wuhuyyyy coba up lagi dalam sewaktu,biarlah ga da yang baca.tapi aku doain yang baca sehat terus.....
Hahaha
Okkk maaf bnyak typo...yang terpenting semangat yo.
Ok happy reading sayng sayang akuh
seminggu telah berlalu begitu saja,tak terasa hari ini adalah hari dimana ayahnya akan menjemputnya.seperti biasanya dalam seminggu itu dilaluinya baik baik saja tidak ada permasalahan apapun itu.semenjak orientasi selesai.tak terasa apa yang telah dilaluinya harus ia tinggalkan.teman,pelajaran,kost an,semuanya alan ia tinggalkan hari itu.
seperti dalam sebuah tabir dikatakan"apa apa yang telah menjadi milik kita akan kita tinggalkan begitu saja"
saat itu ulfa telah memasukkan barang barangnya dan membereskan kost annya,hanya saja ia belum memberikan kabar kepergiannya pada rara sahabat barunya itu.tidak lama lagi ayahnya akan sampai di kost annya.saat ini ulfa hanya bisa memandang sekitar kost annya,hanya berfikir ia tak akan kembali lagi dan meninggalkan temoatnya itu.
"tin tinn"tiba tiba klekson mobil ayah berbunyi,pertanda ayah sudah sampai.tampaklah mobil ayah melandasi jalan yang tidak terlalu besar di depan kostannya itu.
ulfa hanya bisa tersenyum melihat ayah dan bunda turun menghampirinya,tanpa berkata apapun ayah langsung memasukkan barang barang ulfa ke dalam bagasi mobil belakang mereka.
...****************...
beberapa jam memakan waktu untuk sampai menuju rumah.akhirnya mereka sampai di rumah yang tidak terlali besar tapi sangat indah dipandang.ada pepohonan di halaman kecil mereka menambahkan rumah yang ramah.
"selamat datang kembali putri rahmanda"kata ayah menyambut ulfa saat ulfa turun dari mobil,ulfa yang mendengar itu hanya tersenyum,tetapi ketika ayah menyebutkan nama putri rahmanda ia menyipitkan matanya,"ayah...putri rahmanda itu siapa?aku ulfa rahmanda ayah...bukan putri"jerit manja ulfa pada ayahnya,membuat bunda terkekeh kecil melihat tingkah anak dan suaminya yang
dilihat sangat hangat.
"hehe maksud ayah kamu itu putri ayah.bukan nama kamu yang putri sayang..."jelas ayah dengan senyuman.
"ooo haha haha ayah sih...ulfa kira karena ulfa ga ada ayah lupa nama ulfa..hahah haha"tawa ulfa yang pecah membuat bunda dan ayah juga ikut tertawa.
"yuk masuk,kamu mau makan apa fa?ntar bunda masakin,apapun yang kamu mau".kata bunda menawarkan masakannya kepada ulfa.
"hmmm ulfa apa aja mau nda...yang oenting masakan bunda karena ulfa kangen semua masakan bunda.masakan bunda yang paling the best dan ga da obatnya nda"ulfa mulai menggombal bundanya.
"fa...nanti kita bicara ya nak.kamu bersih bersih dulu,entar ada yang ayah mau omongin ke kamu jadi cepat cepat ya sayang....ok"kata ayah sambil membawa koper koper ulfa masuk ke dalam rumah,dan diikuti ulfa dan bunda masuk kerumah juga.
"nda,ulfa mandi dulu ya bersih bersih biar wangi dan cantik kayak bunda"canda ulfa lagi.bunda hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang sudah dewasa.dulu ulfa masih sangat kecil dan rewel sekarang ia sudah besar dan sudah bisa menjadi seorang ibu juva sepertinya,pikir bunda ulfa.
Setelah ulfa selesai mandi,ia duduk disamping pinggiran kasurnya mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah.tangannya meraih sebuah handphone dan memeriksa hpnya.entah apa yang ia pikirkan,ulfa sama sekali belum memberi kabar kepada rara,pikirannya sedikit tidak tenang,ia berniat akan memberi tahu kalau dia sudah tidak berkuliah dan akan berangkat ke amerika pada rara sahabatnya.tetapi teringat perkataan ayahnya,selesai bersi bersih ayah ingin berbicara dengan ulfa.ulfa langsung bergegas mengeringkan rambutnya dan menunggu ayah diruang keluarganya yang tak terlalu besar itu.
Karena menurutnya itu adalah adab seorang anak pada orang tuanya,sebaiknya anak yang menunggu orang tuanya,dan bukan orang tua yang menunggu anaknya.
"hmm..anak ayah wangi banget.udah mandi ya sayang?"sapa ayah ketika masuk keruang tamu dan dilihat nya ulfa yang sudah menunggu dirinya dari tadi.
"iya dong ayah....harus wangi dong..udah bikan bocil yah...kalau dulu mah masih bocah bau iler gapapa karena masih bocil belum punya minyak wangi,minyak telon iya hahhaha hahah",tawa ulfa pada ayahnya yang sedikit mengeluarkan candaan kecil.
"hehe iya dong anak ayah udah besar ya...lagi pula kamu akan menjadi muslimah yang baik,berbudi dan sukses dalam karir kamu kan sayang"kata ayah lagi membuat ulfa melukiskan senyuman tipis dari bibirnya.
"iya ayah...eh ayah tadikan mau bicara sesuatu...nah sekarang ulfa udah siap dengerin apa yang ayah mau omongin ke ulfa"kata ulfa sambil memberikan penghormatan pada ayahnya,tangannya ia taruh di dahinya seperti tentara yang hormat pada komandannya.
"hm,iya benar ayah mau bicara tentang bisnis itu.pertama yang harus ayah sampaikan mengenai keberangkatan kamu dan bagaimana kamu tinggal saat di amerika.nah,ketika kamu sudah di amerika nanti ada orang yang sudah ditugaskan pak digta untuk menjemput kamu ke apartemen yang sudah disediakan oleh mereka"kata ayahnya menjelaskan sedikit tentang ke berangkatannya.
"ayah ulfa tinggal di apartemen?gimana bisa"tanya ulfa yang sedikit terkejut dengan penjelasan ayahnya.
"iya sayang,memang kamu mau tinggal dengan keluarga pak digta.kan ga mungkin dong.walaupun kami sudah membicarakan kalau kamu ayah dan bunda akan menjadi bagian keluarga mereka"jawab ayah yang semakin membuat ulfa membingung.
"gimana gimana ayah...keluarga?apa maksudnya ayah...ini bisnis atau apa sih yah..ulfa masih ga faham"kata ulfa yang semakin menjadi jadi kebingungannya.
"udah kamu lupain aja itu.yang terpenting kamu ada tempat tinggal.nah kamu juga akan ayah bekali dengan uang ayah untuk hidup kamu di amerika.setelah itu dengan uang itu kamu harus bisa menggunakannya dengan baik.karena kamu akan mendapatkan gaji setiap bulannya.makanya kamu belajar dari sekarang untuk berhemat ya ulfa sayang"jelas ayah dengan sejelas jelasnya.ulfa yang mendengarnya sedikit sedih dan terkejut tapi apa boleh buat pikirnya.itu sudah menjadi takdirnya.ia bukan anak kecil lagi yang masih dibawah naungan orang tuanya.apalagi sekarang ia sudah akan bekerja.seharusnya ia yang memberikan penghasilannya kepada kedua orang tuanya.
"ok...ayah ulfa akan berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk ayah"kata ulfa dengan serius sambil menggenggam tangannya.
"bukan untuk ayah sayang untuk kamu dan kita dong...ok semangat yah...ayah percaya sama kamu"kata ayah semakin menambahkan semangat ulfa anaknya.
Tiba tiba bunda datang dan membawa tampan yang berisi makanan ditangannya,"wah bunda ketinggalan ga nih?"tanya bunda pada mereka yang sedang tamoak serius.
"hehe bunda udah telat sekali lo bunda, harusny dikasi hukuman nih"canda ulfa pada bundanya.bunda hanya mengejek kecil pada ulfa
"hmm...kamu mau apa fa,bunda masakin yang enak sebagai hukumannya."kata bunda lagi.semua orang yang diruang tamu itu tertawa dengan candaan mereka.mereka sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama lagi walaupun sebentar lagi ulfa akan pergi meninggalkan mereka ke amerika untuk mengurusi bisnis yang seharusnya ayah ulfa yang menanggungnya.tetapi apalah daya,takdir telah memihak kepada ayah untuk tidak melakukannya dan menggantikan dengan anaknya ulfa.
...****************...
Malampun telah tiba setelah urusan ulfa dengan ayah bunda selesai ulfa langsung berniat untuk segera mengistirahatkan otaknya yang mungkin sedikit lelah.tetapi hatinya teringat pada rara karena ia belum memberi kabar atas kepergiannya.
"gua telpon rara aja kali ya.tapi kalo dia kaget gimana coba?"tanya nya dalam hati.
"au ah yang penting gua ngasi kabar aja ke rara"katanya lagi dalam hati.jari jemarinya telah menemukan nama seorang sahabat barunya rara.
Tiba tiba tak lama dari ulfa memanggil telepon rara,rara langsung menjawab panggilannya.
"eh assalammualaikum,my bestayyyy"kata rara.
"waalaikumusalam bestayyy...lu lagi apa dah kalo gua boleh tau"tanya ulfa basa basi.
"hmmm lagi apa ya....kagak ada gua nungguin yang di lauful mahfuz datang.ngapa dah ku tumben nelpon gua selarut ini"tanya rara sedikit berbasa basi menanggapi ulfa.
"gini ra...sebenarnya gua udah ga di kost gua"kata ulfa.
"eits...gimana gimana lu kok bisa ga di kost lu.terus lu dimana?"tanya rara sedikit penasaran.
"iya..gua dirumah.soalnya gua tadi di jemput ma ortu gua"kata ulfa sedikit memikirkan perkataannya,yang cocok untuk mengatakannya kalau ia tidak ngampus lagi dan akan pergi ke amerika.
"hmm...liburan gitu kah?,kalau gitu selamat berlibur lah fa..salam ma ortu lu kalo bisa ajak gua liburan bareng gitu.."kata rara yang masih tidak faham.
"bukan ra..gua udah ga akan ngampus lagi,dan gua akan pergi ke amerika untuk gantiin bokap gua ngurusin bisinis temannya"kata ulfa sedikit merendahkan nada bicaranya.
"whatttttt,ga mungkin ulfa....lu jan becanda deh.gua sama siapa ulfa oncom.kenapa harus lu yang gantiin lu kan harus belajar dulu ulfa"rara sangat tampak kesal pada ulfa sahabat barunya yang sudah hampir seperti saudaranya sendiri.
"yahhh rara....makanya sudah saatnya gua mau pamitan sama lu.jadi kalo gua kaga ada di kampus lu jangan cari cari gua.entar kita sering sering vc ya ra...takutnya lu kangen ke gua"kata ulfa.tanpa disangka rara terdiam dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
"ra...ra...lu masih ada kan hallo"ulfa berusaha memastikan apakah ukfa masih berada di teleponnya.
"hiks hiks....kenapa lu jahat sih fa.gua aja ga ada niatan buat ninggalin lu.baru aja gua nemu temen sefrekuensi.malah elu yang ninggalin gua..tega banget sih..."tiba tiba rara menangis dan membuat ulfa mendengarnya sakit tapi apa boleh takdir telah berkehendak.
"ra...gua minta maaf.gua juga ga bisa bantah keputusan ayah gua ra.tapi gua bakal tetap ingat sama lu kok.lu jangan nangis dung entar gua imut nangis lagi"kata ulfa sedikit menenangkan hati rara.
"hmm.iya iya tapi lo janji kalo ada apa apa kabarin gue ya...gua tetap jadi sahabat lu fa.jangan lupain gua ya fa"begitu perih hati rara sebenernya.persahabatan yang baru saja dimulai harus secepatnya bubar.
"iya...rara aaaaa.ok lu juga belajar yang bener ntar bisa jengukin gua ke amrik,terus lu jangan luoa kabari gua kalo udah wisuda,kok gua jadi sedih ya ra....."tambah ulfa.suasana sudah penuh dengan haru hara mereka.
"hmm iya ulfa.jaga diri ku baik baik ya ulfa..."kata rara memberi perhatian untuk ulfa.
"iya rara...kalo gitu udah dulu ya lu juga harus istirahat tidur,besok ngampuskan lu.ya udah salam aja sama anak anak ya"ulfa menitipkan salamnya untuk anak anak sekelas dengannya.
"iya....ya udah selamat malam assalammualaikum"rara
""waalaikumussalam rara...."panggilan mereka pun berakhir dalam keadaan haru hara.hal yang terpenting bagi ulfa adalah ulfa sudah berpamitan pada sahabatnya rara walaupun tidak secara langsung.
...****************...
ok......maaf kan jika ada yang kurang karena seperti kata aku aku penulis baru,tapi ceritanya sudah dari dulu aku oikirkan.jadi semangat buat membacanya ya...
Maaf kalo ada typo yang bertebaran ya.terimakasih sebanyak banyaknya karena kalian sudah singgah di NALURİ.
Karena banyak makna yang tersembunyi disalamnya.
Ok lup lup sama pembaca
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Yayuk Kardjono
lanjuuut
2023-08-21
1