hari itu jantung ulfa seperti hampir tidak bisa diselamatkan untungnya dia pintar mengalihkan pembicaraan dan ditambah datangnya rayhan sumber prestasinya.
"fa....ngapain lu duduk disini"tiba tiba saja entah dari mana datangnya rara langsung menghampiri ulfa dari belakang.
"eh...lu kok tau gua disini sih?"kata ulfa agak sedikit murung.rara yang peka akan ulfa langsung mendekati ulfa dan mengambil posisi tepat duduk disebelahnya.
"tugas gua ga diterima sama senior gila itu..."tiba tiba air mata ulfa tidak bisa terbendung dan ahirnya tumpah kepipinya.
"loh kok bisa? Punya gua diterima terima aja kok..."kata rara yang sedikit penasaran,kenapa punya rara diterima dan kenapa punya ulfa tidak diterima.
Ulfa yang masih menangis langsung dipeluk dan dielus elus punggungnya oleh rara.
Seandainya rara tau apa yang terjadi mungkin rara akan sangat kaget dan mungkin akan lebih marah pada senior fikri.
"coba cerita deh apa yang membuat tugas lu bisa ga diterima,dan lu kok bisa nangis sekejer ini"kata rara mencoba sedikit menenangkan ulfa yang masih menangis dipelukannya.
"gua sakit hati,gua kesal,gua marah,gua benci sama senior fikri"lirihnya dalam hati yang sangat dalam.tapi itu semua tak mungkin dikatakan pada rara yang tidak tau apa apa.
"gua telat ra...terus fikri marah gitu deh..tau ah sebel banget sama senior gila"kata ulfa mencoba menjelaskan tapi bohong.
Rarapun mencoba menenangkan kembali.
"ok...ok ntar gua bantu lagi ya...tenang aja gua akan cari kenalan dari teman teman ya..
Yang penting lu ga nangis lagi"kata rara.
"terserah ah....tapi btw makasih banyak ya ra...udah mau bantuin gue"kata ulfa yang sedikit menerima bantuan dari rara.
"ra,ulfa kenapa?"tanya rayhan yang tiba tiba datang dibelakang mereka.
"hehe gapapa kak,sedikit ada masalah kak.jadi dia ngungkapi masalahnya ke saya.."jawab rara dengan sopan.
"oh syukurlah kalau gitu kalian lanjut aja,saya ga mau ganggu ok"kata rayhan dengan lagak coolnya.
Syukurlah tidak ada yang curiga sama sekaki dengan ulfa.karena takut kalau mereka tau masalahnya,masalahnya bisa membesar.itulah yang ditakuti ulfa.
"ra,gua mau pulang aja deh kayaknya.entar lu boleh cari tau nomornya senior rayhan ga?,gua mau tanya tanya lagi sih kalau boleh..."pinta ulfa pada rara.dengan cepat rara langsung mengiyakan permintaan ulfa sahabat barunya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Syukurnya ulfa tidak akan berlama lama menjalankan kuliah di univ tersebut.ia masih bisa merasakan syukur karena tidak lama lagi ia akan menggantikan ayahnya mengurus bisnis pak digta temannya di amerika.dengan ini ia bisa terbebas dari teroran senior gila yang disebutnya untuk fikri.tapi ia merasa kabur dari sebuah permasalahan.padahal ketika ayahnya menawarkan perpindahan secepatnya ia menolak dengan alasan agar ia tidak disangka lari dari tugasnya.bukan tugasnya yang selesai malah nambah masalah pikirnya.
Tak sampai siang ulfa sudah sampai dirumahnya lagi.seperti biasanya ia mengganti pakaian santai dan duduk dimeja kecil yang bisa dipakai untuk meletakkan laptopnya.
ada ada aja pikirnya kenapa ada permasalahan seperti itu dan terjadi pada dirinya.ia sangat menguras tenaganya untuk memikirkan kejadian yang ia lihat itu,dan mengapa orang orang itu mau melakukannya.
"drttt drtt....".tiba tiba ponselnya yang tergeletak ditempat yang sama dengan latopnya itu berbunyi.satu panggilan dari nomor yang sama sekali tidak ia kenali.lagi lagi nomor asing pikirnya.
Tapi kali ini dia berniat untuk menerima panggilan tersebut.
"halo,maaf dengan ulfa bukan?"tanya seseorang suara yang tidak ia kenal dari seberang telepon.
"hm... iya,maaf ini dengan siapa ya?"tanya ulfa pada orang yang memiliki nomor asing tersebut.
"ulfa,saya rayhan.maaf ganggu kamu mungkin,tadi kata rara kamu butuh sumber prestasi lagi bukan?"kata rayhan yang langsung membuat ulfa membulatkan matanya.
