Ansell sudah berada di luar sejak tadi. Ia pun mendengar seluruh percakapan Nichole dengan direktur, bahkan penghinaan yang dilontarkan pada Nichole.
Hatinya begitu sakit mendengar Nichole dihina. Ia tidak langsung masuk karena berpikir direktur itu tidak akan bicara terlalu jauh. Namun, sepertinya ia sudah kelewatan batas.
“Mau ke mana buru-buru pergi? Ayo duduk dan mengobrol denganku,” ucap Ansell santai. Namun, auranya dingin dan kejam.
Direktur sangat terkejut. Ia tidak mengenal Ansell. Namun, perintah Ansell begitu mendominasi di hatinya. Direktur yang bisa merasakan auranya, ia lebih memilih untuk mengikuti ucapan Ansell.
Mereka pun duduk berhadapan.
Direktur memiliki firasat buruk tentang ini. Tubuhnya sedikit tertekan dengan aura Ansell. Padahal, ia sendiri tahu jika Ansell tidak melakukan apa pun.
Ansell langsung pada apa yang mau dibicarakannya, “Apakah Anda yakin tidak akan bekerjasama dengan Nona Nichole?”
Direktur menjawab dengan percaya diri, “Ya, aku sangat yakin. Keputusanku sudah bulat. Lagipula ini karena dia tidak ingin menerima tawaran kami. Jika tidak, kami pasti sudah bekerjasama.”
Ansell mengangguk dan tersenyum miring.
“Keputusanmu sudah bulat, ya? Kalau begitu, keputusanku untuk mengirim orang ke kediaman Armstrong juga tidak salah, kan, John Armstrong?” tanya Ansell sambil menyeringai.
Direktur yang bernama John membelalak marah, “Apa maksudmu? Bagaimana kau bisa tahu identitas dan kediamanku?”
Direktur tercengang. Ia tak menyangka Ansell bisa tahu identitas, apalagi kediamannya. Mereka tak pernah bertemu sebelumnya dan direktur baru kali ini datang ke perusahaan ini.
Mengapa Ansell bisa langsung mengirim seseorang?
Ansell menjawab santai, “Mudah saja. Aku tau semua tentangmu, keluargamu, dan aset-aset apa saja yang kau tanam.”
Walau keterkejutannya belum hilang, direktur tetap mencoba berpikir jernih. Ia tidak ingin mudah diancam oleh Ansell.
"Hahaha, kau pasti menggertakku. Identitasku saja tidak mungkin kau ketahui karena aku sudah melindunginya dengan keamanan kelas A. Apalagi rumahku. Sangat mustahil kau mengetahuinya," jawab direktur tertawa. Ia baru ingat dengan hal ini.
"Keamanan Kelas A? Apa kau pikir itu bisa menghalangiku?" Ansell terkekeh.
Bagi Ansell, mencari informasi adalah hal kecil. Ia memiliki banyak relasi sekarang. Ia hanya perlu mencari tahu siapa orang di belakang direktur. Setelah itu, informasi tentang direktur akan datang dengan sendirinya.
Ansell tak memerlukan banyak tenaga untuk hal kecil ini.
Untuk keamanan kelas A juga tidak sulit. Di penjara, ia belajar sedikit tentang peretasan. Untung saja keamanan kelas A itu masih berada di level Ansell dan ia bisa meretasnya.
Direktur John semakin marah. Ia berdiri dan berteriak, “Jangan merasa sombong! Walau aku sudah membuat keamanan kelas A untuk identitasku, tetap saja ada beberapa yang bisa diketahui publik. Aku ini orang terkenal! Tentu saja kau bukanlah satu-satunya orang yang tahu tentang hal itu! Kau juga tidak berhak mengatur dengan siapa aku harus bekerjasama!”
Sebenarnya direktur takut dengan ancaman Ansell. Namun, hatinya terus menolak jika itu adalah fakta. Maka ia terus-menerus mengatakan Ansell tidak mungkin tahu tentang dia.
"Kau tidak bisa meremehkan keamanan kelas A. Itu bukanlah situs abal-abal, tapi mereka merupakan organisasi besar dengan tingkat kepercayaan tinggi. Jika sampai data seseorang bocor, mereka akan langsung bertanggungjawab," ucap direktur menjelaskan sesuatu yang tidak penting.
Lalu, ia melanjutkan, "Kau hanya orang biasa! Kau tak memiliki kemampuan dalam hal itu! Semua ucapanmu adalah omong kosong!"
Setelah meluapkan emosinya, Direktur John beranjak dari duduk dan akan pergi. Ia tidak tahan lagi berada di sini dan sedikit merasa trauma.
Namun, tiba-tiba ia melihat seseorang yang dikenalnya memasuki ruangan. Itu adalah Harry Guttem, ayah dari Alexia.
Direktur John merasa sangat terkejut. Harry adalah orang besar. Ia sangat terkenal di mana-mana. Semua orang juga mengakui kemampuan bisnisnya. Ia selalu melakukan pekerjaan dengan baik dalam industri apa pun. Harry adalah pemimpin mutlak kota.
"Tu-tuan Harry. Senang bertemu dengan Anda," ucap Direktur John merasa senang. Bertemu dengan Harry secara langsung adalah hal langka. Ia tidak bisa ditemui sembarang orang.
Harry mengernyit melihat Direktur John. Ia masuk dan mendorongnya, “Apa yang kau lakukan di sini? Menjauh!”
Kemudian, Harry buru-buru mendekati Ansell. Ia tersenyum lebar dan matanya berbinar menatap Ansell.
Setelah itu, Harry pun langsung menyampaikan tujuannya, “Tuan, kedatanganku ke sini untuk meminta maaf. Aku ingin meminta maaf karena sikap putriku, Alexia, kemarin. Ini kesalahanku karena tidak bisa mendidiknya dengan baik. Tolong terima permintaan maafku. Aku berjanji tidak akan mengganggu Anda lagi.”
Semua orang terkejut melihat Harry merendahkan diri pada Ansell untuk meminta maaf. Mereka semua tahu status dan jabatan Harry. Sehebat apa Ansell sampai Harry mau menurunkan statusnya?
Ansell mengangkat bahu acuh, “Tidak masalah. Anakmu memang masih perlu didikan.”
Harry merasa sangat senang karena Ansell tidak mempersulitnya. Tadi ia sudah mempersiapkan banyak cara agar Ansell mau memanfaatkannya. Bahkan, ia sampai ingin memberikan satu pulau pada Ansell jikalau Ansell mempersulitnya.
Karena Ansell tak seperti itu, Harry tak ingin berlama-lama lagi. Ia mengaitkan tangan dan bertanya, “Kalau begitu, apa kita bisa membicarakan bisnis lagi?”
“Negosiasi kita saja tidak berjalan dengan baik kemarin. Hari ini, kekasihku malah diperkenalkan dengannya,” ucap Ansell mengarah ke Direktur John.
Harry membalikkan badannya dan bertanya pada Direktur John, “Apa yang terjadi? Apa kau menolak kerja sama darinya?”
Direktur John buru-buru menghilangkan keterkejutannya. Walau bertemu Harry membuatnya bahagia, tapi urusannya dengan Ansell pasti tidak akan selesai dengan mudah.
“Hahaha, bukan begitu, Pak. Sebenarnya kami belum selesai berbicara,” jawab Direktur John sambil tertawa garing. Ia takut Harry tak akan meu melihatnya lagi. Sebenarnya ia lebih takut dengan Harry daripada Ansell.
Harry pun merasa lega mendengar jawaban direktur. Ia berkata pada Ansell, “Tuan, jangan khawatirkan hal itu lagi. Kerja sama ini akan sesuai seperti maksud Anda. Jika Anda meminta A, maka A.”
Mendengar Harry berkata seperti itu, Direktur John tidak berani tidak mematuhinya. Ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya yang tidak sesuai rencana.
Namun di sisi lain, ia merasa sedikit lega, “Tentu saja, Pak. Kerja sama ini pasti akan berjalan dengan lancar. Kita dekat dan sudah saling kenal dan tidak perlu sungkan dengan hal ini.”
Direktur John sangat ahli dalam menjilat. Selain untuk menghindari masalah, ia juga ingin lebih dekat dengan Harry.
Namun, tanggapan Harry jauh dari ekspetasi Direktur John. Ia tidak mengakui kalau mereka saling kenal, “Kita dekat dan saling mengenal? Apa kau yakin tidak salah orang? Aku tidak pernah mengenalmu.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-19
5
"@Lv
#authormantul
2023-04-19
2
MyOne
Ⓜ️8️⃣0️⃣7️⃣Ⓜ️
2023-02-10
1