Menyapa Saudara

Julian merasa semakin marah.

Tidak hanya dirinya ditolak, tapi Nichole juga berani ingin membatalkan kerja sama dengannya.

“Jangan banyak bicara! Aku akan membuatmu berlutut dan memohon ampun padaku!” teriak Julian meluapkan emosinya.

Julian mengencangkan cengkramannya dan menarik Nichole dengan paksa. Ia ingin memperkosa Nichole untuk memberi pelajaran agar Nichole berlutut memohon ampun padanya.

Tenaga Nichole tidak sebanding dengan Julian. Ia sudah berusaha memberontak sekuat mungkin, tapi tetap tak bisa terlepas dari kekangan Julian. Keringat sudah bercucuran dan hatinya panik.

Tak ada yang membantu Nichole. Tom dan Jill pun hanya menonton anaknya melakukan itu pada Nichole. Mereka tak peduli walau anak mereka melakukan hal menjijikkan.

"Suamiku, sepertinya kita tak perlu melakukan apapun sekarang. Anak kita sudah bisa berpikir cerdas," ucap Jill tersenyum miring.

Tom yang mendengar itu juga ikut tersenyum, "Kau benar, istriku. Anak kita sudah tumbuh menjadi pria cerdas."

Nichole merasa sangat kesal mendengar ucapan dua orang itu. Mereka benar-benar orang tua yang buruk karena tak bisa mengajarkan anaknya mana yang baik dan benar.

"Kalian benar-benar keji! Orang tua macam apa kalian?" bentak Nichole.

"Pfft. Kau tidak berhak mengomentari urusan kami," jawab Jill terkekeh.

"Nak, jangan sampai dia kabur," ucap Tom pada Julian.

Melihat orang tuanya mendukung, Julian mengangguk semangat. Ia menatap Nichole dengan mesum dan ganas sambil tetap berusaha menarik Nichole dalam pelukannya.

"Lepaskan aku! Kau jangan berani macam-macam! Jika tidak, aku akan melaporkanmu ke polisi!" ancam Nichole sambil terus memberontak.

Air matanya hampir menetes. Ia teringat Ansell yang sedang berada di penjara. Ia tak ingin mengecewakan Ansell jika hal menjijikkan ini sampai terjadi.

Nichole benar-benar takut.

"Hahaha, tidak ada siapa-siapa di sini. Kau juga tidak ada yang membantu. Jika kau melapor polisi, kau tidak memiliki bukti, hahaha," jawab Julian mengejek Nichole.

"Brengsek!" maki Nichole. Semakin ia mencoba melepaskan diri, semakin kencang Julian mencengkeramnya.

"Nichole, sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya. Ansell si narapidana itu tidak akan bisa melakukan apa-apa," ucap Julian sambil tertawa keras.

Namun, tiba-tiba pintu utama terbuka.

Ansell berjalan masuk dengan ekspresi dingin. Orang-orang yang ada di sana langsung mengenali Ansell dan membeku melihat kehadirannya.

Bahkan, Julian langsung memucat dan cengkramannya melemah.

Nichole segera mengambil kesempatan itu untuk melepaskan diri dari kekangan Julian. Matanya berkaca-kaca melihat kehadiran Ansell yang sudah ia tunggu selama bertahun-tahun.

“Ansell!” teriak Nichole langsung menghamburkan diri ke pelukan Ansell. Air mata yang sejak tadi ia tahan tak dapat lagi terbendung. Ia melepaskan semua rindu dan ketakutannya dalam pelukan Ansell.

Selama 5 tahun di penjara, Ansell pun selalu merindukan Nichole setiap saat. Ia memeluk Nichole dengan erat.

“Aku sangat-sangat merindukanmu. Kau sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik selama 5 tahun ini,” ucap Ansell memuji Nichole dan menciumi kepalanya. Mereka masih berpelukan bersama sambil melepaskan rindu.

Nichole mengangguk dan menangis bahagia.

Tiada sehari pun tanpa Ansell memikirkan Nichole. Walau ia memiliki kesibukan lain di penjara, tapi saat malam tiba, Nichole selalu muncul dalam benaknya.

Ia memikirkan apa yang sedang Nichole lakukan, apakah ia kesulitan selama Ansell pergi, apakah ia baik-baik saja saat sendiri. Ansell selalu mengkhawatirkan Nichole.

Kemudian, Nichole bertanya dengan suara gemetar, “Ansell, mengapa kau selalu menolak jika aku ingin menemui? Apa kau tak mau bertemu denganku? Apa aku tak pantas menemuimu?”

Selama ini, Ansell tak pernah menerima kunjungan Nichole. Ia selalu menolak hadir jika Nichole yang datang. Ia menghapus air mata Nichole dan menjawab, “Jangan menangis. Aku akan menjelaskan semuanya nanti.”

“Sekarang, aku ingin menyapa saudaraku dulu,” ucap Ansell menatap Julian dingin dan tajam.

"Lama tidak bertemu, saudaraku," ucap Ansell dingin. Ia meregangkan otot-otot jarinya dan melangkah ke depan.

"A-apa yang akan kau lakukan? Me-mengapa kau bisa di sini sekarang?" ucap Julian mundur ke belakang. Tubuhnya bergetar hebat sekarang.

Keberaniannya tadi sudah luntur tak berbekas.

Tanpa basa-basi lagi, Ansell langsung memukuli Julian bertubi-tubi dan membabi buta. Ia bagaikan monster yang tidak makan bertahun-tahun.

Tak ada yang bisa menghentikan Ansell. Rasa marahnya memuncak melihat Nichole hampir diperkosa oleh Julian. Jika ia tidak datang tepat waktu dan Nichole tidak mengulur waktu, mungkin Julian sudah mati di tangannya sekarang.

Setiap pukulan Ansell selalu tepat sasaran. Julian yang masih terkejut dengan kedatangan Ansell, ia tak sempat melawan ketika Ansell menghajarnya. Tenaga dan kekuatannya jauh berbeda dengan Ansell.

Akhirnya, Julian pun pingsan tanpa bisa melawan.

Paman kedua Ansell, Tom, tahu jika kedatangan Ansell bukanlah hal yang baik. Namun, ia tak mengatakan apa-apa dan hanya bisa melihat putranya dihajar habis-habisan.

Sedangkan tante kedua Ansell, Jill, mengamuk dan berkata, “Ansell! Kau benar-benar tak memiliki sopan santun! Mengapa kau menghajar Julian hingga pingsan? Apa kau ingin membunuhnya? Dasar kau penjahat! Kau memang pantas masuk penjara! Mengapa kau sudah bebas? Apa kau ingin masuk penjara lagi karena menghabisi anakku?"

Plak!

Nichole tak bisa menahan diri dan berani menampar Jill. Ia berkata, “Jika Tante berani menghina priaku lagi, aku tidak akan segan merobek hancur mulutmu!”

"Dasar wanita murahan! Kau tidak tahu malu! Tangan kotormu itu berani sekali menyentuh pipiku!" bentak Jill kencang sambil memegangi pipinya yang merah. Ia tak berani membalas Nichole karena ada Ansell di sana.

"Mulutmu itu yang murahan! Aku tak akan membiarkan kau menghina priaku! Ingat kata-kataku ini. Aku akan merobek hancur mulutmu," jawab Nichole tegas. Ketakutannya tadi sudah hilang sejak Ansell datang.

Tom yang melihat keadaan semakin memburuk, ia segera melerai dan menghentikan, “Ansell, Nichole, kita adalah keluarga. Jangan terlalu kejam dengan keluarga sendiri. Tolong tahan diri kalian.”

Tom tak bisa membiarkan ini terus terjadi. Hal ini hanya akan merugikannya. Bisa saja tidak hanya Julian yang dibuat pingsan oleh Ansell, tapi dia dan Jill juga akan menjadi taget selanjutnya.

