4.darunnajah

"maaf,maaf...boleh diulang,tadi pondok apa?".tanya senior itu pada ulfa ketika ulfa menyebutkan nama pondoknya dulu.

"saya...dari pondok darunnajah kak"jawab ulfa dengan singkat pasti dan tak lupa dengan senyum tipis yang melukis wajahnya.

"hm....saya juga tau pondok itu.."tambah senior itu pada ulfa membuat ulfa membulatkan matanya karena ia merasa bangga ada yang tau tentang pondoknya.

"loh kok bisa tau kak?kakak punya kenalan dari pondok itu atau gimana..."tanya ulfa yang sedikit terlihat antusias.

"saya pernah mondok juga disitu tapi sudah lama banget.dan pastinya sudah menjadi alumni dari pondok darunnajah itu.kamu juga?".tanya senior tersebut pada ulfa.mendengar percakapan ulfa dan senior tersebut rara mulai menggeram"kak,gimana kita mulai aja dulu wawancaranya...dan kalau boleh tau nama kakak siapa?agar cepat kelar dan itu jadi mempermudahkan kita juga kan ya?"tanya rara yang sedikit mendesak karena dia merasa terasingi dari mereka berdua.

"ok..ok boleh sekarang saya perkenalan dulu,nama saya muhammad rayhan kalian bisa panggil saya rayhan dan sekarang apa yang kalian ingin ketahui tentang apapun boleh tanya,dan yang paling terpenting point point nya jangan lupa dicatat atau digaris besarin"jawab senior yang bernama rayhan itu dengan sopan dan ramah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan wawancaranya pada senior tersebut."yes....alhamdulillah kelar juga"kata ulfa pada rara sedikit berbisik.rarapun tersenyum manis menanggapi ulfa yang terasa bebas dengan beban tugas tersebut."oiya,tadi belum kamu belum selesai jawab pertanyaan saya kan ya ?".tanya rayhan pada ulfa yang sedikit unformal.

"ha,saya juga alumni dari pondok tersebut kak,sebenarnya saya memang tidak asing dengan wajah kakak,makanya pas saya masuk tadi sempat mikir juga"kata ulfa sambil tersenyum menanggapi pertanyaan senior tersebut."hehe,iya sih soalnya saya sering ikut kegiatan extra kurikuler kan,makanya tidak sedikit orang yang tidak mengenal saya..."kata rayhan sedikit menceritakan pengalamannya dipondok lamanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah menceritakan tentang pondok mereka pondok darunnajah,rara dan ulfa pun berencana ingin mengumpulkan tugasnya pada senior mereka.karena menurut mereka lebih cepat lebih baik.

"fa,menurut lu gimana?,tugas ini kita kumpul sekarang atau besok?"tanya rara pada ulfa yang berada disampingnya

"kalau menurut gua sekarang aja deh soalnya biar tidur gua enak gitu,gak kepikiran"sambung ulfa lagi dengan menyetujui pendapat rara.

"aelah lu,bisa ae....gua mah sebenarnya kapan aja bisa"kata rara sambil menggoda ulfa.

"iya ya rara,gua percaya deh....btw dimana kakak seniornya ya?"tanya ulfa pada rara.

"kayaknya di tingkat 3 ga sih?,kalau ga salah gua lah ya,soalnya kemarin gua pernah dengar kalau senior kita itu ruangannya di atas,tapi ga tau juga kalau gua salah ya..."tambah rara lagi.

Tak lama dari itu mereka langsung menaiki lantai tingkat 3,sedikit mengambil waktu untuk mencari ruangan senior tersebut.

"ra,gimana lu kesana,gua cari kearah sebelah sini biar ga keambil waltunya,ntar kalau udah ketemu,lu telepon gua atau gua telepon lu,terserah siapa yang duluan ketemu dia yang nelpon ok!"kata ulfa pada rara memberi saran,karena dari tadi mereka bum juga menemukan ruangan senior tersebut.mereka sebenarnya faham kakak senior tersebut merupakan kakak senior yang paling tersibuk,apalagi dia menjadi pusat perhatian se universitas.

Ulfa dan rara pun mencari dan sedikit bertanyan kepada orang orang yang ada dilantai tersebut.

"kak,maaf kalau ruangan bisnis senior fikri dimana ya?"tanya ulfa pada salah seorang yang sedang duduk disana.

"aduh maaf kak,fikri yang mana ya?soalnya fikri di univ ini ga cuman satu orang loh"jawab seseorang tersebut.

"ga tau deh kak,yang jurusan bisnis yang terkenal ada ga?"jawab ulfa dengan asal.membuat orang yang dihadapannya merasa sedikit aneh.

"ok aku ga tau apa yang kamu maksud tapi kamu boleh cari keruangan santai yang ada di lantai ini sih,setau aku dia sering nyantai disana"kata orang tersebut lagi.

"ok,aku coba cari ya,terimakasih banyak ya kak"ulfa pun pergi meninggalkan orang tersebut setelah berterimakasih.

Ulfa pun mencari tempat yang dimaksud orang tersebut,tak memerlukan beberapa menit,ulfa menemukan ruangannya"yes...kayaknya ini deh ruangannya,tapi kenapa sepi banget kayak hati gua sih..?"tanya ulfa pada dirinya sendiri.

"ckrek..."bunyi gagang pintu ketika ulfa membuka pintu tersrbut.tetapi harapan ulfa putus apa yang dicari tidak sesuai dengan pikirannya."astaghfirullahalazim..."teriak ulfa sangat kaget dengan apa yang ia lihat.jantungnya sangat berdebar,keringatnya mulai menetes,suasana di tempat itu adalah suasana yang tidak patut untuk dilihat oleh mata seorang ulfa.

"heh,lu ngapain lu disini....lu lancang banget ya ..ga sopan tau ga lu"orang yang berada didalam itu juga terkejut dengan kedatangan ulfa secara tiba tiba,mereka langsung menghentikan perbuatan mereka dan langsung berjalan cepat kearah ulfa.ulfa tau mereka akan marah dan mungkin lebih dahsyat dari apa yang ulfa pikirkan.

dengan cepat ulfa membalikkan badannya dan sedikit mempercepatkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu.tetapi langkahnya terhenti ketika seseorang dengan cepat mengejar langkahnya dan menyergap pergelangan tangannya.ulfa hanya terpaku tak berani menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut.

"heh,apa yang lu lihat?jawab atau lu ga selamat".tanya orang tersebut dengan suara yang sedikit membuat ulfa takut.ulfa masih belum menjawab.hatinya karuan entah apa yang membuatnya ketakutan hingga ia tidak mau menjawab dan membalikkan badannya untuk melihat orang tersebut.

"jawabb!!!..."bentak orang tersebut pada ulfa.ketakutan ulfa semakin bertambah.karena ia tak mau celaka ia menolehkan kepalanya dan memberanikan untuk melihat kearah orang tersebut.

"maaf kak saya melihatnya..."jawab ulfa sedikit terbata bata karena ketakutan dengan orang tersebut yang tidak lain adalah seniornya yang ia cari.

"apa!!!sialan..."teriak orang tersebut sambil menghempaskan tangan ulfa yang sedari tadi masih digenggamnya.

"maaf,kak kenaoa kakak ngelakuin itu,bukannya kakak senior ya harusnya kakak ngelakuin sesuatu yang terbaik sih,bukan ngelakuin yang kaya tadi,maaf saya harus bilang ini"jelas ulfa dengan cepat.membuat geram senior tersebut yang tidak lain adalah fikri orang yang dicari ulfa.

"ayo ikut gua...cepat..."tiba tiba fikri menarik tangan ulfa dengan kuat membuat ulfa sedikit sempoyongan dan hampir terjatuh.untungnya ulfa bisa menahan badannya.

"ga mau kak....saya harus pulang"kata ulfa yang sedikit membantah dan berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari fikri.usaha ulfa sepertinya sia sia karena kekutan ulfa yang tidak sebanding dengan kekuatan fikri.

"ulfa....!!!"teriak rara dari kejauhan.untungnya ada rara yang datang tepat pada waktunya.

Dengan cepat fikri melepaskan tangannya pada ulfa dan mengisyaratkan agar ulfa tidak memberi tahu apa yang telah terjadi padanya,dan apa yang telah ulfa lihat didalam ruangan itu.

"ok,lu pulang dan temui teman lu sebelum dia nemuin kita berdua disini"dengan cepat fikri melepaskan ulfa seperti melepaskan mangsanya dipadang rumput luas.

Ulfa pun sedikit berlari cepat dan menemui rara yang mungkin sudah mencarinya dari tadi.

"rara..."panggil ulfa dan menghampiri rara.

"heh...lu dari mana aja,ketemu ga?kalo ga ketemu pulang aja,besok pasti kita bisa ketemu sama senior itu.menurut lu gimana,cari sampai ketemu atau...."

"pulang aja".potong ulfa dengan cepat sebelum rara mrnyelesaikan perkataanyya.

Ulfa langsung menggandeng tangan rara dan membawa rara jalan agak sedikit cepat seperti orang terburu buru meninggalkan lantai tersebut.

"lu baik baik aja kan fa?"tanya rara pada ulfa yang raut wajahnya sedikit berbeda.

"iya,gua cape aja,mana gua laper lagi"lagi lagi ulfa menutupi apa yang terjadi padanya.padahal ulfa ketakutan dan ingin rasanya ulfa tidak ada dikejadian tadi.tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tidak lama mereka meninggalkan lantai tersebut,ulfa langsung berpamitan oada rara temannya dan ingin rasanya cepat sampai ke kost anna.

"bye ra...gua duluan ya,besok jangan lupa tugasnya kita kumpulin bareng ya...."pamit ulfa pada rara yang terlihat santai.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"hadeuh...otak gua telah terkotori....sialan tuh senior gilaaaaaa!!!!teriak ulfa dalam kamarnya ketika ia sudah membersihkan badannya.

"astaghfirullahalazim....bisa bisanya lu fikri ya...lu buat gua trauma sama lu".tambahnya lagi.

Terpopuler

Comments

Runi

Runi

Semangat

2022-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!