Panggilan Pengganggu

Hanya dalam satu menit, Ansell berhasil mengalahkan mereka semua. Senjata mereka tetap tidak ada apa-apanya untuk Ansell. Apalagi kekuatan mereka berkurang drastis sekarang.

Segera setelah semua itu, ia menghampiri Tom. Aura dinginnya serasa menusuk jantung Tom. Ia berjalan perlahan membuat waktu ikut terasa lambat.

"Pama kedua, kau dan Julian tidak seharusnya mati," ucap Ansell menyeringai mengerikan.

"Namun, kalian membuat kesalahan fatal. Kalian malah menculik Nichole hanya untuk memancing diriku keluar," ucap Ansell tak lagi tersenyum.

Ia tidak mempermasalahkan jika Tom langsung menyuruh preman untuk membunuhnya. Ia juga tidak masalah jika Tom menyewa banyak pembunuh bayaran hanya untuknya.

Namun, ia malah memilih menyentuh Nichole. Hal ini lah yang tidak bisa dimaafkan oleh Ansell.

Nichole bukan hanya tunangannya. Ia adalah wanita yang paling dicintai Ansell setelah ibunya. Nichole juga telah banyak membantunya selama ini.

Tom jatuh berlutut dan benar-benar merasa menyesal. Ingin rasanya ia mengulang waktu agar tak membuat Ansell mengamuk. Karena kebodohannya sendiri, ia kehilangan putranya.

Tidak tahu apa yang harus ia katakan nanti pada istrinya.

Ia bersujud kepada Ansell, "Ansell, keponakanku, aku benar-benar menyesal. Aku yang sudah tua ini selalu berpikiran bodoh. Aku benar-benar tak ingin mati. Ansell, tolong maafkan aku. Maafkan kebodohanku karena telah menculik Nichole."

Tom menangis sejadi-jadinya. Rasa penyesalan memang selalu terjadi belakangan. Bahkan ia masih menyuruh para preman untuk membunuh Ansell setelah Julian mati.

Ia benar-benar gegabah.

"Terlambat," jawab Ansell singkat.

"Ansell, tolong jangan lakukan ini. Pikirkan hubungan keluarga kita. Pikirkan kebaikan yang selama ini telah aku lakukan padamu. Jangan ambil keputusan yang salah. Maafkan aku. Aku akan melakukan apa pun untuk menebus kesalahanku," ucap Tom masih terus memohon pada Ansell.

Namun, Ansell tetap menolaknya mentah-mentah, "Tidak ada gunanya kau bicara sekarang."

Ansell meletakkan tangan kanannya di atas kepala Tom, "Nichole, katakan padanya kau tidak takut dengan kehadirannya."

Ansell tidak ingin Nichole mengalami trauma karena kejadian ini. Walau Nichole terlihat biasa saja, ia paling tahu perasaan Nichole. Ia sedang sangat ketakutan sekarang.

Sedangkan Tom merinding saat tangan dingin Ansell menyentuh kepalanya. Ia merasa nyawanya akan segera dicabut oleh Ansell.

"Tolong, jangan lakukan ini," ucap Tom memelas.

"Nichole, katakan. Jangan dengarkan dia," ucap Ansell lembut.

Nichole mengangguk dan menjawab sambil menatap ke arah Tom, "Aku tidak takut dengan kehadiranmu!"

Nichole dengan lantang mengucapkan hal itu. Dengan Ansell di sisinya, ia merasa memiliki kekuatan lebih di dalam dirinya. Apalagi ia sudah meminum obat ajaib dari Ansell.

Saat ini, tubuh Nichole sudah sehat. Sepertinya ia harus ingat untuk bertanya pada Ansell dari mana dia mendapatkan obat seperti itu.

"Apa hatimu masih kacau?" tanya Ansell lembut sambil menggenggam tangannya.

Ia bisa merasakan detak jantung Nichole yang tak beraturan. Denyut nadi Nichole juga belum normal. Walau kondisi tubuh dalam Nichole sudah membaik, tapi hatinya tidak bisa Ansell obati.

