Awal Untuk Yuan Shiang.

Pintu ruang musik terbuka untuk Yu Qian yang telah dapat izin dari Maharani Yuan Shiang untuk ia bisa bermain musik guqin untuk menghibur diri Sang Maharani.

Petikan yang indah mengalun merdu terdengar begitu menghanyutkan kalbu yang sedingin dan sekosong yang di miliki oleh Yuan Shiang yang telah alami patah hati karena cinta pertamanya yang jatuh pada Yu Xian teman satu sekolahnya di lembaga tinggi pendidikan Kekaisaran Yuan telah bertunangan secara resmi dengan adik tiri Yuan Shiang yang bernama Yuan Chen.

Kehadiran Yu Qian telah mengikis batu es di hati Yuan Shiang yang sebenarnya sudah bertekad kuat untuk dirinya tidak lagi jatuh cinta dengan pria manapun jua dan hidupnya hanyalah untuk rakyatnya saja.

" Yang Mulia, kenapa anda diam saja sejak awal hamba datang ke ruang musik dan bermain musik alat musik guqin untuk anda? " Tanya Yu Qian ramah di telinga Yuan Shiang.

" Aku mendengarkan musik mu untukku resapi baik-baik agar Aku bisa promosikan mu untuk kau bisa masuk ke bagian seniman istana Kekaisaran Yuan. " Jawab Yuan Shiang menatap lurus Yu Qian di hadapannya.

" Ouh, hamba sungguh mendapatkan suatu kehormatan istimewa apabila hamba benar -benar bisa masuk ke bagian seniman istana Kekaisaran Yuan untuk membantu Anda di setiap acara-acara istimewa di kenegaraan. " Kata Yu Qian melipat kedua tangan di atas meja alat musik guqin.

Yuan Shiang tersenyum kecil sebelum ia bicara lagi. " Aku sangat menyukai permainan musikmu yang tak kalah hebatnya dengan para seniman kelas atas di istana ku ini. "

Yu Qian pindah duduk dan mendekatkan dirinya kepada Yuan Shiang yang berdebar kencang saat Yu Qian merengkuh wajahnya dan mencium bibirnya dengan mesra sampai ia tak bisa menolak sentuhan lembut bibir Yu Qian pada mulutnya.

" Yang Mulia, hamba minta maaf apabila hamba berani untuk mencium anda tapi jujur hamba sangat mencintai anda sejak awal kita jumpa dan hamba tak pernah mengharapkan lebih dari anda karena hamba hanya ingin anda tahu kalau hamba akan selalu ada untuk anda. " Kata Yu Qian lembut.

" Yu Qian... "

" Yang Mulia anda masih terlalu muda untuk anda bisa pahami dunia ini namun hamba bisa bantu anda dengan hamba selalu bersama dengan anda bila anda memerlukan hamba. " Kata Yu Qian merayu Yuan Shiang dengan luarbiasa pintarnya.

Yuan Shiang merasakan kehangatan yang begitu hebat menjalar ke setiap relung hatinya saat Yu Qian bicara begitu manis untuknya dan di tambah lagi Yu Qian mencium kembali bibirnya.

" Yu Qian, apakah kamu benar-benar mencintai aku setulus hatimu? " Tanya Yuan Shiang yang mulai terlena dengan rayuan maut Yu Qian.

"Iya, Yang Mulia. " Jawab Yu Qian yang telah memainkan rongga mulut Yuan Shiang dengan hebatnya.

Namun di saat Yu Qian melancarkan niatnya untuk merusak Yuan Shiang tiba-tiba seekor ular kecil merayap di antara mereka berdua dan membuat Yuan Shiang melompat ke atas meja Guqin.

" Kurang ajar ular kecil siapakah ini yang sudah menggagalkan niatku?! " Batin Yu Qian kesal dan Ia menginjak mati ular kecil itu.

Yuan Shiang merapikan dirinya dan tersenyum menatap tajam sekali Yu Qian yang kaget sekali di tatap setajam pedang pusaka oleh Yuan Shiang di atas meja Guqin.

" Yang Mulia..?"

" Yu Qian kau tak bisa sembarangan menyentuh aku karena ayahku sudah memberikan ku amanat agar aku tak semudah itu jatuh cinta dan tunduk kepada pria yang ingin menguasauku dan menguasai negeri Yuan ku. " Jawab Yuan Shiang yang menjentikkan senar Guqin hingga lepas dan Ia lontarkan ke arah Yu Qian yang harus sigap bila ia ingin hidup dengan cara menangkis serangan senar Guqin ke arah dirinya oleh Yuan Shiang.

Wuttt, cring, crang!

Yuan Shiang tak berhenti di situ saja karena gadis ini sudah menendang lutut Yu Qian hingga remuk dengan ilmu tendangan harimau sakti ciptaan Sang ayah tercinta Yuan Lin.

Duk, kruk!

" Yang Mulia... Tolong jangan berpikiran negatif pada hamba karena hamba tulus mencinta anda " Kata Yu Qian yang tak pernah menyangka kalau putri Yuan Lin ini sangat sakti dan cerdas luar biasa.

" Aku mana mungkin berpikiran positif terhadap pria begitu manis seperti mu, Yu Qian. " Kata Yuan Shiang yang melemparkan senar Guqin ke arah leher Yu Qian hingga putus.

Werrr, crack!

Sejumlah pengawal datang untuk membawa jasad Yu Qian keluar dari ruang musik pribadi Maharani Yuan Shiang. Usai melakukan hal itu Yuan Shiang meninggalkan ruang musik untuk menemui seseorang yang telah diam -diam menolongnya dengan melempar ular kecil tepat waktu dan menyadarkannya akan licik dan kejinya Yu Qian terhadapnya bila ia sampai jatuh ke dalam pelukan pria usia tiga puluh lima tahun itu.

Yuan Shiang menemukan seorang pemuda usia dua puluh tahun berbaring santai di atas pohon bunga persik di taman bunga depan ruangan pribadinya dan Ia tersenyum mengenali pemuda yang sudah ia lihat di pintu belakang istana Kekaisaran Yuan saat is mengadakan rapat atau perjamuan dengan para tokoh masyarakat yang ingin melihat keagungannya.

" Bukankah kamu pemuda malas yang tinggal di toko cinderamata di kawasan utara Ibukota Kekaisaran Yuan? " Tanya Yuan Shiang yang tersenyum ramah dan manis sekali kepada pemuda itu.

" Wah, Ashiang kau sungguh bermata tajam sekali bisa tahu dan mengingat tentang ku Li Jia Hanya pemuda yang ingin bertemu denganmu secara langsung sesuai amanat ayahmu, Paman Lin Erlang yang ting9 di pegunungan Ermei. " Jawab Li Jia Han di atas pohon bunga persik.

" Eh, kau tak sopan sekali kepadaku memanggil aku dengan panggilan Ashiang bukan Yang Mulia Maharani? " Tanya Yuan Shiang dengan menggigit bibirnya sembari menudingkan jari telunjuknya ke arah pohon bunga persik dengan tepat ke arah Li Jia Han.

" Oh, Aku di minta ayahmu untuk memanggilmu dengan nama kecil mu Ashiang agar dirimu ingat kalau dirimu tak sendirian menangani negara sebesar Kekaisaran Yuan karena ada aku dan keluargamu yang akan membantumu dari luar istana Kekaisaran Yuan. " Jawab Li Jia Han yang turun dari pohon bunga persik dan memberikan surat rahasia Yuan Lin untuk Yuan Shiang.

Yuan Shiang mengambil, membuka dan juga membaca surat dari Yuan Lin ayahnya yang tercinta nya dengan airmata rindu dan juga bimbingan ayahnya terhadapnya dengan ayahnya mengirim Li Jia Han untuk membantu dirinya.

"Ashiang putri ayah tersayang dengarlah ayah kirim Li Jia Han putra dari sahabat terdekat ayah yang berasal dari pegunungan Li untuk bantu kamu di sisi mu sebagai tunangan yang ayah pilihkan untukmu, anakku. Dan, satu lagi ayah yang telah memerintahkan Li Jia Han untuk dia bisa menemukan pil mata emas pusaka dunia persilatan yang hilang dan harus ditemukannya untuk perdamaian negeri Tuan, tertanda Yuan Lin ayah tersayangmu untuk Ashiang. " Tulis Yuan Lin di suratnya untuk Yuan Shiang melalui Li Jia Han.

Bersambung..!

Terpopuler

Comments

🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸

🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸

untunglah ada Li Jia yang menggagalkan rencana Yu Qian

2022-12-10

3

TK

TK

🌹👏👏

2022-12-08

1

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

taburan like plus ❤️ fav

2022-12-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!