17.mengajarnya cinta

"masak sih?"tanya rara pada ulfa dari seberang telepon.

"iya,padahal lu tau kan....gua tu ga pernah berfikir apapun tentang dia,dan ga pernah ada perasaan apapun juga yang nyangkut ke dia"kata ulfa yang berbicara bersebrangan dengan rara.

"ih lu suka ya...."kata rara menggoda ulfa.

"yah sekarang gua ga bisa,bilang suka juga ke dia tapi yang paling gua rasain dihati gua nyaman dan tenang walaupun kadang nyebelin"kata ulfa lagi.

"yah....menurut gua lu suka sama dia,tapi masak sih dia kriteria lu,kriteria lu kan alim alim gimana gitu..iya kan?"tanya rara sedikit ragu tapi memastikan.

"yah mungkin dia kurang pelajaran aja,lagi pula lu tau di zaman sekarang ini semua orang semua manusia itu sudah di era yang berbeda,nah sekarang tugas gua yang akan mengajari dia dan menguatkan islamnya,jangan sampe dia jadi islam ktp"kata ulfa dengan serius samapai matanya disipit sipitkannya tangannya dikepalkan tanda rasa semangatnya.

"iya iya kalau dia takdir lu,sekarang kita akan lihat takdir yang akan terjadi juga kan ya?"kata rara lagi,ulfa yang mendengarnya sedikit hampir kecewa.memang benar kata rara semua yang akan terjadi kedepannya itu akan bergantung juga pada takdir.terkecuali ia bisa mengubah takdirnya.

...------------------...

setelah membicarakan takdir,ulfa terdiam dan termenung memikirkan semua yang akan terjadi,apakah rasa ini rasa yang sekedar lewat,apakah rasa ini hanya seperti sebuah kendaraan yang singgah di perempatan,apakah rasa ini cuma sekedar rasa?pertanyaan yang tak tahu siapa yang harus menjawabnya ini tersirat pula dihatinya.

memang sebelumnya rasa ini belum pernah ada dihatinya,tetapi kali ini rasa yang tak pernah ada bisa terasa,apa ini?

Setelah beberapa lama terdiam dan termenung memikirkan semua hal dalam perasaannya, ulfa tersadar hp yang sedari tadi dalam genggamannya bergetar tanda ada seseorang dari seberang telpon menghubunginya.matanya langsung tertuju pada nama seseorang yang memanggilnya dalam telpon itu,tangan yang lainnya buru buru memegang hatinya yang terasa sedikit lebih cepat berdetak.

"hembus nafas lu tarik hembus lagi tenang,santai ga papa"batinnya sebelum menggeser panggilan untuk menerima panggilan tersebut.

Satu sentuhan saja panggilannya sudah terhubung"halo,ulfa kamu dimana ?"tanya seseorang dari seberang telepon,siapa lagi kalau bukan fikri orang yang selalu ada untuk ulfa atas nama sama sama orang indo katanya.

"hm...aku di apart,kenapa emang"tanya ulfa berusaha untuk lebih bisa menetralkan suaranya agar tidak terlihat canggung.

"makan yuk!"ajak fikri yang sangat cukup simple.

"tumben kak.ga biasanya lo"kata ulfa lagi sambil pura pura tak percaya.

"apa tumben?halo ulfa kita sama sama orang indo,wajar ga sih aku sering sering ngajak kamu?"katanya lagi tak mau kalah.

"lagi lagi dengan kata kata orang indo"batin ulfa yang berpura pura untuk memikirkan tawaran fikri.

"ok,aku mau...tapi aku harus siap siap dulu lo kak"kata ulfa lagi.

"siap siap?kayak mau kemana aja si"kata fikri lagi.

"ya udah entar aku jelek di kira bawa pembantu,padahal kakak kan udah tau aku ga cantik "kata ulfa yang tiba tiba menunjukkan sikap insecurenya pada fikri.fikri yang mendengarnya tak menjawab apa apa.

"tapi hati kamu cantik fa"batin fikri dari seberang telepon.

"ok.....kamu siap siap entar aku kesana ya"kata fikri singkat...final teleponpun berakhir disitu.

Ulfa langsung bersiap siap membersihkan dirinya dan seperti biasanya ia akan memoles wajahnya dengan riasan yang cukup tipis untuk memberikan kesegaran pada wajahnya.

...****************...

sebelum fikri datang ulfa sudah keluar dari apartemennya dan sekarang ia sedang berjalan dibentangan koridor yang dilapisi oleh karpet merah yang ada dikoridor itu.

Dengan cepat ia melangkahkan kakinya saat tepat di depan resepsionis apartemen itu.benar saja mobil yang baru datang kearah parkiran dan hampir saja memarkirkan mobilnya itu mobilnya fikri.

Ulfa langsung berlari agar fikri tidak memarkirkan mobilnya.syukurnya fikri faham dan ia juga tau kalau ulfa ada disana.

"yuk naik"kata fikri dengan cepat.tanpa berkata kata ulfapun buru buru membuka pintu mobil fikri untuk masuk kedalamnya.

"ga lama kan,ga sampe nunggu jugakan?"belum ada satu detik ulfa duduk ia bertanya sambil menatap kearah fikri yang mulai memfokuskan matanya pada jalan didepannya.fikri yang masih tetap fokus pada perjalanannya hanya merespon dengan mengangkat kedua alisnya tanpa melihat kearah ulfa.

"dih,sombong bener"batin ulfa.yang langsung menepis pandangannya dari fikri.

tiba tiba mobil itu diterpa suasana yang sangat hening,dari keduanya tak ada satupun yang membuka pembicaraan.tampak hanya ulfa yang menikmati keheningan itu di dalam mobil tersebut.

"hm...fa mau makan apa?"tanya fikri dengan suaranya yang has.

"apa aja kak,yang penting halal"kata ulfa dengan singkat.fikri yang mendengarnya hanya mengangguk angguk kepalanya tanda faham.

setelah perntanyaan itu suasana kembali hening.

"kak bicara atuh,kok sepi banget ya"kata ulfa yang mungkin sudah tak tahan dengan keheningan itu."ya udah biar ga sepi,gimana kamu cerita aja,apa gitu,tanya tanya pekerjaan kamu juga bisa kok"kata fikri lagi.

"pekerjaan lagi,kenapa sih cinta banget sama pekerjaan kak.bosen aku tuh kerja mulu.hm...gimana kalau kita dengerin murattal aja,biar hati kita tenang"kata ulfa lagi sambil mencari surah kesukaannya.

"ha?apaan tuh?"tanya fikri yang merasa aneh dengan nama murattal.

Tak lama setelah ulfa mencari cari surah kesukaannya,tibalah saat suara dari hpnya pertama kali melantunkan surah yang dimulai dengan kata"qaf".

"oh...ini yang kamu bilang murattal"kata fikri pada ulfa yang tampak sangat menikmati indahnya lantunan alquran tersebut.

"gimana indah banget kan kak?"tanya ulfa memastikan fikri.

"bagus kok,tapi aku jarang banget dengerin yang begini ginian.dan bahkan ga pernah"kata fikri lagi.

"ga pernah?masak sih...aku suka banget tau sama surah ini"kata ulfa dengan perasaan yang benar benar menunjukkan kesukaannya.

Fikri yang mendengarkannya sedikit tampak heran,bagaimana bisa ulfa menyukai sesuatu yang mananya sendiri tidak diketahuinya.

"suka?sama murattal ini?kok bisa?"tanya fikri dengan heran.

"iya suka sama murattalnya apalagi surah qaf,soalnya karena surah ini aku mencintai surah yang lain.ayatnya yang simple ditambah maknanya yang cukup bagus.dan dibalik surah ini ada banyak cerita yang aku alami saat aku mengenalnya"kata ulfa menjelaskan kepada fikri.fikri tak merespon apapun hanya diam yang bisa ia lakukan.apa yang harus ia lakukan ia tak tahu sedikitpun tentang alquran,bagaimana bisa ia merespon semua perkataan ulfa,yang menjelaskan berbagai macam keindahan alqurannya.

...----------------...

lanjut mengenal cinta 2 ya guys....aku harus buru buru soalnya.oiya karena 2 minggu lagi aku harus ada ujian

Terpopuler

Comments

Haechan

Haechan

Aku nungguin nih percintaannya

2023-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!