14.takdir 2

Halllllowww kembali lagi sama aku....semoga kalian ga bosan bosan lah ya...masih ingatkan episode episode sebelumnya.seperti biasa aku mau up lagi tapi dalam seminggu nanti aku ga bisa up dan bisa up kembali pas di akhir pekan makanya aku selalu usaha kan untuk up.

Bismillah

...****************...

tak menunggu waktu lama perjalanan dari kantor ke restoran,ahirnya mobil yang dikemudikan fikri itu berhenti tepat didepan sebuah restoran yang lumayan besar.ulfa yang duduk tepat disamping fikri dibagian depan hanya bisa melihat dan terdiam bagaimana ia bisa makan direstoran yang semewah itu fikirnya.

"yuk turun"kata fikri sambil membuka pintunya dan menyuruh juga secara bersamaan untuk ulfa,agar ulfa membuka pintunya.

"turun?"ulfa bertanya dengan hati hati pada fikri,ia memikirkan bagaimana caranya ia bisa membayar makanan yang akan ia makan nanti.

"iya...kenapa masih diam,lu mau gua bukain pintunya"kata fikri sedikit menggoda ulfa.ulfa yang mendengarnya langsung menghiraukan fikri dan langsung membuka pintunya sebelum perkataan fikri bener dilakukannya.

"ada ada aja tu orang indo ya"batin fikri dengan sedikit menyungsingkan senyuman saat ulfa benar benar telah turun dari mobilnya.

...----------------...

Lagi lagi ulfa sedikit ragu untuk masuk kedalam restoran yang sudah didepan matanya."ayuk fa,tunggu apalagi coba...silahkan"kata fikri dengan sedikit ramah.

"eleh sok sok ramah lu...."dalam hati ulfa.

entah apa yang ulfa sekarang pikirkan yang jelas ia merasa ada yang mengganjel dihatinya.

...----------------...

Sesampainya mereka didalam restoran tampak banyak para bule bule dengan pakaian yang sangat sudah kita fahami,nah salah satu sebab nya ulfa takut masuk kerestoran ini juga karena hanya ulfa lah yang menggunakan pakaian yang berhijab dan pakaian yang sangat tertutup.ulfa sedikit menundukkan kepalanya karena ia merasa minder.

"fa,kenapa lu nunduki kepala?"tanya fikri yang mungkin sadar dengan tingkah ulfa sedikit aneh.

"maaf pak banyak yang ngelihati saya,jadi saya malu"kata ulfa dengan sangat hati hati.

"hm...gua faham,tapi menurut gua lu santai aja.karena baru pertama ngelihat lu jadi mereka kaya ngelihat artis"kata fikri dengan santai.

"hah?artis.kok artis sih"kata ulfa sedikit bingung.setelah beberapa menit fikri mencoba menyuruh ulfa untuk tenang,ulfapun sudah lumayan terlihat tenang.

Tak lama dari itu makanan yang telah mereka pesan datang tepat ke meja yang mereka duduki.

keduanya sudah mulai menyantap makanan mereka,sebenernya ulfa senang dengan makanan yang ia makan karena ketika ulfa di apartemennya ia tak pernah makan atau memasak apapun.

"gimana enak ga?"tanya fikri sambil mengunyah makanannya.

"hmm"jawab ulfa sekenanya.karena ulfa masih mengunyah makanannya.

"maaf pak,kenapa bapak tiba tiba ngajak saya makan?"kata ulfa ketika sudah menelan semua makanannya.

"karena tadi siang kan gua ada bilang ke elu gua bakal jelasin itu"kata fikri dengan cukuo santai.

"huk uhuk uhuk....."ulfa langsung tersedak ketika mendengar perkataan fikri.ia tak percaya kalau fikri memegang perkataannya.

"nih minum,hati hati"kata fikri sambil menyodorkan minuman ulfa agar ulfa bisa mudah meminumnya.

"cuman gara gara itu pak"tanya ulfa lagi sambil membelalakkan matanya.

"apaan sih lu?pak pak..ku kira gua udah tua apa?"tanya fikri yang terlihat sedikit kesal.

"yah jadi saya harus manggil apa?bukannya itu panggilan yang cocok untuk atasannya?"jawab ulfa lagi dengan seadanya.

"yah biasanya lu ga manggil gua bapak kan?"kata fikri dengan kesalnya.

"biasanya saya juga ga pernah manggil bapak loh?"kata ulfa sedikit ngeledek.fikri yang mendengarnya langsung memberhentikan mengunyah makanan dan langsung memeloti ulfa.ulfa hanya tersenyum cengengesan pada fikri.

"serah lu,gua ga mau di panggil bapak sama lu,lagian lu udah kenal gua jugakan sebelumnya jadi..."kata fikri yang menjelaskan pada ulfa.tetapi perkataan fikri terputus gitu aja karena ulfa langsung memotong perkataan fikri.

"ok...kak fikri,gimana?"tanya ulfa sambil menggoda fikri dengan menai turunkan alisnya.

"iya...nah,gara gara lu gua jadi lupa mau jelasin itu kan,gua mulai ya sekarang ni,sebenarnya gua kalo ngelihat lu gua malu banget,apalagi gua teringat kejadian itu sumpah gua malu banget"kata fikri yang terlihat sangat benar benar menyesal.

Ulfa yang mendengarnya mulai terikut suasana.

"gua sadar apa yang gua lakuin itu salah.karena gua suka sama pacar sahabat gua.gua udah suka sama dia lama banget hampir 2 tahun lamanya,padahal gua selalu cerita ma sahabat gua kalau gua suka sama cewe itu"tiba tiba wajah fikri terlihat berubah tampak sangat marah.tapi ia berusaha menahan dan mengontrol emosinya saat berada bersama orang lain seperti ulfa.

"terus yang parahnya pas gua mau nembak tu cewe dia bilang dia udah pacaran sama sahabat gua,bayangin fa....gua langsung kepikiran mau bikin dia jadi milik gua seutuhnya.gua mau hamilin dia disitu gua juga nafsu banget,kalau dengan cara itu...."fikri menjelaskan secara detail,tampaknya fikri nyaman dengan lawan bicaranya,hingga ia hampir tak menutupi sedikitpun aip yang telah ia lakukan.

"cukup kak,aku faham.tapi aku beneran kaget banget,aku boleh tanya sesuatu?"saking penasarannya ulfa langsung memotong perkataan fikri yang belum diselesaikan oleh fikri.

"iya...tanya aja"kata fikri seadanya.fikri terlihat sangat pasrah ia tak mau ada sesuatu yang menjadi rahasia pada perkenalan mereka.

"tapi belum terjadikan?abis kakak marah marah ke saya kalian lanjut?"tanya ulfa dengan sangat hati hati hingga ia mengeluarkan perkataannya dengan perlahan lahan.

"syukurnya belum terjadi sesuatu gua berubah pikiran karena lu yang mergokin gua"kata fikri sedikit menyesal.

"huh syukur deh kalau gitu,saya hari itu benar benar ga habis fikir banget sama apa yang saya lihat"jawab ulfa dengan wajah yang sedikit kecewa.

"tapi gua,bener bener nyesel karena ngelakuin itu,makanya gua pindah ke amrik"kata fikri menjelaskan lagi.

"oooo tapi kok bisa kakak punya jabatan tinggi,maneger lagi"tanya ulfa yang sedikit penasaran.

"hm...gua punya orang dalam lu sendiri?"kata fikri santai.

"orang dalam maksudnya pak digta?"tanya ulfa sedikit terkejut.

"hm,pak digta lu kenal?"tanya nya lagi.

Ini bener bener ciri ciri orang indo nanya kenal ini kenal itu ya ga?

...----------------...

"iya saya juga ke amrik karena harus menggantikan posisi ayah saya"jawab ulfa dengan nada sedikit rendah.

"ooo berarti kita cuma kebetulan,syukurnya ada orang indo deh,karena lu tau ga,orang indo itu pinter"kata fikri lagi.

"ya iyalah,kalo ga pinter saya ga bakal ada disini kali"kata ulfa sambil membanggakan dirinya.

Tanpa mereka sadari mereka telah menghabiskan makanan yang mereka pesan.

"alhamdulillah kenyang banget"kata ulfa sambil tersenyum kegirangan dan memegang perutnya yang kekenyangan.

"ya udah yuk pulang gua anterin lu ke apartemen tempat tinggal lu"ajak fikri yang langsung berjalan lebih dahulu dari ulfa.ulfa yang mendengarnya tampak bahagia perut kenyang dan uangpun tak melayang.

...****************...

Dari sini mereka berdua sudah sedikit terlihat akrab.apalagi mereka dari negara yang sama,itu membuat mereka menjadi lebih dekat.kaya biasa aja setiap sesuatu yang memiliki kesamaan pasti bisa menjadikan 2 orang itu menjadi dekat.itulah yang dinamakan perkenalan karena ada kesamaan atau kemiripan yang mereka ketahui.bayangin ketika kita pertama kali ketemu orang kalau bahasanya beda aja kita ga tau harus bicara apa,benar bukan?.

...------------ya ...bersambung pokoknya.karena aku akan break pegang hp selama seminggu.seperti kataku aku hanya bisa menggunakan hp di akhir pekan....

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!