Ketika Ansell dan Nichole keluar ruangan, seorang pria menghampiri Ansell. Ia memakai setelan jas hitam dengan rambut rapi sedikit kecoklatan.
Langkah kakinya yang lebar terlihat buru-buru menghampiri Ansell. Binar matanya tak dapat disembunyikan, seolah mengatakan ia begitu bahagia bisa bertemu Ansell.
“Tuan Ansell? Aku sudah lama mencari Anda,” ucap pria itu terlihat sumringah saat bertemu Ansell.
Ansell mengangguk dan tersenyum. Ia kenal dengan pria itu. Jadi, ia menyambutnya dengan baik.
“Tuan Ansell, aku ingin meminta bantuan Anda. Aku ingin Anda menyelamatkan ayahku,” ucap pria yang bernama Reynard itu. Ia langsung mengatakan tujuannya tapa basa-basi lagi. Ekspresinya yang semula sumringah berubah menjadi agak sendu.
Ansell mengenal ayah Reynard. Ayahnya adalah seorang jenderal senior yang sudah tua. Ansell menghormati orang-orang di atasnya dan menghargai orang yang membantunya.
Jika memang jenderal itu memerlukan bantuannya, ia pasti akan membantu selama ia bisa melakukannya.
Sambil tetap berjalan, Ansell bertanya, “Bagaimana kondisi Jenderal sekarang? Terakhir kali aku bertemu dengannya, ia masih cukup sehat. Kau ingin meminta bantuan apa?"
“Saat ini ayahku koma, tapi tidak ada yang tahu apa penyakitnya. Aku sudah mencari banyak dokter untuk memeriksanya, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang bisa memberitahu apa penyakit ayahku,” jawab Reynard masih lesu. Ia mencoba menjelaskan semua yang dia tahu.
Reynard begitu menyayangi ayahnya. Segala hal sudah ia lakukan untuk kesembuhan jenderal tua. Reynard selalu siaga dan gesit saat tahu informasi jika ada orang yang katanya bisa menyembuhkan jenderal tua.
“Bagaimana kau bisa tahu untuk meminta bantuan padaku?” tanya Ansell. Tidak mungkin seseorang menemuinya jika tidak ada yang mengenalkannya. Apalagi ini menyangkut kesembuhan orang yang Ansell kenal.
Walau Ansell dikenal banyak orang, tapi hanya orang-orang besar yang tahu kemampuannya. Orang biasa hanya tahu ia seseorang yang kuat. Padahal tidak hanya kuat, ia juga bisa menyembuhkan seseorang.
“Aku mengenalmu dari teman lama Jenderal Peter,” jawab Reynard jujur. Ia melihat orang di belakangnya seolah memberi kode pada Ansell.
Ansell melihat seorang pria di belakang Reynard. Itu adalah Peter yang dia maksud. Ia menatap Ansell dengan tatapan merendahkan, seolah tidak percaya dengan kemampuan pengobatan Ansell. Peter jauh lebih berat dari Nichole.
Ansell berjalan ke samping Peter. Ia berkata, “Aku telah belajar kedokteran dengan ‘dia’ untuk waktu yang lama.”
Peter tahu jelas siapa ‘dia’ yang Ansell maksud. Hal ini membuat Peter yang awalnya merendahkan menjadi menghormatinya. Namun, ia tak mengatakan apa pun.
"Kalau begitu, aku akan datang ke vilamu besok," ucap Ansell. Ia menggandeng tangan Nichole.
"Baik, Tuan. Ini alamatnya," ucap Reynard memberikan secarik kertas.
Kemudian, mereka berpisah di luar perusahaan. Ansell dan Nichole melanjutkan makan malam mereka.
*
Keesokan harinya.
Di Vila Reynard.
Akhirnya Ansell tiba di vila yang diberitahu Reynard. Reynard langsung memimpin jalan ke kamar jenderal tua itu.
Ansell memerhatikan kondisi vila dan meneliti jika ada sesuatu yang mencurigakan. Penyakit seorang jenderal pasti bukan penyakit bawaan. Ansell curiga ada orang lain yang ikut andil.
Namun setelah diteliti, tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Ansell juga merasa tempat ini asri dan nyaman. Cocok untuk orang yang selalu hidup di tengah hiruk pikuk kota.
Jenderal tua juga cocok tinggal di sini untuk melewati masa sakitnya.
Namun saat mereka tiba di kamar jenderal tua, seorang pria bernama Fareed menghentikan mereka. Ia menatap mereka dari atas ke bawah dengan jijik, terutama terhadap Reynard.
“Aku lihat kau pergi begitu buru-buru. Aku pikir kau menemui seorang dokter, tapi sepertinya kau menemui seorang pembunuh. Kau ini mau membunuh Jenderal, ya?” sindir Fareed dengan sinis. Ia mengarah pada Ansell yang auranya begitu menekan.
Fareed langsung tahu jika Ansell bukan orang biasa, tapi ia tidak tahu jika Ansell bisa menyembuhkan orang.
“Tutup mulutmu! Jangan bicara omong kosong!” ucap Reynard kesal. Ia memang tidak pernah akur dengan Fareed. Fareed adalah orang yang begitu sombong.
Pertengkaran antara Reynard dan Fareed sering terjadi. Antara adu mulut atau adu kekuatan, semua sudah mereka lalui.
Reynard tidak apa-apa jika Fareed menghinanya. Namun jika yang dihina dia adalah Ansell, ia tak bisa tinggal diam. Ansell datang ke sini untuk membantunya, malah mendapat penghinaan dari Fareed.
Reynard yang jadi merasa tidak enak dengan Ansell.
“Ah, aku juga baru saja menyewa bisnis baru. Bisnis itu sedang dalam perjalanan,” lanjut Fareed tanpa memedulikan ucapan Reynard.
Ia selalu ingin lebih unggul dibandingkan Reynard. Jadi, semua pencapaian atau target yang sedang ia jalankan selalu disombongkan ke Reynard.
Padahal, Reynard tak pernah memedulikan semua itu. Namun, jika sesuatu yang dilakukan Reynard merugikan, ia akan mengambil tindakan.
“Apa maksudmu menyewa bisnis baru? Kau meninggalkan pekerjaan keluarga begitu saja? Apa kau tidak berpikir lebih jauh? Mengapa kau melakukan hal konyol seperti itu?” Reynard marah-marah dengannya.
Pikiran Fareed selalu pendek. Ia melakukan semua hal sesuka hati hanya untuk lebih unggul dari Reynard. Jika ia tak merugikan orang, tidak akan ada yang peduli dengan apa yang dia lakukan.
Akan tetapi, Fareed melakukan itu tanpa memikirkan sekitar. Ia hanya peduli dirinya berhasil dan Reynard kalah.
Sekarang Fareed tetap terlihat santai dan tak peduli. Kata-kata Reynard tak dimasukkan dalam hati. Ia tetap pada apa yang ingin dia katakan.
“Sebentar lagi kita akan menjadi saudara ipar. Lagipula, untuk apa kau membawa orang sepertinya? Saudara perempuanmu telah berjanji akan menikahiku jika dokter jenius yang ku bawa bisa menyembuhkan jenderal tua. Kau tidak perlu repot-repot,” ucap Fareed sombong.
Ia sudah lama mengincar adik Reynard. Walau mereka rival, Fareed tidak peduli. Ia tidak butuh resti Reynard. Selagi adik Reynard mau menikah dengannya, maka Reynard bukan masalah besar bagi Fareed.
Tiba-tiba, adik Reynard masuk. Ia mendengar ucapan Fareed dan langsung membantah, “Tidak! Kak, jangan dengarkan dia! Itu tidak ada hubungannya denganku!”
Fareed tertawa kecil, "Alisya, jangan membantah lagi. Kita sudah sepakat sebelumnya. Sebentar lagi dokter jenius itu datang dan bisa menyembuhkan ayahmu. Setelah itu, kita akan menikah, hahaha."
"Kau peia brengsek! Aku tidak pernah membuat kesepakatan apa pun denganmu," Alisya tidak terima dengan ucapan Fareed. Kebenciannya pada Fareed hampir sama seperti Reynard.
"Alisya, jangan terpancing dengan kata-katanya. Ia tak akan bisa melakukan apa pun padamu selama aku dan ayah masih hidup. Kau tenang saja," ucap Reynard menenangkan Alisya. Ia juga tak ingin Alisya menikah dengan lelaki jahat.
Ia tak mungkin membiarkan adiknya disakiti laki-laki seperti Fareed.
"Kalian adik dan kakak tidak bisa berbuat apa-apa jika aku sudah bicara pada jenderal. Jika ia tahu aku yang menyembuhkannya, pasti ia bersedia menikahkan Alisya denganku," jawab Fareed sombong.
Ansell sejak tadi memperhatikan perdebatan Reynard, Fareed, dan Alisya. Ia menyeringai ke arah Fareed dan mengejek, “Aku tidak berharap ada seekor anjing yang masuk di keluargamu, Reynard.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-19
5
"@Lv
#authormantul
2023-04-19
2
MyOne
Ⓜ️🫢Ⓜ️
2023-02-11
1