16.happy 2

kasir itu mengira mereka sepasang kekasih,apalagi mereka sama sama dari indo,cukup serasi bukan.

setelah semua dibayar,ulfa hanya terdiam demgan sikap yang dilakukan fikri padanya,entah apa yang ia fikirkan.

"sini gua bantu,lu bawa gini mana bisa...badan lu aja kecil mana berat berat lagi"kata fikri yang mengambil bungkusan plastik plastik belanjaan mereka dari tangan ulfa.

"dih...apaan sih"batin ulfa yang melihat sikap fikri padanya.

ulfa pun melanjutkan perjalanannya mengikuti fikri yang berlaju lebih dahulu dari padanya.

...----------------...

"kak btw,makasih banget lo pokoknya kamu hari ini baik banget,tumben banget lagi"kata ulfa sembari meluncurkan senyuman manis dari ujung bibirnya.fikri yang melihat tingkah ulfa hampir saja ikut tersenyum,syukurnya ia bisa tersenyum dalam hati dan menyembunyikannya.

"kan gua dah bilang,karena cuma orang indonya lu jadi gua bisa baik,yang lainnya bule kalau gua ajak main belum tentu bisa ngertiin gue kali"kata fikri yang mengelak dari salting atas pujian ulfa.

"oh...terus kalau saya bukan orang indo..mungkin kakak ga baik kah?"kata ulfa sambil menolehkan wajahnya ke fikri dengan fokusnya.

"ya...ga gitu fa.karena orangnya itu lu,bocil"batin fikri yang masih tetap fokus pada mobilnya.

"mungkin aja"kata fikri santai yang sangat bertolak belakangan dengan jawaban hatinya.

"hm...ternyata"kata ulfa yang langsung membenarkan duduknya agar lebih baik.

"oiya karena hari ini saya mau masak gimana kalau kakak juga ikut nyicip masakan saya,sebagai ucapan terimakasih juga,mau ga?"kata ulfa menawarkan.

Fikri yang mendengarnya tampak berpura pura sedikit berfikir "hm..boleh,tapi yang enak ya"tambah fikri lagi.

"iya....tenang aja saya pinter masak kok"kata ulfa lagi.

"fa...sampe segini lu masih aja sok formal ke gua dah"tanya fikri yang membuat ulfa menoleh kearah fikri,dan akhirnya mata mereka bertabrakan disatu titik penglihatan.

"oh jadi gue harus manggil lu apa?"tanya ulfa dengan candaannya.fikri yang melihatnya tampak begitu terkejut.

"hahah hahah tadi kakak bilangnya jangan formal,kalau saya begini kakak deh yang kaget"tawa lepas ulfa,kali ini iya tampak terlihat benar benar bahagia.fikri yang melihatnya hanya tersenyum dari balik kefokusan nya dalam menyetir.

"maksud aku kamu jangan terlalu formal,tapi juga bukan un formal loh"kata fikri dengan lembut membuat tawa ulfa seketika berhenti dan merubahnya menjadi senyuman heran,lebih bisa dibilang salting.

"oh ngomongnya aku kamu,kayak apa aja"ulfa pun melanjutkan tawanya.fikri yang merasa malu,tak ikut mengubris tawa ulfa,fokus dan tetap fokus pada depannya.

...----------------...

setelah lamanya diperjalan mereka langsung menurunkan barang barang belanjaan mereka.fikri pun tak segan untuk membawa banyaknya barang belanjaan mereka.

Setelah mereka sampai dipintu apartemen ulfa.ulfa langsung menekan kode pintu apartemennya.

"aku boleh masuk ni?"tanya fikri pada ulfa yang mereka berdua masih berdiri didepan pintu.

"ya,boleh dong.gimana caranya mau nyicip makanan aku kalau kamu diluar"kata ulfa dengan santai.

"oky"kata fikri dengan singkat.

Kemudian merekapun masuk kedalam apartemen milik ulfa.

"oky...aku langsung masak aja ya.kalau kakak mau boleh nunggu aja sebentar.oiya aku mau nunjukin tempat favorit aku di apartemen ini,sini deh"kata ulfa yang tampak bahagia.dan ulfa pun berjalan ke arah balkon kecilnya yang jika orang berdiri diatasnya tampak bentangan kota yang sangat indah.

Ilfaoun membuka pintu balkon yang terbuat dari kaca itu dengan perlahan.

"bagus banget kan,aku suka banget.nah kakak tunggu disini aja ya biar ga bosan"kata ulfa dengan sopan lembut dan ramah.

Fikri yang melihat ulfa hari ini merasakan kedamaian dalam hatinya.entah persaan yang datang dari mana tetapi melihat ulfa hari ini,perasaan itu membawa fikri ke suatu perasaaan yang tak pernah ia rasakan.

"hey,kak kok bengong.kamu duduk disink aku mau masak ok"kata ulfa lagi sambil meninggalkan fikri yang masih terbengong sejak tadi.fikripun merasakan hal yang sama seperti ulfa saat melihat bentangan kota dibawah sana dari balkon yang ia injaki saat itu.padahal menurutnya apartemen yang ia tinggali lebih bagus dari pada apartemen milik ulfa.satu hal yang fikri rasakan untuk saat ini nyaman.itulah yang ia rasakan.

hanya baru beberpa menit ulfa meninggalkan fikri untuk memasak,fikri yang hanya duduk di balkon itu merasa sangat bosan.

