"Udah lama, nih, ngga ditraktir bos," kekeh Susan saat melihat Renata yang mengeluarkan dompet.
Renata juga tertawa mendengarnya. Dari dulu Renata ngga segan segan mengeluarkan isi dompetnya jika mereka bepergian.
Bukan Susan ngga sanggup bayar, tapi Renata selalu beralasan dompetnya sangat penuh hingga sulit ditutup. Hingga dia harus segera membelanjakan isinya.
Apalagi dulu keluarga Renata sangat kaya raya. Hanya mentraktir seorang Susan dan sesekali Diana, hanya sedikit sekali menghabiskan uang jajannya. Ngga akan membuat dia jatuh miskin.
Tapi sekarang biarpun sudah mulai miskin, Renata masih punya cukup banyak tabungan.
Renata bukan lah gadis yang menyukai barang mewah atau limitted edition. Dia juga ngga memiliki koleksi sepatu, jam tangan, tas, atau pun gaun gaun.
Karena itu awalnya Susan ngga tau kalo Renata anak dari keluarga yang tajir melintir. Hanya sesekali dia diantar dengan mobil mewahnya ke sekolah. Lebih sering bawa motornya sendiri kalo ke sekolah atau ke mall bersamanya.
"Ku antar pulang," kata Susan sambil melangjah keluar dari restoran.
"Memangnya kamu bawa helm?" tanya Renata sambil mengeluarkan ponselnya untuk memesan ojek online. Waktunya mepet kalo pesan taksi, bakal kena macet dan akan telat banget sampai ke kantor.
"Bawalah. Aku tau kamu pasti bakal naek ojek," tawa Susan mengejek.
Heran dia dengan sahabatnya yang satu ini. Kaya raya tapi lebih suka naek motor dari pada mobil. Alasannya cuma satu, malas macet.
Renata kembali tertawa dan menerima helm yang diberikan sahabatnya itu.
"Ready bu sekertaris?" canda Susan setelah memghidupkan mesin motor scoppynya.
"Go," perintah Renata yang sudah nangkring dengan manis di jok belakang Susan.
Dengan lincah Susan membawa motornya ngebut dan menyalib dalam kemacetan.
Ngga nyampe dua puluh menit mereka sudah tiba di depan perusahaan tempat Renata bekerja. Saat masuk pun Renata menunjukkan id cardnya ke sekuriti.
"Keren banget bisa kerja di sini," kagum Susan begitu memarkirkan motornya.
Renata hamya tersenyum tipis sambil melepaskan helmnya. Kemudian dengan santai dia berkaca di spion Susan untuk merapikan penampilannya.
Lumayan rapilah, batinnya setelah dirasa cukup sopan geraian rambutnya.
"Ya udah, aku langsung ke kampus, ya," pamit Susan setelah menyimpan helm Renata di bagasi motornya.
"Oke, hati hati, ya," ucap Renata melepas kepergian Susan.
"Oke," balas Susan kemudian melaju dengan scoppynya.
Setelah melihat sahabatnya melewati pos sekuriti dan menjauh sampai ngga terlihat lagi, Renata baru melangkahkan kakinya memasuki ruangan lobby yang sangat luas itu.
Tapi langkahnya terhenti saat namanya dipanggil ketika baru saja keluar dari lift.
"Mba Renata."
Lia menyusulnya sambil membawa sebuah amplop dan langsung mengulurkannya.
"Apa ini?" tanya Renata heran.
Lia menarik nafas dalam dalam.
"SP 1 mba."
Renata terdiam sambil menatap amplop surat itu ngga percaya.
"Saya salah apa?" tanyanya agak shock.
"Kata Pak Bos, keluar sebelum jam kerja," jelas Lia pelan. Dalam.hatinya, Lia pun ngga bisa menerima hukuman yang harus diterima sekertaris baru ini.
Hanya sepuluh menit, batinnya lagi kesal.
Harusnya hanya ditegur biasa saja. Bukan harus dikasih SP 1, protes Lia membatin.
Renata masih terdiam.
Kak Joan? batinnya ngga percaya.
"Maaf mba, saya hanya menjalankan perintah pak.bos," ucap Lia lagi dengan sungkan.
Renata menghembuskan nafasnya perlahan.
"Ngga apa. Terimakasih, ya, mba ..... Lia," ucapnya ramah setelah membaca id cardnya.
"Sama sama mba. Saya kembali ruangan saya dulu," pamitnya kemudian melangkah menjauh.
Renata menghela nafas lagi kemudian menatap ruangan Joan yang berada di depannya.
*Kamu sengaja, kan?
Kamu terlihat sangat membenciku.
Mungkin setelah SP 3, aku bisa bebas dan menjauh lagi dari kamu, kak. Ya, malah bagus, kan*, batinnya dengan wajah berubah sendu.
Renata pun membuka pintu ruangannya dan memasukinya dengan langkah berat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Deandra Putri
stelah sp 3 GK usah ketemu lagi pasti pikirnya..
2024-10-21
1
YouTrie
Lanjut kak keren
2022-11-16
2
anggita
Sp 3,, bebas
2022-11-16
1