Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa

"Ada yang belum aku ceritakan tentang Diana," ucap Susan sambil mendekatkan ponselnya di telinganya

"Ya?" tanya Renata dengan jantung berdebar.

"Dia mengatakan pada Kak Joandra kalo kamu sudah punya pacar," tegas Susan.

Ternyata.

"Waktu kamu minta dia temuin Kak Joandra. Itu yang dia sampaikan," sambung Susan lagi dengan nada marah.

Seandainya saja saat itu dia ngga terburu buru pulang karena tamu bulanannya tembus sampai ke rok sekolahnya, hal ini pasti ngga akan terjadi. Karena Susanlah yang akan menyampaikan pesan Renata pada Kak Joandra. Bukan Diana yang sudah memanipulasinya.

Tapi perutnya yang mules saat jam pelajaran terakhir disertai dengan tamu bulanannya yang datang secara tiba tiba membuat Susan mematahkan impian bahagia Renata.

Renata terdiam. Ngga menduga Diana akan berkata seperti itu pada Kak Joandra.

Punya pacar? Diana tau sekali kalo Renata jomblo.

Apa karena itu Kak Joandra menjadi sangat marah dan berubah dingin padanya?

Mungkin. Tapi kenapa Kak Joandra bisa langsung percaya? Kenapa ngga langsung bertanya saja padanya?

Renata memejamkan matanya. Kejadian empat tahun yang lalu menyisakan salah paham yang besar antara dirinya dengan Kak Joandra. Pantas saja Diana begitu menghindarinya pada pertemuan mereka kemarin.

Dia takut karena menduga sudah ketahuan?

Apa dia takut aku akan menamparnya atas keculasan yang dia lakukan? batin Renata lagi menduga dengan menahan perasaan kecewa yang muncul memenuhi segala tempat di hatinya.

"Karena itu aku sering mengatakan kalo Diana bukan sahabat kita. Dia musuh dalam selimut," kesal Susan bertubi tubi memberondong Renata dengan makiannya.

"Ya," sahut Renata pelan membenarkan kata kata Susan. Seorang teman apalagi sahabat ngga mungkin melakukan hal mengerikan seperti itu.

Seingat Renata dirinya sudah memberikan Diana kesempatan untuk mendekati Kak Joandra.

Kenapa saat Kak Joandra memilihnya, Diana jadi sosok egois yang sangat mengerikan?

Dan terlalu banyak kata harusnya yang bermain di benak Renata untuk menyangkal perbuatan jahat Diana.

"Jadi kamu dan Kak Joandra sudah bertunangan, ya? Syukurlah. Apa pun alasan pertunangan itu, kamu sudah melangkah sangat jauh melewati nenek lampir itu," kata Susan sangat senang. Dia sudah ngga sabar bertemu Diana untuk mengata ngatainya dan mengejeknya yang kembali kalah dari Renata.

Renata tertawa sumbang mendengarnya.

Mungkin Diana langsung terkena serangan jantung begitu tau kalo dirinya adalah tunangan Kak Joandra. Walaupun hanya tunangan fiktif.

"Bisa langsung koma dia di ICU ," sumpah Susan tergelak.

"Atau jadi sadar lagi karena tau alasan pertunangan kami," kekeh Renata yang dibalas Susan dengan tawa yang ngga bisa dia redakan sejak tadi

"Oh iya, Shiren gimana kabarnya? Kangen aku sama adik centilmu itu. SMP ya, dia?" tanya Susan sangat bersemangat setelah beberapa saat lamanya.

Renata menghembuskan nafasnya perlahan.

"Shiren masih di Singapura. Dia sakit leukimia. Papaku sekarang di sana menungguinya," jelas Renata dengan sedih.

Kali ini ngga akan ada yang dia sembunyikan lagi dari Susan. Tentang masalahnya dan juga masalah keluarganya.

Ngga terdengar reaksi apa pun dari Susan. Lagi lagi dia shock mendapat kabar ngga terduga dari Renata dan keluarganya.

"Sabar ya, Renata. Kamu baik, keluargamu juga baik. Pasti masalah kamu akan segera berakhir," kata Susan setelah cukup lama mereka sama sama terdiam. Dia tulus mengatakannya. Juga harapan yang dia sampaikan.

"Senoga. Terimakasih, ya, Susan," ucap Renata penuh haru. Dia butuh dukungan dari orang terdekatnya. Hanya Susan, karena Renata ngga punya siapa siapa lagi. Diana sudah sangat jelas sudah mengkhianatinya.

Renata ingat, hari itu dia meminta pertolongan pada Diana untuk mengabarkan pada Kak Joandra, di rumah sakit mana dia berada.

Sampai esok harinya Renata menunggu, Kak Joandra ngga memunculkan dirinya di sana. Kemudian Kak Joandra menghilang. Seperti di telan bumi. Ngga ada kabar beritanya lagi.

Bahkan teman teman dekat Kak Joandra pun seakan sudah memblack listnya. Dan ngga pernah dia temui lagi.

Setahun setelahnya, Diana tiba tiba menunjukkan selembar foro Kak Joandra sedang bersama gadis bule. Mungkin teman kampusnya, pikir Renata waktu itu.

Tapi kata Diana, pacar Kak Joandra di sana. Dia mendapatkan foto itu dari Kak Dilo.

"Ini buat kamu. Dari Kak Dilo," kata Diana waktu itu sambil menyerahkan sebuah amplop putih ukuran sedang.

Mendengar nama Kak Dilo, ada sedikit harapan Renata tentang kabar Kak Joandra.

Dia pun merobek amplop itu di depan Diana.

Setelahnya terpaku melihat betapa cerianya Kak Joandra tertawa bersama gadis bule itu.

"Dia ngga memilih kamu atau pun aku, Ren."

Suara Diana terdengar tajam menusuk hatinya. Waktu itu Renata merasa kalo Diana sengaja mengucapkan kalimat itu dengan kejam untuknya. Tapi lagi lagi hati baik Renata menyangkalnya. Diana ngga sengaja mengucapkannya karena merasa sama terlukanya seperti dirinya, begitu pikirnya.

Renata malah merasa bersimpati dengan wajah sedih Diana.

Tapi kini Renata tau, ucapan itu adalah isi hati Diana yang sebenarnya. Kebenciannya untuk Renata. Karena sesungguhnya, dialah yang ditolak Kak Joandra.

Setelahnya Renata ngga pernah lagi berusaha mencari kabar tentang Kak Joandra. Dia mulai fokus untuk sesegera mungkin menyelesaikan sekolahnya.

Rasa patah hatinya hanya dia pendam sendiri. Walau kadang menggelitiknya karena ada keinginan dalam hatinya, jika ada kesempatan mereka bertemu, dia akan jujur tentang alasannya waktu itu. Juga perasaannya.

Kak Joandra juga sudah terlihat bahagia, kenapa dia harus bersedih? Lagi pula jodoh sudah ada yang atur. Jika Kak Joandra jodohnya, pasti akan kembali padanya. Itulah yang dipikirkan Renata.

Dan terbukti. Sekarang Kak Joandra adalah tunangannya. Walaupun dengan cara yang ekstrim di luar ekspetasi semua orang. Walaupun Renata ngga tau, akan bertahan selama apa pertunangan yang ngga pernah dianggap sama sekali oleh Kak Joandra dengan mamanya.

Tapi sekarang Renata ngga terlalu excited lagi setelah menjadi tunangannya. Melihat keintiman Kak Joandra dengan pacar pacarnya, hanya rasa sedih dan kecewa yang ada di hatinya.

Mungkin kesalahpahaman ini yang membuat segala rasa yang mereka miliki sudah menjadi ngga berguna lagi. Kak Joandra mungkin juga sudah menghempasnya juah jauh.

*

*

*

Pagi ini sesuai arahan Bu Inggrid, Renata menemui Kak Joandra di ruangannya.

Dia mengabarkan jadwal bosnya sepanjang hari ini.

Sedikitpun Kak Joandra ngga melihatnya. Hanya sibuk membalas pesan pesan di ponselnya.

Mungkin dari Silvia atau Saraswati, duga Renata dalam hati.

Renata menatap wajah dngin yang semakin tampan itu dengan hati sedih.

Di mana senyum hangatnya yang selalu tersungging di bibirnya? Menyapanya dengan manis saat mereka berpapasan. Di kantin, di lorong kelas, di lapangan basket, di perpus, dan senua tempat penuh kenangan di sekolahnya.

Rasanya Renata ingin kembali ke masa masa dulu. Selalu terkungkung oleh tatapan netra Kak Joandra yang lembut yang kini dia rindukan.

"Ehem."

Renata agak tersentak kemudian menundukkan kepalanya saat mata mereka bersitatap dan deheman keras bosnya mengisi liang telinganya.

"Kamu bisa kembali."

Tanpa menjawab, Renata membalikkan tubuhnya dan berlalu meninggalkan ruangan Joandra. Dia bersyukur, karena saat ini matanya sudah memanas dan Kak Joandra ngga perlu melihatnya.

"Dia kenapa?" gumam Joandra heran. Renata telihat lebih murung dari kemarin.

"Adiknya bertambah parah?" duga Joandra sambil berbicara sendiri lagi.

Jaondra mengirim pesan pada pengawal papanya yang juga berada di Singapura. Yang mengawasi diam diam papa Renata yang berada di sana.

Satu pesan dari pengawalnya membuatnya lega. Keadaan adik Renata mulai membaik.

Tapi kenapa dia kelihatan sedih?

Joandra menyandarkan punggungnya pada sandaran kursinya. Matamya memejam sebentar. Setelah menarik nafas panjang, Joandra kemudian menatap layar laptopnya, mengawasi kerjaan mega proyek perusahaannya. Walaupun kini konsentrasinya terpecah pada wajah murung Renata yang menimbulkan banyak tanya di hatinya.

Renata menghapus air matanya yang mulai mengalir begitu dia duduk di kursinya.

*Apa perlu aku jelaskan kalo aku ngga punya pacar?

Saat itu bahkan hingga sekarang?

Kalo dia hanya salah paham*?

