Masih dirahasiakan

"Kalian belum baikan?" tanya Renata saat mekihat Susan hanya bengong sambil menatap es telernya.

"Susaaan....," panggil Renata sambil menggoyang goyangkan tangannya ke wajah Susan.

"Ya, ampun. Susaaan....," seru Renata agak keras sambil menepuk jari jari Susan yang sedang memegang gelas es telernya.

PUK

"Eh!"

"Ups!"

Renata reflek menahan gelas yang berisi es teler Susan yang hampir oleng karena gerak tangan sahabatnya yang menghindar tepukan kedua dari Renata.

"Renata! Kamu bikin aku sport jantung," sergahnya kesal.

"Salahnya melamun," tawa Renata dengan mata bercahaya melihat wajah terkejut Susan.

"Hmmm...," kesal Susan kembali meminun es teler yang sedari tadi hanya diaduknya dengan ingatan lama yang tiba tiba muncul.

Hampir saja tumpah, batinnya mengomel.

"Kamu kenapa, sih. Abis makan banyak malah ngelamun. Makanya jangan kekenyangan kalo makan," kata Renata memberinya nasehat dengan wajah masih menyisakan tawa.

Susan hanya mendelik.

Harusnya aku yang ceramahin kamu. Aku, kan, lebih tua, balasnya dalam hati.

"Nanti kalo pulang hati hati bawa motornya. Aku takut kamu ngantuk," cicit Renata lagi membikin kesal Susan.

Tanpa rasa bersalah Renata terus saja melebarkan senyumnya

Kamu terlaku polos, gampang dikibulin, batin Susan sambil menghela nafas panjang

Mata berbinar Renata melihat seorang ibu ibu tua yang hanya berdiri di depan restoran sambil menatap etalase yang penuh dengan makanan.

Ada seorang pegawai restoran lewat disampingnya, langsung ditegur Renata.

"Mba, tolong kasihkan apa pun yang ibu itu mau, ya. Nanti masukkan aja ke tagihan sini," kata Renata sambil menunjuk ke arah ibu ibu yang masih berdiri itu

Susan pun mengikuti arah pandang Renata. Bibirnya tersenyum tipis.

Belum berubah dia, batinnya senang.

"Baik, mba," jawab pegawai itu mengerti dan menghampiri ibu ibu itu.

"Masih aja belagak jadi malaikat," cibir Susan.

Renata kembali melebarkan senyumnya.

"Tadi kamu belum jawab," kata Renata mengingatkan kembali pertanyaannya pada Susan.

"Jawab apa?" tanya Susan cuek.

Renata menggelengkan kepalanya. Tau kalo sahabatnya malas untuk menjawab.

"Ayolah, Susan. Aku ingjn kita becanda bareng seperti dulu," kata Renata membujuk.

Susan mendengus

"Dia ngga cocok dengan kita," tolak Susan keras kepala. Kemudian dia berkonsentrasi menghabiskan es telernya.

Persahabatan mereka memburuk karena perasaan terhadap laki laki yang sama, batin Renata sedih

FLASH BACK empat tahun yang lalu

"Aku boleh ngga meminta sama kamu?" tanya Diana lima tahun yang lalu.

"Apa?"

"Aku suka sama Kak Joan."

Renata menatap Diana lama. Dia tau sahabatnya pernah bilang menyukai kak Joan. Tapi apa sahabatnya pura pura ngga tau perhatian Kak Joan untuknya?

Renata mungkin salah ngga bisa bilang yang sebenarnya tentang perasaannya. Tapi dia sudah memberi kesempatan Diana, hampir setahun untuk mendekati Kak Joan.

Renata sudah ngga melayani perhatian kak Joan lagi. Renata juga ingin lihat, sebarapa jauh Kak Joan akan berusaha mendekatinya.

Renata hanya ngga ingin Diana salah paham padanya. Renata hanya ingin Diana melihat, betapa.Kak Joan tetap memberikan perhatiannya padanya walaupun dia sudah mengabaikannya.

Tapi hanya satu kesalahan Renata. Dia ngga bisa lebih lama lagi mengacuhkan kak Joan. Hatinya sakit melihat wajah kecewa Kak Joan yang melihatnya terang terangan menjauhinya.

"Terus?"

Diana menghembuskan nafasnya kuat kuat.

"Kasihanilah aku, Ren. Aku benar benar menyukai Kak Joan," pintanya setengah memohon.

Renata mengambil nafas dalam dalam kala merasa dadanya sesak. Dia ngga tega melihat Diana, tapi dia juga ngga bisa melihat kekecewaan di mata kak Joan.

"Biarkan kak Joan memilih.".

"Dia pasti milih kamu," balas Diana putus asa.

Kamu tau, batin Renata menjawab.

"Aku mohon, Ren. Tolong tolak Kak Joan," katanya hampir menangis.

Renata gampang luluh. Ngga tega melihatnya.

Laki laki ngga hanya Kak Joan, Ren, bisik hatinya menguatkan.

Renata menghela nafas panjang.

"Aku kasih kamu kesempatan buat kamu deketin Kak Joan," kata Renata akhirnya mencoba menyabarkan hati.

Kalo Kak Joan adalah jodohmya, pasti akan ada jalannya tanpa harus menyakiti orang terdekatnya. Itulah pikiran Renata waktu itu.

"Terima kasih, Ren," ucap Diana senang sambil menghapus air matanya.

end

"Kamu sudah punya pacar?" tanya Susan mengalihkan arah pembicaraan.

Dia bosan membahas tentang Diana. Setelah Renata pergi pun, Susan sudah ngga mood jika.bertemu Diana. Bahkan sampai sekarang.

Bagi Susan, perbuatan Diana ngga termaaflan. Mungkin Diana memegang prinsip, jalan kotor demi cinta adalah sah.

"Belum. Kamu sudah, ya? Soalnya kamu tampak lebih cantik," puji Renata tulus.

"Iya kah?" senyum manis terkembang di bibir Susan

"Ada dosen di kampus yang ganteng banget. Aku lagi pede kate," kekeh Susan terus terang.

"Woow, semoga berhasil," balas Renata juga terkekeh.

"Bukan yang ngasih kuis sampai kamu kelaparan gini, kan?"

"Bukanlah."

Mereka pun tertawa bersama lagi.

Mungkin hanya Susan sahabat sejatinya, batin Renata.

"Masih muda nggak dosennya?" tanya Renata kepo.

"Iya, dong. Masa yang udah tua," balas Susan gemas mendengar interogasi sahabatnya.

"Karena dia, kamu ngerubah penampilan?"

"Setengahnya sih, iya. Aku ingin tampil cantik di depannya," aku Susan jujur dengan cengiran di wajah cerianya.

"Aku perlu berterimakasih padanya, karena sahabatku yang dulu dekil sudah berubah jadi bidadari karena ulahnya," tawa Renata berderai derai.

Susan juga tergelak. Sama sekali ngga tersinggung. Karena dulu dia memang begitu, dekil dan ngga terawat. Sampai Renata harus menyeretnya paksa untuk masuk ke dalam sebuah salon di mall yang mereka kunjingi.

Beberapa menit kemudian.

"Kak Joan juga sudah kembali," kata Susan hati hati sambil mengamati wajah Renata.

"Oh," respon Renata datar.

Susan heran ngga melihat ekspresi terkejut dari wajah Renata. Malah biasa saja.

Apa perasaan Renata buat Kak Joan sudah hilang? tebak Susan membatin.

Tapi syukurlah kalo memang begitu, batinnya lagi.

Susan sempat bertemu Kak Joan yang memggandemg seorang gadis yang sangat cantik di sebuah restoran. Kebetulan dia ada di sana. Tapi sepertinya Kak Joan ngga mengenalnya saat melihatnya berada di situ.

"Kak Joan sepertinya sudah punya pacar," kata Susan pelan, seolah ngga mau menyinggung Renata.

Renata hanya tersenyum tipis tapi dirasanya hambar.

Dan tunangan. batinnya.

Renata ingin menceritakan semuanya pada Susan. Tapi ini pertemuan pertama mereka. Apalagi waktu mereka juga terbatas. Dia harus kembali ke kantor. Sedangkan Susan haris kembali ke kampus. Mungkin nanti saat pertemuan mereka selanjutnya saja. Renata akan mengatur waktunya agar sangat cukup buat bercerita pada Susan.

