Yuan Shiang mengubah penampilan dirinya dari penampilan seorang Maharani menjadi seorang pendekar wanita dunia persilatan yang membuat adik -adiknya terperangah dengan penampilan barunya.
" Kau sungguh lain sekarang ini, Kak Shiang. " Kata Yuan Chen adik tirinya yang telah datang ke kamarnya sebelum ia meninggalkan istananya.
" Ya, Chen. Aku ingin orang-orang di luar sana tak ada yang mengenalku sebagai Maharani Yuan Shiang tetapi Shiang Yuan Pendekar Seruling Giok yang baru saja turun gunung untuk cari pengalaman baru di dunia persilatan. " Kata Yuan Shiang tersenyum bangga dengan karya seni penampilan barunya.
" Wah, kalau seperti ini ya kamu bukan lagi Kak Shiang kami tetapi teman baru kamu yang tampan dengan namanya adalah Shiang Yuan. " Kata Yuan Ching membantunya untuk mengikat rambut panjang nya seperti rambut kunciran seorang pria di dunia persilatan.
" Hmmm, kamu bisa saja, Ching. Aku hanya beri sedikit tambahan dari penampilan ku yang baru ini agar Aku berbeda seperti biasanya.Aku akan menyamar sebagai seorang pendekar dunia persilatan seperti ayah kita dahulu. " Kata Yuan Shiang yang mengidolakan ayahnya selalu.
" Iyaa, di antara kami semua yang menjadi putri dari ayah kita, cuma kamu seorang yang mirip dengan Beliau dari wajahnya hingga sikapnya. " Kata Yuan Chi yang menyelipkan kantong uang dan kantong wewangian di pinggangnya.
" Wah, kalian jangan lupa kalau kalian juga ada kemiripan dengan ayah kita dari segi watak beliau yang gagah berani untuk perjuangkan hak asasi manusia dan rakyat kita di seluruh wilayah Kekaisaran Yuan. " Kata Yuan Shiang dengan senyuman manisnya kepada ketiga orang adik tirinya itu.
" Iya, Kak. Kamu benar sekali. Baiklah kamu harus berhati-hati di dalam perjalanan mu ke kota Wu. " Kata ketiga orang adiknya yang telah memberinya pelukan hangat sebelum Ia pergi dari Istananya sendiri.
Yuan Shiang meninggalkan Istana Kekaisaran Yuan dengan penampilan barunya sebagai seorang pemuda tampan yang sederhana dan merakyat seperti seorang pendekar di dunia persilatan Kekaisaran Yuan.
Belum lama Yuan Shiang meninggalkan rumah nya di Ibukota Kekaisaran Yuan. Ia mendengar suara orang menghardik dengan kasar sekali terhadap seorang lainnya. Ia pun segera melesat ke arah suara yang di dengarnya itu dan melihat seorang gadis remaja yang cantik jelita sedang menghardik seorang pemuda yang terlihat bodoh sekali di tengah jalan di pintu keluar dari Ibukota Kekaisaran Yuan.
" Hei... Cepatlah kamu berikan barangmu itu kepada ku atau aku akan mematahkan hidung mu..! " Hardik gadis galak itu kepada pemuda di depan gadis yang mengacungkan pedang tajam kepada pemuda bodoh itu.
" Nona Chou, aku tak mempunyai barang lain lagi untuk aku berikan kepada mu. " Kata pemuda ini yang mengangkat wajahnya yang ternyata amat tampan.
" Wahh, dia tampan sekali. " Batin Yuan Shiang yang teringat dengan tunangannya.
" Ehh, dia kurang tampan di bandingkan dengan Kak Han -Ku. " Kata Yuan Shiang yang tidak mempedulikan perdebatan yang bukan urusan penting baginya. Ia memilih untuk lewat di jalan yang lain..
Di sebuah desa yang tak jauh dari wilayah luar Ibukota Kekaisaran Yuan. Ia melihat kedua orang itu lagi yang duduk di bangku depan meja makan kayu di dalam kedai makan.
" Lau Kim Cheng.. Kau ini payah sekali berakting seperti orang di hardik olehku. " Kata gadis itu yang mengeluhkan bakat rendah pemuda yang ternyata teman gadis itu juga.
