suara murattal yang keluar dari hp ulfa terus berlanjut,ulfa yang sangat tampak menikmati murattal itu hampir memejamkan matanya.
"fa,jangan tidur sebentar lagi sampe tu di depan"kata fikri sambil menunjuk kearah re2storan yang berada tidak jauh dari keberadaan mereka.mobil fikripun dibawa tepat kedepan restoran itu,padahal hampir saja ulfa tertidur didalam mobil.
"hehe hampir saja,abisnya nikmat banget di mobil ini"kata ulfa mengalihkan perasaannya.
Mereka berduapun turun dari mobil itu secara bersamaan setelah mobil fikri benar benar terpakir di tempat parkiran husus direstoran itu.ulfapun menyesuaikan langkahnya agar ia tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari fikri yang berada didepannya.
setelah mereka masuk kedalam resto itu,ulfa merasa ada sesuatu yang seharusnya tidak akan terpikir olehnya,fikri yang menjadi pemandu berjalan yang dari tadi masih diikuti ulfa berjalan kearah sebuah pintu yang berada dipojok belakang resto itu untuk menghubungkan kesebuah ruangan yang ulfa sendiri tak tahu apa isi yang ada di dalamnya.kini resto itu tak terlihat seperti resto pada umumnya.pencahayaan yang ada didalamnya cukup kecil,hanya lampu warna warni yang berputar putar mengintari ruangan itu,benar sekali perasaan ulfa dia seperti sedang didalam ruangan diskotik,suara music yang diringi suara dj itu menambahkan suasana ketakutan ulfa."kak mau kemana sih?"tanya ulfa buru buru ketika baru pertama masuk kedalam ruangan yang terlihat seperti diskotik.tak ada jawaban yang pasti dari fikri tapi yang dapat dipahami dari gerakan fikri adalah menyuruh ulfa untuk mengikuti langkah kemana fikri pergi.
"kak,tempat apa ini"ulfa langsung menyergap tangan fikri agar fikri memberhentikan langkahnya.hatinya sudah tak karuan.
"ya allah lindungi aku,kemana dia bawa aku"batin ulfa yang sudah memikirkan apa yang harus ia lakukan jika ada sesuatu yang terjadi padanya.
Langkah fikripun berhenti tepat disebuah meja yang berada disudut ruangan itu,banyak sekali orang yang duduk dimeja itu lumayan ada enam tujuh orang.tetapi ada suatu hal yang membuat perasaan ulfa sesak,apalagi saat ulfa melihat fikri yang berpelukan pada cewe cewe yang duduk pada meja mereka.
"kenalin dia ulfa dari perusahaan kita juga"kata fikri memperkenalkan ulfa pada orang orang itu.ulfa hanya menundukkan kepalanya tanda perkenalan dan hormatnya.cukup santun bukan?
Pandangan ulfa berhenti pada seorang wanita yang berada di barisan paling pinggiran sofa itu.perempuan yang pernah ia lihat dikantornya dan yang paling ia ingat adalah saat ketika cewe itu bekerja diwaktu istirahat.siapa dia?masih ingat?
"hai,aku ulfa"kata ulfa dengan sopan sambil menyungsingkan senyuman yang cukup manis.satu persatu orang yang ada disitu pun mulai memperkenalkan dirinya sekarang giliran
"aku alexa"kata cewe itu memperkenalkan dirinya pada mereka.
ada satu lagi yang membuat ulfa salah fokus,ada seorang cowo diantara mereka yang mengatakan dirinya "derya"ada yang masih ingat juga?.
"ayo duduk silahkan"kata mereka mempersilahkan duduk pada fikri dan ulfa karena mereka baru datang.
mereka tampak berbicara sangat asik.apalagi fikri dia sangat mudah berbaur dengan siapa aja yang akan bermuhatab olehnya.
"kacang banget sih aku disini"batin ulfa dalam hatinya.
"fa,mau pesan apa?"tanya fikri yang tampak sedikit berbisik ketelinga ulfa yang duduknya tidak terlalu jauh dari fikri.
"makan hati kak"jawab ulfa singkat sambil menyungsingkan senyumnya.
"ga da hati yang bisa dimakan diresto ini,kalau kamu mau ntar aku beli"katanya lagi dengan santai.
...----------------...
"lu gimana masih mau ngejar dia?"tanya derya pada fikri setelah acara makan memakan selesai.
"pasti,ga da yang bisa mengalahkan dia dihati gua"kata fikri lagi.
"emangnya alexa tau lu suka sama dia,saran gua lu cepat bilang karena dia tau lu sama siapa aja care,bisa jadi lu belum masuk kehatinya"kata derya yang tampak berbicara serius dengan fikri.fikri yang mendengarnya sekilas tampak termenung memikirkan apa yang telah dikatakan derya padanya barusan.apa ia harus mengatakannnya pada alexa atau tidak,sifat fikri yang terlalu terbuka pada semua orang bisa jadi tidak berkemungkinan untuk menggapai hati alexa seorang wanita yang ia cintai setelah ratih.wanita yang hampir menjadi wanitanya secara paksa.masih ingat?
"makasih ya der,lu dari dulu memang baik banget sama gua,ngomong ngomong ku ga pernah cerita apa apa lagi tentang alexa ke gua"tanya fikri pada derya yang hanya mendukung perasaan fikri saja.
"untuk saat ini belum ada fik"katanya lagi dengan singkat.
...----------------...
"alexa,kayaknya aku pernah lihat kamu deh dikantor"kata ulfa membuka pembicaraannya pada alexa yang tampak terlihat dingin.
"hm...kapan ya kayaknya aku ga pernah lihat kamu dimana mana deh"jawabnya dengan singkat.tanpa adanya basa basi.
"hehe mungkin aku yang lihat kamu tapi kamu mungkin kamu ga lihat aku"kata ulfa lagi mencoba mencairkan suasana,saat duduk bersama mereka.
Tak lama setelah mereka mengobrol tiba tiba datanglah fikri dan derya dari entah mana asalnya.
"xa,kamu pulang mau bareng aku?"tanya fikri yang baru saja menghampiri mereka.ulfa yang mendengarnya sedikit terkejut,tetapi berusaha untuk menenangkan hatinya dan mengontrol ekspresi kekesalannya.
"loh bukannya kamu tadi bareng ulfa ya?"tanya alexa yang tampak sedikit memastikan.
"hm...iya aku bareng dia cuma mau ngenali dia ke kamu aja,gimana udah ngobrol ngobrol belum sama ulfa?"tanya fikri lagi yang tampang nya seperti tanpa dosa.
"udah kok kak,seru alexa juga baik"kata ulfa dengan cepat sebelum alexa menjawab pertanyaan fikri.
"jadi gimana xa,mau ngga,ntar tawarannya keburu basi loh"kata fikri lagi seperti menggoda alexa didepan banyak orang yang ada disana.ulfa yang mendengarnya benar benar merasakan sambaran api yang datang tiba tiba entah dari mana dan langsung menyambar hatinya.
"gapapa kok xa,aku bisa pulang sendiri,tuh kak fikri mau pulang sama kamu,jangan ditolak loh"kata ulfa dengan senyuman yang biasa ia tampilkan.kali ini ulfa benar benar menutup wajahnya dengan topeng senyumannya,padahal didalam hatinya ia ingin menangis,walaupun fikri bukan siapa siapa dan bukan orang yang penting baginya.tapi itulah rasa yang saat ini singgah dalam hatinya.
"ok,kalau begitu gua mau,tapi sebelum itu jalan dulu yuk udah lama banget kita ga jalan kan?"jawab alexa tampak sangat terlihat gembira.
Ulfa langsung buru buru mengambil tas yang ia bawa tadi dari sofa tempat dimana mereka duduk untuk makan tadi.
"gua harus cepat cepat pergi dari sini sebelum ekspresi gua ketahuan"batinnya sambil berjalan keluar dari ruangan itu.derya yang dari tadi melihat mereka sebenarnya merasakan sesuatu yang tidak beres.ia merasa menyesal karena telah menyuruh fikri untuk memberi tahu perasaan yang dirasakannya pada alexa.
Ulfa langsung berjalan keluar dari ruangan itu."gua pikir tu ruangan discotik.eh ternyata emang kaya begini kali ya"batin ulfa saat meninggalkan ruangannya.
"ulfa,kamu mau pulang kan?"kata derya terlihat sedikit berlari mengejar kearah ulfa.ulfa pun langsung menolehkan kepalanya kearah suara derya yang berada dibelakangnya.
"eh pak,iya bapak juga?"tanya ulfa dengan sopan kepada derya.
"iya gimana sebagai gantinya fikri saya aja yang nganterin kamu"kata derya menawarkan dirinya pada ulfa.
"maaf pak,tapi saya ga mau ngerepotin bapak,dan saya juga masih mau kesuatu tempat jadi terimakasih atas tawaran bapak"kata ulfa dengan hati hati karena menolak tawaran dari derya.
"kalau begitu saya duluan ya pak"kata ulfa berpamitan.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments