8.sudah saatnya

wuhuyyyy coba up lagi dalam sewaktu,biarlah ga da yang baca.tapi aku doain yang baca sehat terus.....

Hahaha

Okkk maaf bnyak typo...yang terpenting semangat yo.

Ok happy reading sayng sayang akuh

seminggu telah berlalu begitu saja,tak terasa hari ini adalah hari dimana ayahnya akan menjemputnya.seperti biasanya dalam seminggu itu dilaluinya baik baik saja tidak ada permasalahan apapun itu.semenjak orientasi selesai.tak terasa apa yang telah dilaluinya harus ia tinggalkan.teman,pelajaran,kost an,semuanya alan ia tinggalkan hari itu.

seperti dalam sebuah tabir dikatakan"apa apa yang telah menjadi milik kita akan kita tinggalkan begitu saja"

saat itu ulfa telah memasukkan barang barangnya dan membereskan kost annya,hanya saja ia belum memberikan kabar kepergiannya pada rara sahabat barunya itu.tidak lama lagi ayahnya akan sampai di kost annya.saat ini ulfa hanya bisa memandang sekitar kost annya,hanya berfikir ia tak akan kembali lagi dan meninggalkan temoatnya itu.

"tin tinn"tiba tiba klekson mobil ayah berbunyi,pertanda ayah sudah sampai.tampaklah mobil ayah melandasi jalan yang tidak terlalu besar di depan kostannya itu.

ulfa hanya bisa tersenyum melihat ayah dan bunda turun menghampirinya,tanpa berkata apapun ayah langsung memasukkan barang barang ulfa ke dalam bagasi mobil belakang mereka.

...****************...

beberapa jam memakan waktu untuk sampai menuju rumah.akhirnya mereka sampai di rumah yang tidak terlali besar tapi sangat indah dipandang.ada pepohonan di halaman kecil mereka menambahkan rumah yang ramah.

"selamat datang kembali putri rahmanda"kata ayah menyambut ulfa saat ulfa turun dari mobil,ulfa yang mendengar itu hanya tersenyum,tetapi ketika ayah menyebutkan nama putri rahmanda ia menyipitkan matanya,"ayah...putri rahmanda itu siapa?aku ulfa rahmanda ayah...bukan putri"jerit manja ulfa pada ayahnya,membuat bunda terkekeh kecil melihat tingkah anak dan suaminya yang

dilihat sangat hangat.

"hehe maksud ayah kamu itu putri ayah.bukan nama kamu yang putri sayang..."jelas ayah dengan senyuman.

"ooo haha haha ayah sih...ulfa kira karena ulfa ga ada ayah lupa nama ulfa..hahah haha"tawa ulfa yang pecah membuat bunda dan ayah juga ikut tertawa.

"yuk masuk,kamu mau makan apa fa?ntar bunda masakin,apapun yang kamu mau".kata bunda menawarkan masakannya kepada ulfa.

"hmmm ulfa apa aja mau nda...yang oenting masakan bunda karena ulfa kangen semua masakan bunda.masakan bunda yang paling the best dan ga da obatnya nda"ulfa mulai menggombal bundanya.

"fa...nanti kita bicara ya nak.kamu bersih bersih dulu,entar ada yang ayah mau omongin ke kamu jadi cepat cepat ya sayang....ok"kata ayah sambil membawa koper koper ulfa masuk ke dalam rumah,dan diikuti ulfa dan bunda masuk kerumah juga.

"nda,ulfa mandi dulu ya bersih bersih biar wangi dan cantik kayak bunda"canda ulfa lagi.bunda hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang sudah dewasa.dulu ulfa masih sangat kecil dan rewel sekarang ia sudah besar dan sudah bisa menjadi seorang ibu juva sepertinya,pikir bunda ulfa.

Setelah ulfa selesai mandi,ia duduk disamping pinggiran kasurnya mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah.tangannya meraih sebuah handphone dan memeriksa hpnya.entah apa yang ia pikirkan,ulfa sama sekali belum memberi kabar kepada rara,pikirannya sedikit tidak tenang,ia berniat akan memberi tahu kalau dia sudah tidak berkuliah dan akan berangkat ke amerika pada rara sahabatnya.tetapi teringat perkataan ayahnya,selesai bersi bersih ayah ingin berbicara dengan ulfa.ulfa langsung bergegas mengeringkan rambutnya dan menunggu ayah diruang keluarganya yang tak terlalu besar itu.

Karena menurutnya itu adalah adab seorang anak pada orang tuanya,sebaiknya anak yang menunggu orang tuanya,dan bukan orang tua yang menunggu anaknya.

"hmm..anak ayah wangi banget.udah mandi ya sayang?"sapa ayah ketika masuk keruang tamu dan dilihat nya ulfa yang sudah menunggu dirinya dari tadi.

"iya dong ayah....harus wangi dong..udah bikan bocil yah...kalau dulu mah masih bocah bau iler gapapa karena masih bocil belum punya minyak wangi,minyak telon iya hahhaha hahah",tawa ulfa pada ayahnya yang sedikit mengeluarkan candaan kecil.

"hehe iya dong anak ayah udah besar ya...lagi pula kamu akan menjadi muslimah yang baik,berbudi dan sukses dalam karir kamu kan sayang"kata ayah lagi membuat ulfa melukiskan senyuman tipis dari bibirnya.

"iya ayah...eh ayah tadikan mau bicara sesuatu...nah sekarang ulfa udah siap dengerin apa yang ayah mau omongin ke ulfa"kata ulfa sambil memberikan penghormatan pada ayahnya,tangannya ia taruh di dahinya seperti tentara yang hormat pada komandannya.

"hm,iya benar ayah mau bicara tentang bisnis itu.pertama yang harus ayah sampaikan mengenai keberangkatan kamu dan bagaimana kamu tinggal saat di amerika.nah,ketika kamu sudah di amerika nanti ada orang yang sudah ditugaskan pak digta untuk menjemput kamu ke apartemen yang sudah disediakan oleh mereka"kata ayahnya menjelaskan sedikit tentang ke berangkatannya.

"ayah ulfa tinggal di apartemen?gimana bisa"tanya ulfa yang sedikit terkejut dengan penjelasan ayahnya.

"iya sayang,memang kamu mau tinggal dengan keluarga pak digta.kan ga mungkin dong.walaupun kami sudah membicarakan kalau kamu ayah dan bunda akan menjadi bagian keluarga mereka"jawab ayah yang semakin membuat ulfa membingung.

"gimana gimana ayah...keluarga?apa maksudnya ayah...ini bisnis atau apa sih yah..ulfa masih ga faham"kata ulfa yang semakin menjadi jadi kebingungannya.

"udah kamu lupain aja itu.yang terpenting kamu ada tempat tinggal.nah kamu juga akan ayah bekali dengan uang ayah untuk hidup kamu di amerika.setelah itu dengan uang itu kamu harus bisa menggunakannya dengan baik.karena kamu akan mendapatkan gaji setiap bulannya.makanya kamu belajar dari sekarang untuk berhemat ya ulfa sayang"jelas ayah dengan sejelas jelasnya.ulfa yang mendengarnya sedikit sedih dan terkejut tapi apa boleh buat pikirnya.itu sudah menjadi takdirnya.ia bukan anak kecil lagi yang masih dibawah naungan orang tuanya.apalagi sekarang ia sudah akan bekerja.seharusnya ia yang memberikan penghasilannya kepada kedua orang tuanya.

"ok...ayah ulfa akan berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk ayah"kata ulfa dengan serius sambil menggenggam tangannya.

"bukan untuk ayah sayang untuk kamu dan kita dong...ok semangat yah...ayah percaya sama kamu"kata ayah semakin menambahkan semangat ulfa anaknya.

Tiba tiba bunda datang dan membawa tampan yang berisi makanan ditangannya,"wah bunda ketinggalan ga nih?"tanya bunda pada mereka yang sedang tamoak serius.

"hehe bunda udah telat sekali lo bunda, harusny dikasi hukuman nih"canda ulfa pada bundanya.bunda hanya mengejek kecil pada ulfa

"hmm...kamu mau apa fa,bunda masakin yang enak sebagai hukumannya."kata bunda lagi.semua orang yang diruang tamu itu tertawa dengan candaan mereka.mereka sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama lagi walaupun sebentar lagi ulfa akan pergi meninggalkan mereka ke amerika untuk mengurusi bisnis yang seharusnya ayah ulfa yang menanggungnya.tetapi apalah daya,takdir telah memihak kepada ayah untuk tidak melakukannya dan menggantikan dengan anaknya ulfa.

...****************...

Malampun telah tiba setelah urusan ulfa dengan ayah bunda selesai ulfa langsung berniat untuk segera mengistirahatkan otaknya yang mungkin sedikit lelah.tetapi hatinya teringat pada rara karena ia belum memberi kabar atas kepergiannya.

"gua telpon rara aja kali ya.tapi kalo dia kaget gimana coba?"tanya nya dalam hati.

"au ah yang penting gua ngasi kabar aja ke rara"katanya lagi dalam hati.jari jemarinya telah menemukan nama seorang sahabat barunya rara.

Tiba tiba tak lama dari ulfa memanggil telepon rara,rara langsung menjawab panggilannya.

"eh assalammualaikum,my bestayyyy"kata rara.

"waalaikumusalam bestayyy...lu lagi apa dah kalo gua boleh tau"tanya ulfa basa basi.

"hmmm lagi apa ya....kagak ada gua nungguin yang di lauful mahfuz datang.ngapa dah ku tumben nelpon gua selarut ini"tanya rara sedikit berbasa basi menanggapi ulfa.

"gini ra...sebenarnya gua udah ga di kost gua"kata ulfa.

"eits...gimana gimana lu kok bisa ga di kost lu.terus lu dimana?"tanya rara sedikit penasaran.

"iya..gua dirumah.soalnya gua tadi di jemput ma ortu gua"kata ulfa sedikit memikirkan perkataannya,yang cocok untuk mengatakannya kalau ia tidak ngampus lagi dan akan pergi ke amerika.

"hmm...liburan gitu kah?,kalau gitu selamat berlibur lah fa..salam ma ortu lu kalo bisa ajak gua liburan bareng gitu.."kata rara yang masih tidak faham.

"bukan ra..gua udah ga akan ngampus lagi,dan gua akan pergi ke amerika untuk gantiin bokap gua ngurusin bisinis temannya"kata ulfa sedikit merendahkan nada bicaranya.

"whatttttt,ga mungkin ulfa....lu jan becanda deh.gua sama siapa ulfa oncom.kenapa harus lu yang gantiin lu kan harus belajar dulu ulfa"rara sangat tampak kesal pada ulfa sahabat barunya yang sudah hampir seperti saudaranya sendiri.

"yahhh rara....makanya sudah saatnya gua mau pamitan sama lu.jadi kalo gua kaga ada di kampus lu jangan cari cari gua.entar kita sering sering vc ya ra...takutnya lu kangen ke gua"kata ulfa.tanpa disangka rara terdiam dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun.

"ra...ra...lu masih ada kan hallo"ulfa berusaha memastikan apakah ukfa masih berada di teleponnya.

"hiks hiks....kenapa lu jahat sih fa.gua aja ga ada niatan buat ninggalin lu.baru aja gua nemu temen sefrekuensi.malah elu yang ninggalin gua..tega banget sih..."tiba tiba rara menangis dan membuat ulfa mendengarnya sakit tapi apa boleh takdir telah berkehendak.

"ra...gua minta maaf.gua juga ga bisa bantah keputusan ayah gua ra.tapi gua bakal tetap ingat sama lu kok.lu jangan nangis dung entar gua imut nangis lagi"kata ulfa sedikit menenangkan hati rara.

"hmm.iya iya tapi lo janji kalo ada apa apa kabarin gue ya...gua tetap jadi sahabat lu fa.jangan lupain gua ya fa"begitu perih hati rara sebenernya.persahabatan yang baru saja dimulai harus secepatnya bubar.

"iya...rara aaaaa.ok lu juga belajar yang bener ntar bisa jengukin gua ke amrik,terus lu jangan luoa kabari gua kalo udah wisuda,kok gua jadi sedih ya ra....."tambah ulfa.suasana sudah penuh dengan haru hara mereka.

"hmm iya ulfa.jaga diri ku baik baik ya ulfa..."kata rara memberi perhatian untuk ulfa.

"iya rara...kalo gitu udah dulu ya lu juga harus istirahat tidur,besok ngampuskan lu.ya udah salam aja sama anak anak ya"ulfa menitipkan salamnya untuk anak anak sekelas dengannya.

"iya....ya udah selamat malam assalammualaikum"rara

""waalaikumussalam rara...."panggilan mereka pun berakhir dalam keadaan haru hara.hal yang terpenting bagi ulfa adalah ulfa sudah berpamitan pada sahabatnya rara walaupun tidak secara langsung.

...****************...

ok......maaf kan jika ada yang kurang karena seperti kata aku aku penulis baru,tapi ceritanya sudah dari dulu aku oikirkan.jadi semangat buat membacanya ya...

Maaf kalo ada typo yang bertebaran ya.terimakasih sebanyak banyaknya karena kalian sudah singgah di NALURİ.

Karena banyak makna yang tersembunyi disalamnya.

Ok lup lup sama pembaca

Terpopuler

Comments

Yayuk Kardjono

Yayuk Kardjono

lanjuuut

2023-08-21

1

lihat semua
Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!