Tubuh Luna bergetar hebat. Dia tidak menyangka bahwa Valko ternyata adalah sosok Dire Wolf yang pernah dia temui. Luna tersungkur di atas tanah sembari menatap sosok Valko yang kini menjelma menjadi serigala raksasa.
Valko mulai melolong. Sinar bulan purnama membuat bulu putih yang menyelimuti tubuh serigala raksasa itu berkilauan layaknya perak. Valko perlahan berjalan mendekat ke arah Luna.
Tatapan Valko terlihat begitu menyeramkan. Dia sulit mengendalikan diri ketika sudah berubah bentuk menjadi serigala. Entah mengapa Luna menjadi daya tarik yang sangat kuat baginya.
Sekuat apa pun Valko menolak untuk mendekat. Kaki besar dengan cakar runcing itu tidak mau berbalik arah. Kesadarannya timbul tenggelam.
"Pergilah!" geram Valko kepada Luna ketika kesadarannya kembali.
Sayangnya, di telinga Luna semua kalimat yang keluar dari bibir Valko hanya seperti geraman khas binatang liar. Dia tidak tahu apa maksud yang ingin di sampaikan Valko.
"Val-Valko, sadarlah! Ini aku, Luna!" teriak Luna seraya menepuk dadanya, berharap kesadaran Valko kembali.
Air mata Luna bercucuran membasahi pipi. Antara rasa takut dan sedih bercampur menjadi satu. Dia merasa sedih karena mendapati kenyataan bahwa lelaki di hadapannya ini merupakan sosok makhluk jadi-jadian yang sangat menyeramkan.
"Lari! Pergilah, Luna!" Kalimat ini terucap dari bibir Valko, tetapi justru terdengar lolongan panjang di telinga Luna.
Luna hanya bisa memejamkan mata, berharap teman barunya itu segera sadar, dan kembali ke wujud manusia. Di sisi lain, Valko akhirnya memilih untuk segera pergi ketika kesadarannya pulih seutuhnya.
Valko segera balik badan, dan membelah hutan pinus yang ada di belakangnya. Serigala raksasa itu pun berlari sekencang angin, meninggalkan Luna yang masih memejamkan mata sambil tergugu.
"A-apa ini mimpi? Valko ... kamu ternyata sosok legendaris Dire wolf itu? Ba-bagaimana bisa?" Banyak sekali pertanyaan yang berputar di kepala Luna.
Namun, dia tidak bisa melakukan apa pun. Luna akhirnya memutuskan untuk segera beranjak dari atas tanah. Dia mengumpulkan kembali buku sketsa serta alat tulis yang tadi dibawa dan memasukkannya ke dalam ransel. Gadis itu pun melangkah gontai, kembali ke rumah sang nenek.
Malam berikutnya, Luna menatap langit dengan kerlip bintang. Bulan masih terlihat bulat dan terang, tetapi tidak semerah kemarin. Bayangan Valko yang berubah menjadi serigala kembali terlintas di benaknya.
"Valko ...." Luna memanggil nama lelaki itu penuh keputuasaan.
Tanpa Luna sadari, dia mengembuskan napas kasar. Tak lama kemudian, sebuah ketukan di jendela membuat gadis itu melongok ke bawah. Di bawah sana sudah ada Valko yang menatapnya dengan tatapan nanar.
Luna pun segera menoleh ke arah pintu kamar. Gadis itu melangkah mendekati benda tersebut dan membukanya. Dia menoleh ke arah kamar sang paman. Lampu kamar lelaki paruh baya itu sudah dimatikan, artinya Diego sudah terlelap.
Luna segera kembali ke jendela, dan melongok ke arah Valko. Dia memberi isyarat kepada lelaki tersebut untuk naik ke kamarnya dengan tangga yang sengaja diletakkan di bawah jendela kamar.
"Apa kabar?" tanya Valko sembari tersenyum kecut ketika sudah berada di dalam kamar Luna.
"Masih sempat bertanya kabar padaku?" Luna melipat lengan seraya melemparkan tatapan tajam.
"Maaf, aku tidak begitu mengamati langit kemarin. Jadi, aku tidak tahu kalau kemarin malam bulan purnama. Aku hanya berpikir untuk bisa segera bertemu denganmu." Valko tertunduk lesu, menatap ujung sepatu boot-nya.
"Apa kamu ... Dire Wolf yang sama waktu itu?"
Valko mengangguk pelan hampir tak terlihat. Luna mengembuskan napas kasar. Dia menundukkan wajah, berusaha melihat muka Valko yang masih tertutup rambut panjangnya.
"Maaf, karena sudah membuatmu takut."
"Hey, lihatlah aku, Valko!" Luna merangkum wajah Valko dengan kedua telapak tangan.
Dua pasang mata indah mereka pun saling bertemu. Dada mereka sama-sama berdebar merasa gelenyar aneh yang masih berusaha ditepiskan. Luna tersenyum lembut, sehingga membuat hati Valko terasa sejuk.
"Aku memang takut melihat wujudmu sebagai Dire Wolf. Tapi ...." Ucapan Luna menggantung di udara.
Gadis itu sedikit ragu untuk melanjutkan ucapannya atau tidak. Luna akhirnya menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Dia melepaskan jemarinya dari wajah Valko, kemudian menunduk.
"Tapi, aku lebih takut jika tidak bisa melihatmu sama sekali, Valko."
Pupil mata Valko melebar. Dia sangat terkejut mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya saat ini. Sebuah senyum tipis terukir di bibir lelaki tampan tersebut.
"Bukankah kamu nantinya akan kembali ke kota? Jadi, pasti tidak akan bertemu denganku lagi, 'kan?"
"Ya, kamu benar." Luna tertunduk lesu.
Melihat gadis di hadapannya itu bersedih membuat hati Valko seakan diremas. Lelaki itu akhirnya melepas gelang yang melingkar pada lengannya, dan memberikan benda tersebut kepada Luna.
"Apa ini?" Luna mendongak, menatap manik mata Valko penuh tanya.
"Ini gelang ajaib. Jika kamu ingin bertemu denganku ketika berada di kota, panggil namaku tiga kali, lalu cium gelang ini!"
"Dan kamu akan datang dalam satu kedipan mata?" sahut Luna antusias.
Valko terkekeh melihat sikap polos Luna. Dia mengusap puncak kepala gadis itu. Kemudian berkata, "Tentu saja tidak! Rasa rindumu sontak akan terobati. Tapi, jika beruntung aku bisa mendatangimu dalam mimpi."
Luna tersenyum lebar mendengar penghiburan dari Valko. Dia akhirnya memasukkan gelang tersebut ke dalam saku celana. Tiba-tiba terlintas di pikiran Luna untuk mengetahui kenapa Valko bisa berubah wujud menjadi serigala.
"Valko, bolehkan aku bertanya sesuatu?"
"Apa?"
"Kenapa kamu bisa berubah wujud menjadi serigala?"
"Ah, ceritanya panjang. Tapi aku akan mempersingkatnya. Tapi, apa setelah ini kamu masih mau berteman denganku?"
"Tergantung! Cepat ceritakan dulu!" desak Luna.
"Sebenarnya, aku terkena kutukan."
Ingatan Valko kembali ke masa di mana dia masih berusia sembilan tahun. Waktu itu malam bulan purnama. Langit terlihat begitu terang meski minim cahaya lampu di kompleks perumahan suku Canis.
Valko terbangun di tengah malam. Seakan ada dorongan dari dalam dirinya untuk keluar kamar. Padahal sebelum tidur, sang ibu sudah memperingatkan untuk tidak keluar dari kamar malam ini.
Namun, Valko yang memang terkenal nakal itu tidak mengindahkan peringatan dari sang ibu. Ketika dia keluar kamar, tidak ada satu pun yang berada di rumah. Ayah, ibu, serta sang kakek tidak ada di kamar mereka.
"Ibu, ayah, kakek ...." Valko terus memanggil keluarganya satu per satu, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
Akhirnya Valko mengintip di balik tirai jendela. Mata bocah lelaki itu pun melebar saat mengetahui banyak warga suku Canis yang sedang berkumpul di alun-alun kompleks.
Mereka mengitari api unggun besar. Di tengah api unggun itu terdapat seekor serigala salju yang diikat, sepertinya untuk ritual pengorbanan. Valko yang dipenuhi rasa penasaran pun segera keluar dari rumah dan berlari mendekati kerumunan.
Semua orang yang ada di sana pun terkejut. Di saat yang bersamaan, keluar seberkas cahaya putih terang dari dalam tubuh serigala yang mulai terbakar. Cahaya tersebut membentuk siluet sosok serigala dan mulai mengucapkan kutukan untuk Valko, karena dianggap telah mengganggu prosesi ritual tahunan.
"Lihatlah anak laki-laki itu! Dia akan menggantikan leluhur kita menjaga hutan ini seumur hidup! Dia akan berubah wujud menjadi Dire Wolf setiap bulan purnama! Ini adalah hukuman bagi mereka yang sudah melanggar aturan ritual ini!" geram cahaya raksasa itu.
Tak lama kemudian, cahaya besar itu melesat dan merasuki tubuh Valko. Seketika Valko langsung melolong layaknya serigala. Tubuhnya semakin membesar dan menjelma menjadi Dire Wolf berbulu putih.
"Jadi, ritual itu tidak boleh disaksikan anak-anak?" tanya Luna setelah Valko selesai menceritakan masa lalunya.
"Iya, dan aku yang bandel ini melanggarnya." Valko tersenyum kecut seraya mengusap tengkuk.
"Kalau begitu jangan pernah temui aku lagi!"
"Apa?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Kaisar Naga
kasiaaan 😆😆😆 GK papa yang penting panjang umur
2022-11-05
3
Kaisar Naga
dan disini, ternyata juga tidak salah tebak🗿😆
2022-11-05
3
Kaisar Naga
sangat jujur
2022-11-05
2