Setelah menjelaskan banyak hal pada Alice akhirnya dia setuju dan menurut, jika dia ingin menjadi kuat hal ini diperlukan.
Dalam perjalanan ke pandai besi seorang pria mendekati Noa.
"Apa kau seorang pendeta?"
"Bukan pendeta biasa aku seorang Arc Priest."
"Oh syukurlah, aku ingin membuat pengakuan."
Aku dan Alice berhenti untuk memperhatikan.
"Katakan padaku wahai anakku."
Dia berubah ke mode dewi sesungguhnya.
"Sebenarnya saat aku pergi ke gereja Dewi Noa kami harus melepaskan alas kaki kami karena baru dipel, aku berangkat dengan alas kaki jelek dan kembali dengan alas kaki bagus."
"Oh, apakah kau pesulap."
"Pesulap pala lu.. dia menukarnya," teriakku.
"Aku tahu, aku cuma bercanda."
Tidak aku yakin dia bodoh.
Noa yang dikatakan sebagai dewi melanjutkan.
"Itu adalah dosa yang besar menukar sandal begitu saja."
"Apa yang harus kulakukan?"
"Jangan khawatir jika kau memberikanku uang sebagai amal, dosamu akan terhapus."
"Berapa banyak?"
"Kau punya berapa?"
"Sepuluh koin emas."
"Kalau begitu berikan setengahnya dan jangan ulangi perbuatan jahatmu lagi."
"Aku mengerti, rasanya aku jadi terbebas."
Dia baru saja merampok anggota kultusnya sendiri.
Alice menunjukkan wajah bermasalah.
"Melvin kau tidak mengatakan sesuatu?"
"Benar, Noa... good job."
"Lupakan... party ini memang tidak bermoral."
Sesampainya di toko pandai besi, aku menyerahkan pedang Alice padanya.
"Aku ingin menjual ini dan membeli peralatan bagus."
"Kau mau barter."
"Aku harap bisa menemukan sesuatu yang setara dengan ini."
"Memang benar, pedang ini cukup bagus, apa kau butuh armor.. pakaianmu terlihat aneh apa itu bisa melindungimu dari serangan?"
"Jangan khawatir pakaian ini sudah bersertifikat SNI dan sudah mendapatkan gelar 'Sakti Mandraguna' hal seperti serangan bukan apa-apa."
"Apaan itu?"
"Aku perlu busur untuk gadis ini dan tongkat untuk pendeta di sana."
"Aku ingin tongkat dengan bentuk hati dan sayap... aku ingin menjadi Maho Shojo."
Orang ini kalau minta sesuatu yang sulit dilakukan.
"Tongkat seperti itu aku rasa aku bisa membuatnya."
"Kau bisa, aku berterima kasih loh."
"Tapi mungkin tongkatnya harus mengeluarkan biaya tambahan.. satu pedang ini hanya cukup untuk satu busur."
Alice memotong.
"Busur seperti apa yang bisa setara dengan ini."
Pak tua pandai besi meletakan busuk putih indah dengan kilauan gemilang, setiap ukirannya dibentuk dengan baik menyerupai sebuah batang pohon dan pola daun.
"Ini namanya busur Elf, kau tidak perlu anak panah untuk memakainya hanya mengalirkan sedikit manamu maka panah sihir akan tercipta."
"Bukannya bisa saja akan lebih mahal dari pedangnya," kataku.
"Tak apa, anggap saja ini hadiah lagipula tidak banyak orang yang bisa menggunakannya karena berat dan kesulitan mengatur mana mereka."
"Kau memberikan sesuatu yang tidak berguna kalau begitu, bagaimana Alice?"
"Kurasa aku bisa menggunakannya."
Alice tanpa ragu mengambilnya saat dia menarik busurnya anak panah cahaya muncul dengan mudah.
"Dia bisa mengangkatnya Melvin?"
"Berkat ayunannya yang selalu gagal dia tanpa sadar meningkatkan masa ototnya."
"Gadis berotot."
"Kalian kalau bicara suka seenaknya."
Pak tua tertawa.
"Baguslah jika kau bisa menggunakannya."
"Tapi ngomong-ngomong pak tua, dari mana kau mendapatkan busur ini?"
"Seorang elf menjualnya padaku dia bilang dia ingin berhenti berpetualang karena sudah menikah dan ingin membuka kedai saja, aku sempat bilang apa sebaiknya kau memberikannya suatu hari pada anakmu dan dia menggelengkan kepalanya."
"Apa alasannya?"
"Jadi petualang itu bukanlah pekerjaan yang mudah dimana kematian selalu membayanginya, dia tidak ingin membiarkan orang yang penting baginya untuk bertarung di garis depan, terlebih keberadaan pasukan raja iblis sudah semakin kuat."
"Begitu."
Karena itulah aku ingin melatih kedua orang ini semakin kuat atau mereka akan mati dengan mudah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Ren
good job
2024-04-26
0
Muhammad Akhyar Rod
awokawokawok
2022-11-21
0