Setelah meredakan lelah dibadannya dari perjalanan kemarin,ia langsung melihat dan memeriksa hanphondenya yang ada di samping kasurnya.tiba tiba matanya terbelalak ke sebuah pesan chat dari nomor yang tidak ia kenal,tetapi kakagetannya itu langsung hilang seketika karena ia tahu pesan chat tersebut pasti datang dari orang yang mengantarnya kemarin ke apartemennya.
"ok,pagi ini gua harus semangat karena besok gua harus ke kantor"batinnya.dia memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk persiapan besok."semangat ya bocil....".dia mengelus elus kepalanya sendiri dan tersenyum,seperti orang tua yang mengelus anaknya.
Waktu terus berlalu,tidak terasa semua berjalan hingga sore hari telah tiba.syukurnya ulfa telah merapikan dan mempersiapkan dirinya untuk segala hal yang akan dilakukannya besok.
"drt...drt..."tiba tiba telpon ulfa berdering diatas kasurnya.ia segera berlari kecil untuk mengambil handphone yang berada diatas kasurnya.
"assalammualaikum sayang"suara bunda langsung menyapa ulfa diseberang telepon.
"waalaikumussalam bunda.......ulfa kangen ayah bunda.... Bunda tau ga ulfa tinggal sendiri lo nda..."ulfa langsung berteriak menyambut sapaan bundanya.
"sayang.....ussstttt jangan teriak teriak dong...sakit nih telinga bundanya...gimana perjalanan kamu kemarin nak"tiba tiba suara ayah yang menyahuti ulfa.sepertinya ayah sedang bersama bunda.
"ayah....kangen ayah taooo...kemarin sih ulfa ada sempat telpon ke ayah,tapi ayah ngga angkat telpon ulfa..,padahal ayah tau ulfa kebingungan tau yah..."ulfa sedikit curhat,mengeluarkan unek unek isi hatinya.
"maafin ayah ya nak,ayah ngerti perasaan kamu,seharusnya diumur kamu yang seperti ini kamu harus belajar banyak,dan pasti kamu juga menginginkan menjadi seorang sarjana,bukan?"kata ayahnya kepada ulfa.
"hikssss...ayah kenapa ngomong gitu sih yah...hikss ulfa sedih deh yah..yang paling terpenting ayah doain ulfa biar semua impian ayah bunda dan kita semua terwujud..hikss memang pasti sulit yah untuk jalani semuanya hikss....."tiba tiba ulfa menangis sambil menjawab perkataan ayahnya ,karena ia merasa sedikit bersalah ketika ayahnya berkata seperti menyesal telah menyuruh ulfa untuk pergi menggantikan ayah ke amerika.
"sayang...ayah sangat berharap sama ulfa nak,agar ulfa selalu bersemangat,dan ingat nak allah akan memuliakan kamu kalau kamu patuh dan taat kepada ayah bunda"kata ayahnya lagi sambil memberi motivasi dan dukungan kepada ulfa
"hiks....iya yah..doain ulfa ya yah,besok ulfa mau datang ke kantor"tambah ulfa lagi.
"iya nak,doa ayah dan bunda selalu ada untuk ulfa"kata ayahnya.
"ok udah dulu ya....semangat kerjanya.assalammualaikum..."teleponya pun ditutup dengan sepihak.dan percakapannya pun berakhir disana.
ulfa hanya berfikir tentang perkataan ayahnya yang tadi.sekarang ia berfikir agar ia bisa lebih bersemangat dan lebih ikhlas lagi untuk menjalankan pekerjaannya.karena sebelumnya ia merasa sedikit terpaksa melakukan pekerjaannya,tapi dengan perkataan ayahnya tadi ia merubah pola pikirnya,untuk menjadi orang yang lebih ikhlas lagi.
...****************...
hari ini adalah dimana ulfa akan masuk ke kantor barunya.yang hebatnya dari ulfa adalah pekerjaan yang sama sekali tidak pernah ulfa ketahui bagaimana,seperti apa,caranya sudah ditetapkan oleh pak digta untuk ulfa,padahal ulfa sama sekali belum pernah bertemu dengan orang yang disebut dengan nama pak digta.ulfapun mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang wanita yang bekerja dikantoran dari mulai baju,sepatu,hijabnya juga.ia menggunankan baju kemeja berwarna putih dan ditutupi oleh kardigan coksu kesukaannya yang menjulur ke kedua lututnya,rok yang digunakannya pun sama warnanya dengan kardigan yang dikenakannya saat itu,sangat netral dan elegan pikirnya.apalagi kerudung yang digunakannya menjadi perhiasan baginya sebagai wanita yang berharga.oufit yang dikenakannya menurut gua keren banget sih.....:)semua dipersiapkan dengan rapi.ia tidak mau dihari pertama kerjanya ia sudah dinilai kutang baik.sama halnya dengan kita semua,menginginkan kesempurnaan bukan?walaupun sebenarnya kita sangat jauh dari kata sempurna.
