"Bagaimana aku bisa mempermalukan Anda? Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin Anda menyembuhkan jenderal tua," ucap Fareed membantah ucapan Sam.
"Cih, apa kau pikir aku bisa mengalahkannya dalam hal pengobatan? Mengapa kau begitu sombong dan malah membuatku ikut terjebak? Kau terlalu gegabah dalam memilih musuh," ucap Sam masih kesal. Sekarang ia memiliki konflik dengan Ansell.
"Memangnya siapa dia?" tanya Fareed masih tidak terima fakta ini.
Reynard yang berada di sana juga penasaran dengan identitas Ansell sebenarnya. Ia bertanya, "Siapa sebenarnya Tuan Ansell itu? Apakah ia memang orang yang sehebat itu"
Reynard hanya tahu sekilas tentang Ansell. Walau ia sangat menghormati Ansell, ia tak menyangka sekelas dokter jenius juga takut padanya.
Pasti identitas Ansell lebih dari yang dia bayangkan.
"Aku tidak ingin benar-benar tahu identitasnya. Aku hanya ingin melihat tindakan cepatnya menangani Jenderal tua. Aku ingin tahu kemampuan pengobatannya saat mengobati penyakit langka ini," jawab Sam.
Identitas Ansell tidak terlalu penting baginya. Ia menghormati Ansell dengan tidak mencari tahu tentang dia. Selain itu, Ansell juga adalah orang yang ia kagumi.
Kemampuan Ansell dalam pengobatan adalah hal yang paling ia kagumi. Karena itu, hal yang paling ditunggu Sam saat bertemu dengan Ansell adalah teknik pengobatannya.
*
Satu jam kemudian.
Ansell telah selesai memeriksa dan mengobati Jenderal tua. Ia meletakkan beberapa jarum yang tadi ia pakai dan memasukkan cairan obat yang telah ia racik sendiri ke dalam botol bening.
Ansell juga belajar cara meracik obat dari Victor. Walau obat kali ini sulit dibuat dan bahan-bahannya sangat langka, tapi resep obat ini Ansell sendiri yang membuatnya.
Ia pernah bereksperimen membuat obat ini untuk menangani seorang narapidana yang terkena serangga ganda. Ia hampir sama seperti jenderal tua yang memiliki banyak musuh.
Saat itu, Victor hanya mengajarkan dasar pengobatan pada Ansell. Namun dengan kemampuannya, Ansell mengembangkan sendiri trik dasar itu.
Sekarang, Ansell bisa menemukan obat penyakit serangga ganda.
Setelah semua perlengkapannya beres, Ansell menyuruh mereka masuk. Mereka semua yang berada di luar pun langsung masuk setelah Ansell mengizinkan.
"Tuan, bagaimana keadaan ayahku? Apakah masih bisa diselamatkan?" tanya Reynard dengan cemas. Sejak tadi ia tak berhenti berdoa di dalam hati.
Walau Ansell sudah mengatakan jenderal bisa diobati, ia belum bisa tenang jika tak melihatnya sendiri.
"Keadaan Jenderal tua sudah baik-baik saja. la hanya perlu meminum obat ini selama 7 hari penuh agar bisa pulih," jelas Ansell. Ia mengeluarkan botol obat yang telah ia persiapkan.
Namun, mata Sam membelalak hampir keluar melihat obat dari Ansell. Ia adalah seorang dokter jenius. Ia sudah melihat banyak jenis obat medis maupun herbal. Ia juga tahu banyak tentang obat-obat langka yang jarang dijual di dunia luar.
Obat yang diberikan Ansell sangat mirip dengan yang pernah dia lihat sebelumnya.
Ia berseru, "Apa? Itu adalah obat yang tak ternilai harganya! Bahkan obat itu tidak bisa dibeli dengan uang!"
Sam pernah melihat sekali jenis obat itu di tempat lelang. Walau ia tak mendapatkannya, tapi ia sempat tahu jenis obatnya karena kenal dengan pemilik obat.
Obat itu menjadi barang kelas tinggi di pelelangan.
Tidak hanya itu, obat itu tidak pernah muncul lagi selama bertahun-tahun. Jika pun obat itu ada, hanya orang tertentu yang bisa memilikinya.
