11.dia kembali

...----------------...

"sumpah ih...sebel banget emang dia kira kalo gua anak baru takut gitu sama dia,emang ya zaman sekarang ini ga pernah bisa menghargai orang.padahal ga kenal ama gua dah"ulfa menggerutu saat ia meninggalkan dapur dikantornya,yang didalamnya ada orang yang menurutnya rempong.saking keselnya ulfa pada orang yang tadi,ia tidak memperhatikan jalan yang harusnya ia lewati,jujur kantor yang sebesar itu bisa membuat kita kesasar karena kekeliruan kita,bahkan disini ulfa juga tiba tiba seperti kehilangan arah.dilihat sisi kanan dan kirinya,seperti bukan jalan yang tadi ia lewati.kemana ia harus keluar dari jalan itu,membuat ulfa sangat kebingungan.ia berusaha mencari cara agar ia tidak terlihat kebingungan.karena banyak orang yang sedang melihat ulfa dari ruangan kerja yang diselimuti kaca bening tembus pandang,tak satupun dari mata mereka melepaskan pandangannya dari ulfa.

Karena ulfa merasa risih dengan tatapan mereka ulfa sedikit mempercepat langkahnya dan menundukkan pandangannya.ulfa berfikir tak ada cara lain selain ia naik ke lift,tidak mungkin ia melewati para karyawan tadi,pasti ulfa akan jadi bahan pembicaraan mereka.buru buru ulfa menekan tombol disisi lift yang sudah tepat didepannya.ia memilih lantai paling bawah agar ia bisa ketemu siresepsionis dan mungkin bisa diantarkan ke kantornya,pikir ulfa.

Dengan sekejab pintu lift itu terbuka,karena ulfa tidak mengangkat kepalanya ia tidak melihat siapa saja orang yang ada didalam lift itu,yang dilihatnya hanya kaki seorang laki laki yang menggunakan celana dari sepasang jasnya.ulfa sangat lega karena pintu lift sudah tertutup dan sekarang lift itu sedang menuju lantai bawah.

"syukur syukur.....memang kalo artis itu banyak yang nyoroti"bisik ulfa pada dirinya.karena dari sepanjang ia berjalan ia selalu dilihat oleh karyawan yang berkerja diruangan itu.tanpa disadarinya orang yang berdiri tepat disamping ulfa itu sedang memperhatikan dan mendengar bisikan ulfa pada dirinya.semakin terasa orang yang disebelah ulfa memperhatikannya,ia memberanikan hatinya untuk mengangkat kepalanya.

"ga salah lihat ni gua?"tanya orang didepan ulfa membuat ulfa tampak sangat terkejut,hingga hampir terhuyung kebelakang.syukurnya tangan orang itu dengan cepat menangkap lengan ulfa.dan akhirnya mereka sama sama memegang agar tidak terjatuh.

"astaghfirullah...hampir aja huh.."ulfa buru buru melepaskan tangannya dan mengalihkan pandangannya karena keadaan sudah tidak terasa nyaman.

"hati hati....lu kaget atau salting...?"tanya orang itu lagi dengan santai padahal ia juga tampak sedikit terkejut.ulfa yang mendengarnya langsung memajukan bibirnya tanda tak suka dengan perkataan orang itu.

"hm...kaget bangetlah.."kata ulfa seadanya.tanpa melihat wajah orang itu.

Tak lama pintu lift pun terbuka orang itu langsung keluar dari lift,tinggallah ulfa sendirian didalam lift itu.

"lu ga mau keluar hm..?"tanya orang itu lagi dengan santai.ulfa hanya mendengarkan pertanyaannya tanpa mengubris orang itu.

"tau ga?ini lantai paling bawah loh.atau lu mau kembali keatas lagi"tambah orang itu lagi tampak mengejek ulfa.

"hm..lantai paling bawah?"ulfa tampak kaget,sepertinya ia terhipnotis dengan keadaan,karena ulfa malu ia pun ikut keluar bersama dengan orang itu.orang itu hanya tersenyum sebentar karena melihat tingkah ulfa,setelah ulfa keluar dari lift itu,ulfa masih terdiam tidak melanjutkan langkahnya,sebenarnya ulfa bingung kearah mana ia harus berjalan dan kemana ia harus pergi.

"kok lu diem?"tanya orang itu lagi pada ulfa.

"maaf kak,saya ga tau harus kemana"jawab ulfa dengan singkat,sambil memberikan rasa hormat dengan menundukkan sedikit kepalanya.

"lu mau kemana?gedung ini luas kalo lu jalan jalan gua sarani jangan disini"kata orang itu lagi.

"maaf ya kak saya kemari bukan untuk jalan jalan.saya ada urusan.hanphone saya ketinggalan diruangan perkembangan.kalau kakak ga mau bantu ga papa kok..."kata ulfa sedikit ketus karena ulfa memang sudah merasa kesal.

"ok...ok...santai gua bisa antar lu asal..."kata orang itu terputus.

"ok..asal saya tutup mulutkan...kalau itu mah aman.yang penting kakak tunjuki dulu jalannya"kata ulfa sangat terburu buru.

"gini nih....belum juga gua selesai ngomong udah dipotong"kata orang itu lagi.

Orang itupun langsung memberikan arah kepada ulfa dan mereka harus naik lagi ke lift untuk menuju lantai atas tepat di ruang perkembangan"kalau gua lihat kk fikri begini jadi adem banget....tapi kenapa bisa bisanya dia di amerika?"batin ulfa sambil mengikuti jalan orang didepannya yang dimaksud disini adalah senior fikri.

Terlihat fikri sangat gagah,seperti laki laki pada umumnya.karena senior fikri yang diindonesia sangatlah berbeda pemarah,garang,dan pernah membuat hati ulfa sakit karena perkataannya.apalagi kejadian yang pernah dilakukan oleh senior fikri itu,tidak pernah terlupakan oleh ulfa.

Dengan cepat ulfa dibawa kearah ruangannya,seperti biasa sepanjan jalan ulfa berjalan dari ruang ruangan itu banyak orang yang melihat ulfa.mungkin karena ulfa anak baru dan pakaian ulfa yang paling menjadi sorotan orang orang itu.

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!