Yuan Shiang membiarkan seluruh dayangnya merapikan dirinya sebelum dirinya melakukan aktivitasnya sebagai seorang Maharani di depan para pejabat pemerintahan Kekaisaran Yuan. Ia Masih teringat tentang mimpinya semalam yang membuat hatinya pilu memikirkan perasaan hati nya yang kacau balau.
"Aku harus bisa melupakan Yu Xian untuk aku bisa membahagiakan Yuan Chen yang menjadi tanggungjawab ku sebagai kakaknya. Ah, lagipula aku juga sudah memiliki tunangan yang di pilih oleh Ayah untuk ku. " Batin Yuan Shiang.
Pintu jendela kamarnya terbuka untuk cahaya matahari bisa masuk ke dalam kamarnya dan Ia dikejutkan oleh kedatangan Li Jia Han tunangan nya.
" Selamat pagi untuk mu, Yang Mulia. " Sapa Li Jia Han dengan senyuman yang memikat hati Yuan Shiang.
Yuan Shiang menyuruh para dayangnya keluar dari kamarnya dengan isyarat tangannya untuk Ia bisa memberikan waktu untuk tunangannya bisa menghabiskan sisa waktu paginya bersama dengannya di kamarnya.
" Selamat pagi juga untukmu, Kak Han." Sapa balik Yuan Shiang yang membiarkan tangannya di raih oleh jemari hangat Li Jia Han.
" Aku punya sesuatu untuk mu." Kata Li Jia Han dengan senyuman misterius nya kepada Yuan Shiang yang mengangkat alis untuk bertanya kepada pemuda ini.
" Yaa? "
" Tutup mata mu dahulu baru aku akan berikan hadiah untukmu. " Kata Li Jia Han dengan sinar matanya yang membius kalbu Yuan Shiang.
" Baiklah, Kak Han. "Jawab Yuan Shiang dengan senyuman manisnya kepada Li Jia Han.
Li Jia Han mengalungkan sebuah kalung giok ke leher Yuan Shiang lalu mencium bibir gadis ini dengan lembut sekali sampai Yuan Shiang terlena dengan kelembutannya.
" Akhhh, Kak Han. Kau sepagi ini sudah berani untuk mencium bibir ku. " Kata Yuan Shiang yang merona kepada Li Jia Han.
" Karena aku harus pergi beberapa hari keluar dari Ibukota untuk urusan penting yang tidak bisa aku abaikan." Kata Li Jia Han yang telah mengecup leher Yuan Shiang hingga gadis ini mengeluarkan suara halusnya.
"Aaahh, Kak Han. Aku pasti akan merindukanmu di sini. " Kata Yuan Shiang yang bersandar di pelukan Li Jia Han.
" Karena itu aku datang untuk memberikanmu tanda cinta ku berupa kalung giok pemberian Ibuku untuk mu sebagai calon istriku. " Kata Li Jia Han yang kembali menciumnya.
" Wah, terimakasih untuk kalung giok pemberian ibumu untuk aku. Aku pasti akan selalu memakai kalung giok ini sebagai tanda cinta mu untukku seorang Yuan Shiang. " Kata Yuan Shiang yang tersenyum manis menyentuh kalung giok yang melingkari lehernya.
" Iya, Shiang Er. Kau tunggulah aku kembali ke rumahmu dengan sabar. "Kata Li Jia Han halus kepada Yuan Shiang sebelum meninggalkan istana Yuan.
Yuan Shiang melanjutkan kegiatannya sebagai Seorang Maharani di balairung utama Istana Yuan di hadapan para pejabatnya yang di pimpin oleh Perdana Menteri Wan Geng.
" Yang Mulia, kapan rencananya anda menikah dengan Tuan Muda Li Jia Han agar nama baik anda tidak tercemar dengan ia selalu datangi anda di kamar pribadi anda? " Tanya Perdana Menteri Wan Geng mewakili pejabat lain setelah rapat.
"Tahun depan setelah aku cukup umur untuk aku bisa menikah. "Jawab Yuan Shiang tegas.
" Yang Mulia, apakah tak ada pemuda lain yang lebih baik daripada Tuan Muda Li untuk menjadi pasangan anda di Istana Yuan? " Tanya Perdana Menteri Wan Geng yang menginginkan Yuan Shiang memilih untuk menikah dengan putranya yaitu Pangeran muda Wan Hao Chen.