Terpopuler

Comments

Deandra Putri

Deandra Putri

best friend ever after forever..🤗🤗

2024-10-21

1

Erly Hafidz

Erly Hafidz

maaf agak bertele-tele

2024-01-27

2

Buna Seta

Buna Seta

Semangat

2022-11-20

1

lihat semua
Episodes
1 Penebus Utang
2 Takut
3 Kilas Balik
4 Jalan Takdir
5 Pertunangan
6 Hari Pertama Bekerja
7 Ketemu Susan
8 Kilas Balik Susan
9 Masih dirahasiakan
10 SP 1
11 Masih setia memberi hukuman
12 Ulah Bos Joandra
13 Diana Yang Menghindar
14 Ingatan Joandra
15 Hati Diana
16 Saraswati
17 Sakit di Hati
18 Ngga Di anggap
19 Rahasia
20 Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21 Kemarahan yang Meledak
22 Diikat dengan Kuat
23 Foto Yang Asli
24 Bu Inggrid yang Pengertian
25 Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26 Penuh Tanda Tanya
27 Tugas Tambahan Renata
28 Panas
29 Rencana masa depan
30 RESIGN?
31 Taktik tarik ulur
32 Ketahuan Berbohong
33 Ingatan Joandra
34 Kegilaan Joandra
35 Mengerjai Saraswati
36 Circle Diana
37 Kemyataan yang sebenarnya
38 Pembalasan memalukan
39 Bertemu Tante Anggia
40 Kilas balik donor darah Renata
41 Perlahan Terbuka
42 Dua situasi yang berbeda
43 Interogasi
44 Keputusan Joandra
45 Masih berprasamgka
46 Rencana Mama Joandra
47 Pasangan Alay
48 Menikmati Berdua
49 Rumor
50 Mama Joandra yang kejam
51 Mama Joandra yang kejam part 2
52 Masih Berlanjut
53 Kabar tentang mama
54 Harapan Sahabat
55 Musibah Joandra yang beruntun
56 Renata beneran pergi
57 Dendam mantan sahabat
58 Mengambil Sikap
59 Kenyataan yang menyedihkan
60 Hari kelam Diana
61 Karma
62 Dejavu Renata
63 Bertemu lagi
64 Bahagia
65 Takdir
66 Rencana Silvia
67 Akhir yang Kejam
68 Berakhir dengan Indah
69 Extra part 1
70 extra part 2
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Penebus Utang
2
Takut
3
Kilas Balik
4
Jalan Takdir
5
Pertunangan
6
Hari Pertama Bekerja
7
Ketemu Susan
8
Kilas Balik Susan
9
Masih dirahasiakan
10
SP 1
11
Masih setia memberi hukuman
12
Ulah Bos Joandra
13
Diana Yang Menghindar
14
Ingatan Joandra
15
Hati Diana
16
Saraswati
17
Sakit di Hati
18
Ngga Di anggap
19
Rahasia
20
Terbuka dan meninggalkan rasa kecewa
21
Kemarahan yang Meledak
22
Diikat dengan Kuat
23
Foto Yang Asli
24
Bu Inggrid yang Pengertian
25
Pikiran dan Hati yang ngga sinkron
26
Penuh Tanda Tanya
27
Tugas Tambahan Renata
28
Panas
29
Rencana masa depan
30
RESIGN?
31
Taktik tarik ulur
32
Ketahuan Berbohong
33
Ingatan Joandra
34
Kegilaan Joandra
35
Mengerjai Saraswati
36
Circle Diana
37
Kemyataan yang sebenarnya
38
Pembalasan memalukan
39
Bertemu Tante Anggia
40
Kilas balik donor darah Renata
41
Perlahan Terbuka
42
Dua situasi yang berbeda
43
Interogasi
44
Keputusan Joandra
45
Masih berprasamgka
46
Rencana Mama Joandra
47
Pasangan Alay
48
Menikmati Berdua
49
Rumor
50
Mama Joandra yang kejam
51
Mama Joandra yang kejam part 2
52
Masih Berlanjut
53
Kabar tentang mama
54
Harapan Sahabat
55
Musibah Joandra yang beruntun
56
Renata beneran pergi
57
Dendam mantan sahabat
58
Mengambil Sikap
59
Kenyataan yang menyedihkan
60
Hari kelam Diana
61
Karma
62
Dejavu Renata
63
Bertemu lagi
64
Bahagia
65
Takdir
66
Rencana Silvia
67
Akhir yang Kejam
68
Berakhir dengan Indah
69
Extra part 1
70
extra part 2
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!