"maaf,maaf...boleh diulang,tadi pondok apa?".tanya senior itu pada ulfa ketika ulfa menyebutkan nama pondoknya dulu.
"saya...dari pondok darunnajah kak"jawab ulfa dengan singkat pasti dan tak lupa dengan senyum tipis yang melukis wajahnya.
"hm....saya juga tau pondok itu.."tambah senior itu pada ulfa membuat ulfa membulatkan matanya karena ia merasa bangga ada yang tau tentang pondoknya.
"loh kok bisa tau kak?kakak punya kenalan dari pondok itu atau gimana..."tanya ulfa yang sedikit terlihat antusias.
"saya pernah mondok juga disitu tapi sudah lama banget.dan pastinya sudah menjadi alumni dari pondok darunnajah itu.kamu juga?".tanya senior tersebut pada ulfa.mendengar percakapan ulfa dan senior tersebut rara mulai menggeram"kak,gimana kita mulai aja dulu wawancaranya...dan kalau boleh tau nama kakak siapa?agar cepat kelar dan itu jadi mempermudahkan kita juga kan ya?"tanya rara yang sedikit mendesak karena dia merasa terasingi dari mereka berdua.
"ok..ok boleh sekarang saya perkenalan dulu,nama saya muhammad rayhan kalian bisa panggil saya rayhan dan sekarang apa yang kalian ingin ketahui tentang apapun boleh tanya,dan yang paling terpenting point point nya jangan lupa dicatat atau digaris besarin"jawab senior yang bernama rayhan itu dengan sopan dan ramah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan wawancaranya pada senior tersebut."yes....alhamdulillah kelar juga"kata ulfa pada rara sedikit berbisik.rarapun tersenyum manis menanggapi ulfa yang terasa bebas dengan beban tugas tersebut."oiya,tadi belum kamu belum selesai jawab pertanyaan saya kan ya ?".tanya rayhan pada ulfa yang sedikit unformal.
"ha,saya juga alumni dari pondok tersebut kak,sebenarnya saya memang tidak asing dengan wajah kakak,makanya pas saya masuk tadi sempat mikir juga"kata ulfa sambil tersenyum menanggapi pertanyaan senior tersebut."hehe,iya sih soalnya saya sering ikut kegiatan extra kurikuler kan,makanya tidak sedikit orang yang tidak mengenal saya..."kata rayhan sedikit menceritakan pengalamannya dipondok lamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menceritakan tentang pondok mereka pondok darunnajah,rara dan ulfa pun berencana ingin mengumpulkan tugasnya pada senior mereka.karena menurut mereka lebih cepat lebih baik.
"fa,menurut lu gimana?,tugas ini kita kumpul sekarang atau besok?"tanya rara pada ulfa yang berada disampingnya
"kalau menurut gua sekarang aja deh soalnya biar tidur gua enak gitu,gak kepikiran"sambung ulfa lagi dengan menyetujui pendapat rara.
"aelah lu,bisa ae....gua mah sebenarnya kapan aja bisa"kata rara sambil menggoda ulfa.
"iya ya rara,gua percaya deh....btw dimana kakak seniornya ya?"tanya ulfa pada rara.
"kayaknya di tingkat 3 ga sih?,kalau ga salah gua lah ya,soalnya kemarin gua pernah dengar kalau senior kita itu ruangannya di atas,tapi ga tau juga kalau gua salah ya..."tambah rara lagi.
Tak lama dari itu mereka langsung menaiki lantai tingkat 3,sedikit mengambil waktu untuk mencari ruangan senior tersebut.
"ra,gimana lu kesana,gua cari kearah sebelah sini biar ga keambil waltunya,ntar kalau udah ketemu,lu telepon gua atau gua telepon lu,terserah siapa yang duluan ketemu dia yang nelpon ok!"kata ulfa pada rara memberi saran,karena dari tadi mereka bum juga menemukan ruangan senior tersebut.mereka sebenarnya faham kakak senior tersebut merupakan kakak senior yang paling tersibuk,apalagi dia menjadi pusat perhatian se universitas.
Ulfa dan rara pun mencari dan sedikit bertanyan kepada orang orang yang ada dilantai tersebut.
"kak,maaf kalau ruangan bisnis senior fikri dimana ya?"tanya ulfa pada salah seorang yang sedang duduk disana.
"aduh maaf kak,fikri yang mana ya?soalnya fikri di univ ini ga cuman satu orang loh"jawab seseorang tersebut.
"ga tau deh kak,yang jurusan bisnis yang terkenal ada ga?"jawab ulfa dengan asal.membuat orang yang dihadapannya merasa sedikit aneh.
"ok aku ga tau apa yang kamu maksud tapi kamu boleh cari keruangan santai yang ada di lantai ini sih,setau aku dia sering nyantai disana"kata orang tersebut lagi.
"ok,aku coba cari ya,terimakasih banyak ya kak"ulfa pun pergi meninggalkan orang tersebut setelah berterimakasih.