" Aku tidak bisa untuk memilih pria lain lagi, Tuan Besar Wan. Ayahku yang memutuskan untuk memilih Li Jia Han sebagai calon suamiku. " Kata Yuan Shiang yang tahu siasat Perdana Menteri Wan Geng.
"Tapi, Yang Mulia sebagai seorang Maharani di Kekaisaran Yuan, anda tidak bisa sembarangan untuk memilih pasangan anda tanpa persetujuan dari kami para pejabat Anda untuk kepentingan rakyat Anda. " Kata penasehat hukum dan HAM Kekaisaran Yuan kepada Yuan Shiang.
"Kalian para pejabat tidak ada yang berhak untuk mengatur kehidupan ku karena ayahku yang paling berhak untuk mengatur kehidupan ku. " Kata Yuan Shiang yang memukul meja kerjanya dengan keras.
Lalu, Yuan Shiang meninggalkan para pejabat di balairung utama Istana Yuan untuk menemui Yuan Chen adik tirinya yang menunggu jawaban dari keputusannya dalam mewujudkan keinginan hati adiknya itu.
" Adik Chen.. "
" Kakak, apa keputusan mu untuk aku dan Yu Xian? " Tanya Yuan Chen menyambut Yuan Shiang dengan sikap manja.
" Aku sudah memutuskan untuk bulan depan kamu dan Yu Xian menikah setelah aku meminta keluarga Yu untuk membangun istana untuk mu tinggal setelah kamu menikah dengan putra mereka. " Jawab Yuan Shiang senyum sayang kepada Adiknya.
" Ya, Kak. Aku menyerahkan segala keputusan kepada mu saja yang terbaik untukku. " Kata Yuan Chen mematuhinya.
" Kakak.. Aku mempunyai alat musik kecapi baru yang terbuat dari tulang harimau pilihan yang di kirimkan oleh temanku di kota Lei. " Kata Yuan Chi adik tirinya yang lain yang mengajaknya untuk duduk di bangku batu di paviliun musim panas.
"Wah, siapakah temanmu itu, Yuan Chi? Ingat kau tak boleh sembarangan berteman di luar rumah tanpa izin dariku karena kamu seorang putri, adik dari Maharani Yuan Shiang. " Kata Yuan Shiang menasehati adik tirinya yang kedua.
" Kakak, aku memiliki kabar dari Yuan Pi di kuil kota Xu untuk kamu. " Kata Yuan Ching adik tirinya yang ketiga yang paling kecil dan manis.
" Kabar apa yang kamu dapatkan dari Yuan Pi? " Tanya Yuan Shiang tak sabar untuk mengetahui kabar dari adik tirinya yang keempat dari Yuan Ching.
" Dia memutuskan untuk menjadi biksuni di kuil itu. " Jawab Yuan Ching.
" Apa? Dia hanya boleh mengunjungi kuil Awan putih bukan untuk menjadi seorang biksuni di sana? " Tanya Yuan Shiang kaget sekali.
"Iya, Kak. Kita harus bisa mencegahnya agar kita tidak mendapat masalah dengan Keluarga dari Kekaisaran Wu yang sudah melamar Yuan Pi untuk pangeran kelima dari Kaisar Wu. " Kata Yuan Chen dengan cemas.
" Aku akan pergi ke kuil awan putih untuk jemput Yuan Pi pulang dari sana secepatnya. " Kata Yuan Shiang dengan tegas.
" Iya, Kak. Batas waktu yang telah di berikan oleh Kaisar Wu adalah tiga bulan untuk mereka bisa menjemput Yuan Pi dari Istana Yuan kita sesuai perjanjian antara Kekaisaran Yuan dengan Kekaisaran Wu pada tahun lalu. " Kata Yuan Ching yang menjadi wakilnya di balairung utama Istana Yuan.
" Hmm, kalau begitu aku tak bisa mengulurkan waktu ku untuk melakukan perjalanan ke kuil awan putih untuk menjemput Yuan Pi dari sana." Kata Yuan Shiang dengan segera memutuskan yang tepat untuk menyelesaikan masalah adik tirinya itu.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
yuk berjemur biar sehat 😀
2022-12-03
1
Radiah Ayarin
Mencuri kesempatan dalam kelengahan ya kk han
2022-12-02
1
Radiah Ayarin
senyumannya saja sudah bisa memikat hati, pasti tuh manis banget wajahnya
2022-12-02
2