Pintu terbuka.
Terlihat Fareed dengan napas terengah-engah memasuki ruangan. Ia langsung berkata, "Dokter jenius yang aku sewa telah tiba."
"Dokter jenius? Untuk apa lagi? Tuan Ansell telah memeriksa kondisi ayahku," ucap Reynard tak ingin membuat Ansell tersinggung. Ansell sudah mendiagnosis penyakit jenderal tua, bahkan ia mengatakan tahu obatnya.
Jika dokter jenius yang dimaksud Fareed memeriksa lagi, tentu saja Reynard yang malu pada Ansell.
"Apa maksudmu? Aku sudah meminta pada Dokter Jenius Sam untuk membuat asuransi," jelas Fareed. Ia juga tak mungkin membawa pulang dokter jenius itu tanpa sempat melakukan apa pun.
Mengundang dokter jenius bukanlah hal yang mudah. Ia menemui banyak rekannya tapi tidak ada yang tahu keberadaan dokter jenius. Ia juga mencari informasi bayaran, tapi tidai juga tahu di mana dokter jenius.
Akhirnya, ia bertemu secara tidak sengaja dengan dokter itu di sebuah bar. Fareed yang sudah pernah melihat fotonya langsung mengenali dokter jenius.
Fareed pun langsung menjelaskan maksud dan tujuannya. Ia mengatakan segala hal tentang jenderal tua.
Mendengar kondisi jenderal tua yang unik dan langka, dokter jenius itu mau membantu Fareed. Karena itu, di sinilah dokter jenius berada sekarang.
Saat Reynard ingin membantah ucapan Fareed lagi, Ansell menahannya. Ia berkata, "Biarkan dia masuk."
Ansell setuju agar dokter jenius yang dimaksud Fareed itu masuk. la sebenarnya ingin tahu siapa orang itu. Sepertinya Ansell mengenal orang ini.
Mendapat gelar dokter jenius secara publik berarti ia tidak berasal dari dunia gelap. Namun, tidak menutup kemungkinan ia juga bermain di dunia gelap.
Namun, tentu saja gelar itu tidak sekedar gelar. Jika sampai disebut jenius, kemampuannya pasti lebih hebat daripada para dokter yang ada di negara ini.
Fareed pun langsung keluar ruangan dan menjemput dokter jenius itu. Ia melangkah lebar agar segera sampai.
Sam, dokter jenius yang dimaksud Fareed, memasuki ruangan.
Ia memakai jas putih kebanggaannya dan membawa tas medis. Perawakannya sedikit lebih pendek dari Ansell dan tubuhnya tegap. Ia memiliki lesung pipi yang membuat senyumnya semakin manis.
Fareed langsung membusungkan dadanya angkuh dan memperkenalkan Sam kepada Reynard dan Ansell, "Ini adalah dokter jenius Sam. Ia adalah dokter paling jenius dalam generasi ini. Akhirnya aku memiliki kesempatan untuk mengundangnya datang."
Sam mengangguk dengan ekspresi bangga.
Ia mendapat gelar dokter saat usia masih sangat muda. Ia dijuluki dokter jenius karena berhasil meneliti sebuah penemuan.
Penemuannya ini lah yang membuat namanya naik. Ia menjadi incaran banyak dokter senior yang ingin belajar lagi dengannya.
Tidak hanya di kalangan dokter, nama Sam juga banyak dikenal umum. Sudah banyak orang yang datang melamarnya, padahal ia lah yang seharusnya melamar wanita.
Namun, sampai sekarang Sam belum mau menikah dan tidak pernah menerima lamaran-lamaran yang datang.
Sam menatap semua orang yang ada di sana. Namun, saat matanya melihat Ansell, ia bertanya, "Siapa dia? Apa yang dia lakukan di sini?"
Aura Ansell sedikit tidak biasa bagi Sam. Ia bisa merasakan sepintas rasa takut saat melihat Ansell, walau ini pertemuan pertama mereka. Biasanya, jika Sam bertemu orang biasa, ia tak pernah merasakan hal ini.
Pasti Ansell tidak sesederhana itu.
"Dia adalah orang yang dibawa Reynard untuk memeriksa Jenderal tua. Padahal aku sudah melarang mereka, tapi mereka sangat keras kepala," jawab Fareed sinis menatap Ansell.
