"masak sih?"tanya rara pada ulfa dari seberang telepon.
"iya,padahal lu tau kan....gua tu ga pernah berfikir apapun tentang dia,dan ga pernah ada perasaan apapun juga yang nyangkut ke dia"kata ulfa yang berbicara bersebrangan dengan rara.
"ih lu suka ya...."kata rara menggoda ulfa.
"yah sekarang gua ga bisa,bilang suka juga ke dia tapi yang paling gua rasain dihati gua nyaman dan tenang walaupun kadang nyebelin"kata ulfa lagi.
"yah....menurut gua lu suka sama dia,tapi masak sih dia kriteria lu,kriteria lu kan alim alim gimana gitu..iya kan?"tanya rara sedikit ragu tapi memastikan.
"yah mungkin dia kurang pelajaran aja,lagi pula lu tau di zaman sekarang ini semua orang semua manusia itu sudah di era yang berbeda,nah sekarang tugas gua yang akan mengajari dia dan menguatkan islamnya,jangan sampe dia jadi islam ktp"kata ulfa dengan serius samapai matanya disipit sipitkannya tangannya dikepalkan tanda rasa semangatnya.
"iya iya kalau dia takdir lu,sekarang kita akan lihat takdir yang akan terjadi juga kan ya?"kata rara lagi,ulfa yang mendengarnya sedikit hampir kecewa.memang benar kata rara semua yang akan terjadi kedepannya itu akan bergantung juga pada takdir.terkecuali ia bisa mengubah takdirnya.
...------------------...
setelah membicarakan takdir,ulfa terdiam dan termenung memikirkan semua yang akan terjadi,apakah rasa ini rasa yang sekedar lewat,apakah rasa ini hanya seperti sebuah kendaraan yang singgah di perempatan,apakah rasa ini cuma sekedar rasa?pertanyaan yang tak tahu siapa yang harus menjawabnya ini tersirat pula dihatinya.
memang sebelumnya rasa ini belum pernah ada dihatinya,tetapi kali ini rasa yang tak pernah ada bisa terasa,apa ini?
Setelah beberapa lama terdiam dan termenung memikirkan semua hal dalam perasaannya, ulfa tersadar hp yang sedari tadi dalam genggamannya bergetar tanda ada seseorang dari seberang telpon menghubunginya.matanya langsung tertuju pada nama seseorang yang memanggilnya dalam telpon itu,tangan yang lainnya buru buru memegang hatinya yang terasa sedikit lebih cepat berdetak.
"hembus nafas lu tarik hembus lagi tenang,santai ga papa"batinnya sebelum menggeser panggilan untuk menerima panggilan tersebut.
Satu sentuhan saja panggilannya sudah terhubung"halo,ulfa kamu dimana ?"tanya seseorang dari seberang telepon,siapa lagi kalau bukan fikri orang yang selalu ada untuk ulfa atas nama sama sama orang indo katanya.
"hm...aku di apart,kenapa emang"tanya ulfa berusaha untuk lebih bisa menetralkan suaranya agar tidak terlihat canggung.
"makan yuk!"ajak fikri yang sangat cukup simple.
"tumben kak.ga biasanya lo"kata ulfa lagi sambil pura pura tak percaya.
"apa tumben?halo ulfa kita sama sama orang indo,wajar ga sih aku sering sering ngajak kamu?"katanya lagi tak mau kalah.
"lagi lagi dengan kata kata orang indo"batin ulfa yang berpura pura untuk memikirkan tawaran fikri.
"ok,aku mau...tapi aku harus siap siap dulu lo kak"kata ulfa lagi.
"siap siap?kayak mau kemana aja si"kata fikri lagi.
"ya udah entar aku jelek di kira bawa pembantu,padahal kakak kan udah tau aku ga cantik "kata ulfa yang tiba tiba menunjukkan sikap insecurenya pada fikri.fikri yang mendengarnya tak menjawab apa apa.
"tapi hati kamu cantik fa"batin fikri dari seberang telepon.
"ok.....kamu siap siap entar aku kesana ya"kata fikri singkat...final teleponpun berakhir disitu.
Ulfa langsung bersiap siap membersihkan dirinya dan seperti biasanya ia akan memoles wajahnya dengan riasan yang cukup tipis untuk memberikan kesegaran pada wajahnya.
...****************...
sebelum fikri datang ulfa sudah keluar dari apartemennya dan sekarang ia sedang berjalan dibentangan koridor yang dilapisi oleh karpet merah yang ada dikoridor itu.
Dengan cepat ia melangkahkan kakinya saat tepat di depan resepsionis apartemen itu.benar saja mobil yang baru datang kearah parkiran dan hampir saja memarkirkan mobilnya itu mobilnya fikri.
Ulfa langsung berlari agar fikri tidak memarkirkan mobilnya.syukurnya fikri faham dan ia juga tau kalau ulfa ada disana.
"yuk naik"kata fikri dengan cepat.tanpa berkata kata ulfapun buru buru membuka pintu mobil fikri untuk masuk kedalamnya.
"ga lama kan,ga sampe nunggu jugakan?"belum ada satu detik ulfa duduk ia bertanya sambil menatap kearah fikri yang mulai memfokuskan matanya pada jalan didepannya.fikri yang masih tetap fokus pada perjalanannya hanya merespon dengan mengangkat kedua alisnya tanpa melihat kearah ulfa.
"dih,sombong bener"batin ulfa.yang langsung menepis pandangannya dari fikri.
tiba tiba mobil itu diterpa suasana yang sangat hening,dari keduanya tak ada satupun yang membuka pembicaraan.tampak hanya ulfa yang menikmati keheningan itu di dalam mobil tersebut.
"hm...fa mau makan apa?"tanya fikri dengan suaranya yang has.
"apa aja kak,yang penting halal"kata ulfa dengan singkat.fikri yang mendengarnya hanya mengangguk angguk kepalanya tanda faham.
setelah perntanyaan itu suasana kembali hening.
"kak bicara atuh,kok sepi banget ya"kata ulfa yang mungkin sudah tak tahan dengan keheningan itu."ya udah biar ga sepi,gimana kamu cerita aja,apa gitu,tanya tanya pekerjaan kamu juga bisa kok"kata fikri lagi.
"pekerjaan lagi,kenapa sih cinta banget sama pekerjaan kak.bosen aku tuh kerja mulu.hm...gimana kalau kita dengerin murattal aja,biar hati kita tenang"kata ulfa lagi sambil mencari surah kesukaannya.
"ha?apaan tuh?"tanya fikri yang merasa aneh dengan nama murattal.
Tak lama setelah ulfa mencari cari surah kesukaannya,tibalah saat suara dari hpnya pertama kali melantunkan surah yang dimulai dengan kata"qaf".
"oh...ini yang kamu bilang murattal"kata fikri pada ulfa yang tampak sangat menikmati indahnya lantunan alquran tersebut.
"gimana indah banget kan kak?"tanya ulfa memastikan fikri.
"bagus kok,tapi aku jarang banget dengerin yang begini ginian.dan bahkan ga pernah"kata fikri lagi.
"ga pernah?masak sih...aku suka banget tau sama surah ini"kata ulfa dengan perasaan yang benar benar menunjukkan kesukaannya.
Fikri yang mendengarkannya sedikit tampak heran,bagaimana bisa ulfa menyukai sesuatu yang mananya sendiri tidak diketahuinya.
"suka?sama murattal ini?kok bisa?"tanya fikri dengan heran.
"iya suka sama murattalnya apalagi surah qaf,soalnya karena surah ini aku mencintai surah yang lain.ayatnya yang simple ditambah maknanya yang cukup bagus.dan dibalik surah ini ada banyak cerita yang aku alami saat aku mengenalnya"kata ulfa menjelaskan kepada fikri.fikri tak merespon apapun hanya diam yang bisa ia lakukan.apa yang harus ia lakukan ia tak tahu sedikitpun tentang alquran,bagaimana bisa ia merespon semua perkataan ulfa,yang menjelaskan berbagai macam keindahan alqurannya.
...----------------...
lanjut mengenal cinta 2 ya guys....aku harus buru buru soalnya.oiya karena 2 minggu lagi aku harus ada ujian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Haechan
Aku nungguin nih percintaannya
2023-01-27
0