"ha....ohh iya kak,maaf maaf iya sih kak.tapi aku sekarang lagi ga bisa ngobrol dulu kak,aku lagi sedikit sibuk kak"kata ulfa sedikit menutup nutupi.
"ok.saya tidak akan mengganggu kamu fa,cuma saya cuma mau bilang saya siap membantu kamu kapan pun fa.saya harap kamu jangan terlalu berkeoanjangan dalam kesedihan kamu ya fa"kata rayhan sambil menyemangati ulfa dari seberang telepon.
"ok kak,terimakasih banyak ya....atas bantuan kakak.semoga allah juga membantu kakak kembali"kata ulfa sekenanya.
"ok,,,aku tutup assalammualaikum"tutup rayhan .
"waalaikumussalam..."telpon pun terputus setelah mereka mengucapkan salan.
Ulfa juga berfikir,apa yang dikatakan rayhan padanya tadi itu benar,ia tidak boleh larut dalam keadaannya yang sangat buruk itu.
Ia berfikir untuk menenangkan fikirannya yang sedang dalam keadaan buruk.
Ia memutuskan untuk pergi ke supermarket yang terdekat dari kampusnya.
tetapi sebelum itu ia mencoba menghubungi rara untuk mengundang rara makan sore di kost annya.
Tidak terlalu jauh setelah keluar dari rumah ia bertemu dengan sahabat barunya rara.kala itu entah apa yang membuat rara menyusul ulfa ke supermarket,hatinya merasa tidak enak dengan keadaan ulfa yang sedang sedih dan kala itu juga ulfa mengundang rara untuk makan dikost annya.
"ulfa...."teriak rara dari seberang jalan.ulfa yang dari tadi tahu keadaan rara langsung bersegera untuk menyebrang dan menghampiri rara.
"fa...lu lagi sedih sedih ngapa dah ngundang gua makan.ok gua tau lu ada janji ke gua tapi ga sekarang juga kali fa..."kata rara pada ulfa .
"gua udah ga papa kali ra,lagi pula ga penting juga gua mikirin orang gila,gua kan ga baperan ra...."jawab ulfa yang dikatain lagi sedih sedih.
"ok ok....entar gua bantuin masak deh biar lu ga kesepian ok...."kata rara pada ulfa sambil menggandeng ulfa.
"sayang banget deh sama lu ra......makasih ya lu udah mau jadi teman gua,walaupun kita baru ketemu beberapa hari".kata ulfa sambil memeluk sebagian tubuh rara.
Dan merekapun bergandengan tangan sepanjang perjalanan ke supermarket.
Tetapi tiba tiba rara memberhentikan langkahnya ketika pandangannya melihat ke arah seberang jalan.
"fa.....fa..fa bentar bentar deh...itu senior rayhan bukan sih....."tunjuk rara pada orang yang berada diseberang jalan.
"mana sih gua ga ngelihat lo ra....."jawab ulfa yang tidak melihat karena diseberang jalan ada mobil dan kendaraan lain yang berlalu lalang.
"itu....dia sama cewe tau...cantik tapi cewenya..
Siapa ya fa..penasaran tau.."tambah rara yang semakain membuat ulfa penasaran.
"mana sih....gua..... "ulfapun terkejut dan langsung membungkam mulutnya sendiri.tidak hanya itu iya sedikit mengedip ngedipkan matanya.betapa terkejutnya ulfa karena cewe yang dibilang rara itu sangat mirip dengan cewe kemarin yang bersama senior fikri.
"ah...ga mungkin sih...."kata ulfa sepontan keluar dari mulutnya.
"siapa sih fa...."tanya rara pada ulfa.
"eh mana gua tau,lagian apa urusan kita ga sih..."timpal ulfa menutup nutupi.
"yah...lu mah gua penasaran tau.tapi apa yang lu bilang ga salah sih...."jawab rara lagi.
"btw kak rayhan dulu sepondok sama lu gimana bisa lu ga kenal sama dia,fa?" tanya rara basa basi keulfa.
"hm...bukan ga kenal ya,tapi gua agak agak ga ingat soalnya dia senior banget.waktu gua kelas 1 smp si rayhan kelas 6.dia udah sma.gua mah masih bocil banget.sekarang aja dia udah hampir sukses ga sih?"tanya ulfa dengan asal dan sok tau.
"lah fa,kenapa lu balik tanya ke gua sih,mana gua tau lu fikir gua saudaranya..."kesel rara pada ulfa yang tiba tiba nanya pertanyaan yang sama sekali ga diketahui rara.
"eh itu tuh dah sampe...kita masak banyak ga?"tanya rara pada ulfa yang terlihat girang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
waktu begitu cepat terlewatkan malam pun telah tiba dan mereka telah menyelesaikan makanan mereka."alhamdulillah...masakan gua enak banget ya ra..."tanya ulfa pada rara yang terlihat sangat kekenyangan.
"eh....menurut gua ga terlalu sih...karena kalau lu cuma ngundang gua makan untuk hari ini aja.lebih enak kalau lu sering sering ajak gua makan ya"goda rara pada ulfa sambil mengelus ngelus perutnya yang terlihat sangat kekenyangan itu.
"bisa ae lu... Untuk lu semua akan gua usahakan ra....segala cara gua halalin untuk lu.."tambah ulfa lagi.
"ihhh jangan segala cara lu halalin juga kali fa...kan serem juga kalau kaya begitu,jan sampe lu ngasi gua makanan haram ya fah"jawab rara yang sedikit hawatir.
"ya ngga lah raraku.....gua ga bakal ngasih makanan haram ke elu....."timpal ulfa lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
rarapun pulang sebelum isha karena dari tadi mama nya sudah menghubunginya.setelah kost an ulfa sepi ia mendapat panggilang dari ayahnya.
"assalammualaikum nakku,ulfa...gimana kabarnya?"tanya ayah dari seberang telepon.
"ayah....waalaikumussalam...alhamdulillah ulfa sehat yah".jawap ulfa.
"fa....udah waktunya kamu harus ayah jemput ayah sudah ngurusin apa apa aja yang harus dipersiapkan untuk ke amerika"kata ayahnya sedikit membuat ulfa terkejut.
"yah secepat ini kah?"tanya ulfa pada ayahnya dengan nada yang sedikit memelas.
"iya....pokoknya paling telat dalam minggu ini ayah akan temuin pihak kampus dan kamu juga harus segera mempersiapkan diri kamu juga.ok sayang...lebih cepat lebih baik bukan?"kata ayah pada ulfa.
ulfa juga berfikir itu akan lebih baik untuk dirinya apalagi saat ini dirinya merasa terancam akibat kejadian kemarin.
"ok...yah ulfa akan berusaha untuk mempersiapkan diri ulfa,mental dan semuanya lah....pokoknya ulfa minta doa dari ayah juga lah ya...."kata ulfa dengan sedikit pasrah pada ayahnya.
"ok...sayang, ayah percaya sama ulfa ya semangat dan terus berusaha..."kata ayahnya pada ulfa
Selang beberapa menit setelah persetujuannya dengan ayahnya,mereka menutup telepon.dan ulfa berniat segera masuk kedalam kamarnya untuk berbaring dan beristirahat.
"drt...drt...."lagi lagi hp ulfa berdering dan ia mengira ayahnya yang menelponnya dan tanpa melihat nama pengguna nomor itu ia langsung menerima panggilan telepon tersebut.
"iya ayah........ulfa sebenarnya udah mau tidur tadi ayah suruh harus istirahat dan tidur bukan?..."kata ulfa,tetapi ayahnya tidak mengubris sedikitpun perkataanya.ulfapun tersadar ayahnya tidak mungkin mengacuhkannya.
Betapa terkejutnya ia ketika dilihatnya bukan nama ayahnya.
"eh maaf maaf...ini dengan siapa?"tanya ulfa dengan sangat hati hati.
"hm...ini gua"kata orang tersebut.jantung ulfa kembali bedegup ketika ia berkata.
ulfa tak sedikitpun mengeluarkan kata kata ia diam terpaku sambil masih menggenggam hp ditangannya.
"heyy...lu bisa denger gua ga sih..."tanyanya lagi orang itu tak lain dan tak bukan senior fikri.
"iya kak,saya bisa dengar.tapi maaf kak kalau bisa kita lupain aja masalah kemarin.ok aku minta maaf mungkin karena aku udah ganggu privasi kakak.dan aku mohon ...."kata kata ulfa terputus.
"cukup....lu bisa bilang kaya gitu kalo lu besok bisa ngumpulin tugas lu"dan telepon pun berakhir dalam sepihak.
Bingung kenapa orang itu bisa berkata seperti itu.
Dan anehnya tugas dia akan diminta besok hari gimana kalau ia tidak bisa mengumpulkan tapi,syukurnya dia cerdik ia tidak mengumpulkan tugas barunya.tugas yang hari ini akan ia kumpulkan esok hari.
Pikirnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Ok guys sampai ketemu di episode berikutnya ya....
kalau boleh dikoment atau di like atau di vote hahah kalau ngga aku mohon eaaaa..
Ngga deng canda
Terimakasih semuanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments