Lama dari kejadian dari permohonan ayah pada ulfa,kini ulfa telah menjalankan harinya dan memulai pelajaran kuliahnya dengan suasana yang baru bersama teman temannya.
Hari itu adalah hari dimana semua anak baru masih masa orientasi dan masa pelatihan dikuliahannya."ra,capek juga ya ternyata orientasinya,sudah tiga hari loh padahal..."lirih ulfa pada teman seperjurusan dengannya.mereka sama sama mahasiswi baru di universitas mereka."sabar fa...namanya ujian hidup ya harus bersabar.... Kita memang sedang dalam ujian juga kan ya...."kata rara teman ulfa,seperti memberi motivasi pada ulfa yang sedikit mengeluh pada kondisi mereka,yang masih menjabat sebagai mahasiswi baru.jujur ketika masa orientasi itu sulit sih...walau terkadang seru seruan bareng teman,tapi lelahnya benar benar terasa sampai ke dalam nadi.
"ra...ntar sore lu mampir ke kost an gua bisa ngga,main gitu ra,ntar gua masakin sesuatu buat lu...mau ga?"tanya ulfa pada rara ketika mereka diperbolehkan untuk istirahat.ulfa merasa kalau ketika di kost annya ia sangat kesepian.apalagi di daerah itu ulfa masih baru dan pastinya ia tidak terlalu mengenal orang orang yang disekitar kost annya.
"gimana ya fa...gua harus pulang ke rumah gua dong.ntar mama papa gua nungguin kalau gua ga pulang.apalagi kita kan baru ngampus fa..."jawab rara dengan penolakan yang lembut.ulfa yang mendengarkannya langsung berubah menjadi seperti tumbuhan layu.
"lu tau ga?gua kesepian di kost an.apalagi gua ga tau banget sama daerah kost an gua.sekali kali lah ra main gitu...kayak ama cowok aja lu ke gua.kita halal kok"kata ulfa melontarkan candaan kecil pada rara sambil mengedipkan salah satu matanya kepada rara,membuat rara yang melihatnya mengangkat salah satu ujung bibirnya dan ditambah wajah enek yang mendengarkan perkataan ulfa seperti sedikit menggoda dirinya.
"aelah lu fa..fa,bukan gua ga mau,tapi ga hari ni itu maksud gua.tapi gua pasti akan main ke kost an lu fa...pasti.saran gua lu harus belajar banyak cara masak masak..karena gua akan jadi tamu yang teristimewa untuk lu."kata rara pada ulfa yang langsung membuat ulfa tersenyum semeringah."seriusan?ih ga nyangka deh...tapi btw ya..gua ahli dalam pelajaran masak memasak...jadi lu datang,cicip terus tinggal beri rating ke masakan gua...gimana?"tanya ulfa lagi pada rara membalas perkataan rara temennya itu.
"ok,siap mah gua kalau disuruh menilai... Yang penting perut gua kenyang hati gua senang..."kata rara lagi.tiba tiba diselang percakapan mereka dan candaan kecil mereka ada seseorang yang meneriaki mereka agar melanjutkan orientasinya.mereka yang mendengarkan teriakan dari kakak seniornya itu langsung memberhentikan percakapannya dan beranjak lari ke arah sumber suara tersebut.dan dengan hitungan menit semua mahasiswa baru telah berkumpul di hadapan senior tersebut.
"sekarang kita akan lanjut program kita hari ini,bisa jadi hari ini bisa menjadi hari terakhir kalian orientasi...dan semoga harapan kita pada kalian bisa membangkitkan semangat serta prestasi yang baik untuk universitas kita.ok,kalau begitu program kita untuk yang terakhir kalinya,kakak mau kalian meminta sumber prestasi dari kakak kakak senior kalian dari jurusan kalian masing masing,saya mau kalian bisa menunjukkan hasilnya kepada saya besok.dan saya akan menilai hasil pekerjaan kalian tersebut."kata kakak senior menyampaikan pengumuman di depan mahasiswa baru,ulfa dan rara saling pandang memandang,mereka tidak tahu bagaimana caranya mencari sumber prestasi.yang dimaksud sumber prestasi disini adalah kakak senior yang mendukung materi pembelajaran dan memberi tahu apa saja yang di pelajari dalam materi tersebut.
"ok,kalau begitu saya tidak akan membagi bagi dalam perkelompok saya mau lihat bagaimana perjuangan kalian dalam mencari sumber prestasi,dan yang perlu kalian ingat adalah cari point point yang paling terpenting di materi pelajaran kalian"tamabah kakak senior tersebut.
"kak,gimana kalau sumber prestasi saya kakak,boleh ga?"tanya salah seorang mahasiswi yang berada di pojok barisan.
"boleh aja sih,tapi saya tidak ada waktu.jadi menurut saya lebih baik cari sumber prestasi yang lain gimana?".jawab senior itu dengan santai sambil tersenyum ramah.
"hmm canda kak,aelah serius banget dah"jawabnya agak sedikit kesal.
kakak senior itupun menanggapi dengan geleng geleng kepala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
belum mencari sumber,belum makan,belum juga istirahat semuanya hampir belum dikerjakan.tetapi hari hari ulfa telah di penuhi pekerjaan yang membuatnya sedikit merasa lelah.kali ini ulfa tidak berada di lapangan ia sedang duduk di bangku kelasnya bagian pojok.bukan hanya tugas kuliah yang ia pikirkan,permohonan ayahnya kemarin juga menjadi pokok pikirannya kali ini.hatinya tertarik untuk mengambil telefon diatas mejanya.dan menekan nama seseorang yang sangat penting dalam hidupnya yaitu ayahnya.
tidak lama ia menunggu panggilannya diterima oleh ayahnya,ayah langsung menjawab telepon darinya."assalammualaikum ayah,ayah gimana kabarnya?".tanya ulfa pada pembukaan teleponnya.
"waalaikumussalam sayang,alhamdulillah ayah sehat dan baik sayang,kamu gimana kabarnya?.setelah menjalankan aktifitas perkampusan apa kamu ada keputusan nak?".tanya ayah tanpa basa basi pada ulfa
"alhamdulillah yah ulfa juga sehat sehat aja kok,cuma agak sedikit lelah yah,namanya juga masih jadi junior.dan ulfa dari kemarin juga sudah mikirin apa ulfa lanjut kuliah atau ulfa terima tawatan ayah"kata ulfa menjawab pertanyaan ayahnya dengan sedikit hembusan nafas."sayang namanya juga hidup pasti ada yang namanya lelah,dan itu adalah ujian bagi kita kalau kamu kuat dan sabar allah bakal jadiin pahala yang begitu besar untuk kamu.kalu begitu gimana hasilnya?ayah mau dengar nih..."tanya ayah sambil menasihati ulfa putri satu satunya.
"ulfa akan ngewujudin permohonan ayah tapi kasi waktu untuk ulfa untuk menyelesaikan tugas baru ulfa yah,biar ulfa ga dibilang kabur dari tugas ulfa,menurut ayah gimana bisa ga?"jawab ulfa dengan nada yang sangat rendah dan sedikit ragu dengan keputusannya.
"alhamdulillah nak,ayah yakin dengan keputusan kamu sayang,kapan pun kamu sempat sayang ayah tunggu.dan sekarang ayah menerima hasilnya dari kamu nak,kalau begitu kamu harus siapin apa yang kira kira kamu akan butuhkan ya...soalnya ayah akan ngabari pak digta secepatnya nak..."jawab ayah yang sangat antusias."ok ayah,kalau begitu udah dulu ya yah,nanti telpon telpon lagi dan jangan lupa doain ulfa,soalnya ulfa lagi ada tugas berat nih yah..."kata ulfa yang sedikit lega dengan pikirannya.
"ok siap sayangku.semangat ya nak.keberhasilan sedang menunggu kamu loh"kata ayahnya lagi.apapun keadaannya ayah selalu memberi motivasi pada ulfa,karena ayah selalu percaya seseorang itu bukan hanya berusaha tapi ia juga butuh motivasi,semangat,dan dorongan dari orang orang yang terdekatnya.
"iya ayah,ulfa tutup dulu ya yah...assalammualaikum"tutup ulfa dengan salam
"waalaikumussalam "jawab ayah dari seberang pihak telepon.dan telponpun berakhir dengan keputusan dari ulfa yang sangat maksimal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"fa,gua udah jumpa sama sumber prestasi...ayoo cepetan ga keburu ih..."tiba tiba rara datang dengan terburu buru dan menarik ulfa yang masi duduk di bangkunya sambil mengotak atik telponnya.ulfa yang melihat rara terburu buru itu langsung beranjak dari bangkunya dengan cepat dan sigap.
Mereka berlari keatas dan menuju ruangan perpustakan tempat dimana sumber prestasi itu telah berjanji dengan rara untuk menemui mereka.setelah sampai didepan pintu perpustakan rara memberhentikan langkah ulfa,dan menyuruhnya untuk mengatur nafasnya yang sedikit ngos ngosan karena mereka sempat berlari.
"ayo masuk fa 1,2,3"rara menghitung didepan pintu tepat sebelum masuk ke perpustakan itu.
Dari pertama kali menginjak kaki untuk masuk keperpustakaan sudah tampak seorang cowok lebih tepatnya senior diatas senior mereka,yang sedang duduk dan terlihat sangat fokus dalam mengotak atikkan laptop hitam diatas mejanya."permisi kak,aku rara yang tadi,gimana kakak sudah siap untuk kita wawancarai?,maksudnya untuk kita berdua tanya tanyai?"tanya rara ketika sampai tepat didepan senior tersebut.
"oo kalian berdua aja?"tanya cowo tersebut.
"iya kak".jawab rara cepat dan tak lupa selalu memberikan senyum hangat agar terkesan sopan dan ramah.
Disini ulfa merasa tidak asing dengan senior tersebut sepertinya ia pernah melihat senior itu,tapi entah kapan dan dimana ia tidak mengingatnya sama sekali.
"ok,kalau begitu kalian boleh duduk,tapi sebelum itu perkenalkan diri kalian dulu aja biar ga terlalu canggung"kata senior tersebut dengan santai.sepertinya senior itu memang sudah terbiasa dengan wawancara.
mereka pun mai memperkenalkan diri mereka dimulai dari rara,dan kemudian dilanjutkan oleh ulfa,tetapi ketika ulfa memperkenalkan dirinya senior tersebut meminta agar ulfa mengulang perkataannya,ketika ulfa menyebutkan dari pondok pesantren darul hikmah.
Bersambung ya...semoga aku bisa diberi kesempatan untuk melanjutkannya😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments