Kepedulian Yuan Shiang.

Li Jia Han memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Yuan Shiang untuk gadis itu dapat patuhi setiap perkataannya sebagai tunangan gadis itu dengan memangkas rambutnya menjadi biksu suci.

"Hmm, Kak Han rambutmu kemana? " Tanya Wei Tang Li melongo melihat Li Jia Han keluar dari kamar dengan kepala botak halus dan kinclong.

"Di simpan. " Jawab Li Jia Han yang memang memberikan rambutnya kepada Yuan Shiang yang menyimpan di kantong uang milik gadis itu.

"Astaga, apa yang telah terjadi pada dirimu, Kak Han? Kenapa kamu menjadi seperti bukan diri mu yang sebenarnya??? "Tanya Wang Xuan Ji sepupunya yang menilainya sudah tak waras.

" Aku mengubah penampilan ku untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. "Jawab Li Jia Han yang berjalan keluar dari rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas dengan Yuan Shiang yang menahan senyuman di bibirnya.

" Hmm, Tuan muda Li kau sungguh berubah jadi orang lain semenjak kamu bertunangan dengan gadis pilihan ayahmu yang sudah kami dengar dari ibumu di gunung Li. Ya, bagus juga untuk kau tak menebar pesona terhadap para gadis- gadis di sepanjang perjalanan kita ke seluruh dunia persilatan. " Kata Lau Kim Cheng malah menyetujui penampilan baru Li Jia Han.

"Wah, di perjalanan kali ini diriku Huang Jing Yu adalah pria paling tampan di seluruh dunia usai Tuan muda Li tak mempunyai rambut lagi. " Kata Huang Jing Yu berjalan dengan sikap sombong di depan Wei Ying Ling yang telah jatuh cinta kepada pemuda sepupu luar Li Jia Han.

"Itu bagus, Aku jadi lebih tenang menyukaimu, Jing Yu. " Kata Chou Chie pelayan setia Li Jia Han yang merangkul lengan Huang Jing Yu.

Li Jia Han melotot ke arah mereka semua yang membuat mereka diam dan berjalan dengan kepala mereka tertunduk takut di hukum oleh Li Jia Han.

"Semua karena dirimu, Yuan Shiang. Awas kau suatu hari nanti Aku akan membalas dendam kepada mu atas penghinaan yang kau lakukan ini terhadapku. " Kata Li Jia Han dalam hatinya.

Ia tersenyum manis di samping Yuan Shiang yang mengabaikan orang-orang mencemooh Li Jia Han dengan tetap bersikap agung dan tak pernah bisa di raih oleh siapapun yang ingin menaklukkan benteng pertahanan hati gadis itu.

"Hati, pikiran dan diriku hanyalah untuk rakyatku bukan untuk seorang pria seperti mu meskipun kau adalah tunangan ku tetapi kamu tetaplah seorang bawahan ku saja. " Kata Yuan Shiang di dalam hatinya juga.

Di tengah jalan menuju ke arah selatan yang mereka tuju terdapat sungai yang arusnya deras sekali sehingga jembatan pun terputus oleh terjangan air sungai yang amat deras.

"Wah, tak ada jalan untuk menyeberangi sungai di depan kita. " Kata Wei Tang Li yang melihat tak ada alat apapun untuk di gunakan sebagai alat menyeberangi sungai yang arusnya deras sekali.

Yuan Shiang memerhatikan akses jalan yang di depannya itu menghubungkan dua daerah yang harus di perhatikan untuk membantu rakyatnya yang ingin melakukan aktivasi di kedua daerah yang di batasi oleh sungai yang arusnya deras itu.

"Jembatan nya putus tapi talinya masih ada. " Kata Li Jia Han yang telah melihat ujung tali di kedua sisi sungai tergantung di kedua dinding sungai.

"Hmm, jika talinya di satukan kembali dengan benar, maka jembatan akan kembali satu jalan yang dapat digunakan untuk rakyat di kedua daerah ini. " Kata Yuan Shiang yang mempelajari dua sisi sungai yang arusnya deras sekali itu dengan cermat melalui pengamatannya yang tajam.

"Iya, kau benar. Tetapi, bagaimana cara kita bisa menyatukan tali untuk membuat jembatan ini kembali untuk membantu rakyat di kedua daerah ini? " Tanya Wei Ying Ling dengan raut wajahnya bingung kenapa Yuan Shiang.

"Aku akan coba melakukannya dengan caraku sendiri. " Jawab Yuan Shiang yang melayang turun ke dinding kanan sungai lalu menancapkan kakinya di dinding seraya meraih tali, kemudian Yuan Shiang melayang menembus air sungai dan ujung kakinya yang bersepatu menendang ujung tali di dinding kiri sungai dan tangannya dengan cepat meraih tali yang di ikat menjadi satu olehnya dengan tangkas sekali sehingga jembatan pun telah dapat di perbaiki oleh Yuan Shiang.

"Wah, dia sungguh lihai sekali. " Puji Huang Jing Yu melihat aksi Yuan Shiang memperbaiki jembatan di kedua daerah di wilayah ini dengan sangat sempurna sekali.

"Shiang Yuan, kau harus berhati-hati...!" Teriak Li Jia Han yang melayang ke dinding sungai dan menyambar lengan Yuan Shiang ketika gadis itu nyaris terhempas oleh terjangan arus deras sungai.

Brrrr!

Tep!

" Kak Han, kenapa kau ikut turun ke sini? " Tanya Yuan Shiang terpana melihat Li Jia Han telah memeluknya dan membawanya melayang ke arah seberang sungai dengan tepat sehingga mereka tiba di desa yang bertuliskan' Desa Kecil Lengkuas'.

" Shiang Yuan, apa kamu tahu tindakan mu tadi sangatlah membahayakan nyawamu sendiri? " Omel Li Jia Han.

"Aku tahu tindakan ku barusan membahayakan nyawaku sendiri tetapi aku harus memberikan yang terbaik untuk rakyatku yang memerlukan jembatan itu untuk aktivitas mereka sehari-hari. " Jawab Yuan Shiang menatap meminta maaf kepada Li Jia Han.

" Ahh, kau terlalu semangat untuk membantu rakyat mu namun kau tak pernah ingat cara untuk membantu dirimu sendiri sebagai seorang ibu negara ini. Lihatlah baik-baik di ujung kiri dari sungai terdapat bebatuan yang dapat digunakan untuk membuat jembatan penyeberangan untuk menghubungkan dua daerah di wilayah ini." Kata Li Jia Han membalikkan tubuh Yuan Shiang agar gadis itu bisa melihat bebatuan gunung di ujung kiri jembatan dari tempat mereka beberapa waktu lalu.

"Ahh! Kenapa aku tak melihatnya? " Ucap Yuan Shiang menelan air liurnya untuk menghilangkan rasa menyombongkan dirinya untuk membuat Li Jia Han mempercayai kemampuannya sebagai seorang Maharani di usianya yang baru berusia lima belas tahun.

"Kak Han, bagaimana cara kami untuk melewati jembatan yang baru saja di perbaiki oleh Shiang Yuan yang sok tahu itu? " Tanya Wang Xuan Ji dengan nada mencibir Yuan Shiang kepada Li Jia Han dari seberang sungai dua wilayah Chu.

Li Jia Han menoleh ke arah seberang sungai lalu melemparkan ujung tali tambang yang telah di temukannya itu ke seberang sungai untuk dirinya bisa membantu teman-teman nya menyeberangi sungai.

"Tangkap ujung tali tambang ini dan aku akan membantu kalian menyeberangi sungai dari sini. " Jawab Li Jia Han dengan nada tenang kepada teman-teman nya.

"Ya, Tuan muda Li. Kami menyerahkan nyawa kami kepada mu...! " Teriak Wei Tang Li yang lebih dahulu menangkap tali tambang yang di lemparkan oleh Li Jia Han dari seberang sungai kepada mereka.

Tepp!

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

atau dia sudah bucin kah?

2022-12-07

1

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

hahaha...kalau jauh lebih baik tak apalah ya.

2022-12-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!