Ruas Hati...

"Huang Jing Yu, aku juga manusia biasa yang harus makan banyak untuk tenaga ku selalu ada di setiap saat aku perlukan untuk melindungi kalian semua. " Kata Li Jia Han tersenyum manis kepada Huang Jing Yu yang tidak pernah bisa menang dari Li Jia Han yang pandai berdebat dengan nya.

"Kak Li, mari kita pergi ke kedai makan di sana untuk mu bisa makan nasi sesuai kebutuhan fisikmu. " Kata Yuan Shiang yang tidak bisa tega melihat tunangannya menderita kelaparan.

"Wah, Shiang Yuan kau memang sahabat yang baik. Ayo, kita pergi makan saja di kedai makan di sana. " Kata Li Jia Han yang merangkul bahu Yuan Shiang tanpa sungkan sampai Yuan Shiang berdebar kencang pada jantungnya.

"Eh, eh ya.. " Jawab Yuan Shiang gugup karena di rangkul oleh Li Jia Han yang tidak menyadari betapa Yuan Shiang terlihat gugup di dekatnya.

Mereka menghampiri kedai makan di salah satu sudut kota kecil bambu sembilan ruas dengan senyuman gembira lalu mereka memesan makanan dan minuman yang di pilihkan oleh Li Jia Han untuk mereka kepada pihak kedai makan.

"Shiang Yuan, marilah kita berlomba untuk kita bisa menghabiskan makanan ini dalam waktu satu jam sebelum kita melanjutkan perjalanan ke rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas untuk memenuhi undangannya untuk ku. " Kata Li Jia Han menawarkan berbagai macam menu makanan dan minuman khas kota kecil bambu sembilan ruas kepada Yuan Shiang.

"Ah, ya, baiklah terimakasih Kak Li. " Jawab Yuan Shiang menerima semangkuk makanan yang di sodorkan oleh Li Jia Han kepadanya lalu Yuan Shiang menikmati makanan tersebut dengan senyuman gembira.

"Kak Li, kenapa aku tak kamu tawarkan makan juga? " Tanya Wang Xuan Ji manyun kepada Li Jia Han.

"Kau bisa memilih makanan yang kamu sukai tanpa aku pilihkan. " Jawab Li Jia Han acuh tak acuh kepada Wang Xuan Ji yang kaget sekali karena dia diabaikan oleh Li Jia Han.

"Uuuuh, apa yang menarik dari pemuda kemayu itu untuk mu sampai-sampai kamu mengabaikan aku gadis paling cantik jelita di seluruh negeri ini? " Tanya Wang Xuan Ji yang tangannya sudah meraih tangan Li Jia Han untuk mengajak Li Jia Han pindah tempat duduk agar Li Jia Han tidak terlalu dekat dengan pemuda kemayu yang telah membuat perasaannya hambar.

"Heiii... Dia itu teman baruku yang harus aku sapa untuk kita akrab." Kata Li Jia Han menghela napas panjang karena Wang Xuan Ji menilainya sebagai seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang pemuda kemayu.

"Wang Xuan Ji awas kau jika kamu tahu siapa aku. " Kata Yuan Shiang dalam hatinya meskipun ia tersenyum tenang melihat sikap Wang Xuan Ji bersikap genit terhadap Li Jia Han.

"Shiang Yuan, mari kita makan bersama saja. " Kata Lau Kim Cheng yang merasa suka dengan senyuman manis Shiang Yuan mengajak teman baru mereka dengan ramah untuk makan siang bersamanya dan Huang Jing Yu.

Li Jia Han melirik ke arah Lau Kim Cheng dan Huang Jing Yu yang sibuk menawarkan berbagai macam makanan dan minuman khas kota kecil bambu sembilan ruas kepada Shiang Yuan. Ia merasakan kebingungan dengan perasaannya yang tidak suka kalau Shiang Yuan di dekati oleh kedua orang sepupu pria nya itu.

Tetapi, kedatangan sejumlah orang berpakaian mewah mengalihkan perhatian Li Jia Han dari kedua orang sepupunya yang sibuk mengurusi makan Shiang Yuan.

"Tuan -tuan besar ada apa anda mendatangi kedai makan saya yang sederhana Iin? " Sapa pemilik kedai makan membungkukkan badannya mendatangi tamu-tamu yang terkesan mewah itu.

"Kami ingin mengundang koki masak mu untuk masak di dapur kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas untuk acara perjamuan malam dengan para pejabat di kota ini. " Jawab salah seorang dari dua belas pengawal pribadi kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang mendatangi kedai makan itu kepada pemilik kedai makan itu.

"Ouuh, baiklah Tuan -Tuan. Saya akan meminta koki masak saya untuk menemui tuan -tuan di sini. " Kata pemilik kedai makan yang segera memanggil koki masak nya yang segera datang kehadapan para pengawal pribadi kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas.

"Ya, Tuan-tuan yang terhormat, saya Wan Heng Ki adalah koki masak di kedai makan Tuan Bo. "Kata koki masak di kedai makan itu dengan hormat kepada para pengawal pribadi kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang telah menyambar tangannya untuk mengajaknya ke rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang berada di dalam kota kecil bambu sembilan ruas.

" Ayo, kamu ikuti kami.. " Kata para pengawal pribadi kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas tanpa memperdulikan tatapan mata sejumlah pengunjung di kedai makan itu.

Li Jia Han tak mempedulikan mereka dengan ia sibuk menghabiskan semua makanan di atas meja makan di kedai makan itu lalu mengajak teman-teman nya menuju ke rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas.

"Tuan Li, akhirnya kamu bersedia untuk datang ke rumah ku setelah lima kali aku mengirimkan surat undangan kepada mu melalui temanmu si tua Ji. "Kata kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang menyambut kedatangan Lu Sian yang dengan senyuman gembira dengan kedatangan Li Jia Han.

" Ya, aku minta maaf kepada mu karena aku baru ada waktu untuk mengunjungi mu di rumah mu, Kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas atau Tuan Ma Yung. " Kata Li Jia Han tersayang ramah kepada kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang menyambutnya dengan senyuman gembira.

" Oh, begitukah Tuan Li? " Tanya kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas dengan ramah dan hormat kepada Li Jia Han sampai Yuan Shiang terheran-heran dengan orang besar di kota kecil bambu sembilan ruas yang begitu amat ramah kepada Li Jia Han

"Ya, Tuan Ma Yung. Aku Li Jia Han tidak pernah mendustaimu sebagai rekan masa lalu ku yang pernah memberikan jasa besar terhadap ku. " Jawab Li Jia Han nada sedikit sarkastis yang membuat raut wajah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas sedikit berubah menjadi agak mencurigakan hati Yuan Shiang yang peka.

"Oh, baiklah. Tak apalah, Tuan Li. Aku mengerti betapa sibuknya dirimu menangani sebuah sekte sebesar Pulau Salju Abadi yang menjadi sekte pelindung dari wilayah Kekaisaran Yuan. " Kata Kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang mengajak Li Jia Han dan teman- teman Li Jia Han masuk ke ruangan aula utama rumahnya.

"Kak Li pemimpin sekte pulau salju abadi di utara? " Batin Yuan Shiang terkejut sekali karena dia sama sekali tidak tahu tentang calon suami pilihan dari ayah kandung nya sendiri, mantan Kaisar Yuan Lin.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

triple like 👍👍👍

2022-12-05

1

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

hahaha...tahu saja dia kalau sudah lapar dan ada rasa kasihannya juga

2022-12-03

1

Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻

Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻

Yuan Shiang 🅚🅔🅡🅔🅝🅚🅔🅡🅔🅝🅚🅔🅡🅔🅝🅚🅔🅡🅔🅝🅚🅔🅡🅔🅝

2022-11-30

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!