...----------------...
"sumpah ih...sebel banget emang dia kira kalo gua anak baru takut gitu sama dia,emang ya zaman sekarang ini ga pernah bisa menghargai orang.padahal ga kenal ama gua dah"ulfa menggerutu saat ia meninggalkan dapur dikantornya,yang didalamnya ada orang yang menurutnya rempong.saking keselnya ulfa pada orang yang tadi,ia tidak memperhatikan jalan yang harusnya ia lewati,jujur kantor yang sebesar itu bisa membuat kita kesasar karena kekeliruan kita,bahkan disini ulfa juga tiba tiba seperti kehilangan arah.dilihat sisi kanan dan kirinya,seperti bukan jalan yang tadi ia lewati.kemana ia harus keluar dari jalan itu,membuat ulfa sangat kebingungan.ia berusaha mencari cara agar ia tidak terlihat kebingungan.karena banyak orang yang sedang melihat ulfa dari ruangan kerja yang diselimuti kaca bening tembus pandang,tak satupun dari mata mereka melepaskan pandangannya dari ulfa.
Karena ulfa merasa risih dengan tatapan mereka ulfa sedikit mempercepat langkahnya dan menundukkan pandangannya.ulfa berfikir tak ada cara lain selain ia naik ke lift,tidak mungkin ia melewati para karyawan tadi,pasti ulfa akan jadi bahan pembicaraan mereka.buru buru ulfa menekan tombol disisi lift yang sudah tepat didepannya.ia memilih lantai paling bawah agar ia bisa ketemu siresepsionis dan mungkin bisa diantarkan ke kantornya,pikir ulfa.
Dengan sekejab pintu lift itu terbuka,karena ulfa tidak mengangkat kepalanya ia tidak melihat siapa saja orang yang ada didalam lift itu,yang dilihatnya hanya kaki seorang laki laki yang menggunakan celana dari sepasang jasnya.ulfa sangat lega karena pintu lift sudah tertutup dan sekarang lift itu sedang menuju lantai bawah.
"syukur syukur.....memang kalo artis itu banyak yang nyoroti"bisik ulfa pada dirinya.karena dari sepanjang ia berjalan ia selalu dilihat oleh karyawan yang berkerja diruangan itu.tanpa disadarinya orang yang berdiri tepat disamping ulfa itu sedang memperhatikan dan mendengar bisikan ulfa pada dirinya.semakin terasa orang yang disebelah ulfa memperhatikannya,ia memberanikan hatinya untuk mengangkat kepalanya.
"ga salah lihat ni gua?"tanya orang didepan ulfa membuat ulfa tampak sangat terkejut,hingga hampir terhuyung kebelakang.syukurnya tangan orang itu dengan cepat menangkap lengan ulfa.dan akhirnya mereka sama sama memegang agar tidak terjatuh.
"astaghfirullah...hampir aja huh.."ulfa buru buru melepaskan tangannya dan mengalihkan pandangannya karena keadaan sudah tidak terasa nyaman.
"hati hati....lu kaget atau salting...?"tanya orang itu lagi dengan santai padahal ia juga tampak sedikit terkejut.ulfa yang mendengarnya langsung memajukan bibirnya tanda tak suka dengan perkataan orang itu.
"hm...kaget bangetlah.."kata ulfa seadanya.tanpa melihat wajah orang itu.
Tak lama pintu lift pun terbuka orang itu langsung keluar dari lift,tinggallah ulfa sendirian didalam lift itu.
"lu ga mau keluar hm..?"tanya orang itu lagi dengan santai.ulfa hanya mendengarkan pertanyaannya tanpa mengubris orang itu.
"tau ga?ini lantai paling bawah loh.atau lu mau kembali keatas lagi"tambah orang itu lagi tampak mengejek ulfa.
"hm..lantai paling bawah?"ulfa tampak kaget,sepertinya ia terhipnotis dengan keadaan,karena ulfa malu ia pun ikut keluar bersama dengan orang itu.orang itu hanya tersenyum sebentar karena melihat tingkah ulfa,setelah ulfa keluar dari lift itu,ulfa masih terdiam tidak melanjutkan langkahnya,sebenarnya ulfa bingung kearah mana ia harus berjalan dan kemana ia harus pergi.
"kok lu diem?"tanya orang itu lagi pada ulfa.
"maaf kak,saya ga tau harus kemana"jawab ulfa dengan singkat,sambil memberikan rasa hormat dengan menundukkan sedikit kepalanya.
"lu mau kemana?gedung ini luas kalo lu jalan jalan gua sarani jangan disini"kata orang itu lagi.
"maaf ya kak saya kemari bukan untuk jalan jalan.saya ada urusan.hanphone saya ketinggalan diruangan perkembangan.kalau kakak ga mau bantu ga papa kok..."kata ulfa sedikit ketus karena ulfa memang sudah merasa kesal.
"ok...ok...santai gua bisa antar lu asal..."kata orang itu terputus.
"ok..asal saya tutup mulutkan...kalau itu mah aman.yang penting kakak tunjuki dulu jalannya"kata ulfa sangat terburu buru.
"gini nih....belum juga gua selesai ngomong udah dipotong"kata orang itu lagi.
Orang itupun langsung memberikan arah kepada ulfa dan mereka harus naik lagi ke lift untuk menuju lantai atas tepat di ruang perkembangan"kalau gua lihat kk fikri begini jadi adem banget....tapi kenapa bisa bisanya dia di amerika?"batin ulfa sambil mengikuti jalan orang didepannya yang dimaksud disini adalah senior fikri.
Terlihat fikri sangat gagah,seperti laki laki pada umumnya.karena senior fikri yang diindonesia sangatlah berbeda pemarah,garang,dan pernah membuat hati ulfa sakit karena perkataannya.apalagi kejadian yang pernah dilakukan oleh senior fikri itu,tidak pernah terlupakan oleh ulfa.
Dengan cepat ulfa dibawa kearah ruangannya,seperti biasa sepanjan jalan ulfa berjalan dari ruang ruangan itu banyak orang yang melihat ulfa.mungkin karena ulfa anak baru dan pakaian ulfa yang paling menjadi sorotan orang orang itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments