Harry mengamati ekspresi Ansell. Kemudian ia bertanya dengan ramah, “Bagaimana, Tuan Ansell? Apakah Anda puas dengan tawaran ini?”
Ansell mengangguk ringan. Ia yakin pebisnis berpengalaman seperti mereka tahu betul cara menyenangkan mitra bisnis. Jadi, Ansell tak terlalu mempermasalahkan hal ini.
"Ansell, bukankah itu terlalu berlebihan?" bisik Nichole. Ia pikir penawarannya tadi sudah di luar nalar. Ternyata ada yang lebih gila lagi darinya saat memberi penawaran.
"Tidak masalah. Aku sudah bilang masalah kerja sama ini jangan terlalu dipikirkan," jawab Ansell santai. Tekadnya untuk membantu Nichole sudah bulat. Walau perusahaan belum kembali ke tangannya, tapi bag Ansell perusahaan dia adalah perusahaan Nichole.
"Baiklah," jawab Nichole tersenyum.
Harry baru bisa bernapas lega. Untung saja Ansell tak terlalu mempersulitnya lagi. Jika tidak, ia benar-benar akan kehilangan kesempatan besar.
Beruntung ia bisa mengetahui tentang Ansell. Ini adalah momen tepat untuk menjalankan rencananya. Kalau sampai hal kecil seperti ini akan merusak rencananya, ia tidak akan memaafkan orang-orang itu.
“Tuan Ansell, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu,” ucap Harry sambil melirik Nichole. Nichole yang mengerti kode itu langsung keluar ruangan.
Sedangkan Direktur John dan Marco keluar ruangan dengan ekspresi kecut. Direktur yang merasa paling menyesal. Jika saja ia tak menolak ini, pasti tawaran ini tak akan terjadi.
Apalagi kerja sama gratis selama 8 tahun itu bukan waktu yang singkat. Ia tak bisa meremehkan hal ini.
Sedangkan Marco, Direktur John tidak tahu apa yang dipikirkannya. Ia pasti sudah mempertimbangkan penawaran gila ini. Serugi-ruginya dia, tetap masih memiliki penilaian sendiri.
Setelah orang-orang itu pergi, Ansell berbicara, “Masalah wanitaku, aku yang akan menyelesaikan semua. Jangan ikut campur dalam hal ini.”
“Tentu saja, Tuan Ansell. Masalah ini sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Anda,” jawab Harry. Ia benar-benar tak akan mempermasalahkan hal itu dengan Ansell. Apalagi ia tahu benar hubungan Ansell dan Nichole.
Ia tak ingin melukai harga diri Ansell.
Harry melanjutkan, “Aku juga meminta maaf padamu atas tindakan putriku. Sebenarnya aku ingin dia menjadi pengikutmu. Bagaimanapun, aku sudah tua. Aku tak bisa membiarkan putriku hidup sengsara setelah kepergianku. Setidaknya hidupnya akan damai jika mengikutimu.”
Harry menjelaskan dengan lesu.
Semakin bertambah umurnya, semakin besar ketakutannya. Ia takut dengan hal-hal yang berhubungan dengan putrinya. Ia takut putrinya akan menderita jika sudah saatnya ia pergi.
Apalagi, Harry adalah orang besar. Banyak orang yang baik padanya, tapi lebih banyak lagi orang yang dendam padanya.
Ia takut semua musuhnya akan membalas dendam lewat putrinya yang tidak tahu apa-apa. Saat masih hidup sekarang, Harry bisa melindungi dan menjaganya. Masalahnya juga bisa ia selesaikan sendiri.
Namun, jika dia pergi nanti, ia khawatir putrinya akan segera menyusul. Lebih parah lagi, ia takut putrinya akan dibuat menderita dulu.
“Jika kau ingin aku merawatnya, maka aku akan menemuinya. Tak perlu merebut kebahagiaannya dengan harus mengikutiku. Aku bisa menjaganya dari jauh dan datang kapan pun dia butuh. Jika dia menjadi pengikutku, sama saja dia akan menderita,” jawab Ansell yang ditanggapi anggukan oleh Harry.
“Sebenarnya aku tahu apa yang terjadi padamu selama 5 tahun terakhir ini. Aku juga tahu Anda adalah master No. 1 di peringkat dunia. Jika Anda yang melindungi kami, aku sangat yakin tidak akan ada yang berani menyentuh kami,” ujar Harry tentang apa yang dia tahu.
Harry tahu beberapa informasi tentang Ansell. Ia mengungkapkan hal ini agar Ansell semakin memercayainya. Jadi, kekhawatirannya tentang putrinya bisa berkurang.
Harry juga mengagumi Ansell. Tidak hanya tahu tentang informasi itu, ia juga tahu kesulitan apa saja yang dihadapi Ansell selama di penjara. Bahkan ia juga sempat memberikan beberapa bantuan untuk pelatihan Ansell melalui Victor.
“Ya, aku juga mengenalmu dari Victor. Ia berkata jika aku memiliki kemampuan, aku bisa membantumu. Aku akan melindungi keluarga dan putrimu, tapi aku tidak akan menerima jika putrimu mengikutiku,” ucap Ansell setuju dengan permintaan Harry, tapi ia tidak mau Alexia mengikutinya.
"Tapi ingat ini. Jangan pernah lagi menyuruh dia untuk datang menemuiku. Dan jangan membiarkannya menjadi pengikutku," ucap Ansell memperingatkan.
Ansell tidak mau menyakiti Nichole jika ada seorang wanita di sampingnya. Baginya, Nichole adalah segalanya. Ia tak ingin hubungan mereka retak hanya karena hal ini.
Saat Nichole tahu Ansell mengenal Alexia saja, ia sudah bertanya. Walau Ansell mengerti kepribadian Nichole. Ia bukanlah wanita yang langsung berpikir buruk. Ia akan bertanya lebih dulu pada Ansell dan menyikapi sebuah masalah dengan dewasa.
Sifat Nichole memang tidak pernah mengecewakan Ansell.
“Terima kasih banyak, terima kasih banyak. Jika ada masalah di masa depan, jangan sungkan untuk menghubungiku,” ucap Harry tulus.
"Tentu saja," jawab Ansell juga tulus.
Kekhawatiran Harry selama ini pun akhirnya luntur. Ia tak perlu berpikir tentang keselamatan putrinya lagi. Ia begitu memercayai kemampuan Ansell.
Ia yakin tidak ada yang bisa mengalahkan Ansell. Ia menjadi raja penjara dan mendapat peringkat 1 dunia bukan tanpa alasan.
Ia pun pulang dengan hati gembira.
Nichole yang melihat ekspresi ceria Harry, penasaran dan bertanya kepada Ansell, “Ansell, apa yang kalian bicarakan tadi? Sepertinya ia mendapatkan kesepakatan yang dia inginkan.”
“Benar. Tadi ia memintaku untuk membantunya melindungi keluarganya. Ia sudah cukup tua dan khawatir dengan hidup putrinya jika ia sudah pergi. Awalnya ia ingin putrinya menjadi pengikutku, tapi aku tidak mau dan berjanji akan tetap melindunginya,” jelas Ansell pada Nichole.
Ia tak ingin berbohong pada Nichole karena tahu kebohongan lah yang akan membuatnya marah. Namun jika Ansell jujur, Nichole pasti bisa memahami kondisinya.
“Aku jadi penasaran apa hubunganmu dengannya,” ucap Nichole lagi. Ia heran mengapa Ansell bersedia menjaga keluarga Guttem. Padahal Ansell tidak mudah bekerjasama dengan orang lain, apalagi menjaga sebuah keluarga besar.
Jika ia mau melakukannya, pasti hubungan mereka cukup dalam.
“Aku akan menjelaskannya nanti di masa depan,” ucap Ansell sambil mengelus lembut rambutnya.
"Baik. Aku akan memegang ucapanmu," ucap Nichole tersenyum.
Nichole bukan seorang wanita yang memaksa. Jika Ansell berkata demikian, maka itu yang akan terjadi. Ansell tidak pernah mengingkari ucapannya sendiri selama ini.
“Sekarang, ayo kita makan malam bersama,” lanjut Ansell bicara.
“Ayo,” jawab Nichole setuju.
Tiba-tiba, ia memiliki ide gila di kepalanya.
Nichole agak menjinjit dan mencium Ansell dengan malu-malu. Pipi Nichole terasa memanas, padahal ia lah yang mencium Ansell.
Ansell sedikit terkejut dengan kejadian tiba-tiba ini, tapi ia langsung membalas ciuman Nichole. Setelah itu mereka keluar untuk makan malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-19
4
"@Lv
#authormantul
2023-04-19
2
MyOne
Ⓜ️😂😅😂Ⓜ️
2023-02-10
1