Ulfa pun mencari tempat yang dimaksud orang tersebut,tak memerlukan beberapa menit,ulfa menemukan ruangannya"yes...kayaknya ini deh ruangannya,tapi kenapa sepi banget kayak hati gua sih..?"tanya ulfa pada dirinya sendiri.
"ckrek..."bunyi gagang pintu ketika ulfa membuka pintu tersrbut.tetapi harapan ulfa putus apa yang dicari tidak sesuai dengan pikirannya."astaghfirullahalazim..."teriak ulfa sangat kaget dengan apa yang ia lihat.jantungnya sangat berdebar,keringatnya mulai menetes,suasana di tempat itu adalah suasana yang tidak patut untuk dilihat oleh mata seorang ulfa.
"heh,lu ngapain lu disini....lu lancang banget ya ..ga sopan tau ga lu"orang yang berada didalam itu juga terkejut dengan kedatangan ulfa secara tiba tiba,mereka langsung menghentikan perbuatan mereka dan langsung berjalan cepat kearah ulfa.ulfa tau mereka akan marah dan mungkin lebih dahsyat dari apa yang ulfa pikirkan.
dengan cepat ulfa membalikkan badannya dan sedikit mempercepatkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu.tetapi langkahnya terhenti ketika seseorang dengan cepat mengejar langkahnya dan menyergap pergelangan tangannya.ulfa hanya terpaku tak berani menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut.
"heh,apa yang lu lihat?jawab atau lu ga selamat".tanya orang tersebut dengan suara yang sedikit membuat ulfa takut.ulfa masih belum menjawab.hatinya karuan entah apa yang membuatnya ketakutan hingga ia tidak mau menjawab dan membalikkan badannya untuk melihat orang tersebut.
"jawabb!!!..."bentak orang tersebut pada ulfa.ketakutan ulfa semakin bertambah.karena ia tak mau celaka ia menolehkan kepalanya dan memberanikan untuk melihat kearah orang tersebut.
"maaf kak saya melihatnya..."jawab ulfa sedikit terbata bata karena ketakutan dengan orang tersebut yang tidak lain adalah seniornya yang ia cari.
"apa!!!sialan..."teriak orang tersebut sambil menghempaskan tangan ulfa yang sedari tadi masih digenggamnya.
"maaf,kak kenaoa kakak ngelakuin itu,bukannya kakak senior ya harusnya kakak ngelakuin sesuatu yang terbaik sih,bukan ngelakuin yang kaya tadi,maaf saya harus bilang ini"jelas ulfa dengan cepat.membuat geram senior tersebut yang tidak lain adalah fikri orang yang dicari ulfa.
"ayo ikut gua...cepat..."tiba tiba fikri menarik tangan ulfa dengan kuat membuat ulfa sedikit sempoyongan dan hampir terjatuh.untungnya ulfa bisa menahan badannya.
"ga mau kak....saya harus pulang"kata ulfa yang sedikit membantah dan berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari fikri.usaha ulfa sepertinya sia sia karena kekutan ulfa yang tidak sebanding dengan kekuatan fikri.
"ulfa....!!!"teriak rara dari kejauhan.untungnya ada rara yang datang tepat pada waktunya.
Dengan cepat fikri melepaskan tangannya pada ulfa dan mengisyaratkan agar ulfa tidak memberi tahu apa yang telah terjadi padanya,dan apa yang telah ulfa lihat didalam ruangan itu.
"ok,lu pulang dan temui teman lu sebelum dia nemuin kita berdua disini"dengan cepat fikri melepaskan ulfa seperti melepaskan mangsanya dipadang rumput luas.
Ulfa pun sedikit berlari cepat dan menemui rara yang mungkin sudah mencarinya dari tadi.
"rara..."panggil ulfa dan menghampiri rara.
"heh...lu dari mana aja,ketemu ga?kalo ga ketemu pulang aja,besok pasti kita bisa ketemu sama senior itu.menurut lu gimana,cari sampai ketemu atau...."
"pulang aja".potong ulfa dengan cepat sebelum rara mrnyelesaikan perkataanyya.
Ulfa langsung menggandeng tangan rara dan membawa rara jalan agak sedikit cepat seperti orang terburu buru meninggalkan lantai tersebut.
"lu baik baik aja kan fa?"tanya rara pada ulfa yang raut wajahnya sedikit berbeda.
"iya,gua cape aja,mana gua laper lagi"lagi lagi ulfa menutupi apa yang terjadi padanya.padahal ulfa ketakutan dan ingin rasanya ulfa tidak ada dikejadian tadi.tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak lama mereka meninggalkan lantai tersebut,ulfa langsung berpamitan oada rara temannya dan ingin rasanya cepat sampai ke kost anna.
"bye ra...gua duluan ya,besok jangan lupa tugasnya kita kumpulin bareng ya...."pamit ulfa pada rara yang terlihat santai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"hadeuh...otak gua telah terkotori....sialan tuh senior gilaaaaaa!!!!teriak ulfa dalam kamarnya ketika ia sudah membersihkan badannya.
"astaghfirullahalazim....bisa bisanya lu fikri ya...lu buat gua trauma sama lu".tambahnya lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Runi
Semangat
2022-11-27
0