Yu Qian tersenyum memikirkan cara yang paling menyakitkan untuk balas dendam terhadap ayah kandung dari Maharani Yuan Shiang yang telah mengalahkannya saat ia ingin mengambil Liang Xiao Feng untuk dirinya sendiri di kota Air.
" Aku sangat sakit hati terhadap Yuan Lin biadap itu yang sudah mengambil Selina dariku dan kini saatnya aku lampiaskan sakit hati ku kepada Yuan Shiang putri kesayangannya. " Batin Yu Qian.
Yu Qian juga sudah memiliki seorang istri yang bernama Zhao Hao Mei putri seorang hartawan ternama Zhao Li Kun yang tinggal di ibukota Kekaisaran Yuan.
" Qian gege, kenapa kau menolak ku? " Tanya Zhao Hao Mei meratapi nasibnya setelah ia menikah dengan Yu Qian selama lima belas tahun masih belum juga di sentuh secara lahir dan batin oleh Yu Qian.
" Karena aku tak pernah mencintaimu. " Jawab Yu Qian kaku.
" Lalu kenapa kau mau menikah dengan ku bila kau tak pernah mencintai ku? " Tanya Zhao Hao Mei di bawah sepasang kaki Yu Qian dengan ratapannya yang memilukan.
" Karena kau memiliki hubungan saudari dengan orang yang ku sayangi tapi tidak bisa aku miliki." Jawab Yu Qian merampas surat hak milik seluruh harta rumah keluarga Zhao.
" Oh, kau kejam sekali kepadaku.. Aku begitu amat tulus mencintaimu. " Kata Zhao Hao Mei yang kini di tarik keluar dari orang-orang suruhan Yu Qian yang sudah membunuh Zhao Li Kun secara keji dan rahasia.
" Perkosa dia dan buang dia ke jalanan. " Perintah Yu Qian kejam.
Zhao Hao Mei menjerit-jerit di tarik dan di siksa di gudang oleh para anak buah Yu Qian sampai Zhao Hao Mei menghembuskan napas terakhirnya di gudang.
"Lapor Tuan, Nyonya telah meninggal dunia. " Lapor anak buahnya membawa keluar Zhao Hao Mei dari gudang dalam tubuh memar dan kaku tak lagi bernyawa.
" Bodoh sekali kalian! Aku ingin dia hidup merana bukan aku ingin dia mati dengan mudah..! Ahh, ku bunuh kalian semua untuk menemaninya di alam baka. " Kata Yu Qian marah menampar para anak buahnya hingga bergelimpangan di tanah depan taman dekat gudang rumah keluarga Zhao.
Istana Kekaisaran Yuan.
Yuan Shiang mengadakan rapat mengenai sumber daya alam yang harus sesuai dengan sistem yang di terapkan olehnya yakni memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik mungkin untuk kepentingan masa depan generasi mereka akan datang.
" Manfaatkan segala sumber daya alam yang ada di bumi negeri Yuan kita yang selaras dengan kita sebagai sumber daya manusia yang memiliki nilai etika, moral dan budi pekerti dalam melestarikan hutan, gunung, lautan, sungai, danau, sawah dan hal lainnya.. Pertanian harus pakai sistem yang sesuai dengan bidangnya begitu juga pemakaian bahan pokok dan sumber energi yang kita dapatkan dari laut, gunung, tanah dan sebagainya. " Kata Yuan Shiang yang selain rapat di istana Yuan, ia juga turun langsung ke sumbernya.
Yuan Shiang mengajarkan cara menanam padi dan sebagainya di pertanian, perkebunan dan perhutanan ke seluruh petani yang di kunjungi di wilayah masing-masing.
" Sistem pendidikan pun harus di mulai dari usia dua tahun untuk di ajarkan kemandirian dalam dirinya sendiri dengan bimbingan orangtua yang sangat memperhatikan segala aspek untuk anak-anaknya dapat bertahan hidup di kemudian hari. " Kata Yuan Shiang yang juga datang ke sekolah -sekolah di seluruh wilayah Yuan dan bertemu dengan para guru, murid-murid dan orangtua.
" Yang Mulia, anda sungguh baik sekali dan sangat keibuan dalam melayani rakyat anda. " Kata salah satu dari warga Kota Rao yang hadir di rapat tersebut.
" Yang Mulia, kami tidak pernah menyangka bahwa ada seorang wanita semuda anda sanggup dalam menangani negara sebesar Yuan " Kata salah satu dari tokoh dunia persilatan yang awalnya menolak di pimpin oleh wanita.
" Wanita harusnya berada di belakang pria bukan di depan pria...! Aku tak sudi menjadi bawahan wanita yang seharusnya cukup menjadi istri dan ibu serta menantu yang baik bukan sebagai seorang kepala negara dan melebihi derajat pria. " Kata seorang pria tua di rapat itu dengan tegas menolak Yuan Shiang.
" Aku juga menolak kamu sebagai rakyatku yang berhati dan berpikiran sempit dan picik. " Kata Yuan Shiang melemparkan sebilah pedang kepada Yu Xian yang segera menggunakan pedang itu untuk menghukum mati pria tua yang menolak Yuan Shiang sebagai pemimpin negeri Yuan.
Crakk!
" Kau sungguh arogan dan berhati dingin sekali baru di tolak saja sudah menghukum mati rakyat kamu sendiri...?! " Hardik seorang pria jubah rahib menentang Yuan Shiang.
" Huh barangsiapa menolak kebijakan ayahku yang menjadikan aku sebagai pemimpin negeri Yuan, maka orang itu ku nyatakan sebagai kepala pemberontak atau pengkhianat negeri Yuan dan bagi pengkhianat haruslah mati. " Kata Yuan Shiang amat tegas.
Ia melemparkan pedangnya ke arah pria jubah rahib yang kaget sekali dengan lontaran pedang di tangan seorang gadis remaja lima belas tahun yang masih amat muda sekali itu.
Trang!
" Aghhh! " Teriak pria berjubah rahib itu yang kaget pedangnya patah teradu pedang di tangan Yuan Shiang.
Yuan Shiang tak menyia-yiakan kesempatan untuk menebas habis sang penolaknya dengan pedang ranting bulu angsa emas ciptaan Yuan Lin ayah kandungnya sendiri.
Crak!
Yu Xian segera mengumumkan dengan tegas dan berwibawa ke seluruh orang yang hadir di Istana Kekaisaran Yuan atau lebih tepatnya di halaman belakang Istana Kekaisaran Yuan.
" Wahai kalian semua yang barangsiapa berani menentang Yang Mulia Maharani Yuan Shiang maka akan di anggap sebagai pemberontak yang pantas di hukum mati sebagai daftar hitam di sejarah negeri Yuan. "
Suara Yu Xian yang berwibawa dan sikap Yuan Shiang yang amat agung membuat seluruh orang yang melihat peristiwa hebat itu segera bertekuk lutut di bawah sepasang sepatu indah Yuan Shiang.
" Hormat kami kepada Yang Mulia Maharani Yuan Shiang...!! "
Serentak semua yang hadir menyatakan sebagai rakyat dari Maharani Yuan Shiang.
" Aku adalah Sang Maharani Yuan Shiang. Aku ini pemimpin Kalian semua sebagai ibu, ayah, anak dan guru bagi kalian semua para rakyatku yang terkasih. " Kata Yuan Shiang dengan nada yang sangat berkarismatik sekali.
Di atas pohon yang sangat tinggi telah tampak pria muda yang menatap kagum Yuan Shiang dengan senyuman khasnya yang sangat amat menawan hati.
" Sosok wanita yang sangat hebat sekali.. Aku jadi ingin berkenalan dengan mu, Yang Mulia. Tapi, Aku tunggu saatnya tiba bagiku untuk berkenalan dan bertemu langsung denganmu. " Kata pemuda usia dua puluh tahun yang di jambak rambutnya oleh gadis di bawah pohon tinggi.
" Aduduhhh!! "
" Han, kau sedang apa di situ? Ayo turun dan bantu ayah di toko. " Kata gadis galak yang menariknya jatuh ke tanah.
" Uuhhh, Jia Le dasar kau tak bisa membiarkan ku santai sebentar saja. " Gerutu Li Jia Han nama pemuda usia dua puluh tahun yang berprofesi sebagai salah satu dari pegawai toko cinderamata di kawasan utara Ibukota Kekaisaran Yuan.
Wu Jia Le adalah putri pemilik toko cinderamata yang sangat galak sekali kepada Li Jia Han yang di nilainya sebagai pemuda kampungan yang suka bermalas-malasan saja namun selalu di sayangi oleh ayahnya Bos Wu Zhun.
" Heran aku apa yang hebatnya si Pembuat Onar Jia Han itu. " Omel Wu Jia Le bertolak pinggang di bawah pohon sakura di halaman rumah dan juga tokonya menjadi satu bangunan berlantai dua.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
lina
sukses
2022-12-08
1
TK
sukses Thor 👍
2022-12-08
1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh kok langsung bilang gitu
2022-12-03
1