Nichole mengangguk kecil menanggapi pertanyaan Ansell.

Ia tak pernah menyembunyikan perasaannya pada Ansell. Ia selalu mencurahkan semua hal kepada Ansell. Ansell lah tempat Nichole berkeluh kesah.

"Kalau begitu, mau makan es krim?" tanya Ansell tersenyum.

"Ya," jawab Nichole mengangguk senang. Walau sudah lama berpisah dan tidak pernah bertemu, Ansell masih saja ingat dengan apa yang dia suka.

Ansell selalu tahu cara mengembalikan keceriaan Nichole.

Setelah itu, mereka berdua pun pergi.

*

Keesokan harinya.

Mentari cerah memasuki sela-sela jendela Ansell. Nichole yang lebih dulu terbangun, ia baru sadar jika masih berada di pelukan Ansell.

Pipinya memerah karena malu. Ini pertama kalinya ia berbagi tempat tidur yang sama dengan Ansell.

Ansell melakukan banyak hal tadi malam untuk mengurangi rasa syok Nichole. Dari hal sepele sampai hal penting dilakukan oleh Ansell.

Ansell pun selalu memeluknya dan tak ingin melepaskannya. Ia juga tak membiarkan Nichole melakukan apa pun sendiri.

Karena itulah mereka bisa satu tempat tidur karena Ansell tak ingin Nichole tidur sendiri.

Hal ini memang jitu untuk membuat Nichole tidur tenang. Ia benar-benar nyenyak malam tadi, seolah tadi siang tidak habis diculik.

Nichole menikmati pelukan itu sambil menghirup wangi tubuh Ansell. Ia meletakkan jarinya di dada bidang Ansell yang sedikit tersingkap dari bajunya.

Sudah lama ia tak memeluk Ansell. Biasanya saat sedih ia selalu menumpahkannya dalam pelukan Ansell. Selama 5 tahun terakhir, ia menahan semuanya sendiri.

Nichole ingin berpelukan lebih lama untuk melepas rindu. Ia sungguh sangat mencintai Ansell. Ia tak pernah berpaling ke lelaki lain walau Ansell di penjara. Walau banyak juga yang datang melamar, Nichole tetap yakin yang akan menjadi suaminya adalah Ansell.

Namun tiba-tiba, Ansell terbangun.

"Kau sudah bangun? Apa aku membangunkanmu? Maafkan aku," ucap Nichole menunduk. Ia buru-buru menjauhkan jarinya dari tubuh Ansell.

"Tidak," jawab Ansell sambil menarik tangan Nichole kembali ke dadanya. Ansell merasa nyaman saat Nichole melakukan itu.

Sebenarnya Ansell juga sudah bangun sejak Nichole bangun. Ansell terbiasa mendeteksi pergerakan saat tidur. Namun, ia bisa mengontrol untuk membuka mata atau tidak.

Jadi, ia bisa memastika Nichole tidur nyenyak tadi malam.

"Apakah tubuhmu masih merasa sakit? Jika masih, aku masih memiliki obat itu," ucap Ansell sambil mengelus pipi Nichole.

"Tidak," jawab Nichole sambil menggeleng. Ia masih menunduk, tidak berani menatap Ansell. Tatapan Ansell begitu mematikan baginya.

"Ansell, dari mana kau mendapatkan obat itu?" tanya Nichole masih penasaran. Namun sebenarnya ia ingin mengalihkan rasa malunya.

"Nichole, lihat aku," ucap Ansell lembut tanpa menjawab pertanyaan Nichole.

Nichole merasa gugup. Walau ia sering bertatapan dengan Ansell, tetap saja kondisi kali ini berbeda. Apalagi ia sudah lama tidak bertatapan secara serius dengan Ansell.

Namun, ia tetap berusaha menatap Ansell.

Saat kedua mata mereka beradu, Ansell bergumam, "Cantik."

Nichole merasa semakin malu. Pipinya benar-benar semerah tomat sekarang. Di tambah lagi, Ansell semakin mendekat seperti ingin menciumnya.

Namun, ponsel Ansell tiba-tiba berdering dan menghentikan aksinya.

"Ck," Ansell berdecak kesal mendengar panggilan itu. Padahal tadi adalah momen yang pas, tapi ada saja yang mengganggunya.

Itu adalah panggilan dari Reynard. Walau kesal, Ansell tetap menerima panggilan itu.

"Halo, Tuan Ansell!" ucap Reynard dengan penuh semangat dari seberang telepon. Ia memiliki kabar baik yang ingin langsung diberitahukan ke Ansell.

"Ya, ada apa?" tanya Ansell datar. Ia masih merasa kesal karena Reynard tiba-tiba menelponnya.

"Tuan, Tuan, ayahku sudah bangun! Ia sudah sadar sekarang!" ucap Reynard dengan sedikit teriakan bahagia.

Terpopuler

Comments

Shahrul Yoe

Shahrul Yoe

👍

2023-04-19

3

Risma Farna

Risma Farna

nikahin aja langsung... kn Nichole jga dah membuktikan kesetiaannya slma 5 thn kn

2023-04-13

3

MyOne

MyOne

Ⓜ️🫢Ⓜ️

2023-02-11

2

lihat semua
Episodes
1 Kebebasan
2 Seorang Tahanan
3 Menyapa Saudara
4 Raja Penjara
5 Negosiasi
6 Belum Selesai Bicara
7 Kerja Sama Gratis
8 Pengikut
9 Membantu Jenderal
10 Serangga Ganda
11 Dokter Jenius
12 Obat Langka
13 Penculikan
14 Kartu Truff
15 Tiga Puluh Preman
16 Pertarungan
17 Mempertaruhkan Banyak Hal
18 Panggilan Pengganggu
19 Elit Keamanan
20 Kekuatan 100 Teratas Langit
21 Penjaga Keamanan Perusahaan
22 Tantangan Pemimpin Elit
23 Luka Ringan
24 Kesalahan Utama
25 Seragam Penjaga Keamanan Perusahaan
26 Pria Botak
27 Kemarahan Para Elit
28 Menyampaikan Pesan
29 Lalat Pengganggu Kencan
30 Tamu Wanita
31 Pertemuan Pertama
32 Apakah Kau Ingin Menjadi Suamiku?
33 Hukuman Tidak Setimpal
34 Langkah Awalmu Cukup Bagus
35 Tebal Muka
36 Tidak Takut Pertumpahan Darah
37 Mengakui Sebagai Suami
38 Ucapanmu Cukup Meyakinkan
39 Mengetahui Rahasia
40 Menguping Pembicaraan
41 Pengkhianat
42 Ekstra Hati-hati
43 Dua Lawan Satu
44 Hanya Karena Garpu
45 Jangan Sampai Menjadi Boomerang
46 Wanita Beruntung
47 Menggabungkan Perusahaan
48 Bertemu Secara Langsung
49 Keadaan Tidak Kondusif
50 Untuk Kedua Kalinya
51 Situasi Tidak Masuk Akal
52 Terlalu Menyepelekan
53 Tidak Perlu diperjelas
54 Lepas Tangan
55 Lebih Baik Tidak Menjadi Musuh
56 Melakukan Cara Terakhir
57 Dunia Luar Itu Keras dan Mengerikan
58 Apa Ada yang Salah?
59 Sangat Ceroboh Dalam Memilih Musuh
60 Apa Kau Punya Permintaan Terakhir?
61 Pertanyaan Terakhir
62 Mengirim Hadiah
63 Sisi Kejam
64 Karena Kecantikannya
65 Diperebutkan Banyak Pria
66 Mau Tidak Mau Terpesona
67 Segepok Uang
68 Tatapan Berbeda
69 Bisik-Bisik
70 Berani Bicara di Belakang
71 Beruntung
72 Kekasih yang Paling dicintai
73 Tidak Sabar Ingin Membunuh
74 Kehilangan Satu Botol Anggur
75 Kekalahan
76 Pemimpin Bivv Group
77 Lawan Sepadan
78 Penduduk Pulau
79 Membaca Pergerakan Musuh
80 Penyerangan dimulai
81 Terjatuh Tanpa Luka
82 Kematian yang Misterius
83 Kasus Langka
84 Mempersiapkan Segala Hal
85 Kata yang Sensitif
86 Keinginan
87 Tepat Sasaran
88 Teknik Pengobatan
89 Percobaan
90 Peta
91 Pemeriksaan Kultivasi
92 Kekacauan Tak Terduga
93 Penyelamatan
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Kebebasan
2
Seorang Tahanan
3
Menyapa Saudara
4
Raja Penjara
5
Negosiasi
6
Belum Selesai Bicara
7
Kerja Sama Gratis
8
Pengikut
9
Membantu Jenderal
10
Serangga Ganda
11
Dokter Jenius
12
Obat Langka
13
Penculikan
14
Kartu Truff
15
Tiga Puluh Preman
16
Pertarungan
17
Mempertaruhkan Banyak Hal
18
Panggilan Pengganggu
19
Elit Keamanan
20
Kekuatan 100 Teratas Langit
21
Penjaga Keamanan Perusahaan
22
Tantangan Pemimpin Elit
23
Luka Ringan
24
Kesalahan Utama
25
Seragam Penjaga Keamanan Perusahaan
26
Pria Botak
27
Kemarahan Para Elit
28
Menyampaikan Pesan
29
Lalat Pengganggu Kencan
30
Tamu Wanita
31
Pertemuan Pertama
32
Apakah Kau Ingin Menjadi Suamiku?
33
Hukuman Tidak Setimpal
34
Langkah Awalmu Cukup Bagus
35
Tebal Muka
36
Tidak Takut Pertumpahan Darah
37
Mengakui Sebagai Suami
38
Ucapanmu Cukup Meyakinkan
39
Mengetahui Rahasia
40
Menguping Pembicaraan
41
Pengkhianat
42
Ekstra Hati-hati
43
Dua Lawan Satu
44
Hanya Karena Garpu
45
Jangan Sampai Menjadi Boomerang
46
Wanita Beruntung
47
Menggabungkan Perusahaan
48
Bertemu Secara Langsung
49
Keadaan Tidak Kondusif
50
Untuk Kedua Kalinya
51
Situasi Tidak Masuk Akal
52
Terlalu Menyepelekan
53
Tidak Perlu diperjelas
54
Lepas Tangan
55
Lebih Baik Tidak Menjadi Musuh
56
Melakukan Cara Terakhir
57
Dunia Luar Itu Keras dan Mengerikan
58
Apa Ada yang Salah?
59
Sangat Ceroboh Dalam Memilih Musuh
60
Apa Kau Punya Permintaan Terakhir?
61
Pertanyaan Terakhir
62
Mengirim Hadiah
63
Sisi Kejam
64
Karena Kecantikannya
65
Diperebutkan Banyak Pria
66
Mau Tidak Mau Terpesona
67
Segepok Uang
68
Tatapan Berbeda
69
Bisik-Bisik
70
Berani Bicara di Belakang
71
Beruntung
72
Kekasih yang Paling dicintai
73
Tidak Sabar Ingin Membunuh
74
Kehilangan Satu Botol Anggur
75
Kekalahan
76
Pemimpin Bivv Group
77
Lawan Sepadan
78
Penduduk Pulau
79
Membaca Pergerakan Musuh
80
Penyerangan dimulai
81
Terjatuh Tanpa Luka
82
Kematian yang Misterius
83
Kasus Langka
84
Mempersiapkan Segala Hal
85
Kata yang Sensitif
86
Keinginan
87
Tepat Sasaran
88
Teknik Pengobatan
89
Percobaan
90
Peta
91
Pemeriksaan Kultivasi
92
Kekacauan Tak Terduga
93
Penyelamatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!