Takut

Renata menatap wajahnya di depan cermin hiasnya. Mama sudah mendandaninya dengan gaun cantik berlengan pendek yang panjangnya selutut.

Rambut panjang ikalnya di gelung ke atas, sehingga menampilkan leher putih jenjangnya. Ada kalung emas tipis dengan leontin berbentuk bola kecil menghiasinya.

Menurut mamanya penampilannya sudah sempurna. Dia dikaruniai kulit seputih salju milik mamanya. Tapi bentuk wajahnya mewarisi ketampanan papanya.

Matanya coklat bening bercahaya, bibirnya agak tebal dengan hidung yang mungil. Keseluruhan Renata tampak cantik dan manis. Mama pun hanya mendandaninya secara minimalis, itu pun sudah membuatnya terlihat sangat menarik.

"Kita berangkat, ya. Papa menunggu di bawah," kata mama lembut.

"Ma," panggil Renata menahan langkah wanita yang sudah melahirkannya sembilan belas tahun yang lalu.

"Ya sayang?"

"Umur emm... umur laki laki yang dijodohkan denganku berapa tahun, ya?" tanyanya agak ragu.

Dia juga perlu mempersiapkan topik pembicaraan. Nggak mungkin dia bisa memgobrol dengan topik biasa jika umur laki laki itu cukup jauh di atasnya.

Mama tersenyum lembut.

"Umurnya dua puluh dua tahun. Kata Pak Ramsi, putranya juga lulusan tercepat di kampusnya," jelas mama lagi.

"Oh iya, mam," kata Renata mulai tenang. Sekarang tinggal pembawaan laki laki itu saja. Apa sesuai umurnya, lebih tua atau malah seperti remaja.

Dada Renata bergemuruh. Dia gugup sekaligus takut.

Apa laki laki itu akan memandangnya rendah? Apalagi dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayarkan utang utang keluarganya dan juga biaya pengobatan adiknya yang sangat besar.

Mamanya seakan mengerti. Dia menggenggam erat lengan putrinya.

"Kamu masih bisa menolak, sayang," ucap mamanya lembut.

Renata mengerjapkan matanya yang terasa panas.

Dia ngga boleh nangis. batinnya menguatkan

"Papa akan menjual perkebunan kita. Kamu ngga perlu melakukan ini," kata mamanya lagi berusaha menggoyahkan pendirian Renata.

Dari awal beliau dan suaminya ngga setuju menjodohkan Renata karena masalah utang. Renata adalah putri kebanggaan mereka. Mereka ingin pernikahan Renata atas dasar cinta, walaupun hingga kini belum terlihat siapa kekasih putrinya.

Hanya saja menjual perkebunan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Itu yang menjadi kendala dan penyebab papa Renata terpaksa menerima perjodohan ini. Di tambah kondisi Shiren yang memburuk. Putra pertamanya pun menghilang, ngga tau gimana kabarnya. Bank sudah mengirimkan waktu penyitaan rumah yang ternyata sudah ngga lama lagi. Juga hutang hutang perusahaan yang mendekati tanggal jatuh tempo. Semua itu membuat konsentrasi laki laki paruh baya yang terkenal mumpuni dalam bisnis ini terpecah belah.

Untungnya jantungnya masih kuat memghadapi cobaan seberat ini.

Yang menyakitkan hati beliau adalah banyaknya penawaran murah untuk lahan perkebunan mereka yang berhektar hektar. Papa ngga mungkin melepasnya. Karena hanya cukup membayar separuh utang saja. Tidak akan menyelesaikan masalah.

Sahabat, teman apalagi saudara yang saat mereka berada di atas turut menikmati keberhasilannya malah meninggalkannya dan memanfaatkan situasi demgan tanpa perasaan empati.

Renata pun cukup mengerti. Ini adalah keputusan paling terpaksa yang harus kedua orang tuanya ambil. Renata tau, mama dan papanya pasti berat melakukan hal ini.

Bahkan sampai sekarang, papanya ngga berani melihat matanya. Padahal Renata ngga marah. Hanya merasa sedih saja kenapa keluarganya harus mengalami nasib seperti ini.

"Tidak apa, ma. Do'akan Renata agar kuat ya ma," katanya dengan suara agak bergetar. Perasaan takut begitu mendominasi hatinya.

Dia bisa menerima semua ini, tapi gimana dengan laki laki yang akan menjadi suaminya? Renata takut kalo nanti akan diperlakukan dengan semena mena.

Mama merapikan kembali make up Renata sebentar dengan tisu sebelum keduanya melangkah ke ruang tamu, dimana papanya sudah menunggunya.

Saat berhadapan dengan papanya, Renata terpaku melihat mata papanya yang basah. Papanya habis menangis.

"Kamu cantik sekali," puji papanya getir. Harusnya beliau mengantarkan putrinya dengan bangga pada calon keluarga suaminya.

Calon suami yang mencintainya, bukan sebagai penebus hutang.

Renata tersenyum kaku.

"Sayang, maafkan papa. Papa janji, kalo perkebunan kita sudah ada yang beli dengan harga yang wajar, papa akan menebusmu," ucap papanya dengan suara bergetar.

Renata menggelengkan kepalanya.

"Jangan seperti itu, pa. Kalo perkebunan laku, lebih baik buat pengobatan Shiren. Renata ngga pa pa," katanya mencoba menguatkan hati sang papa sementara hatinya hancur.

Papa menepuk bahunya lembut. Dan tanpa kata mereka pun menghampiri mobil yang sudah disiapkan Pak Diman, supir keluarga.

Sepanjang perjalanan suasana terasa hening karena masing masing sibuk dengan jalan pikiran sendiri. Perjalanan ini terasa lama, padahal jika situasi berbeda akan terasa biasa saja.

Renata hanya diam sambil menatap keluar jendela dengan pikiran jauh terbang ke masa SMAnya yang sangat singkat.

"Renata, kamu dapat salam dari mantan ketua osis. Wiiih, mantap. Balas ya," celoteh Eva penuh semangat.

Tanpa sadar hati Renata jadi pedih. Selama bertahun tahun menyimpan rasa akhirnya sia sia. Renata sudah bertekad akan mencarinya, meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya. Tapi ternyata sudah sangat terlambat.

Sudah saatnya sekarang tutup buku tentang dia. Sudah ngga mungkin menggapainya lagi. Pintu harapannya pun sudah tertutup rapat. Sekarang dirinya hanyalah istri penebus. hutang.

Terpopuler

Comments

Deandra Putri

Deandra Putri

deg degan dehh

2024-10-20

1

Yusria Mumba

Yusria Mumba

yang sabar renata,

2023-06-17

2

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

mungkinkah yg di jodohkan ketua OSIS yg Renata suka🤔

2023-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Penebus Utang
2 Takut
3 Kilas Balik
4 Jalan Takdir
5 Pertunangan
6 Hari Pertama Bekerja
7 Ketemu Susan
8 Kilas Balik Susan
9 Masih dirahasiakan
10 SP 1
11 Masih setia memberi hukuman
12 Ulah Bos Joandra
13 Diana Yang Menghindar
14 Ingatan Joandra
15 Hati Diana
16 Saraswati
17 Sakit di Hati
18 Ngga Di anggap
19 Rahasia
20 Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21 Kemarahan yang Meledak
22 Diikat dengan Kuat
23 Foto Yang Asli
24 Bu Inggrid yang Pengertian
25 Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26 Penuh Tanda Tanya
27 Tugas Tambahan Renata
28 Panas
29 Rencana masa depan
30 RESIGN?
31 Taktik tarik ulur
32 Ketahuan Berbohong
33 Ingatan Joandra
34 Kegilaan Joandra
35 Mengerjai Saraswati
36 Circle Diana
37 Kemyataan yang sebenarnya
38 Pembalasan memalukan
39 Bertemu Tante Anggia
40 Kilas balik donor darah Renata
41 Perlahan Terbuka
42 Dua situasi yang berbeda
43 Interogasi
44 Keputusan Joandra
45 Masih berprasamgka
46 Rencana Mama Joandra
47 Pasangan Alay
48 Menikmati Berdua
49 Rumor
50 Mama Joandra yang kejam
51 Mama Joandra yang kejam part 2
52 Masih Berlanjut
53 Kabar tentang mama
54 Harapan Sahabat
55 Musibah Joandra yang beruntun
56 Renata beneran pergi
57 Dendam mantan sahabat
58 Mengambil Sikap
59 Kenyataan yang menyedihkan
60 Hari kelam Diana
61 Karma
62 Dejavu Renata
63 Bertemu lagi
64 Bahagia
65 Takdir
66 Rencana Silvia
67 Akhir yang Kejam
68 Berakhir dengan Indah
69 Extra part 1
70 extra part 2
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Penebus Utang
2
Takut
3
Kilas Balik
4
Jalan Takdir
5
Pertunangan
6
Hari Pertama Bekerja
7
Ketemu Susan
8
Kilas Balik Susan
9
Masih dirahasiakan
10
SP 1
11
Masih setia memberi hukuman
12
Ulah Bos Joandra
13
Diana Yang Menghindar
14
Ingatan Joandra
15
Hati Diana
16
Saraswati
17
Sakit di Hati
18
Ngga Di anggap
19
Rahasia
20
Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21
Kemarahan yang Meledak
22
Diikat dengan Kuat
23
Foto Yang Asli
24
Bu Inggrid yang Pengertian
25
Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26
Penuh Tanda Tanya
27
Tugas Tambahan Renata
28
Panas
29
Rencana masa depan
30
RESIGN?
31
Taktik tarik ulur
32
Ketahuan Berbohong
33
Ingatan Joandra
34
Kegilaan Joandra
35
Mengerjai Saraswati
36
Circle Diana
37
Kemyataan yang sebenarnya
38
Pembalasan memalukan
39
Bertemu Tante Anggia
40
Kilas balik donor darah Renata
41
Perlahan Terbuka
42
Dua situasi yang berbeda
43
Interogasi
44
Keputusan Joandra
45
Masih berprasamgka
46
Rencana Mama Joandra
47
Pasangan Alay
48
Menikmati Berdua
49
Rumor
50
Mama Joandra yang kejam
51
Mama Joandra yang kejam part 2
52
Masih Berlanjut
53
Kabar tentang mama
54
Harapan Sahabat
55
Musibah Joandra yang beruntun
56
Renata beneran pergi
57
Dendam mantan sahabat
58
Mengambil Sikap
59
Kenyataan yang menyedihkan
60
Hari kelam Diana
61
Karma
62
Dejavu Renata
63
Bertemu lagi
64
Bahagia
65
Takdir
66
Rencana Silvia
67
Akhir yang Kejam
68
Berakhir dengan Indah
69
Extra part 1
70
extra part 2
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!