Namun, Sam tidak tahu jika obat itu adalah resep Ansell sendiri. Walau terlihat mirip, tapi khasiat dan kandungannya jauh lebih baik dibandingkan yang pernah ia lihat di tempat lelang.
Lagipula, obat yang dilihat Sam itu memang obat racikan Ansell pada eksperimen pertama. Jadi, obat itu belum sempurna.
Namun, harganya sudah setinggi langit.
Reynard yang mendengar pernyataan Sam langsung merasa kaget. Ia tak menyangka Ansell akan memberikan barang yang begitu berharga.
Walau ia tak begitu tahu tentang obat-obatan, tapi ia bisa yakin hanya dengan melihat ekspresi tercengang Sam.
"Tuan, aku rasa obat ini terlalu berharga. Aku tidak berani menerimanya," ucap Reynard sopan. Ia benar-benar merinding melihat obat itu.
Jika obat itu sampai membuat seorang dokter jenius terbelalak, bisa dibayangkan seberapa berharga obat itu.
"Jangan khawatir. Jenderal tua layak dihormati," jawab Ansell santai seolah obat itu tak begitu berharga. Ia bisa dengan mudah membuatnya karena latihan yang selama ini ia jalani di penjara.
Bahan yang perlu dipersiapkan juga mudah. Ia memiliki banyak relasi di penjuru negeri. Jadi, ia hanya perlu bicara jika butuh sesuatu.
"Kalau begitu terima kasih banyak, Tuan," ucap Reynard tulus sambil membungkuk.
"Aku benar-benar berterima kasih. Aku akan menjadi orang yang selalu bisa Anda andalkan di masa depan," lanjut Reynard bersumpah.
Ia bukanlah orang yang tidak tahu diri. Ia adalah orang yang akan membalas budi sampai mati pada orang-orang yang membantunya. Apalagi, kali ini Ansell menyelamatkan nyawa ayahnya.
Ia semakin menghormati Ansell. Selain karena identitasnya, Reynard juga menganggapnya pahlawan. Jika tidak ada Ansell, pasti Reynard akan kehilangan ayahnya.
Ketika Ansell akan bersiap kembali, tiba-tiba, adik Reynard, Alisya masuk. Ia telah mendengar semua percakapan mereka dari luar.
la langsung berlutut dan berterima kasih pada Ansell, "Tuan, terima kasih banyak telah menyembuhkan Ayahku. Jasa dan kebaikan Anda akan selalu aku ingat!"
Alisya gadis yang imut dan mungil. Ia selalu menjadi primadona di mana pun dia berada. Tidak jarang pria yang tergila-gila karena menginginkannya.
Namun, kecantikannya sama sekali tak menarik Ansell. Ansell hanya mengangguk menanggapi ucapan terima kasih mereka.
Sebenarnya ia juga merasa senang bisa membantu orang dengan kemampuannya. Apalagi jenderal itu merupakan orang yang baik.
Ansell sudah berjanji pada dirinya untuk menggunakan kekuatan dan kemampuan yang dia miliki dengan baik. Ia lebih memilih membantu orang yang memiliki penyakit langka secara gratis, daripada menjadi pembunuh bayaran dengan bayaran mahal.
Sedangkan Fareed berdecak kesal, merasa tindakan Ansell tidak ada kerennya sama sekali, "Cih, hanya seperti itu. Apa berharganya air putih seperti itu?"
Ia tak peduli lagi jika Sam terlihat kagum dengan Ansell. Baginya Ansell tetaplah musuh. Ansell bukan apa-apa di matanya.
"Apa kau bilang? Hanya seperti itu? Mulutmu mau dirobek?" Alisya yang mendengar hinaan Fareed, langsung meledak marah.
"Hanya air putih? Apa kau bisa melakukan dan membuatnya? Jika bisa, kau lakukan sejak awal! Jika tidak bisa, jangan menghina orang! Keluar kau brengsek! Kau hanya merusak suasana," usir Alisya. la tak terima jika Fareed menghina penolong ayahnya. Apalagi, ia memang memiliki konflik tersendiri dengan Fareed.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-19
5
"@Lv
#authormantul
2023-04-19
2
mama yuhu
memang harus seperti itu
terlalu banyak tau bikin umur pendek 😁😁
2023-03-03
3