Tunangan Yuan Shiang.

Li Jia Han tersenyum melihat Yuan Shiang yang merasa terharu mendapatkan surat dari mantan Kaisar Yuan Lin ayah kandung Yuan Shiang melalui dirinya.

"Jia Han Gege tolong kamu ceritakan kepadaku tentang riwayat kamu dan bagaimana kamu bisa begitu akrab dengan ayahku? " Pinta Yuan Shiang menengadahkan kepalanya menatap Li Jia Han.

"Iya, baiklah. Aku akan ceritakan kepada kamu, aku ini Li Jia Han putra tunggal dari Pendekar Besar Li Xin Dengan yang berjuluk Pendekar Besar Dewa Pedang Siluman Sakti sahabat dekat ayahmu saat mereka berjumpa di gunung Ling, lalu mereka mengikat janji dan sumpah untuk menjodohkan anak-anak mereka di masa depan, dan pada setahun yang lalu aku di beri tugas oleh mendiang ayahku untuk menemui ayahmu di pegunungan Ermei agar ayahmu bisa melihat calon suami putrinya yang menjadi Sang Maharani Yuan Shiang di Istana Kekaisaran Yuan dan, kemudian aku usai bertemu dengan ayah mu itu di perintahkan untuk melindungi kamu di luar istana Kekaisaran Yuan dengan cara aku bekerja sebagai salah satu dari pegawai toko cinderamata milik Tuan Wu Zhun di kawasan utara Ibukota Kekaisaran Yuan. " Jawab Li Jia Han yang selalu tersenyum ramah dan hangat kepada Yuan Shiang.

" Baiklah, aku percaya kepada kamu sebagai calon suami pilihan terbaik dari ayahku untuk aku, Han Gege. " Kata Yuan Shiang memberikan jepitan giok motif bunga seruni merah muda kepada Li Jia Han.

" Oh, tangan kasihmu untuk aku? " Tanya Li Jia Han.

"Iya, Han gege. " Jawab Yuan Shiang manis.

" Lalu aku bisa gunakan jepitan giok kamu ini untuk aku bisa bebas mengunjungi kamu kapanpun aku mau di istana Kekaisaran Yuan ini? " Tanya Li Jia Han.

" Iya, Han gege dan juga untuk kamu tak pernah bisa sesuka hatimu untuk berselingkuh dari aku dengan wanita di luar istana Kekaisaran Yuan. " Jawab Yuan Shiang menarik lembut kerah baju Li Jia Han untuk memberikan ciuman di bibir Li Jia Han.

" Tenang saja aku Li Jia Han bukanlah seorang pria rendahan yang suka mempermainkan hati seorang gadis yang sudah di pilihkan oleh kedua orang tua ku sebagai jodoh yang terbaik untuk ku dan apalagi jodoh aku ini adalah Seorang penguasa negeri ku sendiri yakni Sang Maharani Yuan Shiang. " Kata Li Jia Han merangkul Yuan Shiang dan membalas mencium lembut gadis cantik dan manis di dalam pelukannya itu.

" Baiklah, Han gege terimakasih atas kunjungan mu yang pertama kali di istana Kekaisaran Yuan untuk temui aku tunangan kamu ini. " Kata Yuan Shiang yang telah melepaskan diri dari pelukan Li Jia Han.

" Ya, Ashiang sama-sama. Aku mau menemani kamu sebentar di sini. " Kata Li Jia Han yang membelai lembut rambutnya yang indah sampai ia terlena.

" Hmm, silakan saja, Han gege. Aku pun ingin kau memainkan alat musik Guqin untuk aku sebagai musik pengantar tidur ku. " Kata Yuan Shiang yang menyandarkan kepalanya di bahu Li Jia Han.

" Hmm, iya baiklah. " Jawab Li Jia Han yang di ajak Yuan Shiang masuk ke dalam ruangan musik pribadi Yuan Shiang, lalu pemuda ini segera menarikkan jemarinya di atas senar Guqin dan menyanyikan lagu-lagu merdu sekali untuk Yuan Shiang.

Yuan Shiang terngiang-ngiang dengan masa lalu yang mengingatkannya tentang permainan musik ayahnya yang menyentuh kalbu nya yang lembut.

" Lagu bunga persik di musim semi menjadi lagu yang paling aku suka dari sekian banyaknya lagi yang ayahku mainkan untukku. " Cerita Yuan Shiang kepada Li Jia Han.

" Teruskan ceritamu. " Kata Li Jia Han dengan tulus kepada Yuan Shiang.

" Iya, aku teruskan ceritaku tentang hal apa saja yang telah aku lakukan bersama dengan ayahku dahulu ketika aku masih kecil sekali sebelum aku di nobatkan sebagai seorang Maharani Yuan Shiang. " Kata Yuan Shiang yang lalu bercerita tentang kenangan indahnya pada Li Jia Han.

Li Jia Han terkenang masa lalunya juga yang terlihat samar -samar di ingatan pemuda ini yang membuatnya memejamkan sepasang mata tajamnya untuk mengusir rasa sakit dan pedih dari hatinya itu.

" Han gege.. Aku mengantuk sekarang dan aku mau tidur dengan nyenyak di kamarku sendiri. " Kata Yuan Shiang dengan lembut pamit untuk pergi tidur kepada Li Jia Han.

Li Jia Han pun meninggalkan istana Kekaisaran Yuan untuk kembali ke toko cinderamata tempat kerjanya dan di dalam perjalanannya. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Aku harus mulai pencarian terhadap pil mata emas yang menjadi tugas aku turun dari puncak gunung Li atas kemauan ku sendiri bukan atas perintah dari ibuku yang berdalih untuk penuhi permintaan ayahku sebelum ayahku meninggal dunia. " Batin Li Jia Han.

Pemuda ini mengendap-endap masuk ke rumah tingkat dia ' Toko Cinderamata Wu Zhun' agar tak ada seorangpun yang melihatnya pulang di tengah malam hari.Namun sebuah suara galak mengejutkannya.

" Woi... Anak nakal dari mana saja kau jam segini baru pulang? " Suara galak Wu Jia Le dari arah belakang terdengar oleh Li Jia Han di tambah jeweran di daun telinganya.

" Le Le aku tak pergi ke mana-mana kok, aku ini dari kamar mandi di perut mulas. " Jawab Li Jia Han dengan wajah bodohnya.

Wu Jia Le melepaskan jeweran dari telinga Li Jia Han dan memandangi pemuda lugu nan bodoh tapi nakal bukan main dengan bosan , tapi gadis ini penasaran.

" Iya, sudah...! Tidak lah kau sana di kamar mu..!! "

Usir Wu Jia Le mengernyitkan cuping hidungnya seraya masuk ke arah lain dari rumah tingkat dua.

" Emmmmmm.. Babi monyong dasar....! " Maki Li Jia Han mendengus kasar lalu naik ke lantai dua dan berjalan ke arah koridor menuju ke barat daya untuk tiba di kamarnya.

Di Istana Kekaisaran Yuan.

Yuan Shiang mengambil sebuah kotak warna pink dan ia membuka perlahan-lahan, lalu terlihat saputangan bordiran indah motif kelopak bunga teratai merah muda.

" Saputangan sulaman kelopak bunga teratai merah muda adalah buatan tangan Ibu Shiang Yin. "

Yuan Shiang mengambil dan menghirup aroma saputangan halus seakan-akan ia bisa merasa dekat dengan mendiang ibu kandungnya yang telah lama sekali meninggal dunia saat ia di lahirkan.

" Aku rindu kepadamu, Ibu... Aku ingin sekali bisa bermimpi tentang dirimu di dalam tidurku. " Kata Yuan Shiang berbaring di tempat tidurnya, lalu ia pun terlelap dengan amat cepat sekali.

Di dalam mimpi itu Yuan Shiang tidak bertemu dengan Tang Shiang Yin ibunya tetapi ia malah bermimpi bertemu dengan Yu Xian pria pertama yang telah menjatuhkan cintanya namun telah di miliki oleh adik tirinya, Yuan Chen.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

makin seru 😍

2022-12-03

1

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

oh ternyata sudah ada terikat janji untuk di jodohkan

2022-12-02

1

Satoru.M🍀Yangkang🔱🎻

Satoru.M🍀Yangkang🔱🎻

semangat

2022-11-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!