sumpah kesal

"aku harus naik apa nih?gimana cara pulangnya coba"batin ulfa saat benar benar keluar dari restoran itu.

"nyesel gua tolak tawaran tu pak derya..."batinnya lagi saat benar benar merasa kebingunan.kali ini hawa di amerika sudah mulai masuk musim dingin jadi malam itu sudah dibilang cukup dingin.

kendaraan yang berlalu lalang disana membuat suasana semakin tidak enak.kesal,benci,marah,sedih.tapi perasaan itu kenapa harus datang tak ada alasan untuk mendatangkan perasaan itu,pikir ulfa lagi.ulfa masih menunggu kendaraan yang akan ditumpanginya untuk pulang ke apartemen.sudah 30 menit ia menunggu kendaraannya.

"aduh hidung gua sakit banget lagi"ulfa mulai merasakan perih dihidungnya karena cuaca yang dingin saat itu,karena musim dingin itu lebih cepat malamnya hari pun sudah mematikan cahayanya dan memberikan kegelapan tepat dimana ulfa menunggu kendaraannya.

"ya allah kalau aku mati kedinginan gimana?"pikirnya lagi yang susah mulai kacau.

Hanya ada sinar dari kendaraan yang berlalu lalang yang menjadi temannya saat itu.

"sumpah pengen nangis tega banget sih lu fikri ..."batin ulfa lagi.yang menahan kesalnya hingga hatinya ingin sekali menangis.

"tit...tit..."satu bunyi klekson mobil yang ia tak mengenal mobil itu berbunyi tepat di depan tempat ia sedang duduk saat itu.

Ulfa yang merasa tak mengenalnya buru buru membuang wajahnya untuk tak merespon mobil yang berada didepannya.

"titi...tit..."satu klekson mobil itu kembali terbit di depannya.kali ini ulfa merasa klekson itu untuknya.

Karena ulfa merasa klekson itu untuknya ia menoleh kearah mobil tersebut,dan benar saja orang yang berada didalam mobil itu membuka kaca yang mengarah kearah ulfa dan orang nya adalah derya.siapa sangka coba?.

tak ada perkataan apapun ia seperti mengisyaratkan dengan tangannya agar ulfa masuk kedalam mobilnya.

"saya?"tanya ulfa sambil buru buru membuka pintu mobil derya.

"mau sampai kapan kamu nunggu disitu?"tanya nya saat ulfa benar benar sudah mendudukkan badannya.ulfa terkejut dan langsung menoleh kearah derya karena melontarkan pertanyaan pada ulfa secara tiba tiba.kini mata derya tak terlihat seperti biasanya.derya terlihat lantang seperti menahan rasa amarahnya pada ulfa.wajar saja ia marah karena sebelum kejadian ini ia sudah menawarkan tumpangan kepada ulfa.

"maaf pak"jawab pintas ulfa dan langsung memalingkan wajahnya dari tatapan derya sambil menundukkan wajahnya.sebenarnya ia menutupi matanya yang sedang berkaca kaca hampir saja air matanya terjatuh didepan derya.dia harus menyembunyikan air mata itu karena tak ada alasan yang pantas untuk bisa ditangisinya.

tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut derya lagi ia langsung mengambil gas mobilnya dan membawa ulfa ke apartemennya.

Ulfa menghembus hembus tangannya yang masih terasa dingin karena lamanya ia sudah menunggu."kamu kedinginan?"tanya derya tiba tiba saat mengetahui ulfa yang terlihat seperti orang yang sedang kedinginan.

"sedikit pak,lagi pula cuaca memang sudah dingin"kata ulfa dengan singkat.

"nih pake,hitung hitung bisa ngurangin rasa dingin ditangan kamu"katanya lagi sambil memberikan sarung tangan yang ia pakai.ulfa hanya menoleh kearah derya yang bisa bisanya ia melepaskan sarung tangan yang ia pakai saat itu,yang padahal ia juga sedang menyetir mobilnya.

"terimakasih pak"jawab ulfa singkat sambil menerima sarung tangan tersebut.

Derya hanya menundukkan kepalanya tanda mengiyakan jawaban ulfa.

"ingat lain kamu lebih berhati hati lagi"kata derya tiba tiba.entah apa maksud derya mengatakan itu pada ulfa secara tiba tiba.

"maksud bapak?"tanya ulfa yang memang sangat tidak paham.

"kalau besok kamu sakit dan pekerjaan kamu terganggu siapa yang mau tanggung jawab"kata derya lagi dengan singkat dan padat.

"ooo pekerjaan mah aman pak"jawab ulfa lagi dengan singkat.syukurnya ulfa tidak terlalu faham apa maksud dari perkataan derya padanya tadi.

...----------------...

mobil mereka sudah sampai tepat didepan apartemen ulfa."terimakasih pak,kalau bapak tidak datang saya ga tau akan jadi apa"kata ulfa dengan sangat berterimakasih pada derya.

"hm"jawabnya dengan sangat singkat.

ulfa langsung masuk kedalam apartemen dan meninggalkan mobilnya derya.

...----------------...

"sumpah kesel banget mana malu banget lagi sama tu pak derya,udah gua nolak tapi akhirnya gua juga ikut bareng dia...."kata ulfa ketika baru sampai kedalam apartemennya.

Rasa lelah,kesal,marah,malu semuanya bercampur aduk di dalam hati ulfa.tapi lagi lagi ia teringat untuk apa ia mempunyai perasaan itu pada fikri.lagi pula fikri tidak akan ada menaruh rasa untuk ulfa.

...----------------...

"drtt drttt..."telepon ulfa yang terletak diatas kasurnya bergetar,itu menandakan ada seseorang yang sedang memanggilnya dari seberang telepon.

ulfa langsung berlari kearah dimana suara teleponnya berasal.

"fikri?ngapain ni orang nelpon gua malam malam?"tanya ulfa dalam hatinya saat melihat nama pemanggil telepon itu fikri.

"biar lah males gua angkat sebel,ntar gua angkat ketahuan lagi kalo gua lagi sebel sama dia"kata ulfa lagi pada dirinya.

"ting."satu pesan masuk muncul dari notif hp ulfa.benar saja fikirnya fikri lagi.

"fa gimana kamu udah sampe di apart?"tanya fikri dari tulisan message tersebut.

ulfa uang membacanya mencoba untuk membalas pesan tersebut.tapi hatinya masih tak sanggup.

"drt..."kali ini fikri menelpon kembali ulfa.ia berfikir ulfa sengaja melakukan itu padanya.

Ulfa yang sedikit tidak tega berniat untuk mengangkatnya.

"halo"kata ulfa ketika pertama kali mengangkat telepon dari fikri.

"fa,kamu udah diapart?kenapa ga angkat telpon dari aku?pesan nya juga kenapa coba ga dibalas hm?"tanya fikri pada ulfa dari seberang telpon.ulfa yang mendengarnya hampir saja meledakkan bom yang ada di hatinya.

"ga papa kak,its oky yang penting kakak happy"kata ulfa dengan santainya,ulfa masih menahan kekesalannya.

"tapi kamu baik baik aja kan?"kata fikri lagi dengan sangat hati hati."ga papa kak,iman kita ga bakal sempurna sebelum kita mencintai orang lain seperti kita mencintai diri sendiri.begitu bukan?"kata ulfa dengan sedikit berat hatinya harus mengatakan hal itu.kecil tapi maknanya besar.belum tentu ada yang bisa berfikir seperti itu bukan?.

Fikri yang mendengarnya tak mengatakan sepatah katapun untuk membalas perkataan ulfa.entah apa yang bisa difahami oleh fikri saat itu.

"hmm...begitu kah?kita sama sama orang indo fa,jadi aku agak sedikit ga enak sebenarnya sama kamu,jadi tadi aku cuma mau mastiin aja.kalau begitu aku tutup ya.."kata fikri singkat dan langsung mengakhiri telepon tersebut.

Ulfa langsung membanting hp nya sembarang ke atas kasurnya.kali ini ia sangat merasakan kekesalan yang sangat ingin ia ungkapkan,tapi tak tahu harus kepada siapa."kita sama sama orang indo,lagi lagi lu bilang kata itu ya fikri...kalau begitu lu sendiri yang ngajarin gua untuk menahan hati gua dan tidak menanamkan rasa itu.lu sendiri ingat lu sendiri"batin ulfa dengan sangat kesal.

...----------------...

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!