"Iya.. Cepatlah..! " Jawab Li Jia Han dari arah seberang sungai kepada Wei Tang Li dan para teman-temannya yang lainnya.
Lalu Li Jia Han menggunakan ilmu sinkang naga sakti menarik tali tambang yang ujungnya telah di raih oleh Wei Tang Li dan para sahabatnya di seberang sungai daerah wilayah Chu.
Dan, terjadilah fenomenal yang luar biasa yang di perlihatkan oleh Li Jia Han yang menarik tali tambang dengan kuat sekali sehingga teman -temannya melayang dari seberang sungai ke tempat dirinya dan Yuan Shiang berada, yaitu di pintu masuk ke desa Chu.
Betzzz!
Wer!
Tep!
"Waahhhh.. Kau sungguh luar biasa hebat sekali, Kak Han.. Kau membuat kami melayang dari seberang sungai ke tempat ini dengan aman." Kata Wang Xuan Ji merangkul lengan Li Jia Han seraya memuji kehebatan pemuda tampan ini.
"Ekhem..! " Deham Yuan Shiang di samping kiri Li Jia Han yang segera sadar bahwa gadis cantik jelita tunangannya itu menegurnya secara tak langsung.
"Adik Xuan Ji, aku biasa saja kok. " Kata Li Jia Han melepaskan diri dari rangkulan Wang Xuan Ji.
Lalu, Li Jia Han membalikkan badannya untuk ia bisa menghadap ke pintu masuk ke desa Chu di depan Yuan Shiang yang tangannya di raih oleh jemarinya secara halus untuk melindungi gadis itu.
"Di desa Chu ada apakah ? Kenapa kamu begitu tegang sekali, Kak Han? " Tanya Yuan Shiang nada halus kepada Li Jia Han yang mengajaknya masuk ke desa Chu lebih dahulu sebelum teman - teman mereka.
"Ada seseorang yang telah mengamati kita dari seberang sungai itu hingga ke desa Chu ini. " Jawab Li Jia Han yang mengangkat tangan lain ke arah atas kepalanya lalu seorang pria usia tiga puluh tahun melayang ke arah mereka dan tiba-tiba jatuh ke tanah dengan posisi nyungsep oleh ilmu tapak naga Li milik Li Jia Han secara ringan saja.
Saashh!
Bruakk!
" Aduhhhh...! " Pekik kesakitan pria usia tiga puluh tahun itu yang merasakan hidungnya telah patah karena nyungsep di tanah dengan keras.
"Wah, anggota sekte bunga matahari Chu kamu sungguh lancang sekali mengikuti kami dari desa kecil bambu sembilan ruas hingga ke desa Chu bahkan kamu berniat untuk menyerang kami secara licik sekali.. Apa kamu tidak tahu siapa kami? " Kata Li Jia Han nada sombong sekali kepada pria usia tiga puluh tahun di depannya itu.
"Ugh, tentu saja aku tahu siapa kalian terutama dirimu bocah sombong?! " Jawab anggota sekte bunga matahari Chu dengan nada ketus kepada Li Jia Han.
"Ouh, tak sopan sekali kamu!" Tegur Yuan Shiang nada marah kepada anggota sekte bunga matahari Chu yang berdiri di depan matanya.
"Lalu kau mau aku bersikap sopan dan hormat kepada kalian semua yang telah mendatangi desa Chu kami? " Tanya anggota sekte bunga matahari Chu dengan pedang di hunuskan ke arah Yuan Shiang yang telah menampar pedang nya hingga patah dan mencengkram lehernya dengan kencang lalu di remas hingga lehernya remuk.
Krekkk!
" Aku tak pernah mengizinkan siapapun untuk bersikap tak sopan terhadap mu dan aku, Kak Han. " Kata Yuan Shiang tersenyum manis sekali kepada Li Jia Han menganggukkan kepalanya.
" Iya, terimakasih atas kepedulian mu terhadap ku, Adik Shiang. " Kata Li Jia Han membalas senyuman Yuan Shiang.
" Ugh, centil sekali sih Shiang Yuan itu. " Batin Wang Xuan Ji yang merasakan sakit hati karena dirinya di kalahkan oleh pemuda kemayu yang menjadi teman perjalanan mereka yang baru.
Li Jia Han mengajak mereka untuk pergi ke arah kedai makan di dalam desa Chu yang terlihat ramai dengan pengunjungnya untuk beristirahat sejenak sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah Chou yang menjadi tujuan mereka.
"Tuan -tuan dan Nona -nona silakan anda masuk ke kedai makan kami untuk menikmati makanan dan minuman khas desa Chu kami yang terkenal dengan makanan yang terbuat dari tebu manis." Sapa pihak kedai makan dengan ramah di pintu masuk ke kedai makan itu kepada Li Jia Han dan rombongannya.
"Baik, terimakasih tuan. Kami ingin memesan makanan dan minuman paling enak di kedai mu ini. " Kata Li Jia Han nada ramah kepada pihak kedai makan seraya duduk di kursi di depan meja makan di dalam kedai makan itu dengan di ikuti oleh Yuan Shiang dan para sahabatnya.
"Ya, tuan silakan anda tunggu sebentar sampai saya hidangkan pesanan anda di meja makan anda. " Jawab pihak kedai makan yang segera pergi ke dapur untuk menyediakan makanan dan minuman pesanan Li Jia Han.
Lau Kim Cheng menggunakan lirikannya yang tertuju kepada Li Jia Han yang bersikap tenang sekali mesikpun ia mengetahui bahwa kedai makan itu telah hadir musuh mereka yang telah mengurung mereka di kedai makan itu.
"Sekte Heng San Pai kenapa mereka terus saja mengganggu mu, Kak Han? " Tanya Yuan Shiang nada pelan seperti berbisik kepada Li Jia Han.
"Biasalah, orang ganteng seperti ku selalu ada saja yang mengincar. " Jawab Li Jia Han dengan nada memuji dirinya kepada Yuan Shiang.
"Ihh, kau terlalu memuji dirimu sendiri. " Kata Yuan Shiang mencubit pipinya dengan gemas.
" Aduh, sakit di cubit! Seharusnya pipiku yang halus ini di cium oleh mu, Adik Shiang. " Kata Li Jia Han dengan nada genit kepada Yuan Shiang yang menendang betisnya dari kolong meja.
"Jaga sikapmu. " Lirik sebal Yuan Shiang kepada Li Jia Han yang mengusap-usap betisnya yang di tendang oleh Yuan Shiang yang galak itu.
"Hmm, aku punya kekasih dan tunangan galak sekali sih kepada ku.. Hmm, tak ada manis dan lembut kepada ku." Kata Li Jia Han mencibir Yuan Shiang yang tak mempedulikan omelan Li Jia Han dengan sibuk menikmati makanan dan minuman yang telah di sediakan oleh pihak kedai makan itu kepada mereka di meja mereka.
"Tuan muda Li, rupanya Shiang Yuan ini adalah tunangan mu? " Tanya Huang Jing Yu dengan nada lesu kepada Li Jia Han.
"Iya, dan dia bukanlah seorang pemuda banci kaleng tetapi seorang gadis manis kesayangan ku sekali. " Jawab Li Jia Han dengan nada manis untuk Yuan Shiang tak bersikap galak dan kasar kepadanya.
" Oooh, patah hati ku karena aku telah jatuh cinta kepada gadis tunangan Tuan Muda Li. " Kata Huang Jing Yu dengan wajahnya yang merana di depan Yuan Shiang yang melotot kepadanya lalu gadis itu pindah tempat duduknya dengan duduk lebih dekat kepada Li Jia Han.
"Hmm, karena kamu sudah tahu tentang gadis ini adalah tunangan ku, maka kamu dan pemuda lain di manapun juga sebaiknya mundur teratur dan cari saja gadis lain untuk menjadi kekasih hati mu. " Kata Li Jia Han yang menggenggam tangan Yuan Shiang dengan lirikan matanya yang centil kepada Yuan Shiang.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
triple like 👍👍👍
2022-12-08
1
Radiah Ayarin
itu sangat keren deh, kok mereka sangat luar biasa punya jurus ya
2022-12-07
2