5.ancaman

"ah....lega sekali sudah mandi sudah berberes..."kata ulfa ketika eluar kamar mandi dan masih mengeringkan rambuntnya yng sedang basah dengan handuk kecilnya.

Setelah seharian beraktivitas membuat badannya terasa lelah dan capek.ingin rasanya merebahkan badan ke pulau kapuk pulau kesayangan ulfa.padahal ulfa belum makan semenjak pulang dari kampusnya ia memilih untuk cepat cepat berberes dan tidur.tetapi niatnya terhalang karena ia melihat hpnya yang bergetar diatas kasurnya.dengan sigap ia berlari dan melihat siapa yang menelponnya.dan makin bingung nya lagi yang menelponnya bukan nomor orang yang ia kenal,ia berniat untuk tidak mengangkat panggilan telepon tersebut dan melanjutkan aktivitasanya.lagi lagi teleponnya berdering sampai beberapa kali.

Karena ia merasa kesal ulfa langsung mematikan teleponnya.dan memilih untuk tidak berkutit dengan hpnya pada malam itu.

"maaf ya hp aku harus tidur dan merelakskan pikiran dan hati untuk hari ini"kata ulfa sambil mematikan hpnya karena ia merasa terganggu dengan orang yang menelponnya sedari tadi.

Setelah mengeringkan rambut,tidak lupa juga aktivitas seperti perempuan biasanya menggunakan skincare malamnya dan kemudian ia beranjak untuk tidur di pulau kapuk kesayangannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tepat pada pukul 04.00ia terbangun tidak seperti biasanya ia terbangun lebih awal,tapi ia tahu sebabnya apa yang membuatnya terbangun saat itu.gara gara kemarin selepas pulang dari kampus ia tidak makan dan langsung tidur membuat perutnya teras sakit karena lapar,ulfa langsung berfikir kalau ia masuk angin,dan tak ada kata untuk menunggu ia langsung bangkit dari kasurnya menuju dapur yang tidak terlalu besar.

Dilihatnya didalam kulkas tak ada bahan makanan siap saji apapun untuk ia masak selain telur.telur adalah salah satu jalan alternatif yang terbaik untuk makanan yang siap saji kan ya...

""hm...harum banget masakan aku ga kaya aku bau iler...hehe"kata ulfa pada dirinya sendiri,sambil tersenyum melihat masakannya seolah olah makanan yang paling enak.perutnya yang dari tadi menunggu membuat ulfa tak perlu berlama lama untuk menggoreng telur itu.

"nyamiiii telur,kau harus siap ku makan saat ini"kata ulfa lagi pada dirinya saat sudah didepan piring yang berisi telur dan nasi itu.

Tak menunggu waktu lama dengan secepat kilat ulfa menghabiskan makanannya.

Tak berlama dalam hal makan memakan ia langsung segera bersiap siap untuk melakukan kegiatan ibadahnya shalat,olah raga,mandi kemudian bergegas pergi ngampus seperti biasanya

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

jarak dari kost ke kampus yang tidak terlalu jauh membuat ulfa bisa lebih santai menikmati paginya.setelah membereskan semua perlengkapan ia membuka hpnya.baru saja ia mengaktifkan telponnya,ia terkejut dengan notif di hpnya panggilan yang tidak terjawab hingga 50 kali lebih dari no yang berbeda beda.ia berfikir siapa yang menelponnya sebanyak itu dan apa tujuan mereka semua."siapa sih nelpon aku sebanyak ini"katanya dalam hati yang semakin di buat bingung.

"bodo ah...mau telpon bunda aja"katanya lagi untuk melupakan apa yang terjadi padanya.

jari jarinya dengan cepat menangkap sebuah nama bundanya dan bersiap untuk menelponnya

"assalammualaikum bunda ulfa....."salam ulfa pada bundanya ketika bunda langsung mengangkat panggilan dari ulfa anaknya itu.

"waalaikumussalam sayang,gimana kabarnya kamu nak? "tanya bunda pada ulfa dari seberang telpon.

"baik nda...cuma sedikit kasih sayang aja nih.dikostan ulfa juga ga da siapa siapa,bosan juga kan nda...."jawab ulfa dengan sedikit melantur dari pembicaraan.

"eh...eh eh terus dikostan kamu garus ada siapa maunya? Masih pagi kan ya jadi agak ngelantur ya...."kata bunda lagi membuat ulfa tekekeh dengan apa yang dikatakan bundanya.

"kamu belum punya pacar fa?...biar ada yang nemenin dan ga kesepian kaya kata kamu..."tanya bunda sambil menggoda ulfa membuat ulfa sangat terkejut.

"astaghfirullah bunda.....ga nyangka lagi deh sama bunda...bunda ngegeng dimana sih entar aku samperin.sama ayah ya?hahahahah..."tawa ulfa pecah saat ulfa kembali menggoda bundanya.bundanya yang mendengarnyabtampak sedikit merasa malu,walaupun dibalik telepon ulfa masih bisa merasakan bundanya yang tersimpuh malu.

setelah bercanda kecil bersama bundanya,ulfa menutup telepon dan langsung berangkat ke kampusnya.seperti biasanya menuju kampusnya tidak membutuhkan biaya kendaraan umum atau kendaraan apalah hanya menggunakan sepasang kaki dalam wakty sekitar 15 menit sudah bisa sampai ke kampus.perjalanan 15 menit itu menurut ulfa tidak terasa karena disepanjang perjalanannya ke kampus rata rata yang ia temui juga kost dan tukang jualan pedagang kaki lima kayak bakso siomay dan lain lain.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"ah...seger banget sih udara disini sejuk nyaman lagi"kata ulfa menikmati suasana kampus ketika baru sampai dihalaman kampusnya.

"oiya...rara pasti belum datang dia memang agak sedikit lambat sih...ya udah deh coba aku mau lihat situs web bisnis ayah aja deh"kata ulfa dalam hatinya dan berjalan duduk disalah satu bangku yang ada di halaman belakang kampus tepatnya taman.disana banyak orang yang datang karena mereka menyebut taman tersebut taman kanak kanak atau (tk)karena ada taman juga ada kantin jadi bisa sekaligus menikmati suasana sambil menyantap makanan kantin itu kata mereka para mahasiswa dan mahasiswi di kampus itu.

ulfa sangat fokus pada laptop yang berada didepannya jari jemarinya memainkan laptop tersebut dengan handal,seolah olah ia adalah seorang wanita karir yang bekerja didalam ruangan hanya bersama komputer.begitulah saat ini ulfa dapat di gambarkan.

"dor...."tiba tiba ada suara yang menyerupai seperti tembakan,eh ternyata si rara mencoba untuk mengejutkan ulfa.dengan cepat fokus ulfa menghilang dan ulfa juga langsung mengalihkan layar di laptopnya agar rara tidak tahu apa yang sedang dilakukan ulfa saat itu.

"eh...ulfa kaget ga?"tanya rara pada ulfa yang sedikit hampir meledakkan kemarahannya.

"engga,ga kaget cuma lu mau gua makan ga gua laper nih...pengen makan orang..lu mau ga jadi santapan gua"jawab ulfa kesal pada rara yang datang tiba dan mengejutkannya.

"aelah...santai dung...kita harus siap siap ni fa...tugas mennnnn tugas hari ini pengumpulan nilai nilai orientasi men"kata rara seperti menyemangati ulfa.saking terlihat semangatnya rara,ulfa juga memperagakan gaya yang sama didepan rara"iya brooo semangat dong kaya gua...tapi boleh ngga lu aja yang ngumpulin gua males..ntar bilang aja gua lagi kemana gitu.atau ngerjain tugas yang lain apa kek.."kata ulfa sambil merayu rara yang sedikit mengangkat salah satu alisnya.

"aelah...bareng bareng lah fa...emang lu mau kemana sih?"tanya rara yang masih belum faham dengan apa yang dikatakan ulfa.

"gua males ra...udah lah bilang aja ke siapa sih nama senior gila itu si fikri atau apa lah namanya gua ga mau tau juga...tolong ya lu yang ngumpulin sayang...."ini mode ulfa merayu rara agar rara mau menyerahkan tugas mereka tanpa ulfa sambil mengedip ngedipkan matanya ia terlihat sangat memohon kepada rara agar rara mau melakukan permintaanya.

"ok...entar gua coba lah ya...kalau ga bisa gimana?"tanya rara pada ulfa lagi seperti tidak yakin.

"rara sayang gimana ya gua tetap ga bisa...lu tinggal bilang itu aja ....plisss"kata ulfa lagi

"iya iya ulfa..."jawab rara dengan sesikit terpakasa.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"kak,ini tugas saya dan ulfa"kata rara sambil menyerahkan tugasnya ke senior fikri.fikri menaikkan salah satu alisnya"siapa tadi?,"tanya fikri dengan wajah sedikit agak marah."saya khairannisa dan ulfa rahmanda teman saya,tapi ia tidak bisa datang juga nersama saya karena ada sesuatu yang harus diurusnya"kata rara dengan sedikit takut,lebih tepatnya tidak takut melainkan segan.

"maaf saya hanya bisa menerima tugas kamu,teman kamu yang tidak datang untuk mengempulkan tugasnya saya ga terima"kata fikri senior itu.

Rara tidak tahu mau berbuat apa dengan cepat rara kembali di kelas tempat keberadaan ulfa.

"fa..fa..maaf gua ga berhasil.lu harus datang sendiri.nih tugas lu serahin sendiri katanya"kata rara sedikit seduh ditambah wajahnya yang memelas.

"loh,kok bisa?tugas kita sama menn...lu kira beda ?"kta ulfa sedikit kesal.

"ahh gua ga tau fa...dan lu harus datang paling telat sepuluh menit kemudian lu udah sampai di tempat dia"kata rara dengan cepat dan singkat.wajah rara tampak sedikit badmood karena tadi ada sedikit percekcokan antara dia dan fikri senior itu.

"tempatnya dimana?"tanya ulfa sedikit serius.

"di lantai tiga ruang santai grup bisnis kalo ga salah"kata rara dengan santai sambil menarik bangku untuknya duduk.

"Dug"jantung ulfa berdetak sedikit lebih cepat.teringat kejadian kemarin membuat bulu romanya berdiri menandakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi.

Bagaimana tidak,apa yang terjadi kemarin itu bener bener tidak sangat disangka dan tidak pernah terlintas dipikirannya kalau seniornya fikri itu melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama.didalam sebuah ruangan yang tidak ada orang satupun didalamnya,ia melakukan sebuah hubungan yang sangat sangat membuat jantung ulfa terkejut,dan melakukannya bersama seorang perempuan yang ulfa tidak begitu mengenalnya,karena ia belum pernah melihat perempuaan itu ada di kampusnya.bisa jadi karena ia mahasiswi baru ia belum mengenal orang orang yang ada di kampus itu.

Karena kemarin ulfa masuk kedalam ruangan itu dan ia adalah orang yang melihat apa yang terjadi didalamnya dengan mata kepalanya sendiri.

Bisa jadi senior fikri dan perempuan yang bersamanya marah dan bisa dikatakan sangat sangat marah karena ketahuan melakukan sesuatu perbuatan yang sangat memalukan dan dilarang di kampus dan pihak kampus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

tak banyak mengambil waktu ulfa sudah tiba di lantai tiga tepat diamana yang dikatakan rara,nafasnya sedikit terengah engah karena ulfa berlari dari tingkat paling bawah dan menuju lantai 3.sedikit rasa takutnya menjadikan ia enggan untuk memasuki ruangan tersebut.

Ia sedikit memilih untuk menunggu,agar orang tersebut keluar dari ruangan itu.

"gimana nih...waktunya ga banyak sih...."kata ulfa dalam hatinya sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangan kirinya.sedikit terlihat mondar mandir.dan akhirnya ia memutuskan agar dirinya masuk kedalam ruangan tersebut.

"crek"bunyi pintu yang di buka oleh ulfa.benar saja ulfa melihat senior fikri telah menunggunya.

"hai...selamat datang,tugasnya bisa dikumpulin sendiri kan ya"kata fikri melihat pertama kali kedatangan ulfa.ulfa terdiam seketika.pintupun telah tertutup.ulfa mencoba merelaksikan nafasnya dan dirinya agar tetap tenang.

"iya kak,saya ada sedikit something jadi tadi saya tinggalin dulu.nih kak tugasnya"kata ulfa sambil menyerahkan tugasnya pada senior fikri.

"apa yang lu lihat kemarin"tiba tiba suasana lebih menegangkan dari sebelumnya.suara fikri yang terdengar tidak hangat itu terdengar sangat menakutkan.

"emang apa?"sambil berusaha menenangkan diri ia menjawab dengan sekedarnya.

"lu lihat apa...bisa ga lu jawab pertanyaan gua.atau lu ga denger.mau gua kerasin suara gua.LU LİHAT APA!!!"bentak senior fikri dihadapan ulfa.ulfa sangat terkejut hampir saja ia mengeluarkan air matanya.bayangkan betapa takutnya dibentak tanpa ada kesalahan apa lagi dibentak sama senior.

"dengerin saya ya kak,apa yang harus saya jelasin.memangnya kalau saya lihat saya harus apa saya umbar?dan kalau saya ga lihat apa apa kakak maksa saya harus ngelihat kejadian kemarin?"hampir saja air matanya jatuh syukurlah ia bisa menahannya dan menjawab dengan perkataan yang membuat senior yang berada didepannya terdiam.

"ooo lu mau ngelak,lu tau ga ke jadian kemarin itu tu sangat memalukan.apalagi lu yang lihat.KENAPA LU MASUK TANPA İZİN GUE?"katanya lagi tampak tak mau kalah.

"İNGAT,GUA PASTİİN LU GA LULUS DENGAN TUGAS LU"kata senior itu pada rara yang langsung membuat ulfa terkejut.apa apaan hanya karena kejadian kemarin tugasnya tidak diterima,sangat tidak masuk akal bukan?.tidak ada hubungan antara kejadian kemarin dan tugasnya pula pikirnya.

"kak tapi ap...."perkataan ulfa terputus saat ada seseorang yang masuk kedalam ruangan yang mereka tempati.

Keduanya sama sama menolehkan kepala ke arah pintu.

"hai...loh ada kalian"kata orang tersebut tidak lain adalah rayhan sumber prestasi ulfa dan rara.dua duanya sama terdiam.

"saya harap kakak bisa mempertimbangkan perkataan kakak lagi"bisik ulfa pada fikri.setelah itu ulfa langsung meninggalkan berkas tugasnya di meja senior fikri.

"pagi kak"sapa ulfa pada rayhan dan meninggalkan ruangan itu.fikri yang ditinggalkan begitu saja tampak sangat kesal.

"kurang ajar lu ulfa rahmanda"katanya dalam hati.

"ey..bro kenapa wajah lu...lu kenal sama tu cewe junior?"tanya rayhan dengan santai pada fikri.

"hm...bimbingan gua.mau apa lu kemari?"tanya fikri.

"mau nyantai aja.pusing juga mikirin ratih.jadi mau refreshing otak gua dulu"kata rayhan lagi

Tak sedikitpun rayhan menaruh kecurigaanya pada mereka tadi.

......................

......................

Ok segini dulu yahhhh..kapan kapan lagi

Terpopuler

Comments

Haechan

Haechan

GAP apa semangat ka....

2023-01-26

0

Firli Zayn

Firli Zayn

maaf ya bagi yang membaca saya banyak typo dalam menukisnya

2022-11-14

3

lihat semua
Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!