hay semua teman teman...akhirnya aku bisa up juga.sebenernya pingin banget up cepat cepat tapi..keadaanku sulit.karena banyak yang harus dilakukan,masih sibuk banget juga sekarang.soalnya aku mondok....jadi ya tau lah resiko anak mondok bisa pegang hp di akhir pekan aja.
Jadi bagi kalian yang sudah membaca cerita ku syukran kasiran....
Terimakasih banyak.semoga kalian suka.
Soalnya aku suka menulis tapi ga tau deh kalian suka apa yang aku tulis atau enggak.klo suka koment kalo ngga koment juga ya...
Gapapa bilang aja dimana ada kekurangannya.
Atau ada yang perlu di tambah.
Dan bagi kalian semua aku kasih love karena sudah membaca tulisanku.karena jujur cuma kalian yang tau aku menulis😘
...----------------...
selamat pagi dunia,tampak terik sekali,cahayanya mulai memancarkan kesegala arah hingga sampai menyusuri lingkup sela sela buminya.tak seperti pagi biasanya,hari ini ulfa tampak lebih bersantai di apartemennya.setelah melaksanakan shalat subuh tadi ia lanjut mengaji sampai tiba terik mataharipun menjadi saksi baginya.tak berhenti disana ia pun lanjut melaksanakan shalat duhanya.bermunajat kepada allah membuat hatinya yang kosong,hampa,bosan segala kegundahannya bisa dilampauinya.
"alhamdulillah,hari ini happy banget dekat sama allah"kata ulfa setelah melaksanakan sholat duhanya.belakangan ini memang dirinya selalu sibuk dengan pekerjaannya yang padat.apalagi dirinya yang selalu dituntut untuk lebih mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya diapartemen ia kembali merasa bosan,apalagi dia tau dirinya bukan siapa siapa dinegara orang,mau jalan jalan juga kalo ga ada yang nemeni pasti bosan fikirnya.tapi kalo dia diam dirumah apalah bedanya,bosannya pasti akan bertambah.
"ya allah gini amat dinegara orang,bosan plus mager lagi"kata ulfa pada dirinya sendiri sambil melihat indahnya kota disiang hari dari balkon apartemennya.kota yang indah itu menghipnotis fikirannya hingga ia berfikir."ciptaanya saja seperti ini apalagi sang maha penciptanya".tak terpikir bukan bagaimana cara menyusun letak keindahan itu sehingga akalpun tak bisa menjawabnya.
"krekek krekek"bunyi suara perut ulfa.memang dari tadi belum ada satu makanan pun yang masuk kedalam perutnya.padahal ulfa sangat suka yang namanya berhubungan dengan makanan.gara gara ini ulfa terfikir dia belum pernah berbelanja kebutuhannya sendiri padahal yang terpenting sebelum pekerjaannya pasti orangnya dahulu,kalau orangnya sehat pekerjaannya baik,tapi kalau tidak ya...sebaliknya.
"ya allah apa ulfa harus belanja kaya bunda belanja sehari hari?"tanya ulfa pada dirinya sendiri tangannya sudah mengelus perutnya yang keroncongan,sambil menatap kelangit langit kota itu dari tempat yang masih sama seperti tadi.
Tak berfikir panjang ia langsung bergegas untuk membeli apa yang akan ia masak.syukurnya ulfa sangat ahli dalam masak memasak.
...****************...
Koridor yang membentang panjang itu menjadi pijakan ulfa berjalan,tak ada seorang pun yang melewatinya kecuali dirinya."heran banget deh sama penghuni apartemen ini,ga bosen apa ddi dalam apart muku"katanya sendiri saat ia merasa kesepian melihat bentangan koridor yang tidak pernah ia melihat seorangpun melintasinya.
Walaupun begitu ia tetap melanjuti perjalanannya yang kini ia tengah berada dalam lift menuju lantai bawah.
tak lama pintu lift itu pun terbuka dan menunjukkan sensasi kemewahan didalamnya.
"mashallah"dalam hatinya.cukup satu kata itu yang bisa mewakili perasaaannya saat ia melihat apartemen tempat yang ia tempati itu.
...----------------...
"ulfa,lu mau pergi kemana?"tanya fikri yang baru saja masuk kedalam pintu apartemen ulfa,ulfa yang melihat fikri langsung terkejut,atas dasar apa fikri datang ke apartemen itu,pikirnya.
"loh,kamu disini juga kak?,mau apa?"tanya ulfa terus terang.
"gua mau ngajak pergi lu,mau ga?"tanya fikri lagi.
"saya?kok bisa ngajak saya,kerja?"tanya ulfa yang tampak sedikit keberatan kalau diatas namakan pekerjaan.
"emang lu mau kerja?boleh sih kalau lu mau,tapi kali ini gua ga ngajak lu pergi untuk kerja..."kata fikri lagi.
"hah?beneran...kok bisa"tanya ulfa sedikit memberi rasa curiga pada fikri yang berada didepannya.wajar saja ulfa curiga,karena ulfa sedikit trauma dengan masa lalu yang pernah terjadi diantara mereka.
"iya ayooo cepat!"dengan sigap fikri menarik lengan tangan kanan ulfa keluar dari apartemen dan mereka sedikit tampak berlari kecil menuju arah mobil fikri.dug hati ulfa sudah mulai tak karuan.
"astaghfirullah kak,kok lari lari sih"kata ulfa dengan wajahnya yang keselnya karena fikri berlari seperti menculiknya.fikri hanya membalasnya dengan cengengesan yang hasnya.
"ck....sebel banget sih"kata ulfa lagi.kali ini ulfa bener bener tampak kesal karena fikri menganggapnya seperti candaan.
"hm..manis juga ya lu kalau lagi marah kelihatan banget kalau lu itu cewenya"kata fikri lagi sambil cengengesan dan tampak menggoda ulfa yang sebel karena sikapnya.
ulfa langsung merubah ekspresinya dan menatap sinis ke arah fikri.
Kemudian Mereka berduapun masuk kemobil fikri.
"kemana ya kira kira,oiya lu ada rencana mau kemana tadi fa?kok lu sendirian?"tanya fikri yang mulai sedikit serius.
"hm...beli kebutuhan aja sih kak,paling ke market,soalnya aku belum pernah belanja jadi barang barang yang kemarin dari indo juga hampir habis"kata ulfa.
"ooo...terus?"tanya fikri seadanya.
"terus?terus apanya kak.kan kakak yang ngajak aku jalan"kata ulfa lagi.
"ya terus kamu kenapa sendirian maksudnya ulfa rahmanda....".kata fikri lagi.dug hati ulfa bergetar saat nama lengkapnya disebut.karena jarang jarang orang memanggilnya dengan nama lengkapnya.
mata ulfa langsung menangkap wajah fikri yang berada disampingnya,tampak wajahnya fikri yang sedang fokus mengndarai mobilnya.
Karena ulfa masih belum menjawab pertanyaan fikri,fikri langsung ikut menolehkan wajahnya kearah ulfa,dan kali ini benar benar mata keduanya tertangkap dalam satu jaringan.
"astaghfirullah sadar lu lihat apa fa..."batin ulfa yang langsung mengerjap ngerjapkan matanya.
"oh iya...maaf.saya sendiri karena saya ga ada temen,apalagi saya belum terlalu lama juga disini jadi ga terlalu banyak orang yang saya kenal"jelas ulfa.
"nah justru itu fa,gua kemari tau kalau lu kagak punya temen,karena yah lu cuma kenal gua disini.ya kan?"tanya fikri lagi membanggakan dirinya.
ulfa hanya mengangkat alisnya tanpa membalas perkataan fikri.kalau dilanjuti entah apa jadinya nanti,pikirnya.
"kakak emang mau ngajak saya kemana?"tanya ulfa dengan sangat hati hati.
"hm...karena lu mau belanja ya udah sekarang gua ngantar lu aja kemarket"jawab fikri apa adanya tetapi masih fokus mengendarai mobilnya.
"loh,terus saya kakak tinggal gitu aja?"tanya ulfa sedikit mengeluarkan ekor matanya dan melirik kearah fikri,yang masih fokus kedepan.
"ya nggak la,emang lu mau gua tinggalin.nggak kan,tenang aja fa....kan gua udah bilang selama lu disini dan karena lu ga punya siapa siapa,lu boleh minta tolong ke gua.oky"kata fikri yang terlihat sangat gantleman.ulfa mendengarnya hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
...****************...
beberapa menit perjalanan yang ditempuh akhirnya mereka tiba di market yang mereka tuju."saya turun ya kak"pamit ulfa dengan sopan saat ia hendak turun dari mobil menuju market.fikri hanya melihat kearah ulfa dan memberikan sedikit senyuman yang terukir di bibirnya.
ulfa mulai menelusuri seluruh ruangan market tersebut,begitu banyak barang yang tertata rapi didalam market itu,membuat ulfa ingin memborong semuanya.
tiba tiba ulfa terkejut karena dibelakangnya ada orang yang memasukkan barangnya kekeranjang milik ulfa."astaghfirullah kak,ngapain ambil ini?"kata ulfa sedikit merasa sebel terhadap sikap yang dilakukan fikri.
"udah gapapa,emang ga boleh?"kata fikri dengan santainya.ulfa hanya melihatnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya saja.
"ini juga aku ambil ya"katanya lagi sambil mengambil barang barang yang diinginkannya.
ulfa tak memperdulikannya dan langsung mengambil barang barang yang dibutuhkannya.
Setelah lumayan lama mengelilingi market itu dan mendapatkan apa yang diinginkan ulfa langsung segera bergegas kekasir.
"kak,udah belum?"tanya ulfa pada fikri.
"hm...yuk udah kok"kata fikri menuruti ulfa.
"banyak banget sih belanjaannya ni cowo"batin ulfa yang melihat keranjang dorongannya penuh.
tibalah saat pembayaran ulfa sangat menunggu berapa yang akan harus ia keluarkan dari sakunya saat itu.
"udah biar gua aja yang bayar"kata fikri yang dengan segera mengeluarkan kart dari dompetnya.
"deg"suara hati ulfa,bergetar saat fikri melakukan itu padanya.
"duh sweet banget kalian,pasangan baru ya?"kata si mba tukang kasir yang sedari tadi melihat tingkah mereka.
...----------------...
"kak btw terimakasih banyak lo,atas bantuannya"....
...****************...
ok bersambung......
ngantuk banget ga fokus takut ntar typo lelah banget...semoga kalian suka sama karyaku ini...kira kira aku harus nambahi apa atau kurangi apa gitu.
Kalian koment ya....terimakasih udah dulu...bye mau tidur😴
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments