kasir itu mengira mereka sepasang kekasih,apalagi mereka sama sama dari indo,cukup serasi bukan.
setelah semua dibayar,ulfa hanya terdiam demgan sikap yang dilakukan fikri padanya,entah apa yang ia fikirkan.
"sini gua bantu,lu bawa gini mana bisa...badan lu aja kecil mana berat berat lagi"kata fikri yang mengambil bungkusan plastik plastik belanjaan mereka dari tangan ulfa.
"dih...apaan sih"batin ulfa yang melihat sikap fikri padanya.
ulfa pun melanjutkan perjalanannya mengikuti fikri yang berlaju lebih dahulu dari padanya.
...----------------...
"kak btw,makasih banget lo pokoknya kamu hari ini baik banget,tumben banget lagi"kata ulfa sembari meluncurkan senyuman manis dari ujung bibirnya.fikri yang melihat tingkah ulfa hampir saja ikut tersenyum,syukurnya ia bisa tersenyum dalam hati dan menyembunyikannya.
"kan gua dah bilang,karena cuma orang indonya lu jadi gua bisa baik,yang lainnya bule kalau gua ajak main belum tentu bisa ngertiin gue kali"kata fikri yang mengelak dari salting atas pujian ulfa.
"oh...terus kalau saya bukan orang indo..mungkin kakak ga baik kah?"kata ulfa sambil menolehkan wajahnya ke fikri dengan fokusnya.
"ya...ga gitu fa.karena orangnya itu lu,bocil"batin fikri yang masih tetap fokus pada mobilnya.
"mungkin aja"kata fikri santai yang sangat bertolak belakangan dengan jawaban hatinya.
"hm...ternyata"kata ulfa yang langsung membenarkan duduknya agar lebih baik.
"oiya karena hari ini saya mau masak gimana kalau kakak juga ikut nyicip masakan saya,sebagai ucapan terimakasih juga,mau ga?"kata ulfa menawarkan.
Fikri yang mendengarnya tampak berpura pura sedikit berfikir "hm..boleh,tapi yang enak ya"tambah fikri lagi.
"iya....tenang aja saya pinter masak kok"kata ulfa lagi.
"fa...sampe segini lu masih aja sok formal ke gua dah"tanya fikri yang membuat ulfa menoleh kearah fikri,dan akhirnya mata mereka bertabrakan disatu titik penglihatan.
"oh jadi gue harus manggil lu apa?"tanya ulfa dengan candaannya.fikri yang melihatnya tampak begitu terkejut.
"hahah hahah tadi kakak bilangnya jangan formal,kalau saya begini kakak deh yang kaget"tawa lepas ulfa,kali ini iya tampak terlihat benar benar bahagia.fikri yang melihatnya hanya tersenyum dari balik kefokusan nya dalam menyetir.
"maksud aku kamu jangan terlalu formal,tapi juga bukan un formal loh"kata fikri dengan lembut membuat tawa ulfa seketika berhenti dan merubahnya menjadi senyuman heran,lebih bisa dibilang salting.
"oh ngomongnya aku kamu,kayak apa aja"ulfa pun melanjutkan tawanya.fikri yang merasa malu,tak ikut mengubris tawa ulfa,fokus dan tetap fokus pada depannya.
...----------------...
setelah lamanya diperjalan mereka langsung menurunkan barang barang belanjaan mereka.fikri pun tak segan untuk membawa banyaknya barang belanjaan mereka.
Setelah mereka sampai dipintu apartemen ulfa.ulfa langsung menekan kode pintu apartemennya.
"aku boleh masuk ni?"tanya fikri pada ulfa yang mereka berdua masih berdiri didepan pintu.
"ya,boleh dong.gimana caranya mau nyicip makanan aku kalau kamu diluar"kata ulfa dengan santai.
"oky"kata fikri dengan singkat.
Kemudian merekapun masuk kedalam apartemen milik ulfa.
"oky...aku langsung masak aja ya.kalau kakak mau boleh nunggu aja sebentar.oiya aku mau nunjukin tempat favorit aku di apartemen ini,sini deh"kata ulfa yang tampak bahagia.dan ulfa pun berjalan ke arah balkon kecilnya yang jika orang berdiri diatasnya tampak bentangan kota yang sangat indah.
Ilfaoun membuka pintu balkon yang terbuat dari kaca itu dengan perlahan.
"bagus banget kan,aku suka banget.nah kakak tunggu disini aja ya biar ga bosan"kata ulfa dengan sopan lembut dan ramah.
Fikri yang melihat ulfa hari ini merasakan kedamaian dalam hatinya.entah persaan yang datang dari mana tetapi melihat ulfa hari ini,perasaan itu membawa fikri ke suatu perasaaan yang tak pernah ia rasakan.
"hey,kak kok bengong.kamu duduk disink aku mau masak ok"kata ulfa lagi sambil meninggalkan fikri yang masih terbengong sejak tadi.fikripun merasakan hal yang sama seperti ulfa saat melihat bentangan kota dibawah sana dari balkon yang ia injaki saat itu.padahal menurutnya apartemen yang ia tinggali lebih bagus dari pada apartemen milik ulfa.satu hal yang fikri rasakan untuk saat ini nyaman.itulah yang ia rasakan.
hanya baru beberpa menit ulfa meninggalkan fikri untuk memasak,fikri yang hanya duduk di balkon itu merasa sangat bosan.
"fa,masih lama ya..."kata fikri pada ulfa yng sedikit tampak lemas tetapi sensasi manja dari cara fikri berbicara.ulfa yang menyadari perbedaan tingkah fikri itu mengangkat salah satu alisnya,tetapi ia tak bisa membohongi perasaannya karena ia lebih suka sikap fikri yang seperti ini,tampak lembut bukan?.
"hm..terus kakak mau apa?"tanya ulfa dengan lembut membalas sikap fikri.kali ini fikri benar benar merasa sentuhan di hatinya.sikap lembut wanita didepannya yang sedang berbicar padanya.
"gimana kalau aku bantu masak boleh ga?"tanya fikri lagi pada ulfa.
"hm..boleh dong emang kakak mau.aku mah seneng banget kalau dibantu"kata ulfa dengan senang hati menerima tawaran dari fikri.
"oky,yuk mulai"kata fikri dengan tampak bersemangat.
"mulai?lanjut dong kak...aku kan udah mulai dari tadi"kata ulfa dengan tawa kecilnya.
"iya iya"final fikri yang langsung mengalah.
fikri yang melihat banyaknya barang dapur dimeja masak ulfa tampak tak kebingungan,karena sebenarnya ia juga ahli dalam memasak.
Dengan lihay nya ia mengambil apa apa saja yang dibutuhkannya.memainkan pisaunya juga sangat cepat.ulfa yang melihatnya ikut merasa terkagum kagum.
"wah kakak bisa masak?"tanya ulfa pada fikri.
"sebenarnya sih bisa,cuman lebih sering kemalasnya aja"kata fikri lagi,yang di tanggapi ulfa dengan anggukan darinya.
"kamu juga suka masak fa?"tanya fikri pada ulfa yang padahal ulfa lagi sibuk sibuknya memasukkan ayam ke penggorengan.
"aw...aduh apa sih kak,suka kok"kata ulfa dengan sedikit meringis.ayam yang dimasukkan ulfa kepenggorengan itu memercikkan minyaknya kearah ulfa syukurnya tidak terkena ke kulit tangan ulfa.
"fa,"fikri langsung melihat kearah ulfa dan mengambil tangan ulfa untuk memastikan apakah tangannya ulfa terkena percikan minyak atau tidak.
"tangan kamu ga apa apa kan"kata fikri yang tampak khawatir.ulfa yang sedikit terkejut karena tangannya di pegang oleh fikri langsung tersenyum untuk memberi kepastian pada sikap fikri yang hawatir padanya.
"ga papa kok kak,lanjut lanjut.kalo kena apa apa juga biasa aja sih"kata ulfa menanggapinya dengan santai.
......................
Setelah beberapa lama masak memasak kini saat yang paling ditunggu oleh mereka,makan yuhuy...
"fa...enak banget masakan kita ya"kata fikri sambil memakan masakan mereka dengan lahapnya.ulfa hanya tersenyum dan bahagia karena seprtinya fikri sudah lebih bersikap hangat dan lebih baik dari pada sebelumnya.
fikri yang sadar ulfa tersenyum melihatnya juga melontarkan senyuman yang sama pada ulfa.dan finalnya tatapan mereka saling berlawanan hingga jatuh pada titik jantung yang sama sama berdetak jauh lebih kencang dari pada biasanya.
"astaghfirullah...sadar fa...bukan mahram lu fa"batin ulfa dalam hatinya.
"iya kak enak banget masakan aku soalnya hehe"kata ulfa pada fikri.
"fa..btw kamu belum sarjana kan ya?"tanya fikri dengan santai tapi tampak serius.
"hm iya kak,belum ...yah gimana tugas waktu aku jadi anak baru aja ga bener,apalagi mau sarjana"kata ulfa sedikit menyindir masa lalunya saat diindonesia.
"loh gara gara aku kah fa?"tanya fikri sedikit tak percaya.
"ngga..nggak canda aku tuh kak.kebetulan aja pas kejadian itu terjadi.sebenarnya sebelum aku ngampus ayahku juga sudah saranin gantiin dia untuk berkerja di amrik.soalnya ayahku tu mikir dia kan,udah lama juga kerjanya dalam bisnisnya pak digta,sudah bisa dibilang patnernya,terus ayahku disuruh untuk ngelanjutin di amrik sama pak digta.tapi menurut ayah lebih baik aku yang lanjutin soalnya aku masih muda,dan aku juga pinter katanya hehe"jelas ulfa panjang kali lebar.fikri yang mendengarnya hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda faham.
"hm...berarti kamu pinter ya"kata fikri lagi bermaksud untuk menggoda ulfa.dan dibalas oleh cengengesan dari ulfa.
"hehe canda kak"jawab ulfa lagi.
"tapi emang bener tau fa,kamu memang pinter"kata fikri dengan wajah seriusnya.
"hah,beneran?kakak ngomong dari hati?"kata ulfa dengan sangat kegirangan.
...****************...
Okkkk...sampai disini man teman semoga kalian suka.aku up satu minggu lagi ya.
Bye terimakasih karena sudah membaca...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments