Malam Tak Berbintang.

Yuan Shiang turun dari genteng kamar tidur yang di tempati oleh Li Jia Han sesudah ia merasakan kebahagiaan karena mengetahui bahwa pemuda tampan yang menjadi tunangannya itu sungguh seorang laki-laki yang menjaga hatinya dengan baik.

"Shiang Yuan, kau sedang apa di taman nasional kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas sendirian? " Tanya Lau Kim Cheng dengan nada heran kepada pemuda tampan teman baru.

"Melihat bintang di langit. " Jawab Yuan Shiang asal.

"Bintang? Bintang di langit malam hari ini tak ada yang muncul. " Kata Lau Kim Cheng yang semakin terheran-heran dengan tingkah laku dari teman baru mereka tapi Lau Kim Cheng tidak berani untuk bertanya lebih jauh lagi karena ia tidak ingin melukai perasaan teman barunya itu. Maka ia memilih untuk mendiamkan pemuda itu melamun di taman nasional rumah kediaman kepala daerah kota ini.

"Aku harus mencari tahu dimana pedang pusaka tertinggi di dunia persilatan daratan besar yang pernah aku dengar dari mulut ayahku sendiri." Kata Yuan Shiang dalam hatinya.

"Shiang, ayah ingin kamu mencari pedang yang sangat terkenal di dunia persilatan daratan besar setelah kamu dewasa dan memiliki waktu luang dari pekerjaan mu sebagai seorang Maharani di Kekaisaran Yuan tapi ingat jangan pernah jatuh cinta dengan sembarangan pria. " Pesan ayahnya pada saat ia berusia tujuh tahun yaitu sebelum ayahnya meninggalkan dirinya di Istana Kekaisaran Yuan untuk ayahnya bisa menikmati hidup tenang bersama dengan ibu tirinya di gunung Ermei.

"Ayah, aku sangat merindukanmu. Apakah dirimu pernah merindukan diriku putrimu? " Batin Yuan Shiang.

Gusrakkk!

Sebuah dahan pohon jatuh ke tanah di depan mata Yuan Shiang sampai Yuan Shiang kaget lihat seorang pemuda yang sangat tampan dan seorang gadis remaja yang sangat cantik jelita terjatuh dari pohon rindang di depannya.

"Hei, siapakah kalian berdua? Kenapa kalian bisa terjatuh dari atas pohon di atas kepalaku? "Tanya Yuan Shiang kaget melihat sepasang muda dan mudi itu terdiam kaku duduk di tanah.

" Shiang Yuan, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Li Jia Han yang ternyata telah menotok kaku kedua orang muda itu dan Li Jia Han pula yang telah menjatuhkan mereka dari pohon di atas kepala Yuan Shiang untuk melindungi gadis cantik jelita itu.

"Aku tidak apa-apa, Kak Han. Mereka telah kamu apakan? " Tanya Yuan Shiang tersenyum manis kepada pemuda tampan tunangannya itu.

"Aku totok mereka supaya mereka tidak pernah bisa mengganggu mu apalagi kalau mereka sampai melukaimu. " Jawab Li Jia Han ramah kepada Yuan Shiang lalu berjongkok untuk hadapi kedua orang muda di depannya itu.

"Jawab aku dengan jujur. Siapa kalian berdua dan apa tujuan kalian datang ke rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas??? " Kata Li Jia Han menatap dengan selidik kepada kedua orang muda itu.

"Kami murid dari sekte gunung naga kembar di kota Thang An Pusat dan tujuan kami datang ke kota kecil bambu sembilan ruas adalah aku ingin mencari jejak dari si rubah merah musuh besar sekte kami. " Jawab pemuda tampan dengan jujur kepada Li Jia Han.

"Ouuhh, apakah kalian berdua adalah Wei Tang Li dan Wei Ying Ling yang terkenal sebagai Raja dan Ratu sungai naga Wei? " Tanya Lau Kim Cheng ikut mencari tahu tentang kedua orang muda itu.

"Iya, kau benar sekali. Kami berdua adalah Raja dan Ratu sungai naga Wei. Kami minta maaf telah mengejutkan Nona mu ini, Tuan muda Li. " Jawab Wei Tang Li pemuda tampan itu yang kini telah di bebaskan dari totokan oleh Li Jia Han.

"Siapa yang kamu maksud sebagai nona ku? " Tanya Li Jia Han mengangkat alisnya yang hitam seperti golok naga saja kepada Bei Tang Li.

"Tuan Li, bukankah Nona ini adalah Nona mu yang telah aku dengar secara tidak sengaja dari kamar yang itu? " Ucap Wei Tang Li menunjuk ke arah Yuan Shiang kaget karena penyamarannya telah di ketahui oleh Wei Tang Li si Raja sungai naga Wei.

"Eii, dia bukan seorang gadis yang kau kira, Tuan Bei. " Tukas Li Jia Han yang cepat melindungi Yuan Shiang untuk gadisnya terjaga kerahasiaan nya dengan baik.

"Ah, masa sih! Apakah aku salah dengar? " Tanya Bei Tang Li bingung sendiri.

"Ish, Kakak Wei Tang Li, kita duduk di pohon yang jaraknya jauh dari kamar itu , ya jelas kita tak bisa mendengar dengan jelas mengenai kekasih hati Tuan Li. " Kata Wei Ying Ling dengan nada yang menyakinkan sekali bahwa Wei Tang Li salah dengar mengenai Yuan Shiang yang telah di cium oleh Li Jia Han di kamar seberang taman nasional di rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas ini.

"Ahh, mungkin juga.." Kata Wei Tang Li akhirnya pemuda tampan itu tak banyak bicara soal Yuan Shiang adalah seorang gadis bukan seorang pria tampan.

"Hei, Tuan Li apakah kamu tahu tentang gadis kecil yang bernama Teng Shiang Yin di kuil kota Chou yang akan di pertaruhkan nyawanya di ajang pemilihan gubernur provinsi Awan Chou oleh si tangan maut Ji Teng? " Tanya Wei Tang Li dengan nada serius kepada Li Jia Han yang telah duduk di bangku batu depan pohon di atas kepala Yuan Shiang.

"Aku cuma tahu mengenai gadis itu di tawan oleh Si Kaki Gajah di kota Chou Chie, namun aku tak pernah tahu mengenai Nona Teng Shiang Yin akan di jadikan alat pertaruhan oleh orang-orang di kota Chou Chie. " Jawab Li Jia Han terlihat memikirkan sesuatu di raut wajahnya yang amat tampan itu.

"Sebenarnya siapakah Nona Teng Shiang Yin itu, Kak Han? " Tanya Yuan Shiang penasaran sekali kepada Li Jia Han.

"Nona Teng Shiang Yin itu adalah putri bungsu dari ketua sekte pulau musang perak yang dulu pernah di culik oleh musuh mereka dan di jual kepada seorang mucikari yang biasa di panggil Bibi Chia yang kemudian di beli oleh seorang pria bangsawan yang tidak pernah di ketahui namanya siapa, lalu gadis itu tiba-tiba terjatuh ke tangan si Kaki Gajah. " Jawab Li Jia Han yang tidak mau ada salah paham dengan Yuan Shiang yang akan menilainya sebagai seorang pria mata keranjang.

"Oh, lalu kenapa kalian meributkan gadis itu dan ingin menyelamatkannya? " Tanya Yuan Shiang masih penasaran.

"Karena gadis itu menyimpan banyak rahasia yang ingin di ketahui oleh semua tokoh-tokoh di dunia persilatan daratan besar termasuk Ketua Sekte Kuda Naga Laut Tengah di perbatasan antara wilayah Li dengan wilayah Song. " Jawab Li Jia Han dengan sabar menjelaskan kepada Yuan Shiang.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

triple like 👍👍👍

2022-12-06

1

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

kasihan Yuan Shiang ya yang sangat merindukan ayahandanya

2022-12-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!