"pokoknya aku harus semangat.ingat kata ayah..."batinnya,saat ia sedang keluar dari apartemennya.
Kedua kakinya dengan cepat berjalan kearah pintu lift yang tidak jauh dari apartemennya.dengan sekejap pintu liftnya terbuka.tak ada satupun orang yang berada dalam lift itu.karena dapat dibilang ulfa berangkat sangat pagi sekali.
Tak menunggu lama pintu liftpun terbuka.terlihatlah koridor bawah apartemen tertampang dengan jelas dengan model hiasan dan tataan yang sangat begitu mewah serta megah,ulfa langsung berfikir semua barang yang didalam apartemen begitu indah bagaimana semua yang ada disurga pikirnya.setelah melewati koridor dengan paduan ke mewahan ia berhasil keluar dari sangkarnya menuju awan diatas yang benar benar bisa dipandangnya secara langsung.
"ok..kayaknya gua bisa pake google deh"ulfa berfikir untuk menemukan alamat kantor yang sama sekali belum pernah diketahuinya,dengan menggunakan google translate.
...****************...
Setengah jam telah berlalu,ia berhenti disebuah halte bus dan sampai di depan sebuah gedung yang sangat besar."waaw..ini gedung besar banget.kayaknya gua ga salah deh.ini pasti kantor gua"batinnya saat memandangi gedung kantornya hampir mencakar kelangit.wajahnya yang begitu bahagia tidak dapat dipungkirinya,sepanjang perjalanan memasuki gedung kantor itu ia selalu melukiskan sebuah senyuman dari kedua bibirnya.
"ok......iam comingggg"ulfapun bertekad untuk bersemangat bekerja,apalagi diusia nya yang terbilang masih muda.
...----------------...
"aduh gua harus kemana nih gedungnya besar banget lagi"katanya pada dirinya sendiri ketika pertama kali masuk ke dalam kantor,tepatnya sekarang ia berada dikoridor.semua mata orang yang ada disana tertuju padanya.ulfa berfikir mungkin karena ulfa baru terlihat dikantor itu,apalagi dengan pakaian ulfa yang tertutup serta mengenakan hijab,mungkin salah satu sebab dari bahan tontonan orang orang yang ada disana.memang sebenarnya didalam keadaan yang seperti itu pasti merasakan sesuatu yang tidak nyaman bukan?.sama halnya juga dengan ulfa saat ini
"aduhhh mana gua ga tau nama orang itu lagi"dia menepok jidatnya,karena ia lupa dan bahkan ia tak sama sekali berfikir untuk menanyakan nama orang yang mengantarkannya ke apartemen kemarin,syukurnya didepan koridor itu terdapat resepsionis yang menjaga untuk pengunjung atau tamu tamu yang ada hubungannya dengan kantor,kalau ada keperluan sepertinya bisa tanya ke penjaga resepsionis,pikir ulfa.
"maaf mba,saya pekerja baru yang mengurus perkembangan data,apa bisa saya bertemu dengan pak digta?"tanya ulfa dengan sopan pada seorang perempuan yang menjaga resepsionis itu.(disini ulfa menggunakan bahasa inggris ya ges...kan di amerika:).
"maaf mba,tapi sudah lumayan lama ini pak digta tidak di amerika"kata perempuan tersebut.jantung ulfa tiba tiba berdegup sedikit kencang,yang saat ini dirasakan adalah takut dan bingung.kenapa ia disuruh menggantikan ayahnya untuk datang dan bekerja di amerika dengan iming iming bisnisnya pak digta.padahal pak digtanya saja tidak ada di amerika.pikirannya sedikit melenceng kemana mana
"terus,saya harus gimana mba?saya adalah pekerja baru yang bukan datang dari daerah sini".kata ulfa dengan sedikit takut.
"hm...saya telpon pak derya dulu mba..karena mba tau sendiri,saya tidak bisa berbuat apapun kalau bukan tugas saya"jelas penjaga resepsionis itu.
