Yuan Shiang memperhatikan tunangannya yang tidak bisa mengenalinya karena dia menyamar sebagai seorang pendekar muda yang baru saja turun gunung untuk merantau ke seluruh dunia persilatan.
Yuan Shiang harus bisa menahan diri ketika ia melihat tunangannya di peluk oleh seorang gadis lain di depan matanya yang telah di ketahui olehnya bahwa gadis lain yang memeluk hangat tunangannya itu adalah sepupu tunangannya sendiri.
"Nama siapa Nona sepupunya itu? " Tanya Yuan Shiang kalem kepada teman dekat tunangannya di sampingnya sedang menambahkan kayu untuk membesarkan api unggun di dalam kuil kosong di hutan liar.
"Nama gadis sepupu dari Pendekar Li itu adalah Nona Wang Xuan Ji putri dari adipati agung Wang di kota Wang An Barat. Kenapa? Apakah kau tertarik kepadanya? " Jawab Huang Jing Yu penasaran dengan sikap dingin dan aneh teman barunya itu.
"Iya, aku tertarik untuk berteman dengan Nona Wang Xuan Ji jika dia berkenan untuk menjadi temanku. " Kata Yuan Shiang yang sekilas merasa bahwa Li Jia Han memandang ke arah dirinya yang membuat jantungnya berdebar -debar tidak karuan. Tetapi, ia kemudian merasa lega karena Li Jia Han telah kembali fokus pada urusan yang sedang di hadapi oleh pemuda itu.
Li Jia Han membuka surat rahasia yang telah di curi oleh kedua orang temannya dari anggota sekte Thian Liong Pang lalu membaca surat itu dengan alisnya terangkat seakan-akan surat itu sangatlah penting sekali bagi pemuda itu.
"Mereka akan mengadakan pesta ulang tahun Ketua Sekte Thian Liong Pang pada tanggal lima belas bulan lima tahun ini, yang berarti aku harus hadir untuk memberikan hadiah menarik untuk Ketua mereka yang terhormat. " Kata Li Jia Han tersenyum kecil seraya melemparkan surat itu ke api unggun di depannya dan matanya itu tak pernah sengaja melihat ke arah pemuda tampan yang duduk di sebelah Huang Jing Yu sepupu luarnya.
"Bocah itu seperti orang yang aku kenal? Tapi dimana? Kapan dan siapakah dia itu ya? " Pikir Li Jia Han bingung sendiri.
Lalu pada pagi harinya Li Jia Han mengajak para sepupunya meninggalkan rumah gubuk di hutan luar pintu keluar dari Ibukota Kekaisaran Yuan menuju ke arah selatan. Tetapi, ia merasa bingung kembali kepada pemuda tampan yang malah mengikutinya dan para sepupunya dengan berjalan menuju ke arah selatan yang menjadi tujuan utama perjalanannya ke dunia persilatan.
" Sobat, kenapa kamu mengikuti kami pergi ke arah selatan? " Tanya Li Jia Han dengan nada tak suka kepada pemuda tampan yang dinilai nya berhati palsu.
"Karena aku ingin mengunjungi kota Wu yang ku tahu berada di selatan dari posisi kita saat ini. "Jawab Yuan Shiang dengan senyum manisnya kepada Li Jia Han yang terperanjat dengan ciri khasnya saat tersenyum.
" Ehhhh...! " Pekik Li Jia Han menatap pemuda tampan itu dengan kaget.
"Kak Han, kenapa kamu berteriak histeris sekali? Ada apa dengan pemuda tampan ini? " Tanya Wang Xuan Ji dengan nada tak suka dengan pemuda tampan yang di anggapnya seorang yang berhati pelangi alias suka sesama jenis.
