4.keputusan

Lama dari kejadian dari permohonan ayah pada ulfa,kini ulfa telah menjalankan harinya dan memulai pelajaran kuliahnya dengan suasana yang baru bersama teman temannya.

Hari itu adalah hari dimana semua anak baru masih masa orientasi dan masa pelatihan dikuliahannya."ra,capek juga ya ternyata orientasinya,sudah tiga hari loh padahal..."lirih ulfa pada teman seperjurusan dengannya.mereka sama sama mahasiswi baru di universitas mereka."sabar fa...namanya ujian hidup ya harus bersabar.... Kita memang sedang dalam ujian juga kan ya...."kata rara teman ulfa,seperti memberi motivasi pada ulfa yang sedikit mengeluh pada kondisi mereka,yang masih menjabat sebagai mahasiswi baru.jujur ketika masa orientasi itu sulit sih...walau terkadang seru seruan bareng teman,tapi lelahnya benar benar terasa sampai ke dalam nadi.

"ra...ntar sore lu mampir ke kost an gua bisa ngga,main gitu ra,ntar gua masakin sesuatu buat lu...mau ga?"tanya ulfa pada rara ketika mereka diperbolehkan untuk istirahat.ulfa merasa kalau ketika di kost annya ia sangat kesepian.apalagi di daerah itu ulfa masih baru dan pastinya ia tidak terlalu mengenal orang orang yang disekitar kost annya.

"gimana ya fa...gua harus pulang ke rumah gua dong.ntar mama papa gua nungguin kalau gua ga pulang.apalagi kita kan baru ngampus fa..."jawab rara dengan penolakan yang lembut.ulfa yang mendengarkannya langsung berubah menjadi seperti tumbuhan layu.

"lu tau ga?gua kesepian di kost an.apalagi gua ga tau banget sama daerah kost an gua.sekali kali lah ra main gitu...kayak ama cowok aja lu ke gua.kita halal kok"kata ulfa melontarkan candaan kecil pada rara sambil mengedipkan salah satu matanya kepada rara,membuat rara yang melihatnya mengangkat salah satu ujung bibirnya dan ditambah wajah enek yang mendengarkan perkataan ulfa seperti sedikit menggoda dirinya.

"aelah lu fa..fa,bukan gua ga mau,tapi ga hari ni itu maksud gua.tapi gua pasti akan main ke kost an lu fa...pasti.saran gua lu harus belajar banyak cara masak masak..karena gua akan jadi tamu yang teristimewa untuk lu."kata rara pada ulfa yang langsung membuat ulfa tersenyum semeringah."seriusan?ih ga nyangka deh...tapi btw ya..gua ahli dalam pelajaran masak memasak...jadi lu datang,cicip terus tinggal beri rating ke masakan gua...gimana?"tanya ulfa lagi pada rara membalas perkataan rara temennya itu.

"ok,siap mah gua kalau disuruh menilai... Yang penting perut gua kenyang hati gua senang..."kata rara lagi.tiba tiba diselang percakapan mereka dan candaan kecil mereka ada seseorang yang meneriaki mereka agar melanjutkan orientasinya.mereka yang mendengarkan teriakan dari kakak seniornya itu langsung memberhentikan percakapannya dan beranjak lari ke arah sumber suara tersebut.dan dengan hitungan menit semua mahasiswa baru telah berkumpul di hadapan senior tersebut.

"sekarang kita akan lanjut program kita hari ini,bisa jadi hari ini bisa menjadi hari terakhir kalian orientasi...dan semoga harapan kita pada kalian bisa membangkitkan semangat serta prestasi yang baik untuk universitas kita.ok,kalau begitu program kita untuk yang terakhir kalinya,kakak mau kalian meminta sumber prestasi dari kakak kakak senior kalian dari jurusan kalian masing masing,saya mau kalian bisa menunjukkan hasilnya kepada saya besok.dan saya akan menilai hasil pekerjaan kalian tersebut."kata kakak senior menyampaikan pengumuman di depan mahasiswa baru,ulfa dan rara saling pandang memandang,mereka tidak tahu bagaimana caranya mencari sumber prestasi.yang dimaksud sumber prestasi disini adalah kakak senior yang mendukung materi pembelajaran dan memberi tahu apa saja yang di pelajari dalam materi tersebut.

"ok,kalau begitu saya tidak akan membagi bagi dalam perkelompok saya mau lihat bagaimana perjuangan kalian dalam mencari sumber prestasi,dan yang perlu kalian ingat adalah cari point point yang paling terpenting di materi pelajaran kalian"tamabah kakak senior tersebut.

"kak,gimana kalau sumber prestasi saya kakak,boleh ga?"tanya salah seorang mahasiswi yang berada di pojok barisan.

"boleh aja sih,tapi saya tidak ada waktu.jadi menurut saya lebih baik cari sumber prestasi yang lain gimana?".jawab senior itu dengan santai sambil tersenyum ramah.

"hmm canda kak,aelah serius banget dah"jawabnya agak sedikit kesal.

kakak senior itupun menanggapi dengan geleng geleng kepala.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

belum mencari sumber,belum makan,belum juga istirahat semuanya hampir belum dikerjakan.tetapi hari hari ulfa telah di penuhi pekerjaan yang membuatnya sedikit merasa lelah.kali ini ulfa tidak berada di lapangan ia sedang duduk di bangku kelasnya bagian pojok.bukan hanya tugas kuliah yang ia pikirkan,permohonan ayahnya kemarin juga menjadi pokok pikirannya kali ini.hatinya tertarik untuk mengambil telefon diatas mejanya.dan menekan nama seseorang yang sangat penting dalam hidupnya yaitu ayahnya.

tidak lama ia menunggu panggilannya diterima oleh ayahnya,ayah langsung menjawab telepon darinya."assalammualaikum ayah,ayah gimana kabarnya?".tanya ulfa pada pembukaan teleponnya.

"waalaikumussalam sayang,alhamdulillah ayah sehat dan baik sayang,kamu gimana kabarnya?.setelah menjalankan aktifitas perkampusan apa kamu ada keputusan nak?".tanya ayah tanpa basa basi pada ulfa

"alhamdulillah yah ulfa juga sehat sehat aja kok,cuma agak sedikit lelah yah,namanya juga masih jadi junior.dan ulfa dari kemarin juga sudah mikirin apa ulfa lanjut kuliah atau ulfa terima tawatan ayah"kata ulfa menjawab pertanyaan ayahnya dengan sedikit hembusan nafas."sayang namanya juga hidup pasti ada yang namanya lelah,dan itu adalah ujian bagi kita kalau kamu kuat dan sabar allah bakal jadiin pahala yang begitu besar untuk kamu.kalu begitu gimana hasilnya?ayah mau dengar nih..."tanya ayah sambil menasihati ulfa putri satu satunya.

"ulfa akan ngewujudin permohonan ayah tapi kasi waktu untuk ulfa untuk menyelesaikan tugas baru ulfa yah,biar ulfa ga dibilang kabur dari tugas ulfa,menurut ayah gimana bisa ga?"jawab ulfa dengan nada yang sangat rendah dan sedikit ragu dengan keputusannya.

"alhamdulillah nak,ayah yakin dengan keputusan kamu sayang,kapan pun kamu sempat sayang ayah tunggu.dan sekarang ayah menerima hasilnya dari kamu nak,kalau begitu kamu harus siapin apa yang kira kira kamu akan butuhkan ya...soalnya ayah akan ngabari pak digta secepatnya nak..."jawab ayah yang sangat antusias."ok ayah,kalau begitu udah dulu ya yah,nanti telpon telpon lagi dan jangan lupa doain ulfa,soalnya ulfa lagi ada tugas berat nih yah..."kata ulfa yang sedikit lega dengan pikirannya.

"ok siap sayangku.semangat ya nak.keberhasilan sedang menunggu kamu loh"kata ayahnya lagi.apapun keadaannya ayah selalu memberi motivasi pada ulfa,karena ayah selalu percaya seseorang itu bukan hanya berusaha tapi ia juga butuh motivasi,semangat,dan dorongan dari orang orang yang terdekatnya.

"iya ayah,ulfa tutup dulu ya yah...assalammualaikum"tutup ulfa dengan salam

"waalaikumussalam "jawab ayah dari seberang pihak telepon.dan telponpun berakhir dengan keputusan dari ulfa yang sangat maksimal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"fa,gua udah jumpa sama sumber prestasi...ayoo cepetan ga keburu ih..."tiba tiba rara datang dengan terburu buru dan menarik ulfa yang masi duduk di bangkunya sambil mengotak atik telponnya.ulfa yang melihat rara terburu buru itu langsung beranjak dari bangkunya dengan cepat dan sigap.

Mereka berlari keatas dan menuju ruangan perpustakan tempat dimana sumber prestasi itu telah berjanji dengan rara untuk menemui mereka.setelah sampai didepan pintu perpustakan rara memberhentikan langkah ulfa,dan menyuruhnya untuk mengatur nafasnya yang sedikit ngos ngosan karena mereka sempat berlari.

"ayo masuk fa 1,2,3"rara menghitung didepan pintu tepat sebelum masuk ke perpustakan itu.

Dari pertama kali menginjak kaki untuk masuk keperpustakaan sudah tampak seorang cowok lebih tepatnya senior diatas senior mereka,yang sedang duduk dan terlihat sangat fokus dalam mengotak atikkan laptop hitam diatas mejanya."permisi kak,aku rara yang tadi,gimana kakak sudah siap untuk kita wawancarai?,maksudnya untuk kita berdua tanya tanyai?"tanya rara ketika sampai tepat didepan senior tersebut.

"oo kalian berdua aja?"tanya cowo tersebut.

"iya kak".jawab rara cepat dan tak lupa selalu memberikan senyum hangat agar terkesan sopan dan ramah.

Disini ulfa merasa tidak asing dengan senior tersebut sepertinya ia pernah melihat senior itu,tapi entah kapan dan dimana ia tidak mengingatnya sama sekali.

"ok,kalau begitu kalian boleh duduk,tapi sebelum itu perkenalkan diri kalian dulu aja biar ga terlalu canggung"kata senior tersebut dengan santai.sepertinya senior itu memang sudah terbiasa dengan wawancara.

mereka pun mai memperkenalkan diri mereka dimulai dari rara,dan kemudian dilanjutkan oleh ulfa,tetapi ketika ulfa memperkenalkan dirinya senior tersebut meminta agar ulfa mengulang perkataannya,ketika ulfa menyebutkan dari pondok pesantren darul hikmah.

Bersambung ya...semoga aku bisa diberi kesempatan untuk melanjutkannya😘

Episodes
1 1.wisuda
2 2.keberuntungan
3 3.nasihat
4 4.keputusan
5 4.darunnajah
6 5.ancaman
7 6.dua perjanjian
8 7.hilang
9 8.sudah saatnya
10 9.welcom to amerika
11 10.anak baru
12 11.dia kembali
13 12.curhat
14 13.takdir
15 14.takdir 2
16 15.alhamdulillah happy
17 16.happy 2
18 17.mengajarnya cinta
19 mengajarnya cinta 2
20 sumpah kesal
21 kembali aktif
22 hamil
23 pidato hebat
24 selamat
25 terjadi lagi
26 kejadian pertama kali melihat salju
27 terluka
28 dan kembali
29 menyaksikan salju bersama
30 pulang
31 kisahnya
32 kenapa ini terjadi
33 penjelasan
34 kembali lagi
35 kejadian tak terduga
36 flashback lagi
37 peringatan
38 lembur
39 alexa dan fikri
40 masalah baru
41 penyambutan
42 mencurigakan
43 air mata tak berharga
44 penggelapan dana
45 detektif penggelapan dana
46 mencari bukti
47 dia pelakunya
48 gagal sidang
49 belajar move on
50 healing
51 healing 2
52 kebetulan yang tak disengaja
53 arga
54 takdir mengantar pada sekretaris
55 seketaris baru
56 berkerja atau berlibur
57 kabar gembira
58 pergi berlibur
59 wedding
60 jatuh cinta
61 nyaman atau cinta?
62 salting melulu
63 story of the day
64 maraton kembali
65 ungkapan cinta yang nyata
66 rara sakit
67 lembur bareng atasan
68 rara dijenguk kang pizza?
69 undangan fikri dan alexa
70 dinner
71 pamit
72 kejutan
73 jebakan
74 jebakan atau kejutan
75 awal dari segalanya
76 masalah kalung
77 hati yang tersembunyi
78 habiskan waktumu
79 jam kontak
80 tentang cinta
81 persaingan atau dendam?
82 masa lalu ratih
83 kejutan ayah
84 rahasia besar
85 pertemuan ratih dan fikri
86 nasihat ayah
87 kejutan arga
88 kagumku melihat sang pengantin
89 ayah
90 kemarahan ayah
91 permohonan ayah
92 tangis pilu
93 risau
94 ku mohon
95 lamaran?
96 muncul yang baru
97 Draft
98 rasa yang tak terkendali
99 rasa sepi yang menyapa
100 ketegangan yang tak terduga
101 jarak yang semakin lebar
102 rasa yang tersembunyi
103 jalan yang berliku
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1.wisuda
2
2.keberuntungan
3
3.nasihat
4
4.keputusan
5
4.darunnajah
6
5.ancaman
7
6.dua perjanjian
8
7.hilang
9
8.sudah saatnya
10
9.welcom to amerika
11
10.anak baru
12
11.dia kembali
13
12.curhat
14
13.takdir
15
14.takdir 2
16
15.alhamdulillah happy
17
16.happy 2
18
17.mengajarnya cinta
19
mengajarnya cinta 2
20
sumpah kesal
21
kembali aktif
22
hamil
23
pidato hebat
24
selamat
25
terjadi lagi
26
kejadian pertama kali melihat salju
27
terluka
28
dan kembali
29
menyaksikan salju bersama
30
pulang
31
kisahnya
32
kenapa ini terjadi
33
penjelasan
34
kembali lagi
35
kejadian tak terduga
36
flashback lagi
37
peringatan
38
lembur
39
alexa dan fikri
40
masalah baru
41
penyambutan
42
mencurigakan
43
air mata tak berharga
44
penggelapan dana
45
detektif penggelapan dana
46
mencari bukti
47
dia pelakunya
48
gagal sidang
49
belajar move on
50
healing
51
healing 2
52
kebetulan yang tak disengaja
53
arga
54
takdir mengantar pada sekretaris
55
seketaris baru
56
berkerja atau berlibur
57
kabar gembira
58
pergi berlibur
59
wedding
60
jatuh cinta
61
nyaman atau cinta?
62
salting melulu
63
story of the day
64
maraton kembali
65
ungkapan cinta yang nyata
66
rara sakit
67
lembur bareng atasan
68
rara dijenguk kang pizza?
69
undangan fikri dan alexa
70
dinner
71
pamit
72
kejutan
73
jebakan
74
jebakan atau kejutan
75
awal dari segalanya
76
masalah kalung
77
hati yang tersembunyi
78
habiskan waktumu
79
jam kontak
80
tentang cinta
81
persaingan atau dendam?
82
masa lalu ratih
83
kejutan ayah
84
rahasia besar
85
pertemuan ratih dan fikri
86
nasihat ayah
87
kejutan arga
88
kagumku melihat sang pengantin
89
ayah
90
kemarahan ayah
91
permohonan ayah
92
tangis pilu
93
risau
94
ku mohon
95
lamaran?
96
muncul yang baru
97
Draft
98
rasa yang tak terkendali
99
rasa sepi yang menyapa
100
ketegangan yang tak terduga
101
jarak yang semakin lebar
102
rasa yang tersembunyi
103
jalan yang berliku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!