Itu semua hanyalah kebohongan Diana saja, batin Renata terus mendesak membuatnya ngga tenang.

Tapi kemudian kepalanya menggeleng beberapa kali. Dia ngga yakin, kesalahpahaman ini sudah terlalu lama.

Sudah terlambat. Pasti ngga akan ada pengaruhnya juga, batinnya lagi putus asa.

Setelah menarik nafas panjang panjang, Renata mulai membaca setumpuk berkas di mejanya sebelum dia laporkan nantinya ke bosnya, Kak Jondra.

Terpopuler

Comments

Yusria Mumba

Yusria Mumba

semangat renata,

2023-06-17

2

Erlinda

Erlinda

klo aq jd Renata aq akan fokus ke pekerjaan ku dan akan aq buktikan kecerdasan ku biar hutang piutang ku cepat selesai ga lebay dan lemah katak gini .itu goblok namanya .mulai bosan aq

2023-02-04

3

lina

lina

keren

2022-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Penebus Utang
2 Takut
3 Kilas Balik
4 Jalan Takdir
5 Pertunangan
6 Hari Pertama Bekerja
7 Ketemu Susan
8 Kilas Balik Susan
9 Masih dirahasiakan
10 SP 1
11 Masih setia memberi hukuman
12 Ulah Bos Joandra
13 Diana Yang Menghindar
14 Ingatan Joandra
15 Hati Diana
16 Saraswati
17 Sakit di Hati
18 Ngga Di anggap
19 Rahasia
20 Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21 Kemarahan yang Meledak
22 Diikat dengan Kuat
23 Foto Yang Asli
24 Bu Inggrid yang Pengertian
25 Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26 Penuh Tanda Tanya
27 Tugas Tambahan Renata
28 Panas
29 Rencana masa depan
30 RESIGN?
31 Taktik tarik ulur
32 Ketahuan Berbohong
33 Ingatan Joandra
34 Kegilaan Joandra
35 Mengerjai Saraswati
36 Circle Diana
37 Kemyataan yang sebenarnya
38 Pembalasan memalukan
39 Bertemu Tante Anggia
40 Kilas balik donor darah Renata
41 Perlahan Terbuka
42 Dua situasi yang berbeda
43 Interogasi
44 Keputusan Joandra
45 Masih berprasamgka
46 Rencana Mama Joandra
47 Pasangan Alay
48 Menikmati Berdua
49 Rumor
50 Mama Joandra yang kejam
51 Mama Joandra yang kejam part 2
52 Masih Berlanjut
53 Kabar tentang mama
54 Harapan Sahabat
55 Musibah Joandra yang beruntun
56 Renata beneran pergi
57 Dendam mantan sahabat
58 Mengambil Sikap
59 Kenyataan yang menyedihkan
60 Hari kelam Diana
61 Karma
62 Dejavu Renata
63 Bertemu lagi
64 Bahagia
65 Takdir
66 Rencana Silvia
67 Akhir yang Kejam
68 Berakhir dengan Indah
69 Extra part 1
70 extra part 2
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Penebus Utang
2
Takut
3
Kilas Balik
4
Jalan Takdir
5
Pertunangan
6
Hari Pertama Bekerja
7
Ketemu Susan
8
Kilas Balik Susan
9
Masih dirahasiakan
10
SP 1
11
Masih setia memberi hukuman
12
Ulah Bos Joandra
13
Diana Yang Menghindar
14
Ingatan Joandra
15
Hati Diana
16
Saraswati
17
Sakit di Hati
18
Ngga Di anggap
19
Rahasia
20
Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21
Kemarahan yang Meledak
22
Diikat dengan Kuat
23
Foto Yang Asli
24
Bu Inggrid yang Pengertian
25
Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26
Penuh Tanda Tanya
27
Tugas Tambahan Renata
28
Panas
29
Rencana masa depan
30
RESIGN?
31
Taktik tarik ulur
32
Ketahuan Berbohong
33
Ingatan Joandra
34
Kegilaan Joandra
35
Mengerjai Saraswati
36
Circle Diana
37
Kemyataan yang sebenarnya
38
Pembalasan memalukan
39
Bertemu Tante Anggia
40
Kilas balik donor darah Renata
41
Perlahan Terbuka
42
Dua situasi yang berbeda
43
Interogasi
44
Keputusan Joandra
45
Masih berprasamgka
46
Rencana Mama Joandra
47
Pasangan Alay
48
Menikmati Berdua
49
Rumor
50
Mama Joandra yang kejam
51
Mama Joandra yang kejam part 2
52
Masih Berlanjut
53
Kabar tentang mama
54
Harapan Sahabat
55
Musibah Joandra yang beruntun
56
Renata beneran pergi
57
Dendam mantan sahabat
58
Mengambil Sikap
59
Kenyataan yang menyedihkan
60
Hari kelam Diana
61
Karma
62
Dejavu Renata
63
Bertemu lagi
64
Bahagia
65
Takdir
66
Rencana Silvia
67
Akhir yang Kejam
68
Berakhir dengan Indah
69
Extra part 1
70
extra part 2
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!