9.welcom to amerika

**lamjut aja lah ya...hari ini aku mau masuk sekolah.sebenernya bukan sekolah sih lebih tepatnya asrama jadi peluang buat aku menulis agak sedikit sempit ya....

Semoga kalian berminat untuk membaca ceritaku.....karena kalau bukan karena kalian aku ga mungkin menulis acieee.satu lagi dalam cerita naluri ini dipikirkan secara detail.ashiapp.makanya ketika kalian membaca harus pake hati ya readers ....

Semangat membaca dan terus membaca karena membaca adalah sumber pengetahuan.terimakasih sudah singgah.komentar ,likenya dibutuhkan.

Komentar jelek,marah,ga bagus pun aku terima apalagi yang bagus...wah sangat terimakasih banyak...happy reading...luv luv

...----------------...

S**etelah melakukan perjalanan panjang,ahirnya pesawat yang ditumpangi oleh ulfa mendarat disalah satu bandara amerika.siapapun itu kalau pesawat baru landas pasti merasakan yang namanya deg degan,begitu hal nya dengan ulfa.apalagi dia sendiri orang tuanya tidak bersamanya dan tempat yang ia datangipun sama sekali tidak di ketahuinya.perasaan yang bercampur aduk itu menjadi satu.senang,takut,sedih,capek bergabung disebuah degupan jantung.

ya...sekarang kaki pesawat benar benar telah menyentuh bumi.suara monitor dari pesawat telah berbunyi.semua orang bersiap siap menurunkan koper dari bagasi atasnya,dan begitu ramainya orang orang yang akan turun mengosongkan pesawat itu.

Setelah ia juga keluar dari pesawat yang ditumpanginya,ia sedikit merasa bingung kemana ia harus jalan.dari tadi ia mengikuti arah petunjuk tapi apalah daya petunjuk yang dari tadi diikutinya salah."duh,gimana nih...kayaknya gua salah deh...mana orang yang katanya jemput gue ga datang datang"pekiknya dalam hati dengan sangat ketakutan .dilihatnya orang orang memakai pakaian yang terlalu terbuka,bahkan yang berhijab disana hanya ulfa sendiri,ya...maklumlah diluar negeri,pikirnya.

Ia berniat menelpon ayahnya.karena jalan satu satunya adalah ayahnya.

"tut...tut..."suara panggilan ulfa pada ayah, dari tadi ayah belum bisa dihubungi.ia tak sadar kalau sekarang waktunya sangat berbeda.bisa jadi sekarang diindonesia malam,karena pada saat itu diamerika pagi.yah perbedaa waktu hingga 12 jam an ini sangat terbilang perbedaan yang sangat jauh.

"aghhh...gimana nih...ayah angkat dong..."ulfa menepok jidat ketika sadar diindonesia sedang malam hari.ia berfikir untuk menanyakan kepada petugas dibandara tersebut.

hanya butuh beberapa menit untuk menyakan permasalahannya,syukurnya ulfa sangat lihay dalam menggunakan bahasa inggris,lagi pula ia adalah seorang yang pernah menjabat sebagai santriwati dari pondok pesantren modern.jadi tidak diragukan lagi kalau bahasa inggrisnya lumayan bagus.

Setelah ulfa mendapatkan petunjuk untuk keluar dari bandara,ulfa menunggu jemputannya di salah satu bangku dibandara tersebut.sambil menunggu siapa yang akan menjemputnya ulfa memainkan hpnnya.

Bingung.itulah satu kata yang bisa di katakan untuk keadaan ulfa saat itu.tak satupun orang bisa dapat dihubungi.setelah beberapa menit menunggu hanya sebuah kata pasrah yang bisa dikeluarkan dari sebuah perasaan yang sangat bercampur aduk.karena tidak ada yang bisa ia lakukan,ia memilih untuk menunggu sampai ayahnya menerima panggilan telepon darinya.lelah,marah,takut,kesal,semua perasaan bercampur aduk,apakah ulfa harus sabar atau dia harus melakukannya dengan terpaksa.apakah dia juga harus marah dengan keadaannya?

"ulfa rahmanda?"tiba tiba seorang laki laki tampan dengan pakaian yang sangat rapi mengahamipiri ulfa di tempat duduknya,sambil memegang sebuah kertas,yang entah apa isi didalamnya.

Ulfa sontak sangat terkejut,ketika laki laki itu menyebut namanya,apalagi ulfa tidak mengenalinya sama sekali.

"yes,iam ulfa rahmanda"katanya menggunakan bahasa inggris,kali ini ulfa tidak sedang duduk,ia menunjukkan rasa hormatnya dengan menjawab perkataan laki laki tersebut sambil berdiri.

"ok...kalau begitu kamu akan saya antarkan ke apartman kamu"kata laki laki itu tanpa basa basi,sepertinya laki laki itu terlihat sedang terburu buru.dengan segera ulfa mengiyakan nya dan langsung buru buru membawa barang barang bawaannya.akan tetapi ulfa kalah sigap dari orang tersebut,tangannya yang besar mampu membawa barang barang ulfa yang terbilang sedikit berat.

Ulfa hanya sedikit tercengang melihat sikap orang tersebut.ulfa yang langkahnya terbilang kecil,sudah tertinggal jauh dibelakangnya.

"hadeuh gua cape banget,padahal.kenapa tu orang jalannya pake lari sih...."batin ulfa yang sangat menggerutu.tapi apa boleh buat lagi lagi ulfa harus mengejar orang tersebut agar ia tidak tertinggal dibandara tersebut.

"masuk"perintahnya lagi kepada ulfa yang menunjukkan agar ulfa duduk disampingnya.ulfa hanya tercengang melihatnya siapa laki laki yang ada didepannya itu.laki laki itu juga mengisyaratkan kepada ulfa agar ulfa segera masuk kedalam mobilnya.ulfa pun buru buru masuk kedalam mobil dan duduk tepat disamping laki laki itu.

tak sepatah kata pun yang keluar dari kedua mulut mereka.ulfa yang masih dalam keadaan bingung mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang masih sangat terasa capek dan lelah.

"khmm.khm..."tiba tiba laki laki itu bergerehem,maksudnya seperti mau batuk tapi belum batuk.

Ulfa semakin terlihat bingung.apa yang harus ia lakukan.

"sudah pernah datang kesini sebelumnya?"tiba tiba ia membuka suaranya.ulfa yang mendengarnya sedikit terkejut karena dari tadi laki laki itu tetlihat sangat dingin.

"belum pernah pak.ini pertama kalinya saya keluar negeri.makanya saya sedikit takut pak"kata ulfa pada orang tersebut,tapi entah apa yang tiba tiba membuat laki laki itu sedikit terkekeh tipis.

"apa kamu bilang?bapak...kamu kira saya bapak kamu?"suasana semakin dibuat tegang.apakah ulfa salah mengatakan orang tersebut dengan sebutan bapak,karena menurutnya laki laki yang tidak dikenal itu lebih pantas dipanggil bapak agar terlihat lebih sopan.

"maaf...jadi saya harus manggil apa pak?"tanya ulfa dengan suara pelannya.bukannya dijawab malah pertanyaan ulfa dihiraukan begitu saja.

seolah olah tadi tidak terjadi sesuatu pada mereka.

benar saja dugaan ulfa,orang itu sebenarnya sifatnya dingin,makanya ulfa harus benar benar menjaga sikapnya pada orang tersebut.

Perjalanan berlalu dan terus berlalu,hingga tak terasa beberapa menit setelah perjalanan itu terlewatkan mereka sampai di sebuah parkiran dan terlihat parkiran tersebut sangat sepi.setelah Mobil itu diberhentikan di parkiran tanpa ada kata kata,laki laki itu mengisyaratkan agar segera turun dari mobil itu.lagi lagi laki laki itu dengan sigap mengeluarkan barang barang ulfa dari bagasi mobilnya dan terjadi lagi,ulfa tertinggal di belakang.

"sumpah padahal pala gua masih oleng tu orang masih aja bisa jalan secepat kilat,emang dia kira gua cahaya apa"batinnya lagi.

"ulfa,cepat!!"kata orang tersebut sambil membukakan lift yang ada di gedung tersebut.

Ulfa berlari kecil untuk mengejar orang tersebut.

"syukurlah"batinnya lagi ketika ia telah berada di samping laki laki itu.

saat didalam lift ulfa hanya melihat telepon yang digenggamnya,"padahal gua masih kecil,seharusnya gua bisa ketemu bunda walaupun sesekali.seharusnya gua ga pantes untuk bekerja,tapi kalau ini adalah jalan untuk berbakti pada ayah bunda tenang ulfa bisa ngelakuinnya"batin ulfa dalam hatinya.sambil memberikan ekspresi pada dirinya sendiri.ia memejamkan matanya,mengepal tangannya dan menggoyangkan seperti mengatakan pada dirinya"semangat ulfa,semangat ulfa,bisa"pekiknya lagi.

laki laki itu yang mungkin dari tadi memperhatikan ulfa mengeluarkan senyuman yang tipis dari kedua bibirnya.sebelum ulfa menyadarinya ia merubah ekspresinya seperti biasa lagi.

"ayo"katanya lagi,ketika pintu lift terbuka.terlihatlah isi gedung dari parkiran tadi,yang didalamnya terlihat sangat indah dan mewah.

"wah...bagus banget ya"bisik ulfa pada dirinya saat berjalan dikoridor gedung itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah apartman yang akan ditinggalinya.

Mereka berjalan sedikit saja dari pintu lift dan kemudian mereka sampai disebuah pintu kamar yang ada diapartman itu.

"sekarang apartman ini adalah tempat tinggal kamu.dan mungkin kamu perlu istirahat yang sangat cukup.saya mau kamu benar benar istirahat dengan baik karena lusa kamu sudah boleh datang ke kantor kita.dan alamat kantornya saya akan chat ke kamu"katanya dengan singkat dan padat apa adanya.

"loh pak,saya belum beri nomor telpon saya ke bapak,gimana bapak bisa hubungi saya?"tanya ulfa dengan rasa hormatnya.

"data kamu ada disaya.ok sekarang nikmati istirahat dan selamat datang di amerika"katanya lagi,hati ulfa tiba tiba serasa menggetar ketika mendengar perkataanorang tersebut.

"iya pak,terimakasih"jawab ulfa dengan menunjukkan senyuman tipisnya yang dibalas juga dengan senyuman dari orang tersebut.

...----------------...

...----------------...

...****************...

**Guys gimana menurut kalian aku baru up lagi karena aku cuma bisa pegang hp ya...seminggu sekali.semoga aku ada waktu untuk melanjutkan ceritaku ini.karena waktu aku yang sedikit dan waktu yang oendek membuatku tidak bisa up....

Terimakasih untuk kalian

No spoiler.😘**

Terpopuler

Comments

anan

anan

hebat Lo kamu baru sudah nyampai 17 bab

2022-12-05

2

lihat semua
Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!