15.alhamdulillah happy

hay semua teman teman...akhirnya aku bisa up juga.sebenernya pingin banget up cepat cepat tapi..keadaanku sulit.karena banyak yang harus dilakukan,masih sibuk banget juga sekarang.soalnya aku mondok....jadi ya tau lah resiko anak mondok bisa pegang hp di akhir pekan aja.

Jadi bagi kalian yang sudah membaca cerita ku syukran kasiran....

Terimakasih banyak.semoga kalian suka.

Soalnya aku suka menulis tapi ga tau deh kalian suka apa yang aku tulis atau enggak.klo suka koment kalo ngga koment juga ya...

Gapapa bilang aja dimana ada kekurangannya.

Atau ada yang perlu di tambah.

Dan bagi kalian semua aku kasih love karena sudah membaca tulisanku.karena jujur cuma kalian yang tau aku menulis😘

...----------------...

selamat pagi dunia,tampak terik sekali,cahayanya mulai memancarkan kesegala arah hingga sampai menyusuri lingkup sela sela buminya.tak seperti pagi biasanya,hari ini ulfa tampak lebih bersantai di apartemennya.setelah melaksanakan shalat subuh tadi ia lanjut mengaji sampai tiba terik mataharipun menjadi saksi baginya.tak berhenti disana ia pun lanjut melaksanakan shalat duhanya.bermunajat kepada allah membuat hatinya yang kosong,hampa,bosan segala kegundahannya bisa dilampauinya.

"alhamdulillah,hari ini happy banget dekat sama allah"kata ulfa setelah melaksanakan sholat duhanya.belakangan ini memang dirinya selalu sibuk dengan pekerjaannya yang padat.apalagi dirinya yang selalu dituntut untuk lebih mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya diapartemen ia kembali merasa bosan,apalagi dia tau dirinya bukan siapa siapa dinegara orang,mau jalan jalan juga kalo ga ada yang nemeni pasti bosan fikirnya.tapi kalo dia diam dirumah apalah bedanya,bosannya pasti akan bertambah.

"ya allah gini amat dinegara orang,bosan plus mager lagi"kata ulfa pada dirinya sendiri sambil melihat indahnya kota disiang hari dari balkon apartemennya.kota yang indah itu menghipnotis fikirannya hingga ia berfikir."ciptaanya saja seperti ini apalagi sang maha penciptanya".tak terpikir bukan bagaimana cara menyusun letak keindahan itu sehingga akalpun tak bisa menjawabnya.

"krekek krekek"bunyi suara perut ulfa.memang dari tadi belum ada satu makanan pun yang masuk kedalam perutnya.padahal ulfa sangat suka yang namanya berhubungan dengan makanan.gara gara ini ulfa terfikir dia belum pernah berbelanja kebutuhannya sendiri padahal yang terpenting sebelum pekerjaannya pasti orangnya dahulu,kalau orangnya sehat pekerjaannya baik,tapi kalau tidak ya...sebaliknya.

"ya allah apa ulfa harus belanja kaya bunda belanja sehari hari?"tanya ulfa pada dirinya sendiri tangannya sudah mengelus perutnya yang keroncongan,sambil menatap kelangit langit kota itu dari tempat yang masih sama seperti tadi.

Tak berfikir panjang ia langsung bergegas untuk membeli apa yang akan ia masak.syukurnya ulfa sangat ahli dalam masak memasak.

...****************...

Koridor yang membentang panjang itu menjadi pijakan ulfa berjalan,tak ada seorang pun yang melewatinya kecuali dirinya."heran banget deh sama penghuni apartemen ini,ga bosen apa ddi dalam apart muku"katanya sendiri saat ia merasa kesepian melihat bentangan koridor yang tidak pernah ia melihat seorangpun melintasinya.

Walaupun begitu ia tetap melanjuti perjalanannya yang kini ia tengah berada dalam lift menuju lantai bawah.

tak lama pintu lift itu pun terbuka dan menunjukkan sensasi kemewahan didalamnya.

"mashallah"dalam hatinya.cukup satu kata itu yang bisa mewakili perasaaannya saat ia melihat apartemen tempat yang ia tempati itu.

...----------------...

"ulfa,lu mau pergi kemana?"tanya fikri yang baru saja masuk kedalam pintu apartemen ulfa,ulfa yang melihat fikri langsung terkejut,atas dasar apa fikri datang ke apartemen itu,pikirnya.

"loh,kamu disini juga kak?,mau apa?"tanya ulfa terus terang.

"gua mau ngajak pergi lu,mau ga?"tanya fikri lagi.

"saya?kok bisa ngajak saya,kerja?"tanya ulfa yang tampak sedikit keberatan kalau diatas namakan pekerjaan.

"emang lu mau kerja?boleh sih kalau lu mau,tapi kali ini gua ga ngajak lu pergi untuk kerja..."kata fikri lagi.

"hah?beneran...kok bisa"tanya ulfa sedikit memberi rasa curiga pada fikri yang berada didepannya.wajar saja ulfa curiga,karena ulfa sedikit trauma dengan masa lalu yang pernah terjadi diantara mereka.

"iya ayooo cepat!"dengan sigap fikri menarik lengan tangan kanan ulfa keluar dari apartemen dan mereka sedikit tampak berlari kecil menuju arah mobil fikri.dug hati ulfa sudah mulai tak karuan.

"astaghfirullah kak,kok lari lari sih"kata ulfa dengan wajahnya yang keselnya karena fikri berlari seperti menculiknya.fikri hanya membalasnya dengan cengengesan yang hasnya.

"ck....sebel banget sih"kata ulfa lagi.kali ini ulfa bener bener tampak kesal karena fikri menganggapnya seperti candaan.

"hm..manis juga ya lu kalau lagi marah kelihatan banget kalau lu itu cewenya"kata fikri lagi sambil cengengesan dan tampak menggoda ulfa yang sebel karena sikapnya.

ulfa langsung merubah ekspresinya dan menatap sinis ke arah fikri.

Kemudian Mereka berduapun masuk kemobil fikri.

"kemana ya kira kira,oiya lu ada rencana mau kemana tadi fa?kok lu sendirian?"tanya fikri yang mulai sedikit serius.

"hm...beli kebutuhan aja sih kak,paling ke market,soalnya aku belum pernah belanja jadi barang barang yang kemarin dari indo juga hampir habis"kata ulfa.

"ooo...terus?"tanya fikri seadanya.

"terus?terus apanya kak.kan kakak yang ngajak aku jalan"kata ulfa lagi.

"ya terus kamu kenapa sendirian maksudnya ulfa rahmanda....".kata fikri lagi.dug hati ulfa bergetar saat nama lengkapnya disebut.karena jarang jarang orang memanggilnya dengan nama lengkapnya.

mata ulfa langsung menangkap wajah fikri yang berada disampingnya,tampak wajahnya fikri yang sedang fokus mengndarai mobilnya.

Karena ulfa masih belum menjawab pertanyaan fikri,fikri langsung ikut menolehkan wajahnya kearah ulfa,dan kali ini benar benar mata keduanya tertangkap dalam satu jaringan.

"astaghfirullah sadar lu lihat apa fa..."batin ulfa yang langsung mengerjap ngerjapkan matanya.

"oh iya...maaf.saya sendiri karena saya ga ada temen,apalagi saya belum terlalu lama juga disini jadi ga terlalu banyak orang yang saya kenal"jelas ulfa.

"nah justru itu fa,gua kemari tau kalau lu kagak punya temen,karena yah lu cuma kenal gua disini.ya kan?"tanya fikri lagi membanggakan dirinya.

ulfa hanya mengangkat alisnya tanpa membalas perkataan fikri.kalau dilanjuti entah apa jadinya nanti,pikirnya.

"kakak emang mau ngajak saya kemana?"tanya ulfa dengan sangat hati hati.

"hm...karena lu mau belanja ya udah sekarang gua ngantar lu aja kemarket"jawab fikri apa adanya tetapi masih fokus mengendarai mobilnya.

"loh,terus saya kakak tinggal gitu aja?"tanya ulfa sedikit mengeluarkan ekor matanya dan melirik kearah fikri,yang masih fokus kedepan.

"ya nggak la,emang lu mau gua tinggalin.nggak kan,tenang aja fa....kan gua udah bilang selama lu disini dan karena lu ga punya siapa siapa,lu boleh minta tolong ke gua.oky"kata fikri yang terlihat sangat gantleman.ulfa mendengarnya hanya mengangguk anggukkan kepalanya.

...****************...

beberapa menit perjalanan yang ditempuh akhirnya mereka tiba di market yang mereka tuju."saya turun ya kak"pamit ulfa dengan sopan saat ia hendak turun dari mobil menuju market.fikri hanya melihat kearah ulfa dan memberikan sedikit senyuman yang terukir di bibirnya.

ulfa mulai menelusuri seluruh ruangan market tersebut,begitu banyak barang yang tertata rapi didalam market itu,membuat ulfa ingin memborong semuanya.

tiba tiba ulfa terkejut karena dibelakangnya ada orang yang memasukkan barangnya kekeranjang milik ulfa."astaghfirullah kak,ngapain ambil ini?"kata ulfa sedikit merasa sebel terhadap sikap yang dilakukan fikri.

"udah gapapa,emang ga boleh?"kata fikri dengan santainya.ulfa hanya melihatnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya saja.

"ini juga aku ambil ya"katanya lagi sambil mengambil barang barang yang diinginkannya.

ulfa tak memperdulikannya dan langsung mengambil barang barang yang dibutuhkannya.

Setelah lumayan lama mengelilingi market itu dan mendapatkan apa yang diinginkan ulfa langsung segera bergegas kekasir.

"kak,udah belum?"tanya ulfa pada fikri.

"hm...yuk udah kok"kata fikri menuruti ulfa.

"banyak banget sih belanjaannya ni cowo"batin ulfa yang melihat keranjang dorongannya penuh.

tibalah saat pembayaran ulfa sangat menunggu berapa yang akan harus ia keluarkan dari sakunya saat itu.

"udah biar gua aja yang bayar"kata fikri yang dengan segera mengeluarkan kart dari dompetnya.

"deg"suara hati ulfa,bergetar saat fikri melakukan itu padanya.

"duh sweet banget kalian,pasangan baru ya?"kata si mba tukang kasir yang sedari tadi melihat tingkah mereka.

...----------------...

"kak btw terimakasih banyak lo,atas bantuannya"....

...****************...

ok bersambung......

ngantuk banget ga fokus takut ntar typo lelah banget...semoga kalian suka sama karyaku ini...kira kira aku harus nambahi apa atau kurangi apa gitu.

Kalian koment ya....terimakasih udah dulu...bye mau tidur😴

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!