13.takdir

...----------------...

...----------------...

mungkin orang orang yang ada di kantor itu belum terlalu menerima keadaan ulfa.mereka sedikit terlihat tidak suka pada ulfa karena ulfa sangat berbeda dari mereka,apalagi fashion yang digunakan ulfa,sangat tertutup dan berhijab itu menunjukkan kesempurnaannya menjadi seorang muslimah,ditambah wajah ulfa yang cantik hasnya wanita asia.pasti kalian tau hasnya asia gimana kan.

Ulfa yang merasa tidak terlalu disenangi teman temannya itu sadar akan sikap mereka,tapi tidak ada yang bisa ulfa lakukan,ulfa yakin seiring jalannya zaman pastinya akan ada perubahan dalam sikap mereka,karena tidak mungkin mereka selalu bersikap seperti itu.

...----------------...

Dan pada hari itu seperti biasanya ulfa selalu sibuk dengan pekerjaannya,bahkan ulfa sering melewati makan siangnya,terkadang makan siangnya ia gunakan untuk mengistirahatkan matanya.ya paling tidak tidur sejenak.tetapi terkadang ia terpaksa harus makan siang karena ulfa juga membutuhkan itu,agar ia tidak makan lagi saat diapartemen.

Tepat hari ini ulfa sedang makan di dapur umum kantor,saat itu ulfa tidak di temani siapapun tak satu orang pun mau dekatnya,mereka kenal tapi tak terlalu akrab,mungkin belum terbiasa dengan keadaan ulfa.mata ulfa tertuju pada perempuan yang berada di depan mejanya.saat itu perempuan yang duduk didepannnya sedang makan sendirian.tampaknya ia sedang sibuk dengan pekerjaan sampai sampai ia membawa laptop ke dapur itu,padahal sudah ada larangan untuk tidak membawa barang apapun yang mengenai pekerjaan kekantor.ulfa hanya melihatnya saja dan lanjut dengan makanan santapannya.setelah ulfa menghabiskan makanannya,ulfa langsung segera bangkit dari kursinya ingin meninggalkan dapur,karena pekerjaan ulfa yang menumpuk membuatnya tak bisa bersantai,sebenarnya bukan pekerjaanya yang bertumpuk tetapi karena ulfa sangat disiplin ia selalu menomer satukan pekerjaannya.

Bahkan saking disiplinnya ulfa ia tidak akan melanjutkan pekerjaannya setelah jam istirahat untuk pulang.jadi ulfa berusaha agar saat siang harinya ia mengerjakan pekerjaannya semaksimal mungkin agar tidak lembur pada malam harinya.

Ulfa sedikit mempercepat langkah hingga terlihat seperti berlari,menurutnya satu detik itu sangat berharga untuknya sekarang.

"bruk"seperti biasa ulfa tertabrak oleh laki laki yang badannya terlihat sekilas tampak gagah.kuah dari makanan laki laki itu tumpah tepat di baju ulfa bagian dadanya.sebenarnya sama sama terkejut,syukurnya kuah itu bukan kuah panas,jadi ulfa hanya meringis karena bajunya basah,belum sempat ulfa komplain dengan perbuatan orang itu,bahkan ulfa tidak sempat melihat siapa yang melakukan itu,ulfa langsung meninggalkan orang itu sambil berlari.bukan tak mau berurusan dengannya tapi ada yang lebih penting diurus dari permasalah yang tadi,apalagi kalau bukan berkas berkasnya.

Ulfa berlari sekencang kencang meninggalkan orang itu,hingga ulfa tiba dikantornya.

"ah....apa apaan ini gua mau cepat jadi lama kan"ulfa menggerutu pada dirinya sendiri,sambil mengipas ngipas bajunya yang basah tadi.

"ga mungkin juga gua buka disini kan"kata ulfa lagi yang dari tadi masih belum duduk dikursinya,sedikit terlihat ia berjalan bolak balik.

"gua buka aja kali ya blezernya biar cepet kering"ulfa pun langsung membuka blezernya,dan ulfa hanya mengenakan kemeja putihnya yang menjadi baju utama kantor.

Karena bajunya basah jadi sedikit tembus pandang ke dalam baju itu.

ulfa pun hanya mengenakan pakaian kemeja putihnya,dan melanjutkan lagi pekerjaannya terlihat ulfa sangat fokus mengerjakan semua berkas berkas yang ada didepannya.

"cklek"pintu pun terbuka.tanda seseorang ingin masuk keruangannya.

betapa terkejutnya ulfa ketika ia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang ke keruangannya.hingga ia langsung segera mengambil kembali blezernya untuk dipakainya,bukan hanya itu bahkan ia langsung segera berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya,seperti memberikan rasa hormat kepada orang yang baru saja masuk keruangannya.

"ulfa ini,ambil tadi aku yang nabrak kamu"tiba tiba suara yang tak asing dari orang itu langsung membuat ulfa tau siapa pemiliknya,orang itu adalah senior fikri.tampaklah senior fikri yang terlihat gagah dengan penampilannya menggunakan kemeja putih yang diselimuti jas hitam dan ditambah dasi yang melilit dilehernya.

"hah...ck."ulfa berdecak kesal.

"jadi kakak yang nabrak aku,ga papa kak"ulfa langsung buru buru menutupi dadanya yang masih terlihat basah.

pikiran ulfa sudah kemana mana,hingga ulfa sedikit memukul kepala dengan tangannya.

"kenapa sih fa?"kata fikri yang masih berdiri dihadapannya.karena fikri yang tidak dipersilahkan untuk duduk,fikripun langsung duduk tepat dihadapan meja kerja ulfa disalah satu sofa yang sudah disediakan di setiap ruangan.

"silahkan duduk"kata fikri,bukannya ulfa yang mempersilahkan tetapi fikri yang mempersilahkan ulfa untuk duduk dikursinya.

"kenapa bengong si"kata fikri lagi.

"lu kenapa liatin gua kaya gitu ha?terpana sama gua ya"katanya sedikit bercanda.

"ga lucu tau pak,saya tadi lagi lihat pin yang bapak pake ternyata bapak punya kedudukan juga disini,yang saya tidak habis fikir kenapa bisa bapak...."ulfa menjelaskan apa yang ada didalam hatinya.

"shuttttt...berisik tau ga.gua suruh lu pake baju itu"kata fikri langsung memotong perkataan ulfa.

"saya ga mau,kalo terjadi sesuatu yang tidak diinginkan gimana?"tanya ulfa sedikit menyindir masa lalunya.

"ck...apa sih fa.gua kemari datang baik baik ke elu minta maaf,dan sebagai gantinya gua kasi kemeja baru untuk lu.bahkan lu yang tinggal nerima aja susah banget.pake ngomong ini itu segala lagi"kata fikri yang sudah terlihat kesal dari wajahnya.

"saya cuma ga mau aja yang dulu terulang lagi,dan amit amit kalo itu terjadinya ke saya...astaghfirullah"kata ulfa sambil mengingat ingat masa lalunya.ulfa bergidik takut hingga mengangkat bahunya saat mengingat kembali hal dimasa lalunya.

fikri yang mendengarkan perkataan ulfa langsung menghela nafasnya.dan tidak mengubris ulfa,entah apa yang dipikirkannya yang jelas terlihat dari wajah fikri yang tampak menahan emosi.

ulfa yang sadar akan itu langsung berfikir bagaimana cara mengalihkan perkataan yang telah ia katakan.karena dia tahu nasi yang sudah menjadi bubur tak bisa menjadi nasi lagi.

"maaf pak,kayanya bapak....."perkataan ulfa tiba tiba terputus.

"maaf fa,cuman lu yang kenal gua di kantor ini,maksudnya lu yang tau gue saat gua di indonesia"kata fikri.dengan nada yang sedikit serius.

"oh iya maaf mungkin saya sudah lancang ke bapak"kata ulfa merendahkan nada suaranya.

"bukan gitu,maksud gua.yah apa gua harus jelasin ke elu tentang masa lalu gue itu?"tiba tiba perkataan fikri itu meluluhkan hati ulfa.

"iya harus dong pak,biar saya ga mikir macem macem ke bapak"ulfa yang tidak sadar dengan jawabannya itu langsung menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.

fikri yang mendengarnya langsung membelalakkan matanya,ia tersenyum kecut karena ia merasa sangat bersalah,tapi ia bersyukur karena ulfa jujur dengan apa yang dirasakannya.

"maaf pak,saya sudah sangat lancang.kalau bapak tidak suka,bapak tidak harus melakukannya kok"kata ulfa yang sedikit bertambah takut.

bukannya jawaban yang didapatkan ulfa malah ulfa dan fikri saling tatap menatap hingga ulfa menggelengkan kepalanya.

"aduh kenapa nih...jantung gua habis kehipnotis tu orang kali ya"kata ulfa dalam hatinya.

"gua akan jelasin kok fa...tapi gua juga ga mau kalo lu ga ngerjain pekerjaan lu yang lagi numpuk itu.lu tau kan pekerjaan lu lebih penting dari apapun bahkan ketika diindonesia juga gua berusaha agar lu mentingin tugas lu"kata fikri yang sudah bangkit dari sofa yang ia duduki tadi.

"astaghfirullah,kan saya jadi lupa,padahal sedetik itu berharga"kata ulfa yang sepontan keluar dari mulutnya.

"nah,itu lu faham"kata fikri yang langsung beranjak keluar dari ruangan itu tanpa pamit pamitan pada ulfa.baju yang dibawa fikri itu ditanggalkannya di sofa tepat dimana fikri duduk tadi.

sekarang tinggallah ulfa seorang diri diruangannya.ulfa hanya terdiam tak berkutit melihat kemeja yang dibawa fikri tadi,karena tak tega ulfa beranjak kearah sofa dan mengambil kemeja itu.ulfapun berniat untuk mengganti bajunya,karena bajunya yang sudah terlanjur basah,apalagi kuah makanan yang tumpah itu membuatnya merasa lengket.

...****************...

Sudah beberapa jam ia mengerjakan pekerjaannya.hingga sore harinya ia melihat jam yang berada ditangannya sudah menunjukkan waktu pulang kerja.tetapi pekerjaan yang ada didepannya masih belum kelar hanya beberapa data yang harus ia selesaikan.

ia pun berencana menyelesaikan pekerjaannya.kali ini adalah kali pertama ulfa akan lembur."gua harus siap siap nih untuk lembur,target gua lembur setelah isha gua harus udah ada dirumah"batin ulfa sambil mempersiapkan kopi yang sedang diseduhnya.

Semua ruangan yang sedikit sedikit mulai gelap dan semua orang mulai mengosongkan kantor itu.ulfa hanya merasa sedikit kelelahan.tetapi lelahnya itu menjadi semangat dan bukti bahwa ia benar sungguh sungguh untuk bekerja.

...----------------...

"hahhhh"ulfa menguap.ternyata target yang ulfa buat,lebih lambat dari perkiraannya.ia lebih cepat menyelesaikan pekerjaanya.sisa satu jam lagi untuk menuju targetnya.

"drt...."tiba tiba hp ulfa yang berada tidak jauh darinya tepat di meja depan ulfa,berdering tanda ada yang menelpon ulfa.

ulfa yang tahu bahwa itu no pak derya padahal belum sempat ulfa save,langsung mengangkat panggilan itu segera.

"halo ulfa,pekerjaan kamu sudah diselesaikan dengan baik?"tanya pak derya dari seberang telpon.

"iya pak baru selesai.hari ini saya lembur pak,karena tadi sedikit ada kendala"kata ulfa yang berusaha menjelaskan.

"kendala?kamu kesusahan dalam ngerjain berkas berkasnya?"kata pak derya yang tampak penasaran.

"iya pak,tapi syukurnya sekarang sudah aman kok"kata ulfa yang mencoba menenangkan keadaan.

"ok,kamu masih di kantor?"tanya pak derya lagi.

"iya pak sudah mau pulang"kata ulfa lagi.

"kalau begitu saya tutup pak".telepon pun langsung tertutup sepihak.

"apaan sih atasan kok banyak nanya...kan gua jadi kagak enak mana gua belum tau orangnya yang mana lagi"ulfa bergidik karena memikirkan hal yang bermacam macam.dari permasalah yang terkecil hingga permasalahan yang terbesar.

...----------------...

ulfa langsung membereskan semua barang barangnya yang berserakan di mejanya kerjanya.semua berkas ia tumpukkan menjadi satu,alat alat tulis lainnya iya masukkan kedalam keranjang alat tulis yang tepat di pojok meja kerjanya.

Laptopnya ia masukkan kedalam tasnya.dan final ia langsung ingin bergegas pulang ke apartemennya.

Ulfa langsung berjalan kearah pintunya belum sempat ia memegang gagang pintu yang menghubungkan kejalan keluar,pintunya sudah terbuka,dan benar saja ada orang yang memegang gagang pintu itu tepat sebelum ulfa memegangnya.

"astaghfirullah...kaget gua"kata ulfa sepontan sambil mengelus elus dadanya.

"lu baru kelar"kata fikri yang tiba tiba langsung membuat ulfa sangat terkejut.bahkan bukan hanya terkejut,tapi dari wajah ulfa sudah tidak bisa dibohongi lagi wajahnya tampak sedikit ketakutan dan ulfa berusaha untuk tetap tenang,apalagi kali ini jarak diantara ulfa dan fikri hanya bebeda beberapa senti saja.cukup dekat bukan.bahkan nafas yang dihembuskan ulfa saja bisa terdengar sampai ketelinga fikri.

"khmmm"fikri berdehem karena menyadari ulfa kelihatan ketakutan dengan kedatangan fikri.

"eh...iya iya saya baru kelar"kata ulfa yang sedikit terbata bata.

"kalo gitu saya permisi pak"kata ulfa pada fikri yang masih berada tepat di depan ulfa,niat ulfa mengatakan permisi sebenarnya agar fikri bisa memberi jalan keluar untuk ulfa.tetapi malah fikri tidak bergerak sedikit pun.

"oiya lu belum makan kan?"tanya fikri dengan santai membuat ulfa menaikkan salah satu alisnya.

"kenapa lu lihat gua kaya gitu coba?udah ayuk lu pasti belum makan kan?"kata fikri yang dengan cepat menarik pergelangan tangan ulfa menuju keluar dari ruangan ulfa.ulfa sangat kaget dengan sikap fikri.

"ih kak...jangan pegang eh maaf pak"kata ulfa dengan sepontan melepaskan tangannya dari genggaman fikri.

Fikri yang mengerti langsung mengangkat kedua tangannya tanda ia sudah melepaskan genggamannya untuk ulfa.

"maaf gua lancang,makanya lu ikut aja gua"kata fikri dengan sangat santai.

"iya iya...tapi nanti kalau udah bawa saya makan,bawa juga saya ke apartemen ya"kata ulfa tidak mau ketinggalan dengan kesempatan yang sudah ada di depan matanya.

Fikri yang mendengarnya langsung mengiyakan permintaan ulfa.

"kecil itu mah"katanya.finalnya mereka langsung berjalan menuju resto...

...****************...

...----------------...

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!