3.nasihat

Sesampainya mereka dibandara,ayah yang menyusungkan senyuman tipis sudah menunggu mereka sedari tadi.tanpa ada sedikit waktu yang menjeda saat itu,ulfa langsung berlari ke arah dimana ayahnya menunggu diantara orang orang yang tidak terlalu ramai.

"ayah..."teriak ulfa sambil menyalami dan memeluk ayahnya.ayahnya langsung membalas pelukan anaknya yang paling tersayang.dibelainya kepala anaknya yang dirasa anaknya bukan bocah lagi.

"hmm...sayang kamu sudah besar nak,sudah gadis ya"kata ayah dengan nada lembut sambil mengusap pucuk kepala anaknya ulfa.

Ibu yang masih tertinggal di belakang juga ikut tersenyum dan geleng geleng melihat tingkah anak dan ayah itu.memang sudah lama ulfa tidak bertemu dengan ayahnya sekitar 5 bulanan,sebelum acara wisuda seharusnya ayahnya ada bersama ulfa tapi sayangnya pekerjaan yang menumpuk,menjadikan penghalang bagi seorang ayah dan anak.

"sayang,gimana pekerjaannya?"tanya bunda pada ayah yang sedang berjalan menghampiri ulfa dan ayah.ayah yang sebenarnya menyadari bunda didekatnya langsung mendekatkan ke dua wanitanya dalam pelukannya.entah apa yang dirasakan ayah saat itu,hingga terasa sesuatu yang berbeda dari sikap ayah pada ulfa dan bunda.bunda yang sebenarnya menyadari sikap suaminya langsung melepaskan pelukan dan mengajak mereka ke tempat makan yang tidak jauh dari bandara itu."yah,makan yuk.didekat sini ada tempat makan yang enak"kata bundanya sedikit sok tahu."loh bunda kok tau?aku aja yang mau tinggal didekat sini ga tau"serkah ulfa pada bundanya sedikit heran."hehe...sebenarnya bunda ga tau sayang,tapi bunda yakin pasti enak".kata bundanya meyakinkan keadaan hingga membuat ayah yang tahu sifat bundanya tersenyum.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"ayah kok kelihatannya gelisah,apa ada sesuatu?atau cuma perasaan bunda aja kali ya?"tanya bunda terang terangan di depan ayah dan ulfa yang sedang menyantap hidangan dari tempat makan itu.ayah yang mendengarkan perkataan bunda memberhentikan makanan dan meneguk segelas air untuk menjawab pertanyaan bunda.

"khm..sebenarnya memang ada yang harus ayah sampaikan pada kalian,terutama ulfa sayang"kata ayah dengan sedikit serius,sambil menatap kearah ulfa yang membuat ulfa memberhentikan kunyahan makanannya.

"kemarin ayah selagi diluar,mengerjakan tugas ayah,ayah mendapatkan bonus,dan bonusnya itu harus dikerjakan di amerika".kata ayah menjelaskan dengan serius.ulfa yang mendengarkannya langsung menyungsingkan senyuman dari bibirnya yang tipis.

"ayah,bagus dong ayah bosa jalan jalan samnil bekerja bukan?"tanya ulfa yang merasa itu baik untuk ayahnya."sayang,tetapi selain itu ada sesuatu yang harus kita ketahui.menurut ayah ketua dan pemilik bisnis yang ayah tanggung itu berlebihan,seharusnya dia tidak perlu memberikan kesempatan pada ayah.karena ayah sudah cukup dengan bisnisnya mereka di indonesia"jelas ayah pada ulfa dan bunda.mereka berdua masih menunjukkan raut wajah yang tidak faham pada ayahnya."gini loh,kita tahukan harta kita itu dari allah,nah dengan wasilah pak joi ayah sudah bisa menghidupi kalian walaupun tidak seberapa,dan pak joi itu sudah memberi amanah kepada ayah agar ayah menjaga bisnisnya di indonesia,dan sekarang bisnisnya itu di pegang oleh anaknya pak joi karena pak joi sudah meninggal satu tahun yang lalu.dan anaknya itu pak digta joiland yang memegang bisnis pak joi dan pak digta juga yang memberi kesempatan kepada ayah untuk membantu bisnisnya di amerika".kata ayahnya menjelaskan panjang kali lebar kepada bunda dan ulfa.ulfa yang mendengarnya merasa takjub kepada ayahnya,yang merupakan tangan kanan orang orang penting.

"ayah...ulfa ga nyangka ayah hebat banget..."kata ulfa semakin semangat.

"ulfa,itu semua ga mungkin bisa ayah lakukan sayang,ok ayah bisa membantu bisnis mereka di indonesia tetapi tidak di amerika.oleh karena itu ayah meminta kamu,agar kamu mencoba membantu mengurus bisnis pak digta,seenggaknya kamu coba gimana cara menghubungkan bisnis dengan banyak orang.karena ketika kamu lebih menjadi dewasa nanti kamu akan melakukan sesuatu yang mungkin lebih besar dari ini,sayang"kata ayah lagi sambil membujuk ulfa.ayah tahu apa yang dirasakan ulfa sebenarnya,raut wajah ulfa yang seperti ingin menolak,langsung disergap oleh perkataan ayahnya tadi.

Ulfa hanya menghembuskan nafasnya,ia tidak mungkin membantah ayahnya,sementara ia tahu negara amerika negara yang lumayan sulit akan perkara agamanya termasuk islam apalagi dirinya seorang wanita.entah apa yang ulfa pikirkan dengan perkataan ayahnya sampai sampai ia tidak mengubris ayah dan bundanya yang menanyakan kesediaan ulfa."sayang..."tanya ayah bunda pada ulfa yang seperti melamun.

"hmm...yah tapi ulfa ga siap yah,lagian ulfa juga belum pernah belajar gimana caranya bisnis,bahkan kuliah juga ulfa belum mulai gimana ulfa bisa bantu bisnis itu yah?,ok ulfa tau,bisnis itu penting banget buat kita semua,tapi ayah tau kan kalau sesuatu yang tidak dilandasi dengan pelajaran itu sia sia.bisa jadi ulfa ga bisa ngelakuin sesempurna ayah".kata ulfa menjelaskan alasannya.

"ulfa,ayah tau kamu pintar sayang,bahkan kalau kamu tidak kuliah juga kamu pasti bakal tau gimana cara berbisnis.berbisnis itu bukan pelajaran yang perlu belajar,tapi bisnis itu pelajaran yang perlu untuk dilakukan,kalau salah juga kamu bakal di beri kesempatan untuk memperbaikinya"jelas ayah pada ulfa yang hampir menangis.bunda yang melihat sedikit adanya perdebatan antara ayah dan anak itu mulai mengambil alih pembicaraan.

"ok ok...semua harap tenang gimana kalau bunda aja yang berbisnis,siapa yang setuju?"tanya bunda pada ayah dan ulfa yang membuat keduanya terkejut."ngga boleh"kata ulfa dengan sigap.bunda tau kalau ulfa tidak akan tega jika bunda yang bekerja.apalagi masalah bisnis.ulfa paling tidak setuju.

"ok yah,ulfa pikir dulu"final ulfa pada ayahnya yang ingin melanjutkan nasihatnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

ulfa yang memandangi bulan dari jendela kost annya itu masih memikirkan persoalan siang tadi.ia sangat merasakan kebimbangan pada hatinya.bagaimana bisa tanpa pelajaran ia bekerja,dan umurnya yang masih sangat muda membuat ia tidak percaya pada dirinya.

"sayang,kamu jangan banyak pikiran.percaya apa yang ayah katakan nak...sekarang sudah malam gimana kamu tidur,agar kamu bisa berfikir dengan baik dan benar benar dari hati kamu ya....maafin ayah sudah nyusahin kamu"kata ayah pada ulfa,yang masih belum dihitaukan oleh ulfa.

Sebenarnya ulfa faham apa yang dikatakan ayahnya,ia sedikit merasa tidak enak pada ayahnya,kenapa ayah meminta maaf pada ulfa,padahal sama sekali bukan kesalahan ayahnya hanya saja ayah hanya memohon padanya agar bisa menjadi penanggung jawab dari bisnis rekannya.dan semua harta benda yang ia gunakan juga dari hasil kerja ayahnya.itulah yang ulfa pikirkan.

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!