"Wah,aku baru pertama kali mendengar nama orang-orang di dunia persilatan daratan besar yang masih terdengar asing bagiku. " Kata Yuan Shiang dengan apa adanya sampai Lau Kim Cheng, Wei Tang Li dan Wei Ying Ling melongo mendengar ucapannya itu.
"Eh, apakah kamu orang baru di dunia persilatan daratan besar sehingga kamu tak pernah dengar mereka? " Tanya Wei Tang Li menatap heran kepada Yuan Shiang.
"Iya, Aku belum lama ini turun gunung. " Jawab Yuan Shiang dengan pintar menemukan alasan mengapa ia tak pernah tahu nama orang-orang di dunia persilatan daratan besar.
"Aneh tapi kau seperti orang dunia persilatan daratan besar yang memiliki kemampuan untuk melindungi dirimu sendiri dan orang-orang yang berada di sekitar mu. " Kata Wei Ying Ling yang menggeleng kepala di depan Yuan Shiang.
"Ya, maklum saja aku masih hijau di dunia baru ku. " Kata Yuan Shiang yang berjalan masuk ke arah kamarnya untuk istirahat karena Yuan Shiang sudah mengantuk.
"Saudara Wei, apakah kamu sudah mendapatkan peta untuk perjalanan menuju ke kota Chou? " Tanya Li Jia Han dengan nada santai sambil makan buah apel hijau kepada Wei Tang Li yang telah duduk di batu besar di taman nasional di kediaman kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas.
"Belum, soalnya aku belum berjumpa dengan Adik Gou Chin sepupu ku yang memiliki ingatan tajam mengenai setiap wilayah di tanah air kita." Kata Wei Tang Li menghela napas dalam-dalam lalu berjalan ke arah deretan kamar di rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas.
"Emm, sepupunya agak sedikit tak beres otaknya akibat di paksa untuk membuat peta dunia persilatan olehnya. " Kata Huang Jing Yu yang menggeleng kepala untuk menyatakan bahwa ia merasa kasihan kepada sepupu Wei Tang Li yang bernama Gou Chin.
"Hmm, yasudah, mari kita bersiap -siap untuk kita meneruskan perjalanan kita ke kota Chou setelah mentari pagi terbit di langit timur. " Kata Li Jia Han bersandar pada batang pohon lalu Li Jia Han tertidur pulas dengan cepat sekali.
Yuan Shiang merapikan pakaiannya lalu meraih buntalan perbekalan perjalanannya yang di taruh di bahunya dan meninggalkan kamar dengan diam- diam tanpa pamit kepada setiap orang di rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan ruas.
Brrrr!
"Adik Shiang, kau mau pergi kemana tanpa pamit kepada ku? " Tanya Li Jia Han yang telah berdiri di depan Yuan Shiang di pintu masuk ke rumah kepala daerah kota kecil bambu sembilan.
"Kak Han, Aku mau pergi ke kota Wu untuk aku bisa menjemput pulang adik Yuan Pi dari kuil awan putih untuk pulang ke rumah kami di ibukota Kekaisaran Yuan. " Jawab Yuan Shiang yang tak mau merepotkan Li Jia Han.
"Adik Shiang, kau adalah tunangan ku yang wajib aku lindungi dengan nyawaku, karena itu aku ingin membantu mu untuk membawa pulang adik mu itu, dan aku juga tidak bisa membiarkan kamu menempuh perjalanan jauh dan berbahaya seorang diri di dunia persilatan yang penuh akan bahayanya. " Kata Li Jia Han meraih jemari Yuan Shiang dengan lembut seraya menatap lembut gadis remaja yang amat cantik jelita dan manis sekali di depannya itu.
"Tapi, Kak Han urusanmu sangat banyak dan juga penting bagimu dan dunia persilatan mu. Aku tak ingin menambah bebanmu dengan masalah yang aku hadapi saat ini meskipun aku tahu bahwa aku sebagai tunangan mu harus mendengarkan mu. " Kata Yuan Shiang halus memberikan penjelasan mengenai dirinya ingin pergi diam-diam tanpa pamit kepada Li Jia Han.
"Tidak, Adik Shiang. Aku sama sekali tidak ada perasaan terbebani dengan membantu mu dalam mengatasi masalah mu karena masalah mu adalah masalah ku juga. Ayolah, kau jangan merasa bahwa kamu merepotkan diriku yang menjadi tunangan mu yaitu calon suamimu sendiri. " Kata Li Jia Han menatap tulus kepada Yuan Shiang yang membalas tatapan matanya dengan lembut.
"Ah, Kak Han, tolong kamu jangan memanjakan diriku seperti ini karena kamu bisa membuat aku menjadi seorang gadis yang tak pernah bisa mandiri untuk aku bisa menjadi seorang gadis kuat yang dapat melindungi negeri ini di masa depan. "Kata Yuan Shiang halus namun tegas kepada Li Jia Han yang terkejut dengan tatapan mata Yuan Shiang yang sangat tajam.
"Aku bukan ingin memanjakan mu, Adik Shiang. Aku hanya ingin melindungi mu saja karena kau adalah penguasa di negeri ini yang wajib untuk Aku lindungi dengan nyawa ku taruhannya sebagai seorang rakyat yang mencintai dan juga peduli terhadap Maharani nya. "Kata Li Jia Han mencari akal untuk Yuan Shiang mendengarkan setiap perkataannya sebagai laki-laki yang harus lebih tinggi derajatnya daripada seorang wanita meskipun wanita itu adalah seorang penguasa di negeri Yuan.
Yuan Shiang tersenyum kecil melihat keresahan di sepasang mata Li Jia Han karena gadis itu mengerti tunangannya mencemaskan dirinya. Ia pun tahu harus bersikap seperti apa untuk hadapi Li Jia Han yang memiliki watak dan sifat yang keras kepala sekali.
" Kak Han, baiklah. Aku akan mendengarkanmu tapi dengan satu syarat yang harus kamu penuhi untuk ku. "Kata Yuan Shiang menatap Li Jia Han yang membalas tatapannya dengan mencium bibirnya dengan lembut sekali.
" Apa pun syarat yang kamu ajukan untukku? Aku pasti akan berusaha untuk memenuhinya dengan sangat baik sekali. "Kata Li Jia Han yang tangannya yang lain telah merangkul pinggang kecil Yuan Shiang dan tangan lainnya merengkuh wajah cantik jelita dan manis sekali Yuan Shiang seraya menciumnya berulang-ulang.
"Pangkas rambut mu seperti seorang Biksu suci untuk di sepanjang perjalanan kita tak akan pernah ada seorang wanita yang menggoda mu agar Aku bisa tenang mendengarkan perkataan mu untuk ku. " Jawab Yuan Shiang menggigit bibir Li Jia Han hingga berdarah.
"Aduh.Hei, jika Aku berpenampilan seperti biksu suci di sepanjang perjalanan kita di seluruh dunia persilatan?! Maka, aku tak pernah bisa mencium mu seperti yang Aku lakukan saat ini kepada mu. " Kata Li Jia Han melompat mundur dari Yuan Shiang yang tersenyum manis namun tidak bisa di bantah olehnya.
"Ya, sudah jika kamu tak mau memenuhi syarat ku yang hanya satu syarat saja, maka akupun tidak mau mendengarkan mu. " Kata Yuan Shiang yang berjalan melewati Li Jia Han dari sisi kanan Li Jia Han.
"Hei, tunggu.. Baiklah.. Aku penuhi syarat mu. " Kata Li Jia Han yang telah cepat menggenggam pergelangan tangan Yuan Shiang lalu menarik gadis itu kembali ke pelukannya.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Radiah Ayarin
Sangat pengertian dan yang satu lagi sangat bertanggung jawab
2022-12-03
2