" Chou Cie.. Aku bukan seorang pemain opera sabun yang bisa memerankan tokoh yang kamu bodohi itu. " Kata Lau Kim Cheng nama pemuda ini.
"Ahh, Aku tahu kamu itu putra pejabat Lau yang pintar membual... " Kata Chou Cie yang mencubit pipi pemuda ini.
" Auuuw sakitttt.. " Kata Lau Kim Cheng mendelik sebal kepada Chou Cie.
" Ahh, karena kamu yang payah ini, kita takkan pernah bisa menang dari bajingan tupai gila itu. " Kata Chou Cie yang matanya terarah kepada Yuan Shiang yang mendatangi kedai makan itu dan memeaan semangkuk mie kuah dan satu guci arak kepada pemilik kedai makan.
" Siap, Tuan muda. " Jawab pemilik kedai makan itu dengan membungkukkan badannya kepada Yuan Shiang.
"Sssst... Lihatlah kita telah bertemu dengannya lagi di sini. " Kata Lau Kim Cheng yang memberi kode untuk Chou Cie melirik ke arah kanan mereka.
Di sana ada seorang laki-laki usia dua puluh satu tahun yang duduk seorang diri di bangku depan meja makan di dalam kedai makan yang sama dengan mereka. Laki-laki ini terlihat sederhana sekali dan menikmati seguci arak dengan nyaman sekali seakan-akan ia tidak pernah tahu bahwa dirinya di amati oleh kedua orang yang mengikuti geraknya terus menerus.
" Iya, Kak Cheng. Aku ingin tahu apa yang akan di lakukannya untuk menolong gadis cantik yang di tawan oleh setan tua itu di kuil kosong di kota Chou utara. " Kata Chou Cie menahan napas karena tegang.
" Entahlah. Aku juga penasaran dengan caranya untuk menolong Teng Siang Yin gadis malang itu. " Kata Lau Kim Cheng yang memikirkan gadis cantik idamannya yang di tawan oleh para penjahat yang menguasai wilayah kota Chou utara.
" Iya, sudah, kita ikuti saja dia sampai kita cari cara untuk membantunya. "Kata Chou Cie yang ingin menolong gadis cantik yang menjadi salah satu teman satu kampungnya itu.
" Emmm, ide mu bagus juga. Baik, kita mengikuti langkahnya secara diam-diam. " Kata Lau Kim Cheng sambil menikmati bakpao nya.
Yuan Shiang penasaran dengan tingkah laku dari kedua orang muda yang menarik perhatiannya itu. Maka, Yuan Shiang pun sehabis makan mie nya dan meneguk arak nya segera mengikuti keduanya dengan langkah ringan sekali. Yuan Shiang menggunakan ilmu ginkang walet kecil yang membuat tubuhnya begitu ringan mengejar langkah kedua orang muda itu.
Brrrrr!
Baik Lau Kim Cheng maupun Chou Chie tak satu pun dari mereka berdua yang mengetahui bahwa mereka berdua di ikuti oleh seorang lain lagi yang memiliki ilmu ginkang yang tinggi sekali.
Lau Kim Cheng dan Chou Chie terhenti di depan jalan karena mereka berdua telah kehilangan jejak pemuda yang di ikuti oleh mereka berdua sampai mereka kebingungan sendiri.
" Aduh, kemana orang itu pergi? Cepat sekali dia menghilang dari kejaran kita yang mengikutinya dari kedai makan itu hingga ke hutan ini. " Kata Lau Kim Cheng yang memegangi pinggangnya sendiri. Pemuda ini celingak celinguk ke segala penjuru hutan liar yang tertutup dedaunan yang lebar dan lebat.
"Aiya, Kau bodoh sekali jadi orang, Kak Cheng. " Kata Chou Cie memarahi temannya itu.
Yuan Shiang yang mengikuti mereka hanya bisa memaki mereka berdua sebagai orang-orang bodoh sehingga Ia juga tersesat di hutan liar yang tak belum pernah di datangi olehnya itu.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Radiah Ayarin
jadi ikut tersesatlah kalau begitu
2022-12-02
1
Bryan Kennedy
yuan shiang mulai berpetualang nih
2022-11-30
1
INKA
Semangat kak. inka kasih 🌷 kalau minta ☕ enggak cukup point 🤭
2022-11-20
3