Di belakangnya Alice dan gadis kecil yang mirip dengannya muncul, aku rasa dia adiknya.
"Kamu pria yang dikatakan kakak, apa kau akan menikahi kakakku."
"Oh tidak, kalian salah paham... calon istriku tidak suka dipoligami jadi aku tidak akan menikah selain dengannya."
"Jadi begitu, kupikir aku akan membunuh pria yang berani mendekati kakakku tapi hal itu tidak perlu dilakukan lagi."
Apa-apaan dengan gadis mengerikan ini, dan ibunya juga terlihat lega.
"Maaf Melvin kau kerepotan."
"Yah tidak masalah."
"Aku ingin tahu kenapa kau bisa melakukan sejauh ini, Alice bukan kekasihmu tapi?" tanya ibunya.
"Dia temanku, hanya saja... aku membenci saat seseorang meremehkan keberadaan orang lain, kalian ras kucing dianggap sebagai ras lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa dan kalian diejek, aku ingin merubah presepsi orang tentang itu."
Semua orang terkejut, aku memang tidak mengenal mereka hanya saja aku merasakan bagaimana diremehkan oleh orang lain.
Dan alasan keduaku adalah mencari tempat yang lebih baik untuk Arline.
Vista mendesah pelan lalu meletakkan kedua tangannya selagi berkata dengan riang.
"Aku tidak tahu orang seperti apa kau ini? Tapi jika kau ingin menjadi pemimpin desa ini maka kau harus mengalahkan aku dulu, selama ini aku yang terus bertarung melawan orang-orang yang mengusik mereka dan jikapun harus ada seseorang yang menggantikanku dia harus lebih kuat dariku."
"Sepakat, aku hanya menggantikanmu meski begitu kau tetap akan bekerja untuk desa ini."
"Kau mungkin sudah merencanakan sesuatu jauh ke depan bukan."
"Bisa dibilang begitu."
Adik Alice menarik lenganku.
"Jika kau membuat ibuku terluka parah aku akan membunuhmu."
"Bukannya kau terlalu mengerikan untuk seumuranmu."
"Benarkah, namaku Carla aku ingin melihat bagaimana kau melawan ibuku."
Noa, Latisha mengacungkan jempolnya seolah mendukungku sementara Arline memalingkan wajahnya dengan cemberut.
Aku sudah seenaknya membawanya dalam obrolan sebelumnya, dia pasti merasa tidak nyaman.
Di area luas itu, aku berhadapan dengan Vista satu lawan satu, ada aura kuat yang menyelimutinya dan rasanya seperti sedang melawan seorang ahli bela diri kuat.
Aku tidak bisa menggunakan pedangku sembarangan jadi aku menggunakan ranting kayu sebagai gantinya.
"Kau yakin hanya menggunakan ranting seperti itu sebagai senjatamu?"
"Jangan khawatir, ini lebih dari cukup."
"Haha kau percaya diri tapi aku suka... biar aku beritahu sebuah tebak-tebakan yang menarik, kucing apa yang dipenuhi raya sayang?"
"Apa itu?"
"Kucingta kamu apa adanya."
"Berhentikan membuat gombalan aneh saat kita bertarung."
"Tae-hee... aku selalu merasa selalu berumur 17 tahun."
Vista menghentakkan kakinya untuk meluncur dengan kecepatan tinggi, aku bisa melihatnya meski begitu gerakannya sangat cepat.
Aku menghindarinya menyamping saat sebuah tendangan meluncur dari atas, sebelum aku membalas dia sudah berpindah tempat di belakangku.
Memberikan tendangan ke dua, dia memaksaku menahannya dengan ranting pohon. Dengan skill aku menguatkan ranting ini 10 kali lipat dan itu masih belum cukup untuk menahan serangan berikutnya.
"Peningkatan 100 kali lipat."
Bam.
Ledakan udara terjadi saat aku menahan tendangan lokomotifnya. Dia selanjutnya menggunakan pukulannya.
"Hanya memikirkan ranting bisa menahan seranganku, benar-benar luar biasa."
"Aku ahli beberapa sihir jadi bisa menahannya dengan baik."
"Itu luar biasa."
Aku menggunakan mata penilai saat dia bergerak ke sana kemari untuk melewati tebasanku.
Nama : Vista
Ras : Demi-human kucing Lv 200
Elemen. : Tidak ada
Skill unik : Penguatan tubuh 1000 %
Jadi wajar kenapa ras kucing masih tidak terganggu oleh siapapun, ia memiliki level tinggi seperti ini.
Kekuatan fisiknya membuatnya kuat walaupun tidak bisa menggunakan sihir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments