...----------------...
...----------------...
mungkin orang orang yang ada di kantor itu belum terlalu menerima keadaan ulfa.mereka sedikit terlihat tidak suka pada ulfa karena ulfa sangat berbeda dari mereka,apalagi fashion yang digunakan ulfa,sangat tertutup dan berhijab itu menunjukkan kesempurnaannya menjadi seorang muslimah,ditambah wajah ulfa yang cantik hasnya wanita asia.pasti kalian tau hasnya asia gimana kan.
Ulfa yang merasa tidak terlalu disenangi teman temannya itu sadar akan sikap mereka,tapi tidak ada yang bisa ulfa lakukan,ulfa yakin seiring jalannya zaman pastinya akan ada perubahan dalam sikap mereka,karena tidak mungkin mereka selalu bersikap seperti itu.
...----------------...
Dan pada hari itu seperti biasanya ulfa selalu sibuk dengan pekerjaannya,bahkan ulfa sering melewati makan siangnya,terkadang makan siangnya ia gunakan untuk mengistirahatkan matanya.ya paling tidak tidur sejenak.tetapi terkadang ia terpaksa harus makan siang karena ulfa juga membutuhkan itu,agar ia tidak makan lagi saat diapartemen.
Tepat hari ini ulfa sedang makan di dapur umum kantor,saat itu ulfa tidak di temani siapapun tak satu orang pun mau dekatnya,mereka kenal tapi tak terlalu akrab,mungkin belum terbiasa dengan keadaan ulfa.mata ulfa tertuju pada perempuan yang berada di depan mejanya.saat itu perempuan yang duduk didepannnya sedang makan sendirian.tampaknya ia sedang sibuk dengan pekerjaan sampai sampai ia membawa laptop ke dapur itu,padahal sudah ada larangan untuk tidak membawa barang apapun yang mengenai pekerjaan kekantor.ulfa hanya melihatnya saja dan lanjut dengan makanan santapannya.setelah ulfa menghabiskan makanannya,ulfa langsung segera bangkit dari kursinya ingin meninggalkan dapur,karena pekerjaan ulfa yang menumpuk membuatnya tak bisa bersantai,sebenarnya bukan pekerjaanya yang bertumpuk tetapi karena ulfa sangat disiplin ia selalu menomer satukan pekerjaannya.
Bahkan saking disiplinnya ulfa ia tidak akan melanjutkan pekerjaannya setelah jam istirahat untuk pulang.jadi ulfa berusaha agar saat siang harinya ia mengerjakan pekerjaannya semaksimal mungkin agar tidak lembur pada malam harinya.
Ulfa sedikit mempercepat langkah hingga terlihat seperti berlari,menurutnya satu detik itu sangat berharga untuknya sekarang.
"bruk"seperti biasa ulfa tertabrak oleh laki laki yang badannya terlihat sekilas tampak gagah.kuah dari makanan laki laki itu tumpah tepat di baju ulfa bagian dadanya.sebenarnya sama sama terkejut,syukurnya kuah itu bukan kuah panas,jadi ulfa hanya meringis karena bajunya basah,belum sempat ulfa komplain dengan perbuatan orang itu,bahkan ulfa tidak sempat melihat siapa yang melakukan itu,ulfa langsung meninggalkan orang itu sambil berlari.bukan tak mau berurusan dengannya tapi ada yang lebih penting diurus dari permasalah yang tadi,apalagi kalau bukan berkas berkasnya.
Ulfa berlari sekencang kencang meninggalkan orang itu,hingga ulfa tiba dikantornya.
"ah....apa apaan ini gua mau cepat jadi lama kan"ulfa menggerutu pada dirinya sendiri,sambil mengipas ngipas bajunya yang basah tadi.
"ga mungkin juga gua buka disini kan"kata ulfa lagi yang dari tadi masih belum duduk dikursinya,sedikit terlihat ia berjalan bolak balik.
"gua buka aja kali ya blezernya biar cepet kering"ulfa pun langsung membuka blezernya,dan ulfa hanya mengenakan kemeja putihnya yang menjadi baju utama kantor.
Karena bajunya basah jadi sedikit tembus pandang ke dalam baju itu.
ulfa pun hanya mengenakan pakaian kemeja putihnya,dan melanjutkan lagi pekerjaannya terlihat ulfa sangat fokus mengerjakan semua berkas berkas yang ada didepannya.
"cklek"pintu pun terbuka.tanda seseorang ingin masuk keruangannya.
betapa terkejutnya ulfa ketika ia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang ke keruangannya.hingga ia langsung segera mengambil kembali blezernya untuk dipakainya,bukan hanya itu bahkan ia langsung segera berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya,seperti memberikan rasa hormat kepada orang yang baru saja masuk keruangannya.
"ulfa ini,ambil tadi aku yang nabrak kamu"tiba tiba suara yang tak asing dari orang itu langsung membuat ulfa tau siapa pemiliknya,orang itu adalah senior fikri.tampaklah senior fikri yang terlihat gagah dengan penampilannya menggunakan kemeja putih yang diselimuti jas hitam dan ditambah dasi yang melilit dilehernya.
"hah...ck."ulfa berdecak kesal.
"jadi kakak yang nabrak aku,ga papa kak"ulfa langsung buru buru menutupi dadanya yang masih terlihat basah.
pikiran ulfa sudah kemana mana,hingga ulfa sedikit memukul kepala dengan tangannya.
"kenapa sih fa?"kata fikri yang masih berdiri dihadapannya.karena fikri yang tidak dipersilahkan untuk duduk,fikripun langsung duduk tepat dihadapan meja kerja ulfa disalah satu sofa yang sudah disediakan di setiap ruangan.
"silahkan duduk"kata fikri,bukannya ulfa yang mempersilahkan tetapi fikri yang mempersilahkan ulfa untuk duduk dikursinya.
"kenapa bengong si"kata fikri lagi.
"lu kenapa liatin gua kaya gitu ha?terpana sama gua ya"katanya sedikit bercanda.
"ga lucu tau pak,saya tadi lagi lihat pin yang bapak pake ternyata bapak punya kedudukan juga disini,yang saya tidak habis fikir kenapa bisa bapak...."ulfa menjelaskan apa yang ada didalam hatinya.
"shuttttt...berisik tau ga.gua suruh lu pake baju itu"kata fikri langsung memotong perkataan ulfa.
"saya ga mau,kalo terjadi sesuatu yang tidak diinginkan gimana?"tanya ulfa sedikit menyindir masa lalunya.
"ck...apa sih fa.gua kemari datang baik baik ke elu minta maaf,dan sebagai gantinya gua kasi kemeja baru untuk lu.bahkan lu yang tinggal nerima aja susah banget.pake ngomong ini itu segala lagi"kata fikri yang sudah terlihat kesal dari wajahnya.
"saya cuma ga mau aja yang dulu terulang lagi,dan amit amit kalo itu terjadinya ke saya...astaghfirullah"kata ulfa sambil mengingat ingat masa lalunya.ulfa bergidik takut hingga mengangkat bahunya saat mengingat kembali hal dimasa lalunya.
fikri yang mendengarkan perkataan ulfa langsung menghela nafasnya.dan tidak mengubris ulfa,entah apa yang dipikirkannya yang jelas terlihat dari wajah fikri yang tampak menahan emosi.
ulfa yang sadar akan itu langsung berfikir bagaimana cara mengalihkan perkataan yang telah ia katakan.karena dia tahu nasi yang sudah menjadi bubur tak bisa menjadi nasi lagi.
"maaf pak,kayanya bapak....."perkataan ulfa tiba tiba terputus.
"maaf fa,cuman lu yang kenal gua di kantor ini,maksudnya lu yang tau gue saat gua di indonesia"kata fikri.dengan nada yang sedikit serius.
"oh iya maaf mungkin saya sudah lancang ke bapak"kata ulfa merendahkan nada suaranya.
"bukan gitu,maksud gua.yah apa gua harus jelasin ke elu tentang masa lalu gue itu?"tiba tiba perkataan fikri itu meluluhkan hati ulfa.
"iya harus dong pak,biar saya ga mikir macem macem ke bapak"ulfa yang tidak sadar dengan jawabannya itu langsung menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.
fikri yang mendengarnya langsung membelalakkan matanya,ia tersenyum kecut karena ia merasa sangat bersalah,tapi ia bersyukur karena ulfa jujur dengan apa yang dirasakannya.
"maaf pak,saya sudah sangat lancang.kalau bapak tidak suka,bapak tidak harus melakukannya kok"kata ulfa yang sedikit bertambah takut.
bukannya jawaban yang didapatkan ulfa malah ulfa dan fikri saling tatap menatap hingga ulfa menggelengkan kepalanya.
"aduh kenapa nih...jantung gua habis kehipnotis tu orang kali ya"kata ulfa dalam hatinya.
"gua akan jelasin kok fa...tapi gua juga ga mau kalo lu ga ngerjain pekerjaan lu yang lagi numpuk itu.lu tau kan pekerjaan lu lebih penting dari apapun bahkan ketika diindonesia juga gua berusaha agar lu mentingin tugas lu"kata fikri yang sudah bangkit dari sofa yang ia duduki tadi.
"astaghfirullah,kan saya jadi lupa,padahal sedetik itu berharga"kata ulfa yang sepontan keluar dari mulutnya.
"nah,itu lu faham"kata fikri yang langsung beranjak keluar dari ruangan itu tanpa pamit pamitan pada ulfa.baju yang dibawa fikri itu ditanggalkannya di sofa tepat dimana fikri duduk tadi.
sekarang tinggallah ulfa seorang diri diruangannya.ulfa hanya terdiam tak berkutit melihat kemeja yang dibawa fikri tadi,karena tak tega ulfa beranjak kearah sofa dan mengambil kemeja itu.ulfapun berniat untuk mengganti bajunya,karena bajunya yang sudah terlanjur basah,apalagi kuah makanan yang tumpah itu membuatnya merasa lengket.
...****************...