Ansell tertawa meremehkan, “Aku sudah selalu menjaga hubungan keluarga ini. Aku selalu menahan diri. Jika tidak, aku tidak akan membiarkan kalian berlangsung hidup.”

Tom dan Jill merinding mendengar pernyataan Ansell. Mereka takut dengan ancamannya. Apalagi mereka sadar jika ucapan Ansell pasti tidak bercanda.

Walau tadinya mereka bersikap seolah menantang Ansell, tapi sebenarnya mereka tak pernah mampu melawan Ansell. Apalagi melihat kondisi Ansell saat ini.

Ia terlihat semakin kuat sejak keluar penjara. Tatapannya juga terasa semakin tajam. Ucapannya tegas dan tak terbantahkan.

Ansell berdiri dengan tegak dan menaikkan dagunya. Ia berkata, “Karena aku sudah pulang, maka kalian sudah bisa mengembalikan perusahaanku. Aku akan memberikan waktu 3 hari.”

Tom langsung mengiyakan karena tidak berani melawan Ansell, “Baiklah. Aku akan mengembalikannya sesegera mungkin.”

Ansell mengangguk dan langsung membawa Nichole pergi.

Terpopuler

Comments

AR

AR

lanjutkan thor

2023-06-01

2

Awaludin Amrun

Awaludin Amrun

nice 🤩

2023-04-26

1

"@Lv

"@Lv

#authormantul 👍👍

2023-04-18

2

lihat semua
Episodes
1 Kebebasan
2 Seorang Tahanan
3 Menyapa Saudara
4 Raja Penjara
5 Negosiasi
6 Belum Selesai Bicara
7 Kerja Sama Gratis
8 Pengikut
9 Membantu Jenderal
10 Serangga Ganda
11 Dokter Jenius
12 Obat Langka
13 Penculikan
14 Kartu Truff
15 Tiga Puluh Preman
16 Pertarungan
17 Mempertaruhkan Banyak Hal
18 Panggilan Pengganggu
19 Elit Keamanan
20 Kekuatan 100 Teratas Langit
21 Penjaga Keamanan Perusahaan
22 Tantangan Pemimpin Elit
23 Luka Ringan
24 Kesalahan Utama
25 Seragam Penjaga Keamanan Perusahaan
26 Pria Botak
27 Kemarahan Para Elit
28 Menyampaikan Pesan
29 Lalat Pengganggu Kencan
30 Tamu Wanita
31 Pertemuan Pertama
32 Apakah Kau Ingin Menjadi Suamiku?
33 Hukuman Tidak Setimpal
34 Langkah Awalmu Cukup Bagus
35 Tebal Muka
36 Tidak Takut Pertumpahan Darah
37 Mengakui Sebagai Suami
38 Ucapanmu Cukup Meyakinkan
39 Mengetahui Rahasia
40 Menguping Pembicaraan
41 Pengkhianat
42 Ekstra Hati-hati
43 Dua Lawan Satu
44 Hanya Karena Garpu
45 Jangan Sampai Menjadi Boomerang
46 Wanita Beruntung
47 Menggabungkan Perusahaan
48 Bertemu Secara Langsung
49 Keadaan Tidak Kondusif
50 Untuk Kedua Kalinya
51 Situasi Tidak Masuk Akal
52 Terlalu Menyepelekan
53 Tidak Perlu diperjelas
54 Lepas Tangan
55 Lebih Baik Tidak Menjadi Musuh
56 Melakukan Cara Terakhir
57 Dunia Luar Itu Keras dan Mengerikan
58 Apa Ada yang Salah?
59 Sangat Ceroboh Dalam Memilih Musuh
60 Apa Kau Punya Permintaan Terakhir?
61 Pertanyaan Terakhir
62 Mengirim Hadiah
63 Sisi Kejam
64 Karena Kecantikannya
65 Diperebutkan Banyak Pria
66 Mau Tidak Mau Terpesona
67 Segepok Uang
68 Tatapan Berbeda
69 Bisik-Bisik
70 Berani Bicara di Belakang
71 Beruntung
72 Kekasih yang Paling dicintai
73 Tidak Sabar Ingin Membunuh
74 Kehilangan Satu Botol Anggur
75 Kekalahan
76 Pemimpin Bivv Group
77 Lawan Sepadan
78 Penduduk Pulau
79 Membaca Pergerakan Musuh
80 Penyerangan dimulai
81 Terjatuh Tanpa Luka
82 Kematian yang Misterius
83 Kasus Langka
84 Mempersiapkan Segala Hal
85 Kata yang Sensitif
86 Keinginan
87 Tepat Sasaran
88 Teknik Pengobatan
89 Percobaan
90 Peta
91 Pemeriksaan Kultivasi
92 Kekacauan Tak Terduga
93 Penyelamatan
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Kebebasan
2
Seorang Tahanan
3
Menyapa Saudara
4
Raja Penjara
5
Negosiasi
6
Belum Selesai Bicara
7
Kerja Sama Gratis
8
Pengikut
9
Membantu Jenderal
10
Serangga Ganda
11
Dokter Jenius
12
Obat Langka
13
Penculikan
14
Kartu Truff
15
Tiga Puluh Preman
16
Pertarungan
17
Mempertaruhkan Banyak Hal
18
Panggilan Pengganggu
19
Elit Keamanan
20
Kekuatan 100 Teratas Langit
21
Penjaga Keamanan Perusahaan
22
Tantangan Pemimpin Elit
23
Luka Ringan
24
Kesalahan Utama
25
Seragam Penjaga Keamanan Perusahaan
26
Pria Botak
27
Kemarahan Para Elit
28
Menyampaikan Pesan
29
Lalat Pengganggu Kencan
30
Tamu Wanita
31
Pertemuan Pertama
32
Apakah Kau Ingin Menjadi Suamiku?
33
Hukuman Tidak Setimpal
34
Langkah Awalmu Cukup Bagus
35
Tebal Muka
36
Tidak Takut Pertumpahan Darah
37
Mengakui Sebagai Suami
38
Ucapanmu Cukup Meyakinkan
39
Mengetahui Rahasia
40
Menguping Pembicaraan
41
Pengkhianat
42
Ekstra Hati-hati
43
Dua Lawan Satu
44
Hanya Karena Garpu
45
Jangan Sampai Menjadi Boomerang
46
Wanita Beruntung
47
Menggabungkan Perusahaan
48
Bertemu Secara Langsung
49
Keadaan Tidak Kondusif
50
Untuk Kedua Kalinya
51
Situasi Tidak Masuk Akal
52
Terlalu Menyepelekan
53
Tidak Perlu diperjelas
54
Lepas Tangan
55
Lebih Baik Tidak Menjadi Musuh
56
Melakukan Cara Terakhir
57
Dunia Luar Itu Keras dan Mengerikan
58
Apa Ada yang Salah?
59
Sangat Ceroboh Dalam Memilih Musuh
60
Apa Kau Punya Permintaan Terakhir?
61
Pertanyaan Terakhir
62
Mengirim Hadiah
63
Sisi Kejam
64
Karena Kecantikannya
65
Diperebutkan Banyak Pria
66
Mau Tidak Mau Terpesona
67
Segepok Uang
68
Tatapan Berbeda
69
Bisik-Bisik
70
Berani Bicara di Belakang
71
Beruntung
72
Kekasih yang Paling dicintai
73
Tidak Sabar Ingin Membunuh
74
Kehilangan Satu Botol Anggur
75
Kekalahan
76
Pemimpin Bivv Group
77
Lawan Sepadan
78
Penduduk Pulau
79
Membaca Pergerakan Musuh
80
Penyerangan dimulai
81
Terjatuh Tanpa Luka
82
Kematian yang Misterius
83
Kasus Langka
84
Mempersiapkan Segala Hal
85
Kata yang Sensitif
86
Keinginan
87
Tepat Sasaran
88
Teknik Pengobatan
89
Percobaan
90
Peta
91
Pemeriksaan Kultivasi
92
Kekacauan Tak Terduga
93
Penyelamatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!