mengajarnya cinta 2

suara murattal yang keluar dari hp ulfa terus berlanjut,ulfa yang sangat tampak menikmati murattal itu hampir memejamkan matanya.

"fa,jangan tidur sebentar lagi sampe tu di depan"kata fikri sambil menunjuk kearah re2storan yang berada tidak jauh dari keberadaan mereka.mobil fikripun dibawa tepat kedepan restoran itu,padahal hampir saja ulfa tertidur didalam mobil.

"hehe hampir saja,abisnya nikmat banget di mobil ini"kata ulfa mengalihkan perasaannya.

Mereka berduapun turun dari mobil itu secara bersamaan setelah mobil fikri benar benar terpakir di tempat parkiran husus direstoran itu.ulfapun menyesuaikan langkahnya agar ia tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari fikri yang berada didepannya.

setelah mereka masuk kedalam resto itu,ulfa merasa ada sesuatu yang seharusnya tidak akan terpikir olehnya,fikri yang menjadi pemandu berjalan yang dari tadi masih diikuti ulfa berjalan kearah sebuah pintu yang berada dipojok belakang resto itu untuk menghubungkan kesebuah ruangan yang ulfa sendiri tak tahu apa isi yang ada di dalamnya.kini resto itu tak terlihat seperti resto pada umumnya.pencahayaan yang ada didalamnya cukup kecil,hanya lampu warna warni yang berputar putar mengintari ruangan itu,benar sekali perasaan ulfa dia seperti sedang didalam ruangan diskotik,suara music yang diringi suara dj itu menambahkan suasana ketakutan ulfa."kak mau kemana sih?"tanya ulfa buru buru ketika baru pertama masuk kedalam ruangan yang terlihat seperti diskotik.tak ada jawaban yang pasti dari fikri tapi yang dapat dipahami dari gerakan fikri adalah menyuruh ulfa untuk mengikuti langkah kemana fikri pergi.

"kak,tempat apa ini"ulfa langsung menyergap tangan fikri agar fikri memberhentikan langkahnya.hatinya sudah tak karuan.

"ya allah lindungi aku,kemana dia bawa aku"batin ulfa yang sudah memikirkan apa yang harus ia lakukan jika ada sesuatu yang terjadi padanya.

Langkah fikripun berhenti tepat disebuah meja yang berada disudut ruangan itu,banyak sekali orang yang duduk dimeja itu lumayan ada enam tujuh orang.tetapi ada suatu hal yang membuat perasaan ulfa sesak,apalagi saat ulfa melihat fikri yang berpelukan pada cewe cewe yang duduk pada meja mereka.

"kenalin dia ulfa dari perusahaan kita juga"kata fikri memperkenalkan ulfa pada orang orang itu.ulfa hanya menundukkan kepalanya tanda perkenalan dan hormatnya.cukup santun bukan?

Pandangan ulfa berhenti pada seorang wanita yang berada di barisan paling pinggiran sofa itu.perempuan yang pernah ia lihat dikantornya dan yang paling ia ingat adalah saat ketika cewe itu bekerja diwaktu istirahat.siapa dia?masih ingat?

"hai,aku ulfa"kata ulfa dengan sopan sambil menyungsingkan senyuman yang cukup manis.satu persatu orang yang ada disitu pun mulai memperkenalkan dirinya sekarang giliran

"aku alexa"kata cewe itu memperkenalkan dirinya pada mereka.

ada satu lagi yang membuat ulfa salah fokus,ada seorang cowo diantara mereka yang mengatakan dirinya "derya"ada yang masih ingat juga?.

"ayo duduk silahkan"kata mereka mempersilahkan duduk pada fikri dan ulfa karena mereka baru datang.

mereka tampak berbicara sangat asik.apalagi fikri dia sangat mudah berbaur dengan siapa aja yang akan bermuhatab olehnya.

"kacang banget sih aku disini"batin ulfa dalam hatinya.

"fa,mau pesan apa?"tanya fikri yang tampak sedikit berbisik ketelinga ulfa yang duduknya tidak terlalu jauh dari fikri.

"makan hati kak"jawab ulfa singkat sambil menyungsingkan senyumnya.

"ga da hati yang bisa dimakan diresto ini,kalau kamu mau ntar aku beli"katanya lagi dengan santai.

...----------------...

"lu gimana masih mau ngejar dia?"tanya derya pada fikri setelah acara makan memakan selesai.

"pasti,ga da yang bisa mengalahkan dia dihati gua"kata fikri lagi.

"emangnya alexa tau lu suka sama dia,saran gua lu cepat bilang karena dia tau lu sama siapa aja care,bisa jadi lu belum masuk kehatinya"kata derya yang tampak berbicara serius dengan fikri.fikri yang mendengarnya sekilas tampak termenung memikirkan apa yang telah dikatakan derya padanya barusan.apa ia harus mengatakannnya pada alexa atau tidak,sifat fikri yang terlalu terbuka pada semua orang bisa jadi tidak berkemungkinan untuk menggapai hati alexa seorang wanita yang ia cintai setelah ratih.wanita yang hampir menjadi wanitanya secara paksa.masih ingat?

"makasih ya der,lu dari dulu memang baik banget sama gua,ngomong ngomong ku ga pernah cerita apa apa lagi tentang alexa ke gua"tanya fikri pada derya yang hanya mendukung perasaan fikri saja.

"untuk saat ini belum ada fik"katanya lagi dengan singkat.

...----------------...

"alexa,kayaknya aku pernah lihat kamu deh dikantor"kata ulfa membuka pembicaraannya pada alexa yang tampak terlihat dingin.

"hm...kapan ya kayaknya aku ga pernah lihat kamu dimana mana deh"jawabnya dengan singkat.tanpa adanya basa basi.

"hehe mungkin aku yang lihat kamu tapi kamu mungkin kamu ga lihat aku"kata ulfa lagi mencoba mencairkan suasana,saat duduk bersama mereka.

Tak lama setelah mereka mengobrol tiba tiba datanglah fikri dan derya dari entah mana asalnya.

"xa,kamu pulang mau bareng aku?"tanya fikri yang baru saja menghampiri mereka.ulfa yang mendengarnya sedikit terkejut,tetapi berusaha untuk menenangkan hatinya dan mengontrol ekspresi kekesalannya.

"loh bukannya kamu tadi bareng ulfa ya?"tanya alexa yang tampak sedikit memastikan.

"hm...iya aku bareng dia cuma mau ngenali dia ke kamu aja,gimana udah ngobrol ngobrol belum sama ulfa?"tanya fikri lagi yang tampang nya seperti tanpa dosa.

"udah kok kak,seru alexa juga baik"kata ulfa dengan cepat sebelum alexa menjawab pertanyaan fikri.

"jadi gimana xa,mau ngga,ntar tawarannya keburu basi loh"kata fikri lagi seperti menggoda alexa didepan banyak orang yang ada disana.ulfa yang mendengarnya benar benar merasakan sambaran api yang datang tiba tiba entah dari mana dan langsung menyambar hatinya.

"gapapa kok xa,aku bisa pulang sendiri,tuh kak fikri mau pulang sama kamu,jangan ditolak loh"kata ulfa dengan senyuman yang biasa ia tampilkan.kali ini ulfa benar benar menutup wajahnya dengan topeng senyumannya,padahal didalam hatinya ia ingin menangis,walaupun fikri bukan siapa siapa dan bukan orang yang penting baginya.tapi itulah rasa yang saat ini singgah dalam hatinya.

"ok,kalau begitu gua mau,tapi sebelum itu jalan dulu yuk udah lama banget kita ga jalan kan?"jawab alexa tampak sangat terlihat gembira.

Ulfa langsung buru buru mengambil tas yang ia bawa tadi dari sofa tempat dimana mereka duduk untuk makan tadi.

"gua harus cepat cepat pergi dari sini sebelum ekspresi gua ketahuan"batinnya sambil berjalan keluar dari ruangan itu.derya yang dari tadi melihat mereka sebenarnya merasakan sesuatu yang tidak beres.ia merasa menyesal karena telah menyuruh fikri untuk memberi tahu perasaan yang dirasakannya pada alexa.

Ulfa langsung berjalan keluar dari ruangan itu."gua pikir tu ruangan discotik.eh ternyata emang kaya begini kali ya"batin ulfa saat meninggalkan ruangannya.

"ulfa,kamu mau pulang kan?"kata derya terlihat sedikit berlari mengejar kearah ulfa.ulfa pun langsung menolehkan kepalanya kearah suara derya yang berada dibelakangnya.

"eh pak,iya bapak juga?"tanya ulfa dengan sopan kepada derya.

"iya gimana sebagai gantinya fikri saya aja yang nganterin kamu"kata derya menawarkan dirinya pada ulfa.

"maaf pak,tapi saya ga mau ngerepotin bapak,dan saya juga masih mau kesuatu tempat jadi terimakasih atas tawaran bapak"kata ulfa dengan hati hati karena menolak tawaran dari derya.

"kalau begitu saya duluan ya pak"kata ulfa berpamitan.

...----------------...

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!