"Tidak apa-apa. Aku hanya mengira bahwa Aku berjumpa dengan seseorang yang berada jauh dari sini. " Jawab Li Jia Han yang menduga bahwa ia salah mengenali pemuda tampan itu yang di kira olehnya itu adalah Maharani Yuan Shiang tunangannya sendiri tetapi di bantah oleh pikiran lainnya yaitu tak mungkin Maharani Yuan Shiang tunangannya sendiri berada di tempat yang sama dengan tempatnya berada saat ini.
"Oh, baiklah terimakasih untuk kemurahan hati mu, Tuan Li. " Kata Yuan Shiang melewati Li Jia Han yang mengangkat bahu dengan wajahnya yang kebingungan sendiri lalu mengerjapkan sepasang matanya dan kembali melanjutkan langkahnya bersama dengan para sepupunya ke arah selatan.
Di tengah perjalanan Li Jia Han tidak pernah bisa berhenti untuk melirik ke arah pemuda tampan yang berjalan di samping Huang Jing Yu sepupu luarnya yang terkenal dengan sifat ramah dan cerewet seperti burung beo.
"Teman, kamu berasal dari daerah mana? berapa banyak saudara yang kamu miliki? " Tanya Huang Jing Yu tersenyum lebar kepada Yuan Shiang yang menurut pemuda tampan itu adalah seorang pemuda yang sangat menarik untuk di jadikan sebagai teman perjalanan mereka.
"Aku berasal dari Ibukota Kekaisaran Yuan. " Ingin hati Yuan Shiang menjawab pemuda itu untuk Li Jia Han dapat menjaga sikap dengan baik dan tidak pecicilan terhadap gadis-gadis di luar sana. Tetapi, Yuan Shiang menjawab. "Aku berasal dari desa kecil pinggir kota Xia utara, dan aku mempunyai empat orang adik yang menjadi tanggungjawab ku. "
Jawaban Yuan Shiang melegakan Li Jia Han di sisi kanannya yang di duganya mencari tahu asal usulnya melalui Huang Jing Yu yang amat cerewet itu.
Yuan Shiang tersenyum kecil untuk tunangannya yang sangat terlambat untuk berpikir mengenai dirinya yang sedang menyamar sebagai seorang pria muda yang tidak pernah di kenal oleh Li Jia Han tunangannya itu
"Oh, aku salah duga bocah ini yang aku kira adalah Yuan Shiang tunangan ku yang menjadi seorang Maharani di negeri ini. Ahh, ternyata bocah ini tetaplah seorang pria muda culun dan lemah. " Pikir Li Jia Han.
Li Jia Han berhenti di depan jalan menuju ke arah kota kecil Yang bertuliskan'Kota kecil Lou An' karena ada sekelompok orang berpakaian serba hitam yang memegang golok dengan sikap garang di depan mata mereka semua yang membuat Li Jia Han harus bersikap waspada terhadap musuh yang telah datang untuk hadapi dirinya dan para sepupunya itu. Ia sebagai orang yang lebih dewasa usianya daripada para sepupunya dan pemuda tampan yang bernama Shiang Yuan ini harus maju untuk melindungi mereka yang mengikuti perjalanannya menuju ke arah kota Wu An.
Singg!
" Siapa kalian semua yang telah menghadang jalan ku? " Tanya Li Jia Han mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang lalu di hunuskan di depan mata sekelompok orang berpakaian serba hitam itu.
"Kami adalah orang-orang sekte Heng San Pai yang ingin kamu ikut kami ke markas besar kami di gunung Heng untuk bertemu dengan guru kami atau kau akan mendapatkan hukuman mati dari kami.. " Jawab para anggota sekte Heng San Pai dengan sikap garang kepada Li Jia Han yang tetap bersikap tenang sekali.
"Ei, untuk apa Guru kalian meminta aku untuk menemuinya di markas besar sekte Heng San Pai kalian di gunung Heng? " Tanya Li Jia Han nada tajam kepada para anggota sekte Heng San Pai di hadapannya.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
9 lagi.. nami
2022-11-30
1
Satoru.M🍀Yangkang🔱🎻
lanjut 11 episode lagi tembus episode 20 thor
2022-11-28
1