Ia memiliki dokter jenius di sampingnya sekarang. Ia tak takut lagi dengan Reynard maupun Ansell.
Sam mengangguk prihatin, "Benar-benar tak tahu diri. Jenderal tua tak bisa mendapat perawatan sekarang karena sudah diperiksa olehmu. Kau tidak seharusnya menyentuh Jenderal tua. Tanggung jawab ini tidak bisa diambil olehmu."
Ansell maju selangkah dan mendekatinya. la bertanya dengan ringan, "Kau adalah bawahannya Gabrino, kan? Aku mengenalnya."
Sam tercengang. Ia tak menyangka ada yang mengenal tuannya.
"Siapa kau? Siapa namamu?" tanya Sam penasaran dan heran.
Tuannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan diri di permukaan. Bahkan hanya sedikit orang yang tahu nama aslinya. Terlebih lagi, tidak ada yang pernah berani menyebut namanya secara langsung.
Namun, Ansell tahu namanya dan menyebut nanya secara langsung? Siapa Ansell sebenarnya?
"Apa kau tahu G-G?" Ansell memberitahu kode dan tersenyum misterius.
Sam semakin terkejut. Ternyata yang di hadapannya adalah orang besar. la tak menyangka akan bertemu orang sepertinya di sini.
Gabrino selalu menceritakan tentang kehebatan G-G. Seluruh detail dan kemampuan ia jelaskan dengan penuh kekaguman.
Sam yang mendengar cerita itu dari tuannya juga menjadi kagum dengan G-G. Ia selalu bermimpi untuk bertemu G-G untuk belajar kemampuan medis.
Namun, ia merasa mustahil bertemu dengan G-G karena ia bukan orang sembarangan.
Tapi hari ini, Sam tanpa sengaja bertemu dengannya dan malah memiliki konflik. Sam merasa senang sekaligus menyesal.
Melihat keterkejutan Sam, Ansell hanya tersenyum tipis dan berkata, "Kau mau memeriksa dan merawatnya, kan? Silahkan dimulai."
Sam buru-buru menggeleng, "Tidak, tidak. Aku tidak berani untuk menggunakan kapak."
Ia langsung bisa menyesuaikan diri. Ia tidak ingin berkonflik dengan Ansell terlalu jauh. Itu hanya akan merugikan dirinya sendiri.
"Cacing ganda memang tidak bisa diselesaikan olehmu," jawab Ansell sambil tersenyum. Ia tahu batas kemampuan Sam walau orang-orang mengatakan dia jenius.
"Lalu bagaimana, Tuan? Apakah Anda punya solusi?" tanya Sam hati-hati. Ia takut Ansell marah dengan pertanyaan ingin tahunya.
"Kita harus menggunakan C-GV," jawab Ansell mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Ia kembali berjalan menuju jenderal tua.
Sam terpana melihat benda di tangan Ansell dan bertanya, "Tuan, apakah aku boleh tetap di sini dan melihat pengobatan Anda?"
"Tidak," tolak Ansell mentah-mentah.
Lalu, ia memberikan kode kepada semua orang untuk segera keluar ruangan, karena ia akan mulai mengobati jenderal tua.
Mereka semua keluar dengan patuh. Fareed yang sudah senang karena akan melawan Ansell, ternyata Sam terlihat takut dengan Ansell.
Fareed hanya bisa pasrah dan tidak bisa melakukan apa pun.
*
Di luar ruangan.
Fareed sudah panas dingin sejak tadi. Mengapa dokter jenius sepertinya malah terlihat menghormati Ansell? Siapa sebenarnya Ansell?
"Dokter, siapa sebenarnya identitas pria itu?" tanya Fareed hampir mati penasaran. Padahal ia benar-benar membalaskan dendam ke Ansell. Namun, lagi-lagi ia kalah.
Sam memutar matanya kesal. Jika ia menolak ajakan Fareed, ia pasti tak akan menanggung malu sebesar ini. Andai saja ia tahu lebih awal tentang identitas Ansell.
Jika saja pun dia menahan mulutnya, ia tak akan memiliki konflik dengan Ansell. Jika saja dia tak sombong, pasti ia bisa melihat pengobatan Ansell sekarang.
Sam benar-benar menyesal.
"Kau sengaja mempermalukanku," ketus Sam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-19
4
"@Lv
#authormantul
2023-04-19
2
mama yuhu
bagus thor ceritanya👍👍
2023-03-03
2