : Lantai Pertama Menara Surga
38 Chapter 38 : Aturan Lantai
39 Chapter 39 : Melawan Titan Golem
40 Chapter 40 : Inti Core
41 Chapter 41 : Setiap Lantai
42 Chapter 42 : Sebelum Bertarung
43 Chapter 43 : Lantai 16
44 Chapter 44 : Melawan Hobgoblin
45 Chapter 45 : Skill Pandai Besi
46 Chapter 46 : Makanan Di Pinggir Danau
47 Chapter 47 : Last Bos
48 Chapter 48 : 10 Menit Menuju Kemenangan
49 Chapter 49 : Akhir Dari Sebuah Awal Dan Awal Dari Sebuah Akhir
50 Chapter 50 : Pulang Ke Rumah
51 Chapter 51 : Situasi Sekarang
52 Chapter 52 : Bagian Awal Dari Rencana
53 Chapter 53 : Kunjungan Pedagang
54 Chapter 54 : Satu Lawan Satu
55 Chapter 55 : Pertarungan Antara Sword Master
56 Chapter 56 : Pengembangan Desa
57 Chapter 57 : Rekan Penjahat
58 Chapter 58 : Kota Berbeda
59 Chapter 59 : Rencana Para Pahlawan
60 Chapter 60 : Gadis Ras Rubah Bulan
61 Chapter 61 : Rencana Selalu Berubah-ubah
62 Chapter 62 : Lima Pahlawan Satu Anti Hero
63 Chapter 63 : Serangan Pasukan Raja Iblis
64 Chapter 64 : Melawan Gravindor
65 Chapter 65 : Benteng Utara
66 Chapter 66 : Kerasukan
67 Chapter 67 : Pengembangan Desa II
68 Chapter 68 : Seorang Elf
69 Chapter 69 : Mie Instan
70 Chapter 70 : Pemukiman Kabold
71 Chapter 71 : Kunjungan Raja Baru
72 Chapter 72 : Permintaan Dwarf
73 Chapter 73 : Kehidupan Memang Cepat Berubah
74 Chapter 74 : Dalam Tiga Hari
75 Chapter 75 : Perpustakaan Ibukota
76 Chapter 76 : Kenyataan Sesungguhnya
77 Chapter 77 : Sebuah Nilai Sempurna (Tamat)
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter 01 : Aku Bertemu Kucing Dari Dunia Ini
2
Chapter 02 : Kilas Balik
3
Chapter 03 : Sebuah Tujuan Yang Ditetapkan
4
Chapter 04 : Bergabung Dengan Guild
5
Chapter 05 : Dewi Tak berguna
6
Chapter 06 : Pelayanan Di Guild
7
Chapter 07 : Peralatan Baru
8
Chapter 08 : Rencana Untuk Anggota Selanjutnya
9
Chapter 09 : Kutukan Bangsawan
10
Chapter 10 : Ajakan Duel
11
Chapter 11 : Memberikan Hukuman Ilahi Pada Pasukan Raja Iblis?
12
Chapter 12 : Jalan Yang Dipilih
13
Chapter 13 : Keputusan
14
Chapter 14 : Desa Ras Kucing
15
Chapter 15 : Bertarung Melawan Kepala Desa
16
Chapter 16 : Kemenangan
17
Chapter 17 : Memulai Pembangunan Desa Ras Kucing
18
Chapter 18 : Kembali Ke Desa
19
Chapter 19 : Kunjungan Bangsawan
20
Chapter 20 : Perjamuan Sederhana
21
Chapter 21 : Sebuah Tawaran
22
Chapter 22 : Keseriusan
23
Chapter 23 : Setengah Peri
24
Chapter 24 : Latihan Yang Lain
25
Chapter 25 : Pekerjaan Berikutnya
26
Chapter 26 : Tak Apa Untuk Menyediakan Pupuk Sendiri
27
Chapter 27 : Mengalahkan Dark Knight
28
Chapter 28 : Uang Hadiah
29
Chapter 29 : Alasan
30
Chapter 30 : Menuju Ibukota Termisia
31
Chapter 31 : Putri Pedagang Ternama
32
Chapter 32 : Seekor Peri Kegelapan
33
Chapter 33 : Sampai Di Ibukota
34
Chapter 34 : Pertandingan Panco
35
Chapter 35 : Rekan Baru
36
Chapter 36 : Para Pemancing
37
Chapter 37 : Lantai Pertama Menara Surga
38
Chapter 38 : Aturan Lantai
39
Chapter 39 : Melawan Titan Golem
40
Chapter 40 : Inti Core
41
Chapter 41 : Setiap Lantai
42
Chapter 42 : Sebelum Bertarung
43
Chapter 43 : Lantai 16
44
Chapter 44 : Melawan Hobgoblin
45
Chapter 45 : Skill Pandai Besi
46
Chapter 46 : Makanan Di Pinggir Danau
47
Chapter 47 : Last Bos
48
Chapter 48 : 10 Menit Menuju Kemenangan
49
Chapter 49 : Akhir Dari Sebuah Awal Dan Awal Dari Sebuah Akhir
50
Chapter 50 : Pulang Ke Rumah
51
Chapter 51 : Situasi Sekarang
52
Chapter 52 : Bagian Awal Dari Rencana
53
Chapter 53 : Kunjungan Pedagang
54
Chapter 54 : Satu Lawan Satu
55
Chapter 55 : Pertarungan Antara Sword Master
56
Chapter 56 : Pengembangan Desa
57
Chapter 57 : Rekan Penjahat
58
Chapter 58 : Kota Berbeda
59
Chapter 59 : Rencana Para Pahlawan
60
Chapter 60 : Gadis Ras Rubah Bulan
61
Chapter 61 : Rencana Selalu Berubah-ubah
62
Chapter 62 : Lima Pahlawan Satu Anti Hero
63
Chapter 63 : Serangan Pasukan Raja Iblis
64
Chapter 64 : Melawan Gravindor
65
Chapter 65 : Benteng Utara
66
Chapter 66 : Kerasukan
67
Chapter 67 : Pengembangan Desa II
68
Chapter 68 : Seorang Elf
69
Chapter 69 : Mie Instan
70
Chapter 70 : Pemukiman Kabold
71
Chapter 71 : Kunjungan Raja Baru
72
Chapter 72 : Permintaan Dwarf
73
Chapter 73 : Kehidupan Memang Cepat Berubah
74
Chapter 74 : Dalam Tiga Hari
75
Chapter 75 : Perpustakaan Ibukota
76
Chapter 76 : Kenyataan Sesungguhnya
77
Chapter 77 : Sebuah Nilai Sempurna (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!