Bab 15. Perjanjian dengan Vlad

Diego menatap sang ibu yang kini sedang memandang ke luar jendela kamarnya sambil bergumam. Kondisi Martha semakin bertambah parah. Ingatannya mundur dan berhenti di masa Diego masih berusia sepuluh tahun.

Sepanjang hari Martha selalu menanyakan keberadaan ibu Luna yang sudah meninggal sejak lama. Diego terpaksa berbohong kalau sang kakak belum pulang dari kota. Jika Diego mengungkapkan fakta bahwa sang kakak telah meninggal, Martha akan pingsan karena sudah tidak dapat mengendalikan emosi.

Melihat kondisi Martha yang semakin memburuk, membuat Diego nekat membawanya ke kota. Tanpa berbekal banyak uang, lelaki tampan itu nekat memeriksakan sang ibu.

Siang itu, Diego sedang berada di sebuah rumah sakit terbesar di Kota Flor. Dia tengah mengantre untuk mendaftarkan sang ibu. Setelah menunggu beberapa menit, kini giliran Diego yang maju ke bagian pendaftaran.

"Baik, boleh minta data diri pasien, Pak?" tanya petugas pendaftaran.

Diego langsung menyodorkan kartu tanda pengenal sang ibu kepada perempuan itu. Sang petugas pun langsung memasukkan data diri Martha ke dalam komputer.

"Nona, apakah di sini bisa dibayar dengan mencicil tagihan?" tanya Diego sambil menunggu proses pendaftaran selesai.

"Maaf, tidak bisa, Pak. Setiap yang datang ke sini juga harus mempunyai asuransi kesehatan. Jadi, berapa nomor polis asuransi ibu Anda?" tanya perempuan itu ramah.

"Kami dari pedesaan di Hutan La Eterno, tidak memiliki hal semacam itu. Jaringan telepon dan listrik saja baru masuk ke sana lima tahun terakhir."

"Maaf, Pak. Kalau begitu, Anda tidak bisa berobat di sini. Selanjutnya!" Perawat itu mengembalikan kartu identitas Martha dan memanggil pasien berikutnya.

"Tolong saya, Bu. Sekali ini saja. Saya mohon." Diego menangkupkan kedua telapak tangan, berharap mendapatkan belas kasihan dari sang petugas.

"Maaf, Pak. Tidak bisa, silakan keluar. Selanjutnya!" Wajah petugas itu berubah ketus, karena terganggu dengan desakan Diego.

Kini Diego mulai menarik lengan perempuan itu, hingga timbul kekacauan. Petugas pendaftaran itu mulai berteriak memanggil petugas keamanan. Tak lama kemudian, dua orang pria bertubuh tegap pun menghampiri Diego.

"Tolong bawa Bapak ini dan ibunya keluar! Dia menghambat proses pendaftaran!" perintah petugas itu.

"Ayo, Pak! Ikut kami!" Salah seorang petugas menggelandang Diego, dan satu lagi menuntun Martha keluar dari barisan antrean.

Diego terus berontak. Dia terus berteriak dan mengeluarkan umpatan. Keributan ini akhirnya dilihat oleh salah seorang dokter yang ada di sana. Dia adalah Vlad. Dokter bedah tersohor di Kota Flor.

Selain terkenal sebagai dokter berdarah dingin, Vlad merupakan pemilik Rumah Sakit besar yang kini didatangi oleh Diego. Dia merupakan salah seorang bangsawan Flor yang sangat dihormati. Vlad terkenal dermawan, dan suka membantu warga yang membutuhkan.

"Ada apa ini?" Suara Vlad sontak membuat semuanya terdiam.

Vlad mulai melangkah mendekati Diego yang kini sedang dicekal oleh petugas keamanan. Dia mengerutkan dahi ketika melihat lelaki itu. Tatapannya beralih pada petugas yang kini memegang lengan Diego.

"Siang, Pak. Lelaki ini telah membuat keributan! Dia ingin berobat, tetapi tidak mau membayar!" tuduh sang petugas.

"Hei! Bicara apa kamu, Brengsek! Aku bukannya tidak mau membayar! Tapi aku ingin mencicil biaya pengobatan ibuku, karena tidak memiliki polis asuransi!" teriak Diego karena tidak terima dengan ucapan sang petugas keamanan.

"Polis asuransi itu wajib di negara ini! Jadi, jika kamu tidak memilikinya, maka kamu akan ditolak semua rumah sakit yang ada di negeri ini!"

"Sudah, lepaskan dia!" perintah Vlad kepada petugas keamanan.

Petugas itu pun melepaskan cengkeraman tangannya dari lengan Diego. Diego langsung merapikan pakaian yang melekat di tubuhnya karena aksi berontaknya tadi.

"Pak, mari ikut ke ruangan saya!" Vlad meminta Diego untuk ikut ke ruangan dokter tersebut.

Setelah sampai di ruangan Vlad, dokter itu menanyakan permasalahan yang dialami oleh Diego. Diego pun menceritakan semua yang sedang dia alami. Vlad mendengarkan semua yang diucapkan Diego dengan saksama. Setelah lelaki itu selesai bercerita, Vlad menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan.

"Jadi, kamu ingin mengobati ibumu, tapi tidak memiliki biaya?" tanya Vlad.

"Iya, Dok." Diego tertunduk lesu dengan jemari yang saling bertautan.

"Baiklah, aku akan membantumu!" ujar Vlad.

Sontak Diego mendongak, menatap sang dokter. Matanya berbinar karena merasa akan mendapatkan jalan untuk kesembuhan sang ibu. Diego tersenyum lebar menyambut niat baik Vlad.

"Tapi, dengan satu syarat." Vlad mengacungkan telunjuk di depan wajah Diego.

"Apa itu, Dok?" tanya Diego dengan dahi yang mengerut.

"Aku ingin kamu menyiapkan seorang gadis untuk dinikahkan dengan putraku. Apa kamu memiliki putri yang masih perawan?"

Diego kembali tertunduk lesu. Dia tidak pernah menikah selama ini, jadi tidak memiliki anak. Lelaki itu menggeleng pelan. Namun, sedetik kemudian bayangan Luna terlintas di pikiran lelaki tersebut.

"Tapi, saya memiliki keponakan yang masih gadis, Dok! Dia masih kuliah di Universitas Flor."

"Baiklah, bisa bawa dia kepadaku secepatnya? Aku ingin melihat langsung, dan memperkenalkannya kepada Draco, putraku."

"Saya akan mengusahakannya!" ujar Diego penuh keyakinan.

Vlad tersenyum lebar. Tak lama kemudian, dia membuka laci meja kerja, dan mengeluarkan secarik kertas dari sana. Dokter berwajah pucat itu pun menyodorkan kertas yang ternyata berisi surat perjanjian itu.

"Bacalah, dan bubuhkan tanda tangan di sini menggunakan tetesan darahmu." Vlad menunjuk sebuah kolom yang haris ditandatangani oleh Diego.

Diego pun membaca surat itu dengan teliti. Dia tidak mau karena pengobatan sang ibu, justru harus membawa Luna dalam bahaya. Setelah selesai membaca isi perjanjian dan dilihat semua poinnya aman dan tidak merugikan, Diego langsung mengangguk mantap.

"Baik, Dok. Saya setuju! Tapi tolong beri saya waktu untuk meyakinkan keponakan saya."

"Baiklah, aku akan memberimu waktu untuk membawa keponakanmu itu ke rumahku. Kemarikan tanganmu!"

Diego langsung mengulurkan tangan. Vlad menusukkan jarum pada jari Diego, hingga kini keluar darah dari ujung telunjuknya. Vlad pun mengarahkan jari tersebut ke atas kertas dan menempelkannya di atas kertas tersebut.

"Kamu bisa pergi, aku akan langsung meminta pihak rumah sakit untuk merawat ibumu."

"Baik, Dok. Terima kasih bantuannya." Diego sedikit lebih lega sekarang. Paling tidak, sang ibu bisa segera mendapat perawatan.

Tugasnya sekarang adalah meyakinkan Luna untuk mau menikah dengan putra dari Draco. Dia memikirkan hal itu sepanjang perjalanan menuju asrama Luna. Setelah sampai di asrama sang keponakan, Diego langsung menelepon gadis tersebut.

"Bisa temui aku di bawah?" pinta Diego melalui sambungan telepon.

"Tunggu sebentar, Paman."

Tak lama kemudian, terlihat Luna yang keluar dari pintu asrama. Dia berlari ke arah Diego dengan wajah heran.

"Ada apa, Paman? Tumben sekali ke sini tanpa kabar sebelumnya."

"Nenekmu, semakin parah. Memorinya berhenti di masa saat aku berusia sepuluh tahun."

"Maaf, Paman. Aku belum bisa membantu nenek untuk berobat." Luna tertunduk lesu, menatap ujung sepatunya yang usang.

"Aku bertemu dengan orang baik hari ini. Dia bersedia untuk membiayai pengobatan ibu."

"Benarkah?" Luna langsung menatap sang paman dengan tatapan berbinar.

"Tapi ...."

Episodes
1 Bab 1. Dire Wolf Seputih Salju
2 Bab 2. Berburu bersama Valko
3 Bab 3. Bulan Purnama
4 Bab 4. Valko The Dire Wolf
5 Bab 5. Perburuan Cinta
6 Bab 6. Pertemuan Keluarga
7 Bab 7. Andrea Si Kakak Tingkat
8 Bab 8. Penculikan (1)
9 Bab 9. Penculikan (2)
10 Bab 10. Wabah
11 Bab 11. Backstreet
12 Bab 12. Mengambil Cuti
13 Bab 13. Ijin
14 Bab 14. Adu Domba
15 Bab 15. Perjanjian dengan Vlad
16 Bab 16. Penipuan
17 Bab 17. Kecemburuan Valko
18 Bab 18. Vlad Sebenarnya
19 Bab 19. Langkah Pertama Draco
20 Visual
21 Bab 20. Pertunangan
22 Bab 21 . Negosiasi Antar Ras
23 Bab 22. Duka Luna
24 Bab 23. Canis Guildayi
25 Bab 24. Azura Kembali Datang
26 Bab 25. Padang Bunga Baby Blue Eyes
27 Bab 26. Bukit Arcoíris
28 Bab 27. Paman Catz dan Smilodon
29 Bab 28. Permainan Paman Catz
30 Bab 29. Sebuah Sketsa
31 Bab 30. Melanjutkan Permainan
32 Bab 31. Akhir Ujian Berujung Duka
33 Bab 32. Ijin untuk Melintas
34 Bab 33. Daphne or Karina
35 Bab 34. Memulai Ritual
36 Bab 35. Jiwanya Telah Kembali
37 Bab 36. Petunjuk
38 Bab 37. Pulang Ke Tempat Asal
39 Bab 38. Pendant of Arthemis
40 Bab 39. Mencari Kalung Arthemis
41 Bab 40. Pencarian Selanjutnya
42 Bab 41. Kembalinya Pendant of Arthemis
43 Bab 42. Mencari Aroma Terapi
44 Bab 43. Suku Nuevo
45 Bab 44. Catz yang Keji Kembali
46 Bab 45. Mimpi Penutup
47 Bab 46. Ingin Melakukan Hal Menyenangkan
48 Bab 47. Berkemah Bersama
49 Bab 48. Tangisan Tengah Malam
50 Bab 49. Mana yang Asli?
51 Bab 50. Terbongkar
52 Bab 51. Melanjutkan Tugas
53 Bab 52. Melukis Diri Sendiri
54 Bab 53. Lukisan Terakhir
55 Bab 54. Pasca Ritual
56 Bab 55. Kehidupan Kedua
57 Kepingan Hati di Langit Qatar
58 Rahasia Kehamilan Violetta
59 Revenge of The Ugly Lily
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bab 1. Dire Wolf Seputih Salju
2
Bab 2. Berburu bersama Valko
3
Bab 3. Bulan Purnama
4
Bab 4. Valko The Dire Wolf
5
Bab 5. Perburuan Cinta
6
Bab 6. Pertemuan Keluarga
7
Bab 7. Andrea Si Kakak Tingkat
8
Bab 8. Penculikan (1)
9
Bab 9. Penculikan (2)
10
Bab 10. Wabah
11
Bab 11. Backstreet
12
Bab 12. Mengambil Cuti
13
Bab 13. Ijin
14
Bab 14. Adu Domba
15
Bab 15. Perjanjian dengan Vlad
16
Bab 16. Penipuan
17
Bab 17. Kecemburuan Valko
18
Bab 18. Vlad Sebenarnya
19
Bab 19. Langkah Pertama Draco
20
Visual
21
Bab 20. Pertunangan
22
Bab 21 . Negosiasi Antar Ras
23
Bab 22. Duka Luna
24
Bab 23. Canis Guildayi
25
Bab 24. Azura Kembali Datang
26
Bab 25. Padang Bunga Baby Blue Eyes
27
Bab 26. Bukit Arcoíris
28
Bab 27. Paman Catz dan Smilodon
29
Bab 28. Permainan Paman Catz
30
Bab 29. Sebuah Sketsa
31
Bab 30. Melanjutkan Permainan
32
Bab 31. Akhir Ujian Berujung Duka
33
Bab 32. Ijin untuk Melintas
34
Bab 33. Daphne or Karina
35
Bab 34. Memulai Ritual
36
Bab 35. Jiwanya Telah Kembali
37
Bab 36. Petunjuk
38
Bab 37. Pulang Ke Tempat Asal
39
Bab 38. Pendant of Arthemis
40
Bab 39. Mencari Kalung Arthemis
41
Bab 40. Pencarian Selanjutnya
42
Bab 41. Kembalinya Pendant of Arthemis
43
Bab 42. Mencari Aroma Terapi
44
Bab 43. Suku Nuevo
45
Bab 44. Catz yang Keji Kembali
46
Bab 45. Mimpi Penutup
47
Bab 46. Ingin Melakukan Hal Menyenangkan
48
Bab 47. Berkemah Bersama
49
Bab 48. Tangisan Tengah Malam
50
Bab 49. Mana yang Asli?
51
Bab 50. Terbongkar
52
Bab 51. Melanjutkan Tugas
53
Bab 52. Melukis Diri Sendiri
54
Bab 53. Lukisan Terakhir
55
Bab 54. Pasca Ritual
56
Bab 55. Kehidupan Kedua
57
Kepingan Hati di Langit Qatar
58
Rahasia Kehamilan Violetta
59
Revenge of The Ugly Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!