"fa,masih lama ya..."kata fikri pada ulfa yng sedikit tampak lemas tetapi sensasi manja dari cara fikri berbicara.ulfa yang menyadari perbedaan tingkah fikri itu mengangkat salah satu alisnya,tetapi ia tak bisa membohongi perasaannya karena ia lebih suka sikap fikri yang seperti ini,tampak lembut bukan?.

"hm..terus kakak mau apa?"tanya ulfa dengan lembut membalas sikap fikri.kali ini fikri benar benar merasa sentuhan di hatinya.sikap lembut wanita didepannya yang sedang berbicar padanya.

"gimana kalau aku bantu masak boleh ga?"tanya fikri lagi pada ulfa.

"hm..boleh dong emang kakak mau.aku mah seneng banget kalau dibantu"kata ulfa dengan senang hati menerima tawaran dari fikri.

"oky,yuk mulai"kata fikri dengan tampak bersemangat.

"mulai?lanjut dong kak...aku kan udah mulai dari tadi"kata ulfa dengan tawa kecilnya.

"iya iya"final fikri yang langsung mengalah.

fikri yang melihat banyaknya barang dapur dimeja masak ulfa tampak tak kebingungan,karena sebenarnya ia juga ahli dalam memasak.

Dengan lihay nya ia mengambil apa apa saja yang dibutuhkannya.memainkan pisaunya juga sangat cepat.ulfa yang melihatnya ikut merasa terkagum kagum.

"wah kakak bisa masak?"tanya ulfa pada fikri.

"sebenarnya sih bisa,cuman lebih sering kemalasnya aja"kata fikri lagi,yang di tanggapi ulfa dengan anggukan darinya.

"kamu juga suka masak fa?"tanya fikri pada ulfa yang padahal ulfa lagi sibuk sibuknya memasukkan ayam ke penggorengan.

"aw...aduh apa sih kak,suka kok"kata ulfa dengan sedikit meringis.ayam yang dimasukkan ulfa kepenggorengan itu memercikkan minyaknya kearah ulfa syukurnya tidak terkena ke kulit tangan ulfa.

"fa,"fikri langsung melihat kearah ulfa dan mengambil tangan ulfa untuk memastikan apakah tangannya ulfa terkena percikan minyak atau tidak.

"tangan kamu ga apa apa kan"kata fikri yang tampak khawatir.ulfa yang sedikit terkejut karena tangannya di pegang oleh fikri langsung tersenyum untuk memberi kepastian pada sikap fikri yang hawatir padanya.

"ga papa kok kak,lanjut lanjut.kalo kena apa apa juga biasa aja sih"kata ulfa menanggapinya dengan santai.

......................

Setelah beberapa lama masak memasak kini saat yang paling ditunggu oleh mereka,makan yuhuy...

"fa...enak banget masakan kita ya"kata fikri sambil memakan masakan mereka dengan lahapnya.ulfa hanya tersenyum dan bahagia karena seprtinya fikri sudah lebih bersikap hangat dan lebih baik dari pada sebelumnya.

fikri yang sadar ulfa tersenyum melihatnya juga melontarkan senyuman yang sama pada ulfa.dan finalnya tatapan mereka saling berlawanan hingga jatuh pada titik jantung yang sama sama berdetak jauh lebih kencang dari pada biasanya.

"astaghfirullah...sadar fa...bukan mahram lu fa"batin ulfa dalam hatinya.

"iya kak enak banget masakan aku soalnya hehe"kata ulfa pada fikri.

"fa..btw kamu belum sarjana kan ya?"tanya fikri dengan santai tapi tampak serius.

"hm iya kak,belum ...yah gimana tugas waktu aku jadi anak baru aja ga bener,apalagi mau sarjana"kata ulfa sedikit menyindir masa lalunya saat diindonesia.

"loh gara gara aku kah fa?"tanya fikri sedikit tak percaya.

"ngga..nggak canda aku tuh kak.kebetulan aja pas kejadian itu terjadi.sebenarnya sebelum aku ngampus ayahku juga sudah saranin gantiin dia untuk berkerja di amrik.soalnya ayahku tu mikir dia kan,udah lama juga kerjanya dalam bisnisnya pak digta,sudah bisa dibilang patnernya,terus ayahku disuruh untuk ngelanjutin di amrik sama pak digta.tapi menurut ayah lebih baik aku yang lanjutin soalnya aku masih muda,dan aku juga pinter katanya hehe"jelas ulfa panjang kali lebar.fikri yang mendengarnya hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda faham.

"hm...berarti kamu pinter ya"kata fikri lagi bermaksud untuk menggoda ulfa.dan dibalas oleh cengengesan dari ulfa.

"hehe canda kak"jawab ulfa lagi.

"tapi emang bener tau fa,kamu memang pinter"kata fikri dengan wajah seriusnya.

"hah,beneran?kakak ngomong dari hati?"kata ulfa dengan sangat kegirangan.

...****************...

Okkkk...sampai disini man teman semoga kalian suka.aku up satu minggu lagi ya.

Bye terimakasih karena sudah membaca...

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!