Hari Pertama Bekerja

"Mba Renata?" tanya salah seorang pegawai resepsionis ketika Renata memperkenalkan dirinya.

Mama Joandra meminta status Renata dirahasiakan sebagai tunangan Joandra. Alasan beliau, isu pertunangan Joandra bsa berkembamg dan dimanfaatkan pihak lawan untuk menjatuhkan dua keluarga, terutama keluarga Ramsy Dirga. Pasti akan ada yang mengulik kenapa mereka bsa bertunangan. Padahal Perusahaan papa Renata diambang kebangkrutan, sedangkan perusahaan Ramsy Dirga berada jauh di atasnya.

Perjodohan yang timpang sebelah ini pasti akan menjadi konsumsi publik yang sangat mengenyangkan. Dan itu pasti akan berimbas pada perusahaan Ramsy Dirga.

Papa menyetujui walau agak keberatan. Dia juga menyadari stigma negatif dari perjodohan ini. Sedangkan Ramsy Dirga hanya diam saja. Beliau tau itu hanya akal akalan istrinya saja untuk menghambat rencana perjodohan ini.

Renata sendiri ngga ambil pusing. Misalnya nanti Joandra membatakkan perjodohannya, dia akan menerima. Dia tau sudah ngga layak berada di sisi pangeran mahkota yang pasti lebih diuntungkan jika berjodoh yang setara dengannya. Dan itu bukan dirinya. Saat ini Renata hanya menjalankan peran dan menunggu waktu saja untuk berhenti.

Apalagi jika melihat sikap Joandra padanya yang terkesan dingin, datar dan kaku seolah ngga pernah mengenalnya. Renata tau, waktu pembatalan perjodohan ini ngga akan lama lagi.

Tapi Renata bertekat akan menanyakan pada Joandra, kenapa sikapnya berubah sejak saat itu jika nanti ada waktu berdua dengan Joandra.

"Ini mba Renata. Id cardnya. Sekretaris Pak Joandra, ya," ucapnya ramah sambil menyerahkan Id card dengan pita biru.

"Terimakaasih," sahutnya sambil mengalungkan id cardnya di lehernya.

"Mba Renata bisa menggunakan lift khusus CEO dan direktur," ucapnya lagi.

"Lantai lima belas, ya, mba," lanjutnya lagi.

Irma, Renata membacanya id card pegawai resepsionis yang ramah itu.

"Ok, mba Irma," senyumnya sebelum pergi.

Sambil menunggu di depan pintu lift, Renata membuka pesan dari Susan. Sahabatnya yang terkejut karena dia sudah kembali.

Lo kuliah cepat amat. Gue aja belum kelar kelar.

Renata tersenyum membaca pesan dari Susan. Susan kukiah di kota ini. Juga Diana. Tapi Renata sudah cukup lama lost contact dengan Diana. Diana menjauhinya beberapa hari setelah kejadian hari itu.

Bagaimana reaksi keduanya jika tau kalo.dirinya malah dijodohkan dengan Joandra?

Flashback

"Aku suka sama Kak Joandra," ucap Diana terus terang.

"Ganteng banget," lanjutnya lagi kemudian tersenyum lebar.

Renata tersenyum dengan hati terusik. Dia juga suka dengan kakak kelas yang kata teman temannya mantan ketua osis, mantan ketua tim basket, dan anggota paskibraka.

Semua yang diinginkan para perempuan ada di dia. Ganteng banget, punya tatapan mata lembut dan senyum yang memikat.

Renata sering beradu pandang dan suka merona karena Joandra seperti sengaja membuatnya salah tingkah.

Tapi itu disimpannya hanya dalam hati. Dia ngga berbagi perasaannya dengan dua sahabatnya, Susan dan Diana.

Saat Diana mengatakan menyukai Joandra membuat Renata merasa bersalah dengan perasaannya. Hingga tanpa.disadarinya menghindari kontak mata dan pertemuan dengan Joandra. Memberikan Diana kesempatan tepatnya.

end

Ting!

Pintu lift pun terbuka. Renata kaget belum mempersiapkan hati melihat pemandangan di depannya.

Joandra keluar bersama seorang perempuan yang sangat cantik dan anggun. Lengannya mengapit lengan Joandra sangat mesra.

Sesaat mata mereka bertabrakan, sebelum akhirnya Renata menundukkan kepalanya.

Ada yang sakit dalam hatinya yang coba dia tahan.

"Pak," sapanya.sopan.

"Langsung saja ke ruanganmu," balas Joandra dingin tanpa menatapnya.

"Kamu siapa?" tanya perempuan cantik itu lembut sambil menatap Renata dengan teliti.

"Sekertarisku yang baru," Joandra yang menjawab.

"Prisila ngga jadi sekertaris kamu lagi?" tanya perempuan itu agak terkejut. Tapi tersirat nada senang dalam ucapannya.

"Nggak."

"Gadis ini rekomendasi siapa?" kulik perempuan cantik ini ingin tau. Ngga sembarangan yang bisa bekerja apa lagi yang menjadi sekertaris Joandra. Prisila aja putri dari salah satu rekan bisnis orang tua mereka.

"Papa."

"Saya permisi," pamit Renata jengah berada diperdebatan dua orang yang sama sekali ngga memganggap keberadaannya. Tangannya pun sedari tadi menahan tombol pintu lift.

"Sebentar, nama kamu siapa?" tanya perempuan itu kemudian mengalihkan tatapannya pada Renata..Matanya memicing melihat cincin berlian di jari manis Renata.

"Renata, nona."

Renata mengambil jalan aman, dari pada dia disemprot karena memamggil ibu, lebih baik sedikit menyanjung dengan memanggil nona.

Dan benar saja, perempuan itu tersenyum sumringah.

"Panggil aku nona Silvia," katanya cukup bersahabat walau terkesan angkuh. Dari pada Prisila yang suka membuat tensinya selalu naik karena memanggilnya ibu dan terang terangan menggoda Joandra, dia sedikit menyukai sekertaris baru ini. Walaupun kesal melihat cincin berlian yang dipakainya yang sepertinya limitted edition bulan ini.

"Ya, nona," balas Renata sopan sebelum masuk ke dalam lift.

Pintu lift tertutup perlahan dengan tatapan Renata utuh ke punggung Joandra yang menjauh. Laki laki yang selalu dirindukannya.

Sementara Silvia dengan manja menyandar di lengan laki laki itu.

Apa ada yang dia lewatkan?

Renata memejamkan matanya.

Setelah kejadian empat tahun yang lalu, Joandra seperti raib di telan bumi. Segala sosial medianya yang dulu aktif, bagaikan ngga pernah tersentuh.

Begitu juga dengan teman temannya.

Kelebihannya yang selalu loncat kelas membuatnya kehilangan waktu bersama Susan dan Diana.

Hubungan mereka cukup renggang. Sampai.akhirnya dia lulus duluan dan kuliah ke luar negeri.

Kesibukannya kuliah dan berbisnis membuatanya juga sedikit jarang berkomunikasi dengan Susan atau pun Diana. Bahkan Diana lebih sering ngga membalas pesannya.

Kini dia sudah kembali. Niat awalnya yang menggebu untuk melakukan klarifikasi, layu sudah.

Kalo Joandra punya kekasih, kenapa dia menerima perjodohan ini?

Renata berjalan lunglai setelah keluar dari pintu lift. Pikrannya begitu berserabut.

"Nona Renata?" panggil seorang wanita cantik yang berusia lebih matamg.

Renata berhenti dan menatap wanita itu dengan santun.

"Ya, bu?"

"Saya Bu Inggrid. Saya akan mengantar anda ke ruangan. Ikuti saya," katanya sambil melangkah duluan.

Tanpa kata Renata pun mengikuti.

"Di depan kamu ruangan bos kita, Pak Joandra," kata Bu Inggrid sambil membuka pintu ruangannya.

Ruangan yang cukup tertaata rapi dengan setumpuk berkas di mejanya.

"Kamu bisa mempelajari dulu berkas berkas ini. Saya permisi," pamitnya meninggalkan Renata yang hanya bergeming di depan mejanya.

Selain tumpukan berkas juga ada laptop yang sudah menyala.

Renata menghela nafas panjang sebelum melangkah ke kursinya. Duduk di sana.

Ponselnya bergetar. Mama menelponnya.

"Kamu sudah sampai.di ruangan kamu?" tebak mama saat kamera untuk video call ditekan Renata.

"Iya, ma," balas Renata dengan senyum manis sambil memyembunyikan kegundahan dalam hatinya.

"Kelihatannya banyak sekali yang harus kamu lakukan?" tanya mamanya ketika melihat tumpukan berkas yang cukup tinggi.

"Namanya juga baru, mam," tawa Renata berusaha senormal mungkin.

"Sudah ketemu dengan Joandra?"

"Sudah ma."

"Dia memperlakukan kamu dengan baik?" tanya Mama penuh selidik.

"Baik, ma. Mama tenang aja," sahutnya ringan.

Renata ngga tau, insting mamanya sangat tajam. Semakin Renata tampak tenang, mamanya yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan.

Terdengar helaan nafas berat mama Renata.

"Baguslah kalo begitu. Selamat bekerja sayang," ucap mama sebelum memutuskan panggilan telponnya.

Aku ngga baik baik saja, ma, batin Renata nelangsa.

Terpopuler

Comments

Puji Ustariana

Puji Ustariana

tetep semangat apapun yang terjadi jadilah wanita yang kuat dan penuh semangat 💪🏻💪🏻

2025-02-20

1

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

semangat Renata, wanita cerdas harus bisa dan mampu hadapi badai💪❤

2023-04-05

3

Erlinda

Erlinda

ayo Renata jadilah wanita kuat dan ga lebay,serta lebay .tunjukan kehebatan mu dan fokuslah kepekerjaaan mu saja abaikan sifat angkuh dan cuek joandra itu .

2023-02-04

5

lihat semua
Episodes
1 Penebus Utang
2 Takut
3 Kilas Balik
4 Jalan Takdir
5 Pertunangan
6 Hari Pertama Bekerja
7 Ketemu Susan
8 Kilas Balik Susan
9 Masih dirahasiakan
10 SP 1
11 Masih setia memberi hukuman
12 Ulah Bos Joandra
13 Diana Yang Menghindar
14 Ingatan Joandra
15 Hati Diana
16 Saraswati
17 Sakit di Hati
18 Ngga Di anggap
19 Rahasia
20 Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21 Kemarahan yang Meledak
22 Diikat dengan Kuat
23 Foto Yang Asli
24 Bu Inggrid yang Pengertian
25 Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26 Penuh Tanda Tanya
27 Tugas Tambahan Renata
28 Panas
29 Rencana masa depan
30 RESIGN?
31 Taktik tarik ulur
32 Ketahuan Berbohong
33 Ingatan Joandra
34 Kegilaan Joandra
35 Mengerjai Saraswati
36 Circle Diana
37 Kemyataan yang sebenarnya
38 Pembalasan memalukan
39 Bertemu Tante Anggia
40 Kilas balik donor darah Renata
41 Perlahan Terbuka
42 Dua situasi yang berbeda
43 Interogasi
44 Keputusan Joandra
45 Masih berprasamgka
46 Rencana Mama Joandra
47 Pasangan Alay
48 Menikmati Berdua
49 Rumor
50 Mama Joandra yang kejam
51 Mama Joandra yang kejam part 2
52 Masih Berlanjut
53 Kabar tentang mama
54 Harapan Sahabat
55 Musibah Joandra yang beruntun
56 Renata beneran pergi
57 Dendam mantan sahabat
58 Mengambil Sikap
59 Kenyataan yang menyedihkan
60 Hari kelam Diana
61 Karma
62 Dejavu Renata
63 Bertemu lagi
64 Bahagia
65 Takdir
66 Rencana Silvia
67 Akhir yang Kejam
68 Berakhir dengan Indah
69 Extra part 1
70 extra part 2
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Penebus Utang
2
Takut
3
Kilas Balik
4
Jalan Takdir
5
Pertunangan
6
Hari Pertama Bekerja
7
Ketemu Susan
8
Kilas Balik Susan
9
Masih dirahasiakan
10
SP 1
11
Masih setia memberi hukuman
12
Ulah Bos Joandra
13
Diana Yang Menghindar
14
Ingatan Joandra
15
Hati Diana
16
Saraswati
17
Sakit di Hati
18
Ngga Di anggap
19
Rahasia
20
Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21
Kemarahan yang Meledak
22
Diikat dengan Kuat
23
Foto Yang Asli
24
Bu Inggrid yang Pengertian
25
Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26
Penuh Tanda Tanya
27
Tugas Tambahan Renata
28
Panas
29
Rencana masa depan
30
RESIGN?
31
Taktik tarik ulur
32
Ketahuan Berbohong
33
Ingatan Joandra
34
Kegilaan Joandra
35
Mengerjai Saraswati
36
Circle Diana
37
Kemyataan yang sebenarnya
38
Pembalasan memalukan
39
Bertemu Tante Anggia
40
Kilas balik donor darah Renata
41
Perlahan Terbuka
42
Dua situasi yang berbeda
43
Interogasi
44
Keputusan Joandra
45
Masih berprasamgka
46
Rencana Mama Joandra
47
Pasangan Alay
48
Menikmati Berdua
49
Rumor
50
Mama Joandra yang kejam
51
Mama Joandra yang kejam part 2
52
Masih Berlanjut
53
Kabar tentang mama
54
Harapan Sahabat
55
Musibah Joandra yang beruntun
56
Renata beneran pergi
57
Dendam mantan sahabat
58
Mengambil Sikap
59
Kenyataan yang menyedihkan
60
Hari kelam Diana
61
Karma
62
Dejavu Renata
63
Bertemu lagi
64
Bahagia
65
Takdir
66
Rencana Silvia
67
Akhir yang Kejam
68
Berakhir dengan Indah
69
Extra part 1
70
extra part 2
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!