"baik mba".kata ulfa lagi yang sedikit lemas.apa yang harus dilakukannya.orang yang satu satunya akan menjadi kenalannya tidak ada disana.ulfa pun menungu diresepsionis yang sedang berbicara ditelfon yang entah sama siapa ia menanyakan tentang ulfa,pekerja baru dikantornya.
Selang beberapa menit ulfa menunggu si resepsionis berbicara dengan orang yang disebrang telepon,kemudian ulfa diarahkan menuju kesebuah ruangan yang akan ia tuju.
"mba,saya akan mengarahkan mba keruangan kerja mba sekarang....silahkan dari sini mba"kata siresepsionis itu sambil menunjukkan jalan kepada ulfa,dimana ruangan tempat ulfa bekerja.syukurnya resepsionis itu menunjukkan dengan ramah dan sopan."oky,ini ruangannya.untuk sementara mba disini dulu.o iya kata pak derya didalam sana ada beberapa berkas yang harus mba baca dan pahami.jadi mba boleh baca dulu berkas berkasnya.soalnya pak derya belum bisa datang hari ini mba"kata resepsionis itu menjelaskan secara detail kepada ulfa.ulfa pun mengangguk anggukkan kepala sambil tersenyum tanda ia memahami perkataan siresepsionis itu.
...----------------...
"wah....besar banget ni ruangan..."seketika ulfa takjub dengan ruangan yang ia masuki.
"ini ruangan gua....?ini beneran?waw....seumur umur hidup,gua belum pernah punya ruangan segede ini.ya kali kamar gua...haha"tambahnya lagi.ia merasa benar benar puas dengan apa yang ia lihat.semua yang ia lihat disini sebelumnya ulfa belum pernah melihatnya.ia benar benar takjub sama apa yang ia rasakan,tapi dibalik keindahan semua ini pasti juga banyak pengorbanan dan usaha dibelakangnya.
Tak mau tenggelam dalam keindahan kantornya,ulfa langsung buru buru melihat berkas berkas yang dimaksud oleh si resepsionis itu diatas meja kerjanya.memang benar beberpa berkas itu harus ia baca dan pelajari,apalagi ulfa yang masih dalam kata anak baru pasti tidak luput dari kata bimbingan dan dampingan.ia juga tidak lupa mengeluarkan laptonya ke atas meja kerjanya.sekarang ulfa benar benar terlihat seperti wanita yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.
"lumayan juga nih,,,banyak banget yang harus di kerjain"batinnya sambil merenggangkan jari jemari,pinggang dan lehernya karena sedikit merasa pegal,dan linu.
disini ulfa sudah merasa sedikit nyaman dengan keadaannya menjadi seorang pekerja kantoran.
...----------------...
setelah seharian bekerja.kantuk pun datang ke mata ulfa."hoaaaa"ulfa langsung menguap karena matanya sangat mengantuk.rasanya ia langsung ingin bergegas untuk kembali ke apartemennya,dan merenggangkan badannya yang mulai terasa pegal.semua berkas berkasnya mulai dirapih rapihkan,gelas bekas kopi yang ia minum tadi pagi juga akan ia kembalikan ke dapurnya.
semua sudah siap sekarang tinggal mengembalikan gelas bekas kopinya kedapur umum yang ada di kantor itu.ia melewati beberapa ruangan yang dilapisi kaca,didalamnya banyak orang yang masih berhadapan dengan monitor komputer,ulfa sangat memperhatikan mereka karena mereka tampak serius dan fokus.
Lagi lagi ulfa dibuat takjub dengan dapur yang ada dikantor itu juga,padahal hanya dapur tetapi terlihat sangat mewah dan megah.
"eh kamu siapa,kok berani beraninya kemari?"tanya seorang wanita yang tiba tiba juga masuk setelah ulfa kedapur itu untuk mengambil air panas.
Ulfa sedikit terkejut,tetapi tidak membuat ulfa takut untuk menghadapinya.dilihat dari pakaian perempuan itu seperti biasa saja tidak ada lebih lebihnya."sorry...ya mba,saya pekerja baru disini.jadi saya juga pantes masuk kemari,kalau boleh tau kamu siapa?"tanya ulfa dengan sedikit tegas.
Wanita tersebut langsung terlihat seperti emosi kearah ulfa,karena pertanyaan ulfa yang mungkin membuatnya sedikit tersinggung.
"please ya mba...kalau mba sopan saya juga sopan"perkataan ulfa itu langsung membungkam mulut wanita itu.tak ingin memperpanjang perkara yang ada,ulfa langsung meninggalkan wanita itu dengan senyuman dan memberikan hormat pada wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Yayuk Kardjono
semangat menulis.....
2023-08-21
1