Yuan Shiang mengikuti langkah Li Jia Han yang di antar masuk ke dalam ruang aula utama rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas dengan sikap tenang sekali.
"Tuan Li, silakan anda mencicipi minuman teh hijau ciri khas dari kota kecil bambu sembilan ruas yang telah di sediakan oleh istriku untuk menyambut hari anda. " Kata kepala daerah kota ini dengan senyuman ramah kepada Li Jia Han yang telah duduk di kursi yang telah di sediakan oleh pihak rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas untuk dirinya dan para sahabatnya.
"Wah, terimakasih sekali untuk minuman teh hijau yang kau siapkan untuk menyambut hari ku ke rumah mu, Tuan Ma Yung. Aku sangat amat terkesan dengan suasana rumah mu yang elok dan terawat dengan baik. " Kata Li Jia Han yang selalu bisa menjaga suasana hatinya meskipun ia memendam rasa sakit hati terhadap orang yang berada di depannya itu.
"Sama-sama, Tuan Li. Kita adalah saudara di masa lalu yang harus kita ingat untuk masa sekarang ini kita bisa menjalin hubungan yang baik sesama saudara sekampung di masa lalu. " Kata Tuan Ma Yung dengan ramah menyodorkan secangkir teh hijau nya untuk bersulang dengan cangkir teh hijau di tangan Li Jia Han.
Li Jia Han merasakan getaran di cangkirnya saat ia melihat air teh hijau bergelombang kecil di dalam cangkirnya maka ia mengangkat cangkir teh hijau ke mulutnya untuk di minum olehnya.
Tetapi, sebuah gelombang lain membuat air teh hijau melayang ke arah cangkir teh hijau di tangan Tuan Ma Yung yang membuat Tuan Ma yung pucat pasi.
"Minumlah jika kamu berani untuk meracuni Li Jia Han di depan mataku." Kata Yuan Shiang di dalam hatinya, gadis itu diam-diam gunakan ilmu sinkang awan naga Yuan untuk menukar air teh hijau di cangkir teh hijau di tangan Li Jia Han dengan air teh hijau di cangkir teh hijau di tangan Tuan Ma Yung.
"Hmm, ada orang yang telah diam-diam telah melindungi aku dari rencana licik Ma Yung yang ingin membunuhku. " Batin Li Jia Han yang telah mengetahui penukaran air teh hijau itu melalui penglihatan sepasang matanya yang tajam.
Ma Yung dengan terpaksa harus minum air teh hijau itu lalu diam-diam menggunakan ilmu sinkang keluarga Ma untuk mengendalikan racun untuk tidak menyebar ke seluruh tubuhnya agar ia bisa menyelamatkan nyawanya sendiri.
Tetapi, Yuan Shiang meniup pelan air teh hijau di cangkir di tangannya yang mengakibatkan Ma Yung memekik kaget karena meminum air teh hijau beracun tingkat tinggi yang membuat pria paruh baya itu membiru lalu meninggal dunia di kursinya.
"Argh! " Pekik Ma Yung yang mengejutkan para anggota keluarganya yang melihatnya membiru lalu menghembuskan napasnya yang terakhir di kursinya sendiri.
"Tuan Besar Ma.. " Kata istrinya tampak pucat menghampirinya lalu mengguncangkan tubuh nya dan menatap bingung kepada para tamu di ruang aula utama rumahnya.
"Eiii, apa yang telah terjadi pada Tuan Besar Ma? " Tanya sejumlah tamu yang hadir di ruang aula utama rumahnya termasuk koki masak di kedai makan di depan pintu masuk ke kota kecil bambu sembilan ruas.
"Hei, apakah kamu yang sudah meracuni ayah kami? " Tanya putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas dengan curiga kepada koki masak di kedai makan tuan Bo yang di panggil untuk menghadap semua orang di aula utama rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas untuk di minta keterangan terkait meninggalnya kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas di depan para tamunya.
"Bu.. Bukan saya, tuan muda..! Saya hanya koki masak biasa. " Kata koki masak di kedai makan tuan Bo yang gemetaran di tanya oleh putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas.
"Lalu bagaimana ayah kami bisa meninggal dunia seperti ini? " Tanya putra kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang mencekik leher koki masak di kedai makan tuan Bo yang menggigil ketakutan terhadap pria muda itu.
"Tuan muda Ma, kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas meninggal dunia karena ulahnya sendiri yang memasukkan racun tikus di dalam air teh hijau di cangkirnya sendiri. " Kata Yuan Shiang yang telah berbicara kepada tuan muda Ma.
"Apa? Tak mungkin! Ayahku mau meracuni dirinya sendiri?! Kau? Kau pasti kamu yang telah membunuhnya? "Tanya putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas kepada Yuan Shiang dengan geram.
" Sudah aku bilang dia sendiri yang ingin sekali untuk membunuh kami sahabatnya sendiri tetapi ia malah membunuh dirinya sendiri. "Jawab Yuan Shiang tidak mempedulikan amarah putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang telah mencabut pedang mereka untuk membunuh Yuan Shiang dengan menghunuskan pedang mereka ke depan mata Yuan Shiang.
Namun Li Jia Han telah berdiri di depan Yuan Shiang dengan sikap tenang sekali dan senyum di bibir pemuda tampan itu begitu membuat para putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas merasa di rendahkan.
Maka mereka menyerang Li Jia Han yang tetap berdiri tegak di depan Yuan Shiang tetapi telapak tangannya bergerak cepat menampar pipi para putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas hingga babak belur.
Plak, plak, plak!
" Heii, apa -apaan kamu ini berani menampar pipi anak-anakku??? " Tanya istri kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang telah marah kepada Li Jia Han lalu menggerakkan pedang ke arah Li Jia Han yang berkelebat cepat menotok pundaknya hingga wanita itu terkapar di lantai dengan tubuh kaku terkena ilmu totokan Li Jia Han.
Cus!
"Ibu..! " Seru para putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang telah terkejut dengan kelihaian Li Jia Han.
Mereka semua menyerang Li Jia Han dengan ilmu pukulan tangan kosong secara serentak ke arah Li Jia Han yang tetap berdiri tegak dan juga tenang di tempatnya.
Namun, Huang Jing Yu telah maju menendang wajah para putra dan putri dari kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas hingga remuk dan tak bernyawa lagi.
Dukk!
"Ayo siapa lagi yang ingin merasakan tentangan ku.. Huang Jing Yu...! " Tantang Huang Jing Yu dengan tatapan matanya yang berkilat-kilat ke arah para tamu kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas yang semuanya pucat pasi melihat kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas beserta keluarga telah tewas di bunuh oleh pemuda tampan yang bernama Huang Jing Yu.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Radiah Ayarin
wow keren itu ilmunya, dari tadi juga aku berpikiran sama sprtnya ada yg aneh dan tidak beres
2022-12-03
2