Sesampainya mereka dibandara,ayah yang menyusungkan senyuman tipis sudah menunggu mereka sedari tadi.tanpa ada sedikit waktu yang menjeda saat itu,ulfa langsung berlari ke arah dimana ayahnya menunggu diantara orang orang yang tidak terlalu ramai.
"ayah..."teriak ulfa sambil menyalami dan memeluk ayahnya.ayahnya langsung membalas pelukan anaknya yang paling tersayang.dibelainya kepala anaknya yang dirasa anaknya bukan bocah lagi.
"hmm...sayang kamu sudah besar nak,sudah gadis ya"kata ayah dengan nada lembut sambil mengusap pucuk kepala anaknya ulfa.
Ibu yang masih tertinggal di belakang juga ikut tersenyum dan geleng geleng melihat tingkah anak dan ayah itu.memang sudah lama ulfa tidak bertemu dengan ayahnya sekitar 5 bulanan,sebelum acara wisuda seharusnya ayahnya ada bersama ulfa tapi sayangnya pekerjaan yang menumpuk,menjadikan penghalang bagi seorang ayah dan anak.
"sayang,gimana pekerjaannya?"tanya bunda pada ayah yang sedang berjalan menghampiri ulfa dan ayah.ayah yang sebenarnya menyadari bunda didekatnya langsung mendekatkan ke dua wanitanya dalam pelukannya.entah apa yang dirasakan ayah saat itu,hingga terasa sesuatu yang berbeda dari sikap ayah pada ulfa dan bunda.bunda yang sebenarnya menyadari sikap suaminya langsung melepaskan pelukan dan mengajak mereka ke tempat makan yang tidak jauh dari bandara itu."yah,makan yuk.didekat sini ada tempat makan yang enak"kata bundanya sedikit sok tahu."loh bunda kok tau?aku aja yang mau tinggal didekat sini ga tau"serkah ulfa pada bundanya sedikit heran."hehe...sebenarnya bunda ga tau sayang,tapi bunda yakin pasti enak".kata bundanya meyakinkan keadaan hingga membuat ayah yang tahu sifat bundanya tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"ayah kok kelihatannya gelisah,apa ada sesuatu?atau cuma perasaan bunda aja kali ya?"tanya bunda terang terangan di depan ayah dan ulfa yang sedang menyantap hidangan dari tempat makan itu.ayah yang mendengarkan perkataan bunda memberhentikan makanan dan meneguk segelas air untuk menjawab pertanyaan bunda.
"khm..sebenarnya memang ada yang harus ayah sampaikan pada kalian,terutama ulfa sayang"kata ayah dengan sedikit serius,sambil menatap kearah ulfa yang membuat ulfa memberhentikan kunyahan makanannya.
"kemarin ayah selagi diluar,mengerjakan tugas ayah,ayah mendapatkan bonus,dan bonusnya itu harus dikerjakan di amerika".kata ayah menjelaskan dengan serius.ulfa yang mendengarkannya langsung menyungsingkan senyuman dari bibirnya yang tipis.
"ayah,bagus dong ayah bosa jalan jalan samnil bekerja bukan?"tanya ulfa yang merasa itu baik untuk ayahnya."sayang,tetapi selain itu ada sesuatu yang harus kita ketahui.menurut ayah ketua dan pemilik bisnis yang ayah tanggung itu berlebihan,seharusnya dia tidak perlu memberikan kesempatan pada ayah.karena ayah sudah cukup dengan bisnisnya mereka di indonesia"jelas ayah pada ulfa dan bunda.mereka berdua masih menunjukkan raut wajah yang tidak faham pada ayahnya."gini loh,kita tahukan harta kita itu dari allah,nah dengan wasilah pak joi ayah sudah bisa menghidupi kalian walaupun tidak seberapa,dan pak joi itu sudah memberi amanah kepada ayah agar ayah menjaga bisnisnya di indonesia,dan sekarang bisnisnya itu di pegang oleh anaknya pak joi karena pak joi sudah meninggal satu tahun yang lalu.dan anaknya itu pak digta joiland yang memegang bisnis pak joi dan pak digta juga yang memberi kesempatan kepada ayah untuk membantu bisnisnya di amerika".kata ayahnya menjelaskan panjang kali lebar kepada bunda dan ulfa.ulfa yang mendengarnya merasa takjub kepada ayahnya,yang merupakan tangan kanan orang orang penting.
"ayah...ulfa ga nyangka ayah hebat banget..."kata ulfa semakin semangat.
"ulfa,itu semua ga mungkin bisa ayah lakukan sayang,ok ayah bisa membantu bisnis mereka di indonesia tetapi tidak di amerika.oleh karena itu ayah meminta kamu,agar kamu mencoba membantu mengurus bisnis pak digta,seenggaknya kamu coba gimana cara menghubungkan bisnis dengan banyak orang.karena ketika kamu lebih menjadi dewasa nanti kamu akan melakukan sesuatu yang mungkin lebih besar dari ini,sayang"kata ayah lagi sambil membujuk ulfa.ayah tahu apa yang dirasakan ulfa sebenarnya,raut wajah ulfa yang seperti ingin menolak,langsung disergap oleh perkataan ayahnya tadi.
Ulfa hanya menghembuskan nafasnya,ia tidak mungkin membantah ayahnya,sementara ia tahu negara amerika negara yang lumayan sulit akan perkara agamanya termasuk islam apalagi dirinya seorang wanita.entah apa yang ulfa pikirkan dengan perkataan ayahnya sampai sampai ia tidak mengubris ayah dan bundanya yang menanyakan kesediaan ulfa."sayang..."tanya ayah bunda pada ulfa yang seperti melamun.
"hmm...yah tapi ulfa ga siap yah,lagian ulfa juga belum pernah belajar gimana caranya bisnis,bahkan kuliah juga ulfa belum mulai gimana ulfa bisa bantu bisnis itu yah?,ok ulfa tau,bisnis itu penting banget buat kita semua,tapi ayah tau kan kalau sesuatu yang tidak dilandasi dengan pelajaran itu sia sia.bisa jadi ulfa ga bisa ngelakuin sesempurna ayah".kata ulfa menjelaskan alasannya.
"ulfa,ayah tau kamu pintar sayang,bahkan kalau kamu tidak kuliah juga kamu pasti bakal tau gimana cara berbisnis.berbisnis itu bukan pelajaran yang perlu belajar,tapi bisnis itu pelajaran yang perlu untuk dilakukan,kalau salah juga kamu bakal di beri kesempatan untuk memperbaikinya"jelas ayah pada ulfa yang hampir menangis.bunda yang melihat sedikit adanya perdebatan antara ayah dan anak itu mulai mengambil alih pembicaraan.
"ok ok...semua harap tenang gimana kalau bunda aja yang berbisnis,siapa yang setuju?"tanya bunda pada ayah dan ulfa yang membuat keduanya terkejut."ngga boleh"kata ulfa dengan sigap.bunda tau kalau ulfa tidak akan tega jika bunda yang bekerja.apalagi masalah bisnis.ulfa paling tidak setuju.
"ok yah,ulfa pikir dulu"final ulfa pada ayahnya yang ingin melanjutkan nasihatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ulfa yang memandangi bulan dari jendela kost annya itu masih memikirkan persoalan siang tadi.ia sangat merasakan kebimbangan pada hatinya.bagaimana bisa tanpa pelajaran ia bekerja,dan umurnya yang masih sangat muda membuat ia tidak percaya pada dirinya.
"sayang,kamu jangan banyak pikiran.percaya apa yang ayah katakan nak...sekarang sudah malam gimana kamu tidur,agar kamu bisa berfikir dengan baik dan benar benar dari hati kamu ya....maafin ayah sudah nyusahin kamu"kata ayah pada ulfa,yang masih belum dihitaukan oleh ulfa.
Sebenarnya ulfa faham apa yang dikatakan ayahnya,ia sedikit merasa tidak enak pada ayahnya,kenapa ayah meminta maaf pada ulfa,padahal sama sekali bukan kesalahan ayahnya hanya saja ayah hanya memohon padanya agar bisa menjadi penanggung jawab dari bisnis rekannya.dan semua harta benda yang ia gunakan juga dari hasil kerja ayahnya.itulah yang ulfa pikirkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments