Mencari Tahu..

"Kau akan tahu alasan guru kami meminta mu untuk menemui Beliau di gunung Heng kalau kau mematuhi perintah dari kami. " Jawab para anggota sekte Heng San Pai dengan sikap garang kepada Li Jia Han.

"Wahh, sombongnya Guru kalian yang suka sekali memaksa orang lain untuk menemuinya tanpa alasan yang jelas. " Kata Yuan Shiang nada ketus kepada para anggota sekte Heng San Pai yang dinilainya sangat arogan terhadap tunangannya itu.

"Kau siapakah yang telah berani untuk mencoba mencampuri urusan kami dengan bocah marga Li ini..?! " Hardik salah seorang dari anggota sekte Heng San Pai dengan sikap garang kepada Yuan Shiang.

Yuan Shiang tak menjawabnya melainkan Yuan Shiang langsung memotong lehernya dengan pedangnya yang tidak terlihat kapan di keluarkan dari sarungnya oleh pemuda tampan itu. Karena tahu -tahu kepala orang anggota sekte Heng San Pai yang menghardik pemuda tampan itu telah jatuh ke tanah dan tubuhnya telah kaku tak bernyawa lagi.

Crack!

"Wahh, kau ganas sekali.. " Kata Li Jia Han nada kagum dengan sikap tegas Shiang Yuan.

"Harus, supaya orang-orang tahu dengan siapa mereka berurusan. " Jawab Yuan Shiang nada angkuh sekali sampai Li Jia Han berdecak lidah dan menganggukkan kepalanya setuju dengan tindakannya itu.

Para anggota sekte Heng San Pai yang lainnya dengan sikap garang sekali menyerang mereka dengan golok yang terhunus tajam mengarahkan ke leher mereka berdua.

Wuttttzz!

Li Jia Han menggeser sedikit kakinya lalu jarinya itu menotok setiap pergelangan tangan para anggota sekte Heng San Pai yang menggunakan golok untuk menebasnya yang mengakibatkan pergelangan tangan para anggota sekte Heng San Pai telah putus semuanya.

Crack!

Yuan Shiang berkelebat cepat dengan pedang di tangannya membabat habis leher para anggota sekte Heng San Pai hingga tak ada seorangpun yang hidup.

Crack!

"Wahhh, kau juga memiliki ilmu pedang yang lihai, sobat. Aku menjadi kagum denganmu. " Kata Li Jia Han nada senang bersahabat dengan Shiang Yuan.

"Terimakasih untuk mu juga, Sobat Li. Kau juga seorang yang memiliki kemampuan ilmu silat yang mengagumkan ku. " Kata Yuan Shiang yang tersenyum bersahabat dengan Li Jia Han yang terpesona dengan ketampanan pemuda di depan sepasang mata pemuda itu.

"Astaga, kenapa senyumannya begitu membuat hatiku berdebar tidak karuan padahal dia ini laki-laki sama seperti ku? " Pikir Li Jia Han yang segera membantah pikirannya yang terpesona dengan seorang pemuda bukan dengan seorang gadis.

"Tidak, apa yang telah terjadi pada diriku? " Bantah Li Jia Han dengan keras karena pemuda itu tidak sadar mengeluarkan isi pikirannya melalui mulutnya sendiri sampai mengejutkan para sepupunya dan Shiang Yuan.

"Kak Han, ada apa denganmu? Kenapa kamu berteriak histeris sendiri? " Tanya Wang Xuan Ji adik sepupu Li Jia Han yang diam -diam telah jatuh cinta kepada Li Jia Han dan berharap Li Jia Han dapat menerima perasaannya dengan baik.

"Ahh, tidak ada apa-apa. Aku cuma merasa lapar saja. " Jawab Li Jia Han dengan wajahnya yang tersenyum bebas tanpa ada rasa jengah sedikit pun meskipun di dalam hati, pemuda itu merasa takut kalau dia akan tertarik dengan seorang laki-laki seperti Shiang Yuan.

Yuan Shiang menahan senyum melihat tingkah laku Li Jia Han yang diluar dugaannya mengenai diri dari pemuda yang menjadi calon suaminya ini. Yuan Shiang harus berpura-pura menjadi Shiang Yuan untuk perjalanannya menuju ke kota Wu An untuk dirinya bisa mencari tahu tentang bagaimana cara hidup dan kebiasaan sehari-hari dari calon suaminya yang hidupnya berbeda dengan dirinya yang sebagai seorang Maharani di Istana Kekaisaran Yuan.

Li Jia Hah melangkah maju terus ke arah yang di tuju olehnya dan di depan ada sebuah batu tulis yang menunjukkan bahwa kota kecil yang akan di datangi olehnya adalah kota kecil daun bambu sembilan ruas.

"Aneh sekali nama kota kecil di depan mata kita. Ku kira kedua mata ku salah baca. " Kata Huang Jing Yu membaca nama kota itu sebanyak dua kali untuk memastikan bahwa mereka tidak salah masuk ke kota pertama sebelum menuju ke daerah lain.

"Tidak, cobalah kau pelajari peta Kekaisaran Yuan untuk perantauan kita tidak mengalami kesulitan dalam misi kita yang ingin menuju ke arah markas besar sekte Thian Liong Pang di lembah sungai Huang Ho. " Kata Lau Kim Cheng pemuda tampan yang mengikuti Li Jia Han yang menjadi pemimpin misi mereka di seluruh dunia persilatan Kekaisaran Yuan.

"Aku paling payah dalam bidang geografis. Ahh, aku paling suka pelajaran bidang ekonomi dan politik yang menjadi salah satu dari kepandaian yang kumiliki sebagai seorang sarjana muda di kecamatan batu safir di wilayah Huang. " Kata Huang Jing Yu pandai bersilat lidah untuk dirinya tak di nilai buta dalam peta wilayah Kekaisaran Yuan.

"Kota kecil daun bambu sembilan ruas adalah sebuah kota kecil yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian petani bambu sembilan ruas yang bergerak di sektor pertanian yang menghasilkan daun bambu yang bermanfaat untuk membuat bacang di perayaan pee chun atau festival musim panas. " Kata Chou Chie gadis cantik jelita berpakaian warna hitam yang berjalan di dekat Li Jia Han dengan sikapnya yang sok tahu.

"Hmm, apa kamu tak salah memberitahu kami mengenai kota kecil bambu sembilan ruas yang kita datangi ini?" Tanya Wang Xuan Ji gadis cantik jelita berpakaian warna merah muda yang berjalan di samping Yuan Shiang yang selalu bersikap acuh tak acuh dengan percakapan di antara mereka yang berjalan di belakangnya.

"Aku lebih suka diam daripada menceritakan hal yang belum pernah aku dengar tentang kota kecil ini. "Kata Li Jia Han memberitahu Shiang Yuan dengan senyuman bersahabat seraya pria muda tampan ini menunjuk ke arah kedai makan di dekat toko pakaian khusus untuk pria kepada Yuan Shiang.

"Apakah kamu sudah merasa lapar lagi padahal kita belum lama meninggalkan rumah kosong di hutan liar pintu keluar dari Ibukota Kekaisaran Yuan?" Tanya Yuan Shiang tak pernah percaya bahwa Li Jia Han tipe pria yang suka makan banyak.

"Iya, aku tadi cuma makan bakpao satu butir. Ya, mana aku bisa ada tenaga untuk menghadapi musuh yang akan datang kepada kita, jika aku belum kenyang makan. " Jawab Li Jia Han yang mengelus-elus perutnya dengan senyuman yang memelas sekali.

"Astaga, Tuan muda Li. Kau pendekar jago makan bukan pendekar jago pedang. "Kata Huang Jing Yu menepuk-nepuk dahinya sendiri melihat Li Jia Han sudah kelaparan seperti orang belum pernah makan selama sebulan.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)

Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)

lanjut...

2023-01-13

1

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

😱 aku terkejut Thor...mengerikan sekali ya Yuan Shiang ini.

2022-12-03

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!