Sudah beberapa jam ia mengerjakan pekerjaannya.hingga sore harinya ia melihat jam yang berada ditangannya sudah menunjukkan waktu pulang kerja.tetapi pekerjaan yang ada didepannya masih belum kelar hanya beberapa data yang harus ia selesaikan.
ia pun berencana menyelesaikan pekerjaannya.kali ini adalah kali pertama ulfa akan lembur."gua harus siap siap nih untuk lembur,target gua lembur setelah isha gua harus udah ada dirumah"batin ulfa sambil mempersiapkan kopi yang sedang diseduhnya.
Semua ruangan yang sedikit sedikit mulai gelap dan semua orang mulai mengosongkan kantor itu.ulfa hanya merasa sedikit kelelahan.tetapi lelahnya itu menjadi semangat dan bukti bahwa ia benar sungguh sungguh untuk bekerja.
...----------------...
"hahhhh"ulfa menguap.ternyata target yang ulfa buat,lebih lambat dari perkiraannya.ia lebih cepat menyelesaikan pekerjaanya.sisa satu jam lagi untuk menuju targetnya.
"drt...."tiba tiba hp ulfa yang berada tidak jauh darinya tepat di meja depan ulfa,berdering tanda ada yang menelpon ulfa.
ulfa yang tahu bahwa itu no pak derya padahal belum sempat ulfa save,langsung mengangkat panggilan itu segera.
"halo ulfa,pekerjaan kamu sudah diselesaikan dengan baik?"tanya pak derya dari seberang telpon.
"iya pak baru selesai.hari ini saya lembur pak,karena tadi sedikit ada kendala"kata ulfa yang berusaha menjelaskan.
"kendala?kamu kesusahan dalam ngerjain berkas berkasnya?"kata pak derya yang tampak penasaran.
"iya pak,tapi syukurnya sekarang sudah aman kok"kata ulfa yang mencoba menenangkan keadaan.
"ok,kamu masih di kantor?"tanya pak derya lagi.
"iya pak sudah mau pulang"kata ulfa lagi.
"kalau begitu saya tutup pak".telepon pun langsung tertutup sepihak.
"apaan sih atasan kok banyak nanya...kan gua jadi kagak enak mana gua belum tau orangnya yang mana lagi"ulfa bergidik karena memikirkan hal yang bermacam macam.dari permasalah yang terkecil hingga permasalahan yang terbesar.
...----------------...
ulfa langsung membereskan semua barang barangnya yang berserakan di mejanya kerjanya.semua berkas ia tumpukkan menjadi satu,alat alat tulis lainnya iya masukkan kedalam keranjang alat tulis yang tepat di pojok meja kerjanya.
Laptopnya ia masukkan kedalam tasnya.dan final ia langsung ingin bergegas pulang ke apartemennya.
Ulfa langsung berjalan kearah pintunya belum sempat ia memegang gagang pintu yang menghubungkan kejalan keluar,pintunya sudah terbuka,dan benar saja ada orang yang memegang gagang pintu itu tepat sebelum ulfa memegangnya.
"astaghfirullah...kaget gua"kata ulfa sepontan sambil mengelus elus dadanya.
"lu baru kelar"kata fikri yang tiba tiba langsung membuat ulfa sangat terkejut.bahkan bukan hanya terkejut,tapi dari wajah ulfa sudah tidak bisa dibohongi lagi wajahnya tampak sedikit ketakutan dan ulfa berusaha untuk tetap tenang,apalagi kali ini jarak diantara ulfa dan fikri hanya bebeda beberapa senti saja.cukup dekat bukan.bahkan nafas yang dihembuskan ulfa saja bisa terdengar sampai ketelinga fikri.
"khmmm"fikri berdehem karena menyadari ulfa kelihatan ketakutan dengan kedatangan fikri.
"eh...iya iya saya baru kelar"kata ulfa yang sedikit terbata bata.
"kalo gitu saya permisi pak"kata ulfa pada fikri yang masih berada tepat di depan ulfa,niat ulfa mengatakan permisi sebenarnya agar fikri bisa memberi jalan keluar untuk ulfa.tetapi malah fikri tidak bergerak sedikit pun.
"oiya lu belum makan kan?"tanya fikri dengan santai membuat ulfa menaikkan salah satu alisnya.
"kenapa lu lihat gua kaya gitu coba?udah ayuk lu pasti belum makan kan?"kata fikri yang dengan cepat menarik pergelangan tangan ulfa menuju keluar dari ruangan ulfa.ulfa sangat kaget dengan sikap fikri.
"ih kak...jangan pegang eh maaf pak"kata ulfa dengan sepontan melepaskan tangannya dari genggaman fikri.
Fikri yang mengerti langsung mengangkat kedua tangannya tanda ia sudah melepaskan genggamannya untuk ulfa.
"maaf gua lancang,makanya lu ikut aja gua"kata fikri dengan sangat santai.
"iya iya...tapi nanti kalau udah bawa saya makan,bawa juga saya ke apartemen ya"kata ulfa tidak mau ketinggalan dengan kesempatan yang sudah ada di depan matanya.
Fikri yang mendengarnya langsung mengiyakan permintaan ulfa.
"kecil itu mah"katanya.finalnya mereka langsung berjalan menuju resto...
...****************...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments