Bab 10. Wabah

Sepanjang perjalanan menuju kompleks perumahan suku Canis, Valko dibuat tidak nyaman karena aroma menyengat dari perairan yang ada di hutan. Dia melangkah mendekati sungai yang menjadi sumber aroma tidak sedap itu.

"Airnya jernih, tapi kenapa aromanya menyengat begini, ya?" gumam Valko.

Lelaki tampan itu berjongkok di tepi sungai. Dia mencelupkan jemari ke dalam air jernih tersebut, lalu mencicipinya. Valko mengerutkan dahi karena merasa ada yang aneh. Air yang biasanya terasa segar dan tawar itu, kini menjadi sedikit asam dan pahit.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Valko segera beranjak dari sana menuju rumahnya. Dia hendak melaporkan hasil temuannya kepada sang ayah. Tak lupa dia juga mengisi botol mineral kosong dengan air sungai, untuk ditunjukkan kepada sang ayah.

Setelah sampai di rumah, Valko langsung menemui sang ayah yang kini sedang mengasah kapak. Lelaki itu langsung menyodorkan air yang dia bawa dari sungai kepada Alarick. Sang kepala suku tersebut mengerutkan dahi.

"Apa ini?" tanya Alarick sambil meraih botol berisi air itu.

"Aroma air ini sangat menyengat. Ini air dari sungai yang mengelilingi hutan bagian timur."

Alarick membuka tutup botol, lalu mengendus ke dalam lubang benda tersebut. Dia tidak mencium aroma apa pun dari sana. Alarick mengerutkan dahi, lalu menatap sang putra heran.

"Mana ada? Airnya tidak memiliki aroma apa pun. Masih seperti biasa."

"Kalau begitu coba cicipi air itu, Yah. Sedikit saja, jangan banyak-banyak. Aku khawatir ada orang yang sengaja memberikan racun ke dalam air tersebut.

Alarick pun segera mencicipi air itu. Dia mencecap rasa benda cair tak berwarna itu, dan terlihat mengerutkan dahi.

"Rasanya masih seperti biasa, Val."

"Aneh, apa hanya aku yang bisa merasakan perbedaannya?"

Valko akhirnya menyandarkan punggung pada kepala kursi. Dia memijat pelan kepalanya karena memikirkan wabah yang tengah dialami masyarakat suku Canis. Sang ayah mengatakan bahwa sebagian besar di antara mereka merasakan mual serta muntah.

Tidak hanya itu, pada hari ketiga setelah mulai mengalami gejala mual muntah, mereka akan mengalami sesak napas. Beberapa di antara warga juga mengalami gatal badan tubuh jika tidak segera mendapatkan pertolongan.

"Untungnya Berta mampu menyembuhkan mereka semua. Jadi masih bisa diatasi. Tapi, jika hal ini terus terjadi pasti lambat laun Berta akan kewalahan." Alarick mengusap wajah kasar dan ikut menyandarkan tubuh pada kepala kursi.

"Aku akan mencoba mencari tahu penyebabnya, Yah. Jika sudah kutemukan, aku akan segera memberitahukannya kepadamu."

"Baiklah, sekarang istirahatlah. Pasti sangat lelah telah menempuh perjalanan jauh. Maaf karena harus memintamu kembali secara mendadak. Aku benar-benar tidak bisa mengatasi ini semua sendirian."

"Tidak masalah, Yah. Ini juga sudah menjadi tanggung jawabku."

Sejak hari itu, Valko mencoba menyelidiki kasus ini. Lelaki tersebut mengandalkan kemampuan spesial yang dia miliki untuk mengusut kasus ini. Valko berpikir ada seseorang yang sengaja melakukan ini semua.

Selama dua hari Valko tidak pulang. Dia terus berada di tepi sungai untuk mengawasi situasi. Lelaki itu ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, siapa orang yang sudah berani menyebarkan wabah di desanya ini.

Malam itu, suasana begitu sunyi seperti biasa. Hanya terdengar gemercik air sungai yang mengalir dan melewati berbatuan. Valko yang sedang bersembunyi di atas pohon, tiba-tiba menangkap sosok seseorang dengan mantel berwarna merah mendekati sungai.

'Siapa itu?'

Dari siluet tubuhnya, terlihat jelas kalau ia adalah seorang perempuan. Valko mengeluarkan ponsel dari saku celana, lalu merekam apa yang dia lihat malam itu. Dengan bantuan dari lampu flash, dia bisa mengambil video sambil memperbesar tampilan kamera.

Perempuan itu seperti memasukkan sesuatu ke dalam aliran air sungai. Aroma menyengat yang awalnya mulai menghilang, kini kembali tercium kuat. Dugaan Valko bahwa sungai itu telah diberi racun semakin kuat.

Kejadian  berikutnya membuat putra dari sang kepala suku tersebut terbelalak. Perempuan itu membuka tudung mantelnya, sehingga kini Valko dapat melihat dengan jelas, siapa perempuan jahat yang sudah tega meracuni warga suku Canis.

***

Keesokan harinya, Valko bergegas untuk pulang ke rumah. Lelaki itu ingin segera mengabarkan kepada sang ayah bahwa dia sudah mengetahui siapa dalang di balik wabah yang menyerang suku Canis.

"Ayah, aku sudah tahu ...." Valko tidak melanjutkan ucapannya karena melihat tak mengenakkan pemandangan di hadapannya.

Di ruang tamu, Alarick, Berta, serta Andrea yang sedang menangis menoleh ke arahnya. Alarick langsung beranjak dari kursi dan mendekati sang putra. Dia melayangkan tangan ke udara, lalu mendaratkannya tepat ke pipi Valko.

Rasa panas kini dirasakan oleh Valko. Dia terbelalak karena mendapat perlakuan kasar dari sang ayah. Senakal-nakalnya dia selama ini, baru sekarang Alarick menamparnya.

Hati Valko terasa sakit dan hancur berkeping-keping. Sosok sang ayah yang biasanya tegas dan bijaksana, kini tega menghakiminya tanpa sebab. Valko menatap sang ayah yang kini terlihat marah.

"Yah, aku salah apa?"

"Jangan jadi lelaki brengsek! Kamu sudah membuat calon istrimu menangis karena mengkhianati pertunangan kalian!" seru Alarick seraya menunjuk wajah Valko penuh amarah.

"Maksud ayah apa?"

"Kamu berselingkuh dengan gadis bernama Luna dan mencampakkan Andrea! Apa maksudmu!"

"Yah, aku ...." Ucapan Valko terpotong karena Alarick mencengkeram kerah kaos lelaki tersebut.

"Akhiri hubunganmu dengan Luna! Desa ini mulai mendapatkan kutukan karena ulahmu!" Alarick menatap tajam sang putra, dan berbicara dengan gigi yang saling merapat.

Valko menatap Alarick penuh amarah. Rahangnya mengeras, dan jemarinya mengepal kuat. Napasnya terlihat memburu karena kemarahan yang memuncak. Dia tidak menyangka sang ayah mudah sekali terhasut oleh ucapan Andrea.

"Jadi, ayah lebih percaya dengan ucapan mereka daripada aku? Aku tak menyangka Ayah berubah seperti ini!" Valko menatap wanita yang kini sedang duduk di atas sofa sambil berpura-pura menangis itu.

"Aku pergi! Jangan mencariku!" Valko menarik lengan sang ayah hingga dirinya terlepas dari cengkeraman lelaki tersebut.

Valko melangkah ke arah pintu yang masih terbuka. Namun, ketika sampai di ambang pintu, Alarick menghentikannya. Dia mendekati sang putra lalu kembali menatapnya tajam.

"Selangkah saja kamu keluar dari rumah ini, maka kamu akan menyesal seumur hidup!" ancam Alarick.

"Aku tidak peduli!"

"Aku tidak akan membantumu terlepas dari kutukan itu!"

"Biar saja! Toh, aku sudah mulai nyaman dengan kutukan ini! Karenanya, aku memiliki banyak kelebihan! Aku rasa ini bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah anugerah yang telah diberikan kepadaku!"

Valko melangkah mantap keluar dari rumah. Seiring dengan langkah kaki lelaki itu, tiba-tiba langit mendadak mendung. Petir menyambar mega, dengan kilat dan suaranya yang menggelegar.

Valko berhenti sejenak, lalu menatap langit yang ada di atasnya itu. Titik hujan mulai turun membasahi bumi. Aroma tanah basah menguar ke udara, dan menembus Indera penciuman Valko.

"Apa ini semacam kutukan untukku?" Valko tersenyum kecut lalu berlari membelah hujan yang semakin deras.

Di dalam rumah, Alarick masih mematung sembari menatap punggung Valko yang mulai menjauh. Ada perasaan sesal yang kini menyelusup ke hati lelaki tersebut. Namun, gengsinya terlalu besar untuk mengejar Valko dan meminta maaf.

"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan, Val."

Alarick meraih ponsel dalam saku celananya, kemudian mulai menghubungi salah satu orang kepercayaannya. "Ikuti Valko, dan laporkan semua gerak-geriknya kepadaku."

Episodes
1 Bab 1. Dire Wolf Seputih Salju
2 Bab 2. Berburu bersama Valko
3 Bab 3. Bulan Purnama
4 Bab 4. Valko The Dire Wolf
5 Bab 5. Perburuan Cinta
6 Bab 6. Pertemuan Keluarga
7 Bab 7. Andrea Si Kakak Tingkat
8 Bab 8. Penculikan (1)
9 Bab 9. Penculikan (2)
10 Bab 10. Wabah
11 Bab 11. Backstreet
12 Bab 12. Mengambil Cuti
13 Bab 13. Ijin
14 Bab 14. Adu Domba
15 Bab 15. Perjanjian dengan Vlad
16 Bab 16. Penipuan
17 Bab 17. Kecemburuan Valko
18 Bab 18. Vlad Sebenarnya
19 Bab 19. Langkah Pertama Draco
20 Visual
21 Bab 20. Pertunangan
22 Bab 21 . Negosiasi Antar Ras
23 Bab 22. Duka Luna
24 Bab 23. Canis Guildayi
25 Bab 24. Azura Kembali Datang
26 Bab 25. Padang Bunga Baby Blue Eyes
27 Bab 26. Bukit Arcoíris
28 Bab 27. Paman Catz dan Smilodon
29 Bab 28. Permainan Paman Catz
30 Bab 29. Sebuah Sketsa
31 Bab 30. Melanjutkan Permainan
32 Bab 31. Akhir Ujian Berujung Duka
33 Bab 32. Ijin untuk Melintas
34 Bab 33. Daphne or Karina
35 Bab 34. Memulai Ritual
36 Bab 35. Jiwanya Telah Kembali
37 Bab 36. Petunjuk
38 Bab 37. Pulang Ke Tempat Asal
39 Bab 38. Pendant of Arthemis
40 Bab 39. Mencari Kalung Arthemis
41 Bab 40. Pencarian Selanjutnya
42 Bab 41. Kembalinya Pendant of Arthemis
43 Bab 42. Mencari Aroma Terapi
44 Bab 43. Suku Nuevo
45 Bab 44. Catz yang Keji Kembali
46 Bab 45. Mimpi Penutup
47 Bab 46. Ingin Melakukan Hal Menyenangkan
48 Bab 47. Berkemah Bersama
49 Bab 48. Tangisan Tengah Malam
50 Bab 49. Mana yang Asli?
51 Bab 50. Terbongkar
52 Bab 51. Melanjutkan Tugas
53 Bab 52. Melukis Diri Sendiri
54 Bab 53. Lukisan Terakhir
55 Bab 54. Pasca Ritual
56 Bab 55. Kehidupan Kedua
57 Kepingan Hati di Langit Qatar
58 Rahasia Kehamilan Violetta
59 Revenge of The Ugly Lily
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bab 1. Dire Wolf Seputih Salju
2
Bab 2. Berburu bersama Valko
3
Bab 3. Bulan Purnama
4
Bab 4. Valko The Dire Wolf
5
Bab 5. Perburuan Cinta
6
Bab 6. Pertemuan Keluarga
7
Bab 7. Andrea Si Kakak Tingkat
8
Bab 8. Penculikan (1)
9
Bab 9. Penculikan (2)
10
Bab 10. Wabah
11
Bab 11. Backstreet
12
Bab 12. Mengambil Cuti
13
Bab 13. Ijin
14
Bab 14. Adu Domba
15
Bab 15. Perjanjian dengan Vlad
16
Bab 16. Penipuan
17
Bab 17. Kecemburuan Valko
18
Bab 18. Vlad Sebenarnya
19
Bab 19. Langkah Pertama Draco
20
Visual
21
Bab 20. Pertunangan
22
Bab 21 . Negosiasi Antar Ras
23
Bab 22. Duka Luna
24
Bab 23. Canis Guildayi
25
Bab 24. Azura Kembali Datang
26
Bab 25. Padang Bunga Baby Blue Eyes
27
Bab 26. Bukit Arcoíris
28
Bab 27. Paman Catz dan Smilodon
29
Bab 28. Permainan Paman Catz
30
Bab 29. Sebuah Sketsa
31
Bab 30. Melanjutkan Permainan
32
Bab 31. Akhir Ujian Berujung Duka
33
Bab 32. Ijin untuk Melintas
34
Bab 33. Daphne or Karina
35
Bab 34. Memulai Ritual
36
Bab 35. Jiwanya Telah Kembali
37
Bab 36. Petunjuk
38
Bab 37. Pulang Ke Tempat Asal
39
Bab 38. Pendant of Arthemis
40
Bab 39. Mencari Kalung Arthemis
41
Bab 40. Pencarian Selanjutnya
42
Bab 41. Kembalinya Pendant of Arthemis
43
Bab 42. Mencari Aroma Terapi
44
Bab 43. Suku Nuevo
45
Bab 44. Catz yang Keji Kembali
46
Bab 45. Mimpi Penutup
47
Bab 46. Ingin Melakukan Hal Menyenangkan
48
Bab 47. Berkemah Bersama
49
Bab 48. Tangisan Tengah Malam
50
Bab 49. Mana yang Asli?
51
Bab 50. Terbongkar
52
Bab 51. Melanjutkan Tugas
53
Bab 52. Melukis Diri Sendiri
54
Bab 53. Lukisan Terakhir
55
Bab 54. Pasca Ritual
56
Bab 55. Kehidupan Kedua
57
Kepingan Hati di Langit Qatar
58
Rahasia Kehamilan Violetta
59
Revenge of The Ugly Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!