**lamjut aja lah ya...hari ini aku mau masuk sekolah.sebenernya bukan sekolah sih lebih tepatnya asrama jadi peluang buat aku menulis agak sedikit sempit ya....
Semoga kalian berminat untuk membaca ceritaku.....karena kalau bukan karena kalian aku ga mungkin menulis acieee.satu lagi dalam cerita naluri ini dipikirkan secara detail.ashiapp.makanya ketika kalian membaca harus pake hati ya readers ....
Semangat membaca dan terus membaca karena membaca adalah sumber pengetahuan.terimakasih sudah singgah.komentar ,likenya dibutuhkan.
Komentar jelek,marah,ga bagus pun aku terima apalagi yang bagus...wah sangat terimakasih banyak...happy reading...luv luv
...----------------...
S**etelah melakukan perjalanan panjang,ahirnya pesawat yang ditumpangi oleh ulfa mendarat disalah satu bandara amerika.siapapun itu kalau pesawat baru landas pasti merasakan yang namanya deg degan,begitu hal nya dengan ulfa.apalagi dia sendiri orang tuanya tidak bersamanya dan tempat yang ia datangipun sama sekali tidak di ketahuinya.perasaan yang bercampur aduk itu menjadi satu.senang,takut,sedih,capek bergabung disebuah degupan jantung.
ya...sekarang kaki pesawat benar benar telah menyentuh bumi.suara monitor dari pesawat telah berbunyi.semua orang bersiap siap menurunkan koper dari bagasi atasnya,dan begitu ramainya orang orang yang akan turun mengosongkan pesawat itu.
Setelah ia juga keluar dari pesawat yang ditumpanginya,ia sedikit merasa bingung kemana ia harus jalan.dari tadi ia mengikuti arah petunjuk tapi apalah daya petunjuk yang dari tadi diikutinya salah."duh,gimana nih...kayaknya gua salah deh...mana orang yang katanya jemput gue ga datang datang"pekiknya dalam hati dengan sangat ketakutan .dilihatnya orang orang memakai pakaian yang terlalu terbuka,bahkan yang berhijab disana hanya ulfa sendiri,ya...maklumlah diluar negeri,pikirnya.
Ia berniat menelpon ayahnya.karena jalan satu satunya adalah ayahnya.
"tut...tut..."suara panggilan ulfa pada ayah, dari tadi ayah belum bisa dihubungi.ia tak sadar kalau sekarang waktunya sangat berbeda.bisa jadi sekarang diindonesia malam,karena pada saat itu diamerika pagi.yah perbedaa waktu hingga 12 jam an ini sangat terbilang perbedaan yang sangat jauh.
"aghhh...gimana nih...ayah angkat dong..."ulfa menepok jidat ketika sadar diindonesia sedang malam hari.ia berfikir untuk menanyakan kepada petugas dibandara tersebut.
hanya butuh beberapa menit untuk menyakan permasalahannya,syukurnya ulfa sangat lihay dalam menggunakan bahasa inggris,lagi pula ia adalah seorang yang pernah menjabat sebagai santriwati dari pondok pesantren modern.jadi tidak diragukan lagi kalau bahasa inggrisnya lumayan bagus.
Setelah ulfa mendapatkan petunjuk untuk keluar dari bandara,ulfa menunggu jemputannya di salah satu bangku dibandara tersebut.sambil menunggu siapa yang akan menjemputnya ulfa memainkan hpnnya.
Bingung.itulah satu kata yang bisa di katakan untuk keadaan ulfa saat itu.tak satupun orang bisa dapat dihubungi.setelah beberapa menit menunggu hanya sebuah kata pasrah yang bisa dikeluarkan dari sebuah perasaan yang sangat bercampur aduk.karena tidak ada yang bisa ia lakukan,ia memilih untuk menunggu sampai ayahnya menerima panggilan telepon darinya.lelah,marah,takut,kesal,semua perasaan bercampur aduk,apakah ulfa harus sabar atau dia harus melakukannya dengan terpaksa.apakah dia juga harus marah dengan keadaannya?
"ulfa rahmanda?"tiba tiba seorang laki laki tampan dengan pakaian yang sangat rapi mengahamipiri ulfa di tempat duduknya,sambil memegang sebuah kertas,yang entah apa isi didalamnya.
Ulfa sontak sangat terkejut,ketika laki laki itu menyebut namanya,apalagi ulfa tidak mengenalinya sama sekali.
"yes,iam ulfa rahmanda"katanya menggunakan bahasa inggris,kali ini ulfa tidak sedang duduk,ia menunjukkan rasa hormatnya dengan menjawab perkataan laki laki tersebut sambil berdiri.
"ok...kalau begitu kamu akan saya antarkan ke apartman kamu"kata laki laki itu tanpa basa basi,sepertinya laki laki itu terlihat sedang terburu buru.dengan segera ulfa mengiyakan nya dan langsung buru buru membawa barang barang bawaannya.akan tetapi ulfa kalah sigap dari orang tersebut,tangannya yang besar mampu membawa barang barang ulfa yang terbilang sedikit berat.
Ulfa hanya sedikit tercengang melihat sikap orang tersebut.ulfa yang langkahnya terbilang kecil,sudah tertinggal jauh dibelakangnya.
"hadeuh gua cape banget,padahal.kenapa tu orang jalannya pake lari sih...."batin ulfa yang sangat menggerutu.tapi apa boleh buat lagi lagi ulfa harus mengejar orang tersebut agar ia tidak tertinggal dibandara tersebut.
"masuk"perintahnya lagi kepada ulfa yang menunjukkan agar ulfa duduk disampingnya.ulfa hanya tercengang melihatnya siapa laki laki yang ada didepannya itu.laki laki itu juga mengisyaratkan kepada ulfa agar ulfa segera masuk kedalam mobilnya.ulfa pun buru buru masuk kedalam mobil dan duduk tepat disamping laki laki itu.
tak sepatah kata pun yang keluar dari kedua mulut mereka.ulfa yang masih dalam keadaan bingung mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang masih sangat terasa capek dan lelah.
"khmm.khm..."tiba tiba laki laki itu bergerehem,maksudnya seperti mau batuk tapi belum batuk.
Ulfa semakin terlihat bingung.apa yang harus ia lakukan.
"sudah pernah datang kesini sebelumnya?"tiba tiba ia membuka suaranya.ulfa yang mendengarnya sedikit terkejut karena dari tadi laki laki itu tetlihat sangat dingin.
"belum pernah pak.ini pertama kalinya saya keluar negeri.makanya saya sedikit takut pak"kata ulfa pada orang tersebut,tapi entah apa yang tiba tiba membuat laki laki itu sedikit terkekeh tipis.
"apa kamu bilang?bapak...kamu kira saya bapak kamu?"suasana semakin dibuat tegang.apakah ulfa salah mengatakan orang tersebut dengan sebutan bapak,karena menurutnya laki laki yang tidak dikenal itu lebih pantas dipanggil bapak agar terlihat lebih sopan.
"maaf...jadi saya harus manggil apa pak?"tanya ulfa dengan suara pelannya.bukannya dijawab malah pertanyaan ulfa dihiraukan begitu saja.
seolah olah tadi tidak terjadi sesuatu pada mereka.
benar saja dugaan ulfa,orang itu sebenarnya sifatnya dingin,makanya ulfa harus benar benar menjaga sikapnya pada orang tersebut.
Perjalanan berlalu dan terus berlalu,hingga tak terasa beberapa menit setelah perjalanan itu terlewatkan mereka sampai di sebuah parkiran dan terlihat parkiran tersebut sangat sepi.setelah Mobil itu diberhentikan di parkiran tanpa ada kata kata,laki laki itu mengisyaratkan agar segera turun dari mobil itu.lagi lagi laki laki itu dengan sigap mengeluarkan barang barang ulfa dari bagasi mobilnya dan terjadi lagi,ulfa tertinggal di belakang.
"sumpah padahal pala gua masih oleng tu orang masih aja bisa jalan secepat kilat,emang dia kira gua cahaya apa"batinnya lagi.
"ulfa,cepat!!"kata orang tersebut sambil membukakan lift yang ada di gedung tersebut.
Ulfa berlari kecil untuk mengejar orang tersebut.
"syukurlah"batinnya lagi ketika ia telah berada di samping laki laki itu.
saat didalam lift ulfa hanya melihat telepon yang digenggamnya,"padahal gua masih kecil,seharusnya gua bisa ketemu bunda walaupun sesekali.seharusnya gua ga pantes untuk bekerja,tapi kalau ini adalah jalan untuk berbakti pada ayah bunda tenang ulfa bisa ngelakuinnya"batin ulfa dalam hatinya.sambil memberikan ekspresi pada dirinya sendiri.ia memejamkan matanya,mengepal tangannya dan menggoyangkan seperti mengatakan pada dirinya"semangat ulfa,semangat ulfa,bisa"pekiknya lagi.
laki laki itu yang mungkin dari tadi memperhatikan ulfa mengeluarkan senyuman yang tipis dari kedua bibirnya.sebelum ulfa menyadarinya ia merubah ekspresinya seperti biasa lagi.
"ayo"katanya lagi,ketika pintu lift terbuka.terlihatlah isi gedung dari parkiran tadi,yang didalamnya terlihat sangat indah dan mewah.
"wah...bagus banget ya"bisik ulfa pada dirinya saat berjalan dikoridor gedung itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah apartman yang akan ditinggalinya.
Mereka berjalan sedikit saja dari pintu lift dan kemudian mereka sampai disebuah pintu kamar yang ada diapartman itu.
"sekarang apartman ini adalah tempat tinggal kamu.dan mungkin kamu perlu istirahat yang sangat cukup.saya mau kamu benar benar istirahat dengan baik karena lusa kamu sudah boleh datang ke kantor kita.dan alamat kantornya saya akan chat ke kamu"katanya dengan singkat dan padat apa adanya.
"loh pak,saya belum beri nomor telpon saya ke bapak,gimana bapak bisa hubungi saya?"tanya ulfa dengan rasa hormatnya.
"data kamu ada disaya.ok sekarang nikmati istirahat dan selamat datang di amerika"katanya lagi,hati ulfa tiba tiba serasa menggetar ketika mendengar perkataanorang tersebut.
"iya pak,terimakasih"jawab ulfa dengan menunjukkan senyuman tipisnya yang dibalas juga dengan senyuman dari orang tersebut.
...----------------...
...----------------...
...****************...
**Guys gimana menurut kalian aku baru up lagi karena aku cuma bisa pegang hp ya...seminggu sekali.semoga aku ada waktu untuk melanjutkan ceritaku ini.karena waktu aku yang sedikit dan waktu yang oendek membuatku tidak bisa up....
Terimakasih untuk kalian
No spoiler.😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
anan
hebat Lo kamu baru sudah nyampai 17